
Rahma di ceki k oleh anak buah Marta hal itu membuat Rahma kesakitan untung saja Rayhan datang di waktu yang tepat dia langsung meloloskan peluru di punggung anak buah Marta itu.
Dorr
Anak buah itu langsung tergeletak tak berdaya, Rahma merasa cukup lega Walaupun leher nya terasa sakit.
"Kamu tak apa" tanya Rayhan.
"Tidak oh ya kak aku akan Susul kak El" ucap Rahma.
"Baiklah aku antar" ucap Rayhan.
Rayhan dan Rahma pergi ke jalanan mencari Elpan dan yang lainnya apa lagi Rahma sangat cemas soal Lian.
Sedangkan di jalanan mereka sudah membuat perjanjian kalau Elpan membiarkan Marta pergi maka dia juga akan melepaskan Lian.
Namun Marta tak bisa di percaya dia langsung berlari dari sana membawa Lian bersama nya.
"El dia lari" sahut Iqbal.
"Ayo kita tangkap" ucap Elpan.
Namun dari arah yang cukup jauh terlihat Rayhan tengah membidik Marta untuk tembak menembak Rayhan lah jagonya apa lagi dia juga ketua dari Mafia.
Tentu saja tembak menembak sangat gampang bagi Rayhan.
Dorr
Peluru itu mengenai kaki Marta yang tengah berlari membawa Lian, hingga Marta terjatuh dan membuat Lian terjatuh ke tanah.
Lian menangis karena kesakitan dia langsung berdiri dan berlari menuju Rahma yang tak jauh dari sana.
"Sayang sakit ya nanti ibu obati ya" ucap Rahma menggendong Lian dan mencoba menenangkan nya.
Elpan dan Iqbal langsung menangkap Marta.
Mereka mengikat nya karena takut Marta akan kabur lagi.
Elpan memeluk Rahma dan Lian.
"Syukur lah kalian selamat" ucap Elpan.
Iqbal mengambil Lian dia menggendong putranya itu.
"Lian" ucap Iqbal menciumi Lian karena senang kalau Lian selamat.
"Dimana mamah" tanya Elpan.
"Mamah di sana kak" ucap Rahma.
"Apa" tanya Elpan.
"Ayo ke sana" ucap Rayhan.
Rayhan dan Elpan langsung pergi ke sana ternyata dia melihat mamahnya terkapar di tanah.
Elpan langsung melihat mamahnya itu ternyata ada luka tembak di tangannya Mungkin ada peluru yang anak buah Marta loloskan terkena tangan Mira hingga Mira pingsan.
"Mah" ucap Elpan membangunkan.
Rayhan panik dia melihat darah yang terus bercucuran dari tangan Mira.
"El naik lah ke helikopter bawa mamah mu kalian harus segera sampai ke rumah sakit" ucap Rayhan.
"Ya baiklah" ucap Elpan.
Elpan menggendong Mamahnya dia langsung membawanya ke dalam helikopter.
Sedangkan Rayhan sebagai seorang ketua dia bertugas untuk melihat anak buah nya untung nya anak buah Rayhan tak kenapa kenapa mereka hanya terluka sedikit saja tak ada yang perlu di khawatir kan.
"Ayo kita pulang kita tinggal kan saja orang orang ini" sahut Rayhan.
"Baik tuan" sahut Anak buahnya.
Semua orang pulang Rahma juga pulang bersama dengan Iqbal naik mobil Elpan, sedangkan Rayhan dia pulang naik mobil anak buah nya.
"Kamu baik baik saja kan" tanya Iqbal.
"Ya aku baik baik saja" ucap Rahma berbohong karena saat ini punggung nya terasa sangat perih mungkin karena luka bakar itu bergesek pada jaket Elpan.
Apa lagi Rahma juga duduk di kursi samping jok pengemudi dia juga menggendong Lian yang tertidur, terpaksa Rahma menahan rasa perih pada lukanya karena dia harus bersandar supaya Lian merasa nyaman.
Iqbal yang sadar pun langsung menghentikan mobilnya dia turun dan membuka pintu mobil tempat Rahma Duduk.
"Ada apa kak" tanya Rahma.
"Aku akan pindah kan Lian ke jok belakang" ucap Iqbal yang langsung menggendong Lian yang tertidur lelap dan memindahkan nya ke jok belakang.
Iqbal masuk lagi dan melajukan kembali mobil Elpan itu.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Rahma.
"Aku tau kamu kesakitan, Rahma terkadang kalau kau sakit kau bicara saja jangan merasa tak enakan kau tau kan kalau sekarang manusia itu semakin serakah dengan kenyamanan diri sendiri" ucap Iqbal.
