Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 38, pulang ke kota


__ADS_3

Berhari hari Rahma berada di Villa hal itu cukup membuat Rahma merasa nyaman karena udara yang segar juga.


"Sayang hari ini aku pulang" ucap Rahma.


"Kita akan menginap lebih lama nanti" ucap Elpan yang langsung memeluk Rahma dengan sangat erat.


"Kapan" tanya Rahma.


"Nanti ya saat kamu libur" ucap Elpan.


"Ya baik lah" ucap Rahma.


Brak


Pintu kamar yang di tempati Rahma terbuka karena ada yang mendorong nya dengan sangat kuat.


Terlihat oleh Wanda kalau saat ini Elpan dan Rahma tengah berpelukan.


"Maaf aku ganggu" ucap Wanda.


"Tak masalah" ucap Elpan.


"El aku mau minta uang aku mau belanja dengan mamah" ucap Wanda.


"Ya baik lah, aku transfer ke black card kamu" ucap Elpan.


"Ya terima kasih" ucap Wanda yang langsung memeluk Elpan di hadapan Rahma.


"Ya sama sama" ucap Elpan mencium kening Wanda.


"Baik lah ayo kita pulang" ucap Wanda.


"Ayo tuan putri" ucap Elpan.


Rahma hanya tersenyum tipis melihat hal itu Rahma bisa melihat kalau sikap suami nya itu seperti bunglon beda tempat beda sikap.


"Terserah" gumam Rahma melihat Elpan dan Wanda keluar dari kamar nya.


Rahma langsung saja membereskan pakaian nya dan menarik koper itu dari kamar nya.


Setelah memastikan kalau tak ada barang yang ketinggalan, Rahma langsung menunggu di ruang tamu.


Rahma mengutak atik ponsel nya yang tadi sempat berdering mendapatkan pesan.


Ternyata hanya dari pihak yang menawarkan barang.


Rahma merasa sangat bosan apa lagi Elpan juga belum turun dari kamar Wanda.


Rahma berjalan ke arah dapur ternyata di sana sudah tak ada siapa siapa bahkan Rega juga tak ada.


Rahma membuka kulkas di sana ada Es krim yang ada di dalam wadah kecil.


"Apa es ini boleh di makan" gumam Rahma.


Dorr


Rahma terkejut saat mendapati ada Gina juru masak teman nya Roy di sana.


"Astaga aku kaget" ucap Rahma.


"Sedang apa nona" tanya Gina.


"Aku mau tanya apa es ini boleh di makan" tanya Rahma.


"Boleh itu buatan Roy dia handal dalam membuat Makanan yang enak" ucap Gina.


"Wah terima kasih" ucap Rahma yang langsung mengambil es itu dan melahap nya.


Sejak kecil Rahma tak di biar kan makan es karena kata papahnya Rahma akan gemuk kalau makan es tapi kenyataannya tak begitu Rahma justru merasa sangat senang kalau makan es krim.


"Sedang apa" tanya Mira ketus.


"Makan es mah" ucap Rahma.


"Itu es nya Wanda" ucap Mira.


"Tapi ini aku punya mah" ucap Rahma.


"Itu punya Wanda mamah sendiri yang pesan pada juru masak itu untuk buatkan" ucap Mira.

__ADS_1


"Mah apa tak bisa kah aku menang sekarang, mbak Wanda sudah mengambil kak El dari ku apa dia juga mau mengambil es krim ku" tanya Rahma.


"Kau seperti bocah" ucap Mira.


"Aku memang bocah mah tepat nya aku, menjadi istri tua di usia muda" ucap Rahma menekan kan setiap kata yang keluar dari mulut nya.


"Terserah kau boleh ambil es itu kalau perlu kau ambil juga dengan pendingin nya" ucap mira.


Rahma hanya tersenyum tipis saja mendengar hal itu.


"Hah" Rahma menarik nafas nya.


Setelah selesai semua nya pulang ke kota dengan memakan waktu beberapa jam saja sudah sampai di kediaman Elpan, sebenarnya Rahma Sangat malas dengan rumah itu karena di setiap sudut nya rumah itu hanya lah terdapat penderitaan.


"Rahma bawakan koper mamah" ucap Mira.


"Ya" ucap Rahma patuh saja namun saat dia membuka garasinya Rahma terkejut karena melihat banyak sekali paper bag Bungkus belanjaan yang menumpuk bahkan di dalam nya juga masih ada baju nya juga.


Rahma menjinjing koper dan beberapa paper bag itu masuk ke dalam, setelah Rahma selesai terlihat Elpan juga menarik koper dan beberapa paper bag.


"Apa masih ada" tanya Rahma.


"Banyak" ucap Elpan.


Sedang kan Wanda hanya menjinjing satu paket bag yang cukup besar.


"Kalau bawa dua apa salah nya ya padahal kan ini tak berat" gumam Rahma.


Rahma langsung mengambil paper bag itu masuk ke dalam rumah dan dia sekarang langsung menuju kamar nya untuk tidur karena malas meladeni rasa penasaran nya pada isi paper bag itu.


"Rahma aku akan nyusul" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma.


