Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 60: uang hilang


__ADS_3

Pernikahan pun berlangsung namun ada hal yang membuat para tamu penasaran karena mempelai pria tak membawa apa pun untuk mempelai wanita.


Rahma hanya tersenyum melihat hal itu apa lagi sekarang Mira sangat marah pada mereka kalau saja tak banyak orang mungkin Mira sudah marah di sana juga.


"El beneran ya keluarga pacarnya Zahra tak bawa apa apa" bisik Mira pada Elpan.


"Mamah tenang saja" bisik Elpan.


Sedangkan Rahma saat ini ada di deretan para tamu undangan karena Rahma tengah bersama dengan teman nya Raya dan Rayhan.


"Acaranya mewah ya" ucap Raya.


"Ya Ray" ucap Rahma.


"Dimana Lian" tanya Raya.


"Ada di kamar bersama dengan kak Iqbal kau tau Ray kak Iqbal sering datang ke sini bahkan dia juga sudah beberapa hari ini menginap di sini" ucap Rahma.


"Oh ya" tanya Raya.


"Ya" ucap Rahma.


"Mau apa anak itu di sini" tanya Rayhan.


"Katanya dia mau bertemu Lian" ucap Rahma.


Iqbal datang ke sana sambil membawa Lian.


"Rahma maafkan aku, aku harus pergi karena ada pekerjaan mendadak" ucap Iqbal.


"Oh baik lah tak masalah" ucap Rahma.


Sedangkan di lantai atas Wanda tengah menatap pada lantai bawah yang sekarang sangat banyak tamu orang kaya yang datang ke sana.


Wanda dengan perlahan masuk ke dalam kamar Rahma dia hendak mengambil uang yang ada di kamar Rahma.


"Dimana Rahma menyimpan uang nya" gumam Wanda mencari cari uang yang Rahma simpan.


"Aku yakin uang yang Rahma simpan itu ada di kamar ini, karena El kan maunya cash, lalu di mana dia menyimpan nya" gumam Wanda yang langsung membuka lemari Rahma dan melihat lihat di sana.


Bahkan Wanda juga mencari cari di lipatan baju Rahma karena takut nya Rahma menyimpan nya di sana.


Wanda menemukan uang namun cuman beberapa lembar saja apa lagi uang itu hanya lima puluh ribuan.


"Pasti ini uang Rahma, gak heran sih walau pun kaya tapi si Rahma itu Bo doh jadi berapa pun uang yang Elpan kasih Rahma pasti akan mengambil nya" gumam Wanda.


Wanda tak menyerah dia terus saja mencari cari di sana hingga dia melihat satu kotak perhiasan namun cukup besar.


"Apa mungkin di dalam sini" gumam Wanda mengambil kotak itu dan menaruhnya di atas ranjang.


Wanda melihat kalau kotak itu ada kunci nya namun dengan angka.


"Kode nya apa" gumam Wanda.


Wanda berpikir dia mencoba nomor asal Tapi tak bisa di buka, dia memasukan tanggal lahir Lian namun tak terbuka juga.


"Apa ya, tanggal lahir Lian bukan apa tanggal lahir Rahma" gumam Wanda.


Wanda mengambil ponsel Rahma yang ada di sana, dia melihat di galeri Rahma ada Poto kartu keluarga nya bersama dengan Elpan.


Wanda memasukkan nya namun tak terbuka juga.


"Rahma kelahiran dua ribu empat, dasar bocil, tapi ini bagai mana gak kebuka" gumam Wanda.

__ADS_1


Wanda mencoba memasukan tanggal lahir Elpan namun tak bisa juga.


"Astaga Wanda kau itu ini pasti tanggal pernikahan Rahma dan El" gumam Wanda yang langsung memasukan tanggal pernikahan Rahma dan El yang ada di Poto kartu keluarga nya.


Kunci nya terbuka dan dengan cepat Wanda membukanya dan benar saja ada uang banyak di sana.


"Emang aku ini sangat pintar, awas kau Rahma aku pasti kan kalau El akan mengusir mu apa lagi ini uang panas, Rahma siap siap kamu akan di salahkan" gumam Wanda bahagia.


Wanda memasukan nya ke dalam pakaiannya, karena tak mau Sampai ada yang melihat nya.


Wanda keluar dari sana namun sebelum itu Wanda menyimpan kembali kotak itu ke tempat nya semula.


Acara berlangsung cukup lancar para tamu sudah pulang hanya tinggal beberapa orang saja yang belum pulang.


Rahma melihat Argam yang baru saja datang ke sana.


Rahma sangat terkejut apa lagi seingat dia, papahnya itu gak di undang.


"Rahma" ucap Argam pada putri nya.


"Pah ngapain" tanya Rahma.


"Kau ini aku kan papah mu masa aku tak datang saat keluarga putri ku menikah" ucap Argam.