"Ya seperti kamu" ucap Rahma.
"Ya aku adalah orang yang serakah tapi Rahma aku ini tipikal laki laki yang peka" ucap Iqbal.
"Oh ya peka" tanya Rahma.
"Ya kalau wanita bilang udah sayang maka aku akan semakin gas" ucap Iqbal.
"Sudah lah kau ini bicara apa sih" ucap Rahma.
"Kau tak akan paham" ucap Iqbal.
Iqbal tersenyum melihat Rahma dia merasa nyaman berada dengan Rahma apa lagi Rahma sangat nyambung kalau di ajak bicara.
Rahma menatap pada jalanan dia bingung harus bicara apa pada papahnya apa lagi Rahma yakin kalau papahnya pasti mencari nya.
Rahma menghela nafas berkali-kali.
"Kata Rayhan mamahnya Elpan terkena peluru" ucap Iqbal.
"Oh ya" tanya Rahma tak tau kalau mamah mertua nya itu tertembak.
Iqbal tersenyum.
"Ya aku gak tau tapi dia naik pesawat duluan karena mau membawa mamah nya ke rumah sakit" ucap Iqbal.
"Semoga saja dia cepat pulih" ucap Rahma.
"Ya semoga saja Rahma, oh ya kau bisa menyetir mobil gak" tanya Iqbal.
"Bisa" ucap Rahma.
"Bisa gak kita gantian menyetir mobil aku lelah Rahma kau tau semalam saat Rayhan menelpon ku untuk mencari mu aku lagi masa tanggung tanggung nya mau aku lanjut tapi Rayhan menelpon aku terus jadi deh sampai sekarang aku merasa lemas" ucap Iqbal.
"Kau ini baru selamat dari maut pun kau masih membicarakan hal itu" ucap Rahma.
"Rahma itu adalah hidup ku" ucap Iqbal.
"Menikah lah kak karena ikatan dari hubungan bisa membuat seseorang berpikir jernih apa lagi saat kau menikah kau punya teman untuk hidup" ucap Rahma.
"Aku gak terlalu minat Rahma, entah lah aku merasa kalau menikah itu akan menyakiti salah satu dari pasangan, aku tak mau itu terjadi, ya jujur saja aku kecanduan tapi Rahma tak ada niat aku untuk menikah" ucap Iqbal.
"Ya aku tau ini susah bagi orang seperti mu" ucap Rahma.
Iqbal langsung membawa Rahma ke rumah sakit untuk mengobati luka bakar nya yang sudah pasti sangat sakit.
Tapi Rahma berhasil menahannya padahal dalam hati nya dia pasti merasa kesakitan.
Saat mobil Elpan memasuki parkiran rumah sakit itu dengan cepat Elpan langsung datang ke sana membawa belangkar.
"Gendong Rahma, El aku akan gendong Lian" ucap Iqbal.
"Baiklah" ucap Elpan.
Rahma terbangun saat merasakan dirinya di gendong.
"Dokter akan mengobati luka mu" ucap Rahma.
Rahma langsung di bawa ke ruangan perawatan, Rahma langsung di obati bahkan luka bakar nya juga cukup parah.
Sedangkan Lian sekarang dia di obati para dokter karena siku dan kakinya terluka.
Bayi itu anteng di dekapan Iqbal saat ini Iqbal paham kalau Lian masih ketakutan dengan suara suara dan orang orang yang asing itu.
Iqbal terus saja memeluk Bayi itu bahkan Iqbal juga seolah tak mau melepaskan Lian.
Kabar tentang masuknya Mira ke rumah sakit tersebar sampai ke luar, bahkan Argam juga mendengar hal itu dia langsung menuju ke arah rumah sakit karena dia ingin memastikan Rahma ada di sana atau tidak.
Argam dan Arman datang ke rumah sakit itu mereka langsung melihat ke ruangan Rawat Mira benar saja di sana ada Elpan yang sedang menjaga.
"Dimana Rahma" tanya Argam dari jarak yang cukup jauh, suara nya terasa ketus dan datar.
Elpan melihat pada mantan mertua nya itu dia menelan ludah nya karena takut pada tatapan Argam.
"Pah jangan salah paham Rahma ada di ruangan rawat" ucap Elpan yang langsung bangun.
"Apa kau bilang apa" tanya Argam marah dia juga memegang kerah baju Elpan saking marahnya.
"Kau apa kan Rahma sampai dia harus di rawat" tanya Argam.
Arman mendekat pada tuannya itu.
"Tuan lepas kan dia" ucap Arman.
Argam melepaskan tangan nya itu dia langsung menatap Elpan dengan tatapan menakutkan.
