
Rahma tak bisa kemana mana dia hanya berada di dalam kamar nya karena papahnya itu mengunci nya di kamar.
Rahma hanya bisa menatap jendela yang sekarang di halangi oleh teralis besi.
Rahma berharap papahnya bisa luluh dan mengijinkan Rahma untuk kembali pada Elpan, bahkan Rahma juga sudah siap untuk menerima kekurangan Elpan asalkan dia hidup bersama dengan Elpan.
Rahma melihat pelayan yang datang membawa makanan.
"Nona makan lah setelah ini anda harus ke bawah karena anda akan feeting baju pengantin" ucap Pelayan.
"Ya aku tau" ucap Rahma ketus.
"Silahkan di makan nona" ucap Pelayan itu.
Rahma tak menjawab dia hanya memakan makanan itu sedikit sedikit, Rahma sangat malas sekali untuk makan.
Sedangkan di sisi lain Mira datang ke sana tanpa sepengetahuan Elpan.
Mira memberikan pesan pada Argam untuk bertemu di dalam mobil Mira yang ada di jalanan dekat dengan rumah Argam.
"Ada apa" tanya Argam singkat.
"Aku mau bicara" ucap Mira yang sekarang ada di dalam mobil bersama.
"To the poin saja aku sibuk" ucap Argam.
"Maafkan aku" ucap Mira.
Argam tersenyum tipis mendengar hal itu.
"Maaf untuk apa? Untuk kesalahan mu yang banyak itu aku pikir Kata maaf saja tak akan cukup" ucap Argam.
"Ya aku tau aku salah karena aku sudah memfitnah mu menjadi penyebab kematian Anggun dan aku juga sudah menyakiti anak mu ya aku tau semua tapi Argam anak mu Rahma dia ingin kembali pada Elpan, turun kan ego mu ijin Kan mereka bersama lagi" ucap Mira.
"Apa yang akan Rahma dapat kan nanti nya" tanya Argam.
"Aku pasti kan Rahma tak akan mendapatkan ketidak adilan seperti dahulu" ucap Mira.
"Dengan kemandulan Elpan kau meminta anak ku untuk kembali pada anak mu, aku yakin kalau Elpan tak mandul mungkin kau akan menjodohkan Elpan dengan wanita lain tapi karena Elpan mandul dan tak berguna kau berani datang ke sini dan meminta maaf hanya untuk membuat Rahma kembali, gak akan" bantah Argam.
"Jangan egois aku datang ke sini bukan karena meminta Rahma datang tapi karena aku kasihan pada Rahma yang rela menikah dengan orang yang tak dia cintai karena keegoisan papahnya" ucap Mira.
"Jangan urusi kehidupan ku urusi saja kehidupan mu" ucap Argam.
"Kau laki laki keras kepala yang pernah aku temui Argam" ucap Mira.
"Sudah bicara nya" tanya Argam.
"Aku hanya mau kau sadar kalau apa yang menurut kamu baik belum tentu baik untuk Rahma" ucap Mira.
"Kamu juga sama kan" ucap Argam.
"Ya karena aku pernah merasakan nya jadi aku tau rasanya, aku memilih Wanda karena aku yakin kalau Wanda itu baik untuk Elpan tapi ternyata tidak Wanda ternyata tak baik untuk Elpan dan yang paling baik itu adalah Rahma yang mampu mencelakakan dirinya demi orang yang dia sayang" ucap Mira.
"Buang saja jauh jauh keinginan mu itu" ucap Argam yang langsung turun dari mobil Mira dia pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
Rahma memilih pakaian untuk pernikahan nya dia sangat malas sekali sekarang apa lagi Arman juga malah mendukung papahnya itu.
"Lihat ini Rahma bagus gak" tanya Arman.
"Bagus" ucap Rahma ketus.
"Baiklah kita ambil yang warna ini saja" ucap Arman.
