
Elpan cukup panik melihat Wanda yang kesakitan itu.
"Rahma panggil kan ambulans" ucap Elpan.
"Sudah kak aku sudah panggil ambulan bersama dengan dokternya" ucap Rahma.
"Ya semoga cepat datang" ucap Elpan.
Elpan mengelus elus perut Wanda, berharap kalau rasa sakit nya segera hilang.
Namun Elpan sangat lah gampang untuk di bo dohi, tetapi suami mana yang tak akan panik saat istri nya merasakan sakit pada perut nya.
Pasti mereka berpikir takut si jabang bayi nya kenapa kenapa.
Wanda tersenyum puas dalam hati nya apa lagi sekarang Rahma juga sangat cemas dia bahkan membawa kan minum dan makanan untuk Wanda dari dapur.
"Mbak aku kompres ya perutnya" ucap Rahma.
Tanpa menunggu persetujuan Rahma langsung mengompres perut Wanda dengan air hangat.
Bahkan saking cemas nya Rahma dia juga membawa air kompres yang isinya air dingin yang penuh dengan es batu.
"Bagai mana mbak apa udah baikan" tanya Rahma.
"Awwss sakit El" ucap Wanda meringis kesakitan.
"Bagai mana ini" tanya Rahma.
Seorang dokter datang ke sana untuk mengecek kondisi Wanda yang mengeluh kesakitan.
"Permisi" ucap Dokter itu.
"Dok kebetulan sekali, tolong dok mbak Wanda perut nya kesakitan" ucap Rahma.
"Ya saya akan periksa" ucap Dokter itu.
Setelah selesai di periksa, Wanda di berikan obat oleh dokter itu.
"Tak terjadi apa apa bayi anda sehat detak jantung nya juga bagus, mungkin usia kandungan nya sudah 14 Minggu, mungkin ibu Wanda hanya kram perut saja itu biasa terjadi pada ibu hamil jadi jangan di khawatir kan kecuali sampai keluar darah ya Bu Wanda jaga kesehatan jangan banyak diam harus rajin beres beres karena mengepel dengan lap dan tangan akan membuat ibu hamil sehat apa lagi saat saat trimester ketiga itu akan memperlancar bayi menuju pada posisi lahiran yang benar" ucap Dokter.
"Apa hanya itu saja Dok" tanya Mira.
"Rutin jalan jalan juga bisa Bu" ucap Dokter.
"Ya dok terima kasih" ucap Elpan.
"Ya pak sama sama" ucap dokter itu.
Elpan dia menyewa suster untuk menjaga Wanda karena dia harus menghadiri acara itu bersama dengan Rahma dia sudah berjanji juga pada Rahma.
"Oh ya Wanda suster ini akan menjaga mu selama aku dan Rahma pergi" ucap Elpan.
"Tapi El kau mau pergi, aku kan sakit perut" ucap Wanda.
"Tapi aku punya undangan khusus dari teman aku" ucap Elpan.
__ADS_1
"Tak bisa kah kau tak datang dan tetap di rumah menjaga aku" tanya Wanda.
"Kan ada suster" ucap Elpan.
"Ya nona anda jangan Khawatir aku bisa Menjaga anda" ucap suster itu.
"Baik lah Rahma ayo kita bersiap" ucap Elpan yang langsung membawa Rahma ke ruangan Walk in closed.
"Tapi kak apa tak apa apa kita meninggalkan mbak Wanda di sini" tanya Rahma.
"Tak apa Rahma lagi pula aku sudah menyewa suster, kita juga ga akan menginap di sana jadi kita hanya beberapa jam saja" ucap Elpan.
"Tapi aku gak tenang kak" ucap Rahma.
"Tak apa ayo" ucap Elpan.
"Tunggu kak tadi kata dokter kandungan mbak Wanda hampir 14 Minggu dan kalau di bulan kan berarti 3 bulan lebih dua Minggu padahal pernikahan kalian baru saja dua bulan kan" ucap Rahma.
"Gak lah Rahma hitungan bidan itu suka salah yang benar nya sekarang Wanda 10 Minggu bahkan kata USG juga begitu" ucap Elpan.
"Ya sih" ucap Rahma.
"Baik lah ayo pakai baju" ucap Elpan.