__ADS_1
"Jelaskan pada ku" geram Argam.
"Rahma di culik bersama dengan mamah pelakunya adalah papahnya Wanda, aku semalam menyelamatkan nya ke kampung yang cukup jauh, papah nya Wanda hendak membakar mamah dan Rahma di sebuah rumah tua, tapi untuk saja aku bisa menyelamatkan nya tapi Rahma mendapatkan luka bakar di punggung dan tangannya, Sedangkan mamah dia tertembak" ucap Elpan menjelaskan.
"Apa" Argam terkejut mendengar hal itu
"Ini salah mu El ini karena kebo dohan mu El aku tak akan maafkan kamu" geram Argam.
"Maafkan aku pah" ucap Elpan.
"Dimana ruangan Rahma" tanya Argam.
"Di sana" ucap Elpan menunjuk pada ruangan yang
Argam langsung masuk ke dalam ruangan Rahma dia melihat Rahma tengah di obati oleh suster yang ada di sana.
Luka Rahma cukup serius jadi mau tak mau Rahma harus di rawat sampai luka nya benar benar kering.
Apa lagi Elpan membayar mahal untuk biaya Rahma jadi para dokter memutuskan untuk merawat Rahma sampai sembuh.
"Rahma kamu tak apa" tanya Argam.
"Pah aku gak papa" ucap Rahma.
"Syukur lah kalau kamu gak apa, papah cemas Beberapa hari ini karena kamu gak ada" ucap Argam.
"Pah aku baik baik saja untung ada kak El yang menyelamatkan aku" ucap Rahma.
"Mulai hari ini kamu gak boleh ketemu lagi dengan Dia Rahma" ucap Argam datar.
"Tapi pah aku mau kembali pada kak El" ucap Rahma.
"Gak ada kamu gak boleh ketemu lagi kamu hanya akan menderita saja Rahma jika seperti ini" ucap Argam.
"Tidak pah, papah salah kak El itu baik dia sudah membantu aku saat aku kesusahan jadi tolong pah aku mohon papah supaya memperbolehkan aku bersama kak El" ucap Rahma.
"Sekali papah bilang tidak ya tidak" geram Argam.
Argam langsung pergi dari sana meninggalkan Rahma dan suster yang masih ada di sana.
Arman mendekat pada Rahma yang masih ada di atas belangkar.
"Cepat lah sembuh" ucap Arman.
"Terima kasih" ucap Rahma.
Rahma menatap kosong ke arah depan dia tak sangka kalau papahnya itu begitu keras kepala tak mengijinkan Rahma untuk kembali lagi pada Elpan.
"Sekokoh itu kah batu karang" gumam Rahma sambil menghapus air mata nya.
Rahma melihat Elpan yang baru saja datang ke sana.
"Mau makan" tanya Elpan.
"Terima kasih" ucap Rahma.
Elpan menyuapi Rahma dengan makanan yang baru saja dia beli.
"Bagai mana keadaan Mamah" tanya Rahma.
"Masih sama mamah belum sadar" ucap Elpan.
"Oh aku doakan semoga mamah cepat sadar" ucap Rahma.
"Amin".
Elpan lebih banyak menunggu Rahma sekarang apa lagi mamah nya juga belum sadar jadi Elpan tetap stay di ruangan Rahma sambil mengasuh Lian.
"Kak apa hubungan kita akan di lanjutkan" tanya Rahma saat mereka sedang mengasuh Lian.
"Aku mau kita bersama lagi" ucap Elpan memegang tangan Rahma.
"Tapi kak sekarang akan sulit karena papah menolak keras" ucap Rahma.
"Aku tau Rahma tapi bisa kah kau bersabar untuk menunggu aku untuk meluluhkan hati papah mu" ucap Elpan.
"Ya aku akan tunggu" ucap Rahma.
Mereka berbincang bincang Sangat banyak sekali hingga sampai malam hari dan waktu nya Rahma untuk istirahat.
Elpan menyelimuti Rahma dan menunggu di sana karena ingin menemani Rahma.
Setelah Rahma tertidur Elpan pun langsung tertidur di sofa yang ada di sana.
Elpan tertidur sangat pulas apa lagi seharian dia sangat kecapean.
Malam hari nya Rahma terbangun dia menatap ke arah atas rumah sakit itu, Rahma merasa sangat sakit hati atas ucapan papahnya apa lagi papah nya itu tak mendukung hubungan nya.
"Pah aku tau kalau kak El dulu salah tapi apa tak bisakah kau mengerti keadaan aku aku sangat mau kembali pada kak El tak bisakah kau pikir kan lagi" batin Rahma menangis lagi namun tanpa suara.
__ADS_1
bersambung