"Ada warna yang lain" tanya Argam yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Ada tuan banyak" ucap penata rias.
"Kami ambil yang putih saja untuk laki laki nya kita ambil jas hitam" ucap Argam.
"Baik tuan" ucap Penata rias.
Setelah selesai Rahma langsung menarik Arman untuk ikut diri nya ke dalam kamar Rahma yang ada di atas.
"Jelaskan apa maksud mu" tanya Rahma.
"Aku tak bermaksud apa apa" ucap Arman.
"Kenapa kau sangat senang saat kau akan di nikahkan dengan ku" tanya Rahma.
"Aku jatuh cinta pada mu" ucap Arman jujur dari dalam hati nya.
"Tidak itu gak mungkin kau hanya terpaksa saja kan" tanya Rahma.
"Ya awalnya begitu tapi aku sayang pada mu" ucap Arman.
"Arman ini tak benar kau tau kan kalau kita itu gak akan Mungkin bersama" ucap Rahma.
"Kenapa tak mungkin bahkan pernikahan ini juga sudah dua hari lagi kan" ucap Arman.
"Ya aku tau tapi Arman aku tak ada rasa pada mu" ucap Rahma.
"Kenapa apa karena aku hanya seorang bawahan kau tak mau pada ku" tanya Arman.
"Bukan begitu aku sayang sama kak El aku mau kembali pada nya jadi aku mohon kamu bicara lah pada papah dan batal kan pernikahan ini aku hanya bisa berharap pada mu Arman" ucap Rahma.
"Nikmati saja Rahma aku akan pasti kan kalau kau akan bahagia menikah dengan ku" ucap Arman.
"Kamu egois Arman" ucap Rahma yang langsung menangis dan terduduk di ranjang.
Arman ingin menghibur Rahma tapi sayang Rahma seperti nya tak mau bicara pada Arman.
"Rahma aku tau posisi aku sekarang aku hanya mau bahagia udah itu saja, baru pertama kali aku merasa sesenang ini karena ingin menikah" ucap Arman.
Tapi Rahma tak menggubris nya dia hanya menangis saja.
"Maaf kalau aku egois" ucap Arman yang langsung menghela nafas nya.
__ADS_1
Arman pergi dari sana.
Dia melihat Argam yang ada di sana.
"Arman kau mau kemana" tanya Argam.
"Tuan aku ada urusan sebentar jadi aku mau keluar dulu" ucap Arman.
"Oh baik lah silahkan" ucap Argam.
Arman pergi ke salah satu tempat dia menemui seorang wanita asing yang dia kenal hanya dengan omongan orang lain.
"Selamat sore" ucap Arman.
"Berapa uang yang akan kau berikan pada ku" tanya wanita cantik itu.
"Seratus bagai mana" tanya Arman menatap pada wanita yang umur nya lebih muda dari nya.
"Seratus ribu kau pikir aku apa, ya gak heran sih kamu kan hanya supir, aku gak mau" ucap wanita itu.
"Seratus juta plus uang untuk menyewa apartemen" ucap Arman.
"Hah yang benar saja kau supir" ucap wanita itu.
"Kalau aku supir kenapa" tanya Arman.
"Mana uang nya" tanya Wanita itu.
Arman menyodorkan uang gepokan dan kunci apartemen nya.
Wanita itu hendak mengambil nya tapi Arman menarik nya lagi.
"Kau setuju" tanya Arman.
"Hanya menggagalkan acara pernikahan mu itu bagi ku gampang" ucap wanita itu.
"Ada resiko yang harus kau ambil" ucap Arman.
"Ya aku terima" ucap Wanita itu.
"Baiklah Nona Lydiya Nadia Anandita" ucap Arman.
"Dari mana kau tau nama lengkap ku" tanya wanita yang bernama Lydiya itu.
