Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 20: Rahma menyetujui pernikahan kedua Elpan


__ADS_3

Rahma menatap nanar Wajah suaminya itu dia tak percaya kalau suaminya itu tak bisa memilih antara dia dan pelakor itu.


"Aku gak bisa memilih antara kalian" ucap Elpan.


"Lalu kalau kau tak bisa milih lebih baik aku mundur saja" ucap Rahma.


"Rahma aku jelaskan kenapa aku mau menikah dengan Wanda" ucap Elpan.


"Apa karena Wanda cantik karena dia berpakaian minim sehingga membuat mu menjadi tertarik pada nya, atau karena dia mantan pacar mu kak" tanya Rahma.


"Aku bisa jelaskan" ucap Elpan.


"Apa" tanya Rahma.


"Aku akan nikahi Wanda namun hanya setelah Wanda melahirkan anak ku aku akan cerai kan dia" ucap Elpan.


"Haha aku gak percaya, bahkan permintaan aku saja gak kau berikan" ucap Rahma.


"Apa" tanya Elpan.


"Tunggu aku satu bulan" ucap Rahma.


"Oke oke aku akan tunggu kau selama satu bulan, tapi kalau sampai kau tak hamil juga kau ijin kan aku menikah lagi tapi tanpa kau minta cerai" ucap Elpan.


"Kalau aku gak bisa kasih anak untuk apa aku menghalangi hubungan kalian" ucap Rahma pura pura baik baik saja.


"Karena setelah aku punya anak dari Wanda aku akan cerai kan Wanda dan memberikan anak itu pada mu untuk kita asuh nantinya" ucap Elpan.


"Lalu hal apa yang akan aku percayai" tanya Rahma.


Elpan menatap pada Wanda, Wanda yang paham pun langsung mendekat pada Rahma dia langsung terduduk di lantai.


"Kalau bukan karena sandiwara aku tak akan mungkin melakukan ini" batin Wanda.


"Rahma aku di bayar oleh Elpan, anggap saja aku wanita yang akan memberikan kamu anak, Rahma aku sangat butuh uang jadi aku mohon kau ijin kan Elpan menikah dengan ku, aku tak akan melewati batas ku Rahma aku hanya akan memberikan mu anak setelah itu aku akan pergi" ucap Wanda bersujud di lutut Rahma.


"Bagus sekali Akting Wanda" batin Elpan yang melihat hal itu.


"Apa yang akan kau buktikan lagi" tanya Rahma.


"Ayo lah Rahma jangan egois aku butuh uang" ucap Wanda.


"Berapa hah? Aku akan berikan apa pun yang kau inginkan asal aku minta satu hal jauhi suami ku" ucap Rahma.


"Tapi Rahma kau akan butuh aku, kau butuh anak" ucap Wanda.


"Tapi dokter memberi tahukan kalau aku subur aku masih punya rahim" ucap Rahma.


"Mengerti lah Rahma aku tau bagai mana sikap mamah El pada mu, itu bukan karena kau yang salah tapi itu karena Tante Mira ingin punya cucu dia ingin segera punya cucu Rahma" ucap Wanda.

__ADS_1


"Lalu, selagi aku masih punya rahim apa mamah tak bisa menunggu aku sambil mengandung" ucap Rahma yang sekarang sudah menetes kan air mata nya namun dengan cepat dia hapus.


"Kau tau berapa usia El" tanya Wanda.


"El sudah berusia hampir 28 tahun apa salah jika Tante Mira ingin punya cucu" ucap Wanda.


"Ayo lah Rahma kita akan saling menguntungkan" ucap Elpan.


Rahma berpikir sejenak.


"Aku terima namun dengan dua syarat" ucap Rahma.


Elpan tersenyum.


"Akan aku lakukan Rahma" ucap Elpan.


"Syarat pertama aku mau kau tunggu aku satu bulan, kalau aku tak hamil aku akan biarkan kalian menikah, dan syarat kedua aku mau kalau setelah punya anak kalian harus berpisah tanpa mengenal satu sama lain lagi" ucap Rahma.