Setelah berhasil di yakinkan, Rahma langsung berganti pakaian dia memakai gaun panjang berwarna Navy dengan hiasan berlian di depan pakaian nya.
Namun tak terlalu mencolok untuk Rahma, rambut panjang yang bergelombang menghiasi kecantikan Rahma yang semakin mempesona itu.
Kalung emas mengalung di leher Rahma tak pula dia juga memakai anting yang sama seperti kalung dan gelang yang sama juga.
"Benar kata orang" ucap Elpan.
"Apa kata orang" tanya Rahma.
"Kalau bidadari itu tak bersayap" ucap Elpan.
Rahma tersenyum dia menatap pada suaminya itu.
"Jangan gombal" ucap Rahma.
"Aku gak gombal lagi pula apa salah nya menggombal pada istri sendiri" ucap Elpan.
Deg
Rahma justru malah merasa sakit hati saat Elpan menyebut kan kata istri.
"Kak apa kau suka gombal juga pada mbak Wanda" tanya Rahma.
"Tak aku tak pernah" ucap Elpan.
"Kenapa" tanya Rahma.
"Wanda itu dia terlalu serius bahkan dia juga jarang aku ajak bercanda, makanannya kalau aku gombalin dia itu kaya ngerasa gak di dengerin tapi aku yakin dia mendengarkan nya kok, Wanda itu bukan tipikal wanita yang suka gombalan tapi dia lebih suka kepastian dari pada gombalan" ucap Elpan.
"Apa kau pikir aku tak sama dengan mbak Wanda, aku juga sama kak aku ingin kepastian" ucap Rahma.
__ADS_1
Elpan hanya menatap pada Rahma dia lupa kalau yang sedang Elpan bicara kan itu adalah saingan nya Rahma.
"Apa kau pikir aku hanya butuh gombalan saja, tidak kak aku butuh kepastian juga" ucap Rahma.
Rahma menyodorkan pelester kepada Elpan.
"Pakai lah ini aku tak mau orang orang melihat tanda merah mu" ucap Rahma.
Rahma membantu Elpan memasangkan nya karena Elpan tak kunjung memasangkan nya juga.
"Aku yakin orang lain mengira ini karena ulah ku" ucap Rahma.
Elpan tak menjawab dia hanya diam saja dan menunduk di hadapan Rahma.
"Baik lah ayo berangkat" ucap Rahma yang langsung menarik Elpan dari sana.
Mereka berangkat menggunakan Mobil yang Elpan sendiri yang mengemudikan nya.
Sedangkan Wanda dia sedang marah marah karena Elpan berangkat bersama dengan Rahma, suster yang menjaga pun merasakan Aneh pada sikap pasien nya itu.
Wanda meminum air putih yang ada di meja itu, Wanda tak beranjak sedikit pun dari kasur di kamar Rahma itu.
Dia seolah nyaman berada di sana apa lagi kasur Rahma sangat lah empuk.
Namun karena Rahma sigap dan teliti dia menyimpan perhiasan dan uang uang nya di berangkas bank.
Karena Rahma tak ingin ada orang yang melihat lihat barang pribadi nya.
Karena Rahma tak ingin ada orang yang melihat lihat barang pribadi nya.
Sesampainya di pesta itu Rahma dan Elpan langsung masuk ke dalam mereka berjalan beriringan dengan tangan Rahma yang di tuntun oleh Elpan.
Semua orang menatap Rahma dengan tatapan kagum bahkan para laki laki banyak yang sampai terpesona melihat Rahma.
"Selamat malam Tuan Elpan" ucap salah satu orang di sana.
"Malam" ucap Elpan.
"Anda tak mau memperkenalkan wanita ini pada kami" tanya nya.
"Oh ya dia Rahma dia istri saya" ucap Elpan.
"Oh istri anda sangat muda sekali" ucap nya.
"Ya aku sengaja pilih yang muda" ucap Elpan.
"Baik lah nona silahkan di nikmati makanan nya" ucapnya.
"Ya terima kasih" ucap Rahma.
bersambung
mohon maaf kalau ada kesalahan dalam tulisan, kalau alur nya gak sesuai mohon maaf sebesar-besarnya ya.
terima kasih sudah mampir
__ADS_1