"Lydiya umur 20 tahun bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri alamat mu di jalan alam indah nomor 8, kau terpaksa mau membantu aku karena kau butuh uang untuk biaya pengobatan ibu mu, hati mu mulia jadi terima kasih" ucap Arman.
"Dari mana kau tau sebanyak itu" tanya Lydiya.
"Tak penting jangan kan itu aku juga tau nomor telepon nomor baju celana sepatu dan nomor itu mu" ucap Arman.
"CK kau ini tak sopan" ucap Lydiya.
"Jadi jangan macam macam pada ku" ucap Arman.
Saat ini di perusahaan nya Elpan sangat gelisah apa lagi dia tak bisa tenang kalau Rahma akan segera nikah dengan orang lain.
"Semoga saja papahnya Rahma bisa menerima aku kembali" gumam Elpan.
Elpan sangat berharap kalau papahnya Rahma bisa luluh padanya tapi sayang itu akan sangat mustahil.
Elpan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang sekarang pikiran nya tengah beralih pada Rahma yang akan menikah.
Sesampainya di sana elpan langsung masuk walaupun para satpam sudah melarang nya untuk masuk.
"Aku mau bertemu dengan Rahma" ucap Elpan.
"Anda tak bisa masuk tuan" ucap Satpam.
"Kenapa aku mau ketemu sama Rahma apa salahnya" tanya Elpan.
"Tidak bisa tuan" ucap Satpam.
"Rahma..... Rahma....." Teriak Elpan hal itu membuat Rahma langsung melihat ke arah jendela nya ternyata ada Elpan di sana.
Senyuman Rahma terlihat saat melihat kekasih hati nya.
Rahma langsung turun dari kamarnya.
"Ada ribut ribut apa itu" tanya Argam yang langsung menghentikan langkah Rahma.
"Ada tuan El datang tuan" ucap pelayan.
"Usir dia" titah Argam.
"Pah" protes Rahma.
Argam melihat pada putri nya itu.
"Pah aku mau bertemu dengan kak El" ucap Rahma.
"Gak boleh kamu kembali lah ke dalam kamar biar aku yang melihat nya" ucap Argam yang tak bisa di bantah.
"Papah egois kau hanya mementingkan diri mu sendiri kalau aku bisa memilih aku harap papah lah yang tak ada bukan mamah" ucap Rahma yang langsung masuk ke dalam kamar nya.
Argam berjalan ke arah luar rumah nya.
"Ada apa" tanya Argam.
"Pah aku mau bertemu dengan Rahma" ucap Elpan.
"Kau tau kan kalau Rahma dan Kau sudah tak ada hubungan jadi pergi lah" ucap Argam.
"Pah aku mohon" ucap elpan.
"Pulang lah aku tak mau kau menyakiti lagi Rahma, lagi pula siapa suruh menceraikan putri ku kau tau sendiri kan akibat nya sekarang rasakan saja sendiri akibat nya" ucap Argam yang langsung pergi dari sana.
Elpan hanya diam dia tau apa yang dia lakukan dahulu dia mengaku dia salah tapi dia sudah menyesal dan dia juga berjanji akan berubah.
__ADS_1
Elpan terpaksa pulang dengan tangan kosong dia tak berhasil bertemu dengan Rahma bahkan papah nya Rahma juga malah melakukan itu pada Elpan.
"Aku akan pasti kan Rahma kembali pada Ku" gumam Elpan.
Sedangkan di sisi lain Iqbal tengah menunggu taksi karena dia ingin bertemu dengan Lian di kediaman Elpan.
Mobil Iqbal saat ini sedang di bengkel jadi dia harus memakai taksi.
Namun ada hal yang membuat iqbal jadi merasa was was ada seorang laki laki yang mengintai nya dari jarak jauh.
Terlihat jelas kalau orang itu memantau Iqbal.
Dari sudut mata Iqbal dia bisa memperhatikan gerak gerik laki laki itu apa lagi orang itu terlihat memegang senjata hingga lama Iqbal melihat orang itu meloloskan sebuah peluru dan mengarah pada Iqbal.