Rahma merebahkan diri di atas kasur yang sangat empuk beberapa hari di Villa Rahma tak pernah menghubungi Papahnya bahkan papahnya juga tak pernah menghubungi nya.


📞📞


"Hallo pah" ucap Rahma.


"Rahma tumben nelpon papah ada apa" tanya Argam.


"Lagi apa" tanya Rahma.


"Pah jangan terlalu kecapean" ucap Rahma.


"Ya sayang Baik lah papah akan meeting sekarang kita bicara lagi nanti ya" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


📞📞


Rahma mengambil cuciannya dan akan mencuci nya di lantai bawah karena mesin cuci nya ada di bawah.


Rahma membawa Satu keranjang besar namun isinya hanya beberapa lembar baju saja.


Saat Rahma akan turun dia melihat Wanda yang baru saja membuka pintu nya.


"Rahma kau mau mencuci itu" tanya Wanda.


"Ya mbak" ucap Rahma.


"Aku titip ya" ucap Wanda.


Rahma memutar bola matanya malas.


Tanpa persetujuan dari Rahma, Wanda langsung mengambil cucian di kamarnya banyak sekali dia langsung memasukan nya pada keranjang besar milik Rahma.


Rahma merasa keberatan karena pakaian kotor Wanda sangat banyak bahkan ada juga pakaian milik Elpan di sana.


"Makasih" ucap Wanda.


"Pelayan kemana ya" gumam Rahma.


Sejak pulang tadi Rahma tak melihat pelayan satu pun di rumah itu.


Sehingga Rahma bertanya tanya pada diri nya namun mau tanya pada Mira takut nya jadi masalah.


Rahma menyalakan mesin cuci nya, Rahma melihat ke arah dapur tak ada siapa pun di sana sampai Rahma selesai menyemur pakaian tak ada juga pelayanan yang datang ke sana.

__ADS_1


Rahma masuk kembali ke dalam rumah nya tetap saja tak ada orang di dalam.


Hingga Rahma mendengar suara teriakan.


"Mah kemana pembantu" sahut Wanda bertanya dari atas kamar nya.


"Gak ada mereka cuti" ucap Mira.


"Kenapa cuti bisa bersamaan begini mah" tanya Wanda.


"Ya entah ada apa mereka semua pulang" ucap Mira.


"Lalu siapa yang akan membuat kan makanan" tanya Wanda.


"Biarkan Rahma saja yang masak" ucap Mira dengan sangat enteng, sedang kan Rahma yang melihat nya hanya terkejut.


"Aku" gumam Rahma.


"Di mana Rahma" tanya Wanda.


"Dia sedang mencuci baju" ucap Mira yang tengah membaca koran.


"Rahma" teriak Wanda dari arah ruang tamu.


"Ya mbak ada apa" tanya Rahma.


"Tolong buatkan aku salad buah" ucap Wanda.


"Aku gak bisa" ucap Rahma berbohong padahal dia sangat malas memasak.


"Jangan bohong ayo lah Rahma" ucap Wanda.


"Ya Rahma buatkan saja kamu mau anak nya ileran" ucap Mira.


"Ya mah aku buatkan" ucap Rahma pasrah.


Entah kenapa Rahma menjadi tak berdaya saat mendengar kata "anak nya ileran", padahal Rahma juga belum tentu akan menjadi seorang ibu dari anak itu.


"Rasanya aku mau menghilang saja" gumam Rahma.


Rahma menyiapkan salad buah, sebenarnya tak ada yang sulit dalam membuat itu hanya saja Rahma sangat malas untuk mengupas ngupas kulit buah buahan.


Hingga selesai Rahma mengantar kan nya ke kamar Wanda, terlihat kalau Wanda tengah menonton video di ponsel nya.


"Ini mbak salad nya" ucap Rahma.


"Ya aku akan makan" ucap Wanda yang langsung menyantap salad itu.


Rahma melihat lihat kamar Wanda ada yang aneh di kamar itu, lemari kaca besar tempat sepatu dan pakaian berjajar di sana, karena seingat Rahma kalau kamar itu tak ada ruang ganti atau Walk in closed.


"Kapan lemari itu ada di sini" gumam Rahma.


Wanda menatap pada Rahma yang masih mematung di sana.


"Kamu sedang apa" tanya Wanda.


"Tak ada" ucap Rahma.


"Keluar lah apa kau akan mengintip ku" tanya Wanda.


"Mengintip apanya malas sekali harus melihat dia" gumam Rahma yang langsung pergi dari sana.


Rahma melihat ke kamarnya tak ada Elpan di sana, namun saat Rahma melihat ke ruang kerja Elpan ternyata ada di sana.


"Aku akan buat kan minuman" gumam Rahma.


Dia langsung ke dapur membuat kan Elpan teh hijau karena seperti biasa El akan minum teh hijau.


Rahma membawa nya ke ruangan Elpan.


"Kak ini minum dulu" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Elpan.


"Sedang apa" tanya Rahma.


"Aku sedang mengerjakan ini, entah lah sangat susah sekali" ucap Elpan.


"Oh boleh aku bantu" tanya Rahma.

__ADS_1


"Boleh, emang bisa" ucap Elpan.


"Siapa tau saja kan aku bisa" ucap Rahma.


__ADS_2