"Aku janji Rahma" ucap Wanda.


"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung memeluk Rahma.


Sebenarnya Berat bagi Rahma untuk menerima hal itu apa lagi membagi suami pada orang lain itu sangat susah.


Namun Rahma masih ingat dengan ucapan dokter tempo lalu.


Flash back onn


"Dok di sini jelas kalau aku subur tapi kenapa aku belum hamil juga" tanya Rahma.


"Nona Rahma mungkin karena kau umur mu masih kecil jadi kau belum bisa hamil, kalau di paksa juga takut nya rahim kamu akan lemah" ucap Dokter.


"Kau tau kenapa banyak sekali ibu muda yang berpenyakit pada rahim nya, ya karena itu mereka mengandung di usia yang masih sangat dini" ucap dokter lagi.


"Tapi dok apa tak bisa aku lakukan hal yang lain" tanya Rahma.


"saran saya Sebaik nya Nona tunggu saja hingga nona berusia 20 tahun ke atas, itu umur yang terkadang rahim kita sudah kuat untuk menampung anak" ucap Dokter.


"Kalau aku sekarang di paksakan hamil bagai mana" tanya Rahma.


"Bisa cuman mungkin akan ber resiko karena kau masih kuliah kan, kau pasti kecapean sedang kan punya anak kau harus diam di rumah dan harus banyak istirahat" ucap Dokter.


Rahma berfikir kalau penjelasan dokter itu masuk akal juga.


Flash Back off..


Rahma melepaskan pelukannya dari Elpan.


"Aku mau pulang papah sakit" ucap Rahma.

__ADS_1


"Sakit" tanya Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


Duaargghh..


Suara petir menggelar di villa itu, membuat Elpan yang langsung repleks memeluk Rahma sedang kan di belakang Wanda langsung memeluk Elpan.


Sebuah cinta segi tiga yang sangat menyakitkan bagi Rahma.


Rahma sadar kalau Wanda memeluk Elpan, dengan cepat dia melepaskan tangan Elpan yang melingkar di pinggang nya.


"Jangan pulang sekarang di luar hujan" ucap Elpan.


"Aku akan tunggu sampai hujan nya berhenti" ucap Rahma ketus.


Lama mereka menunggu di sana akhir nya hujan reda juga, sejak tadi tak ada yang bersuara sedikit saja mereka malah sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


"Aku akan pulang" ucap Rahma.


"Ya sudah aku akan antar, ayo Wanda" ucap Elpan.


"Ya El" ucap Wanda.


Mereka naik ke dalam mobil, namun salah satu satpam di sana menghentikan Elpan.


"Tuan jangan berangkat sekarang karena ada pohon tumpang di depan" ucap Satpam itu.


"Apa, kenapa bisa" tanya Elpan.


"Karena petir tadi tuan" ucapnya.


"Baiklah terima kasih pak" ucap Elpan.


"Bagai mana sekarang, kita tak bisa pulang" ucap Elpan.


Rahma tak bicara dia malas untuk berdebat dengan Elpan.


"El sebaik nya kita kembali ke Villa karena tak mungkin kita nunggu di sana sampai pohon itu di evakuasi" ucap Wanda.


"Ya kau benar, tak apa kan Rahma" tanya Elpan.


"Terserah" ucap Rahma ketus.


Mereka kembali lagi ke Villa hingga sampai malam mereka menginap di sana, dengan terpaksa Rahma dan Elpan satu kamar mau bagai mana pun Rahma tak rela kalau elpan satu kamar dengan Wanda.


Namun Rahma sejak tadi mendiam kan Elpan, hal itu wajar saja bagi El karena Rahma pasti marah pada nya.


namun Elpan di sibukkan dengan pesan dari Wanda yang meminta nya datang ke kamar nya, karena alasan yang sama yaitu bayi yang ada di kandungan nya.

__ADS_1


elpan bersiap tegas sekarang dia tak mau menyakiti Rahma dia tetap berada di ranjang bahkan Elpan juga mematikan ponsel nya.


bersambung


__ADS_2