"Ya pah maksud aku ngapain di sini ayo langsung saja ke dalam" ucap Rahma.


"Ya" ucap Argam yang langsung masuk namun Argam kembali lagi ke sana.


"Rahma anak siapa itu" tanya Argam.


"Anak nya sepupu kak El pah" ucap Rahma.


"Oh" ucap Argam.


"Rahma pandai sekali kamu berbohong bahkan papah mu ini sangat tau gerak gerik kamu Rahma" gumam Argam.


Malam hari nya Elpan membuka semua amplop yang dia dapatkan, jumlah nya tak menyampai dengan uang yang Elpan keluar kan.


"Arghh tak cukup" ucap Elpan.


"Sudah lah kak sejak kapan kau perhitungan begini" ucap Rahma.


"Tapi Rahma kau tau kan kalau biaya pernikahan Zahra itu tak sedikit" ucap Elpan.


"Astaga kak kenapa harus di ungkit, lagi pula Zahra juga kan adik mu" ucap Rahma.


"Ya aku tau" ucap Elpan.


Rahma membaringkan Lian di ranjang.


"Rahma di mana uang nya itu" tanya Elpan.


"Aku ambil kan" ucap Rahma yang langsung mengambil kotak tempat uang itu.


Rahma mengambil kan kotak itu dan memberikan nya pada Elpan.


Elpan membuka nya namun dia sangat terkejut saat melihat kalau kotak itu kosong.


"Lelucon macam apa ini Rahma" tanya Elpan.


"Lelucon apa aku gak paham" ucap Rahma.


"Mana uangnya" tanya Elpan.

__ADS_1


"Ada di dalam" ucap Rahma.


"Gak ada Rahma ayo lah jangan bercanda aku marah sekarang" ucap Elpan geram.


Rahma berjalan ke arah sana.


"Uangnya di dalam" ucap Rahma yang langsung terkejut saat melihat uangnya tak ada.


"Ini uangnya kemana" tanya Rahma mengambil kotak itu dan membulak balikan nya.


"Kamu yang ambil kan" tanya Rahma.


"Jangan Fitnah Rahma harusnya aku yang tanya pasti kamu kan yang mengambil uang ini" ucap Elpan marah.


"Mana ada kak aku gak mengambil nya" ucap Rahma.


"Lalu kemana uang ini" tanya Elpan.


"Aku gak tau" ucap Rahma yang langsung mencari ke arah lemari dan lipatan lipatan pakaian yang ada di sana.


"Astaga kemana uangnya" gumam Rahma.


"Gak ada kan" tanya Elpan.


"Tapi aku menyimpan nya di sini" ucap Rahma.


"Mana Rahma gak ada Rahma" bentak Elpan pada Rahma.


Jujur saja Rahma sangat takut kalau harus di bentak seperti itu.


"Aku gak tau" ucap Rahma menunduk.


"Kau ceroboh Rahma kau sama saja seperti mamah dan Wanda bahkan mungkin kau lebih kejam dari mereka" ucap Elpan.


"Tega sekali kau berkata begitu" ucap Rahma.


"Tapi benar Rahma kau ceroboh sangat sangat ceroboh, apa mungkin kau yang mengambil nya ayo lah Rahma lelucon ini tak lucu" ucap Elpan geram.


"Aku gak melakukan nya kak maafkan aku, padahal aku gak tau kenapa uang nya hilang" ucap Rahma menunduk karena merasa kalau dia salah.


"Siapa yang masuk ke kamar" tanya Elpan.


"Gak ada hanya pelayan dengan Kak Iqbal" ucap Rahma.


"Ck Rahma kau sangat ceroboh sekali apa kau tau kalau uang ini itu satu satu nya uang untuk membayar acara pernikahan ini" ucap Elpan geram.


Saking geram nya pada Rahma, Elpan langsung mendekat dan mendorong Rahma hingga Rahma terjatuh ke lantai.


"Kak" ucap Rahma meringis kesakitan.


"Aku mau kau pergi dan jangan pernah datang lagi" ucap Elpan yang tak sadar karena sekarang dia sedang marah.


"Aku tau pasti kau yang mengambil nya karena Iqbal tak mungkin mengambil nya dia itu teman ku dan buat apa uang dia sudah banyak, aku yakin pasti kamu kan yang ambil uang itu sayang sekali seorang wanita dari keturunan Mahoji adalah seorang pencuri" ucap Elpan geram.


Rahma berjalan tertatih tatih karena kakinya terkilir dia kesakitan.


"Maaf" ucap Rahma.


"Enyah lah dari hadapan ku Rahma" bentak Elpan.


Rahma terkejut mendengar suara itu dia langsung saja berjalan menjauh dari Elpan dan keluar dari kamar nya itu.


Rahma menyeka air matanya yang sekarang sudah membasahi pipinya.

__ADS_1


"Kau tega kak" ucap Rahma.


__ADS_2