Dengan cepat Iqbal langsung memundurkan tubuhnya sehingga peluru itu tak mengenai dirinya.
Iqbal langsung melihat orang itu dia langsung berlari dari sana mengejar orang itu.
Sadar kalau Iqbal mengejarnya dia pun langsung berlari menjauh dari Iqbal.
"Argh kemana orang itu" geram Iqbal saat menyadari orang itu sudah pergi jauh.
Padahal orang yang menembak Iqbal itu bersembunyi di sebuah restoran di sana.
Iqbal tak bisa menemukan nya dia langsung pergi karena dia ingin bertemu dengan Lian putra nya.
Iqbal membawa mainan untuk Lian bahkan dia juga membawa cemilan bayi untuk Lian.
Begitu lah rasanya jadi Ayah tanpa Seorang ibu, Iqbal sangat bahagia setidaknya benih nya itu masih ada Walaupun ibu nya tak ada.
Iqbal cukup menyesal karena dia harus punya anak dari Wanda apa lagi kondisi wanda yang menjadi istri nya Elpan.
Iqbal berharap dia punya anak dari seorang wanita yang lain.
Walau pun wanita itu seorang wanita malam setidaknya Iqbal mau wanita itu datang padanya dan meminta pertanggung jawaban pada nya bukan seperti Wanda yang meminta tanggung jawab pada Elpan.
"Jika Lian sudah besar nanti kalau dia mau tinggal dengan ku maka aku akan terima dia dengan tulus, aku harap Rahma dan Elpan kembali lagi jadi setidaknya Lian mendapatkan kasih sayang dari ibu nya walaupun bukan ibu kandung nya" gumam Iqbal.
Ada rasa percaya diri dari diri Iqbal untuk menyatu kan mereka, apa lagi saat ini yang menjadi penyebab susah nya hubungan itu bersatu adalah papahnya Rahma.
"Apa aku harus membujuk papahnya Rahma supaya mereka bisa bersatu" gumam Iqbal.
Iqbal sampai di kediaman Elpan dia melihat Lian tengah di asuh oleh baby sitter yang di tugas kan oleh Elpan.
"Sayang" ucap Iqbal.
Sadar kalau papah nya datang, Lian pun langsung memeluk papahnya itu.
"Lihat ayah bawa apa" ucap Iqbal menunjukkan mainan dan cemilan yang dia bawa.
Iqbal menggendong Lian dia langsung membuka cemilan itu dan memberikan nya pada Lian.
"Nak Iqbal ada apa datang" tanya Mira yang langsung keluar dari kamar nya.
"Bu aku mau bertemu Lian" ucap Iqbal.
"Oh ya, Elpan belum pulang kalau kamu mau kamu bisa asuh Lian di kamar atau kamu mau menginap silahkan" ucap Mira.
"Ya Bu terima kasih" ucap Iqbal sambil memberikan cemilan itu pada Lian.
"Bu bagai mana hubungan El dan Rahma" tanya Iqbal.
"Papahnya Rahma sangat keras kepala" ucap Mira.
"Sangat di sayangkan ya" ucap Iqbal.
"Kesalahan aku dan Elpan sangat patal hingga papahnya Rahma tak bisa memaafkan kita" ucap Mira.
"Oh" ucap Iqbal.
Iqbal menatap pada bayinya itu.
"Baiklah ini waktu nya aku yang turun tangan sekarang" batin Iqbal.
Elpan pulang ke kediaman nya dia melihat Iqbal yang ada di sana.
"Kau datang" tanya Elpan yang sekarang terlihat lemas dan lesu.
"Ya dari tadi" ucap Iqbal.
"Kau tak kerja ya" tanya Elpan.
"Gak aku lagi mager" ucap Iqbal.
"Mager" tanya Elpan heran.
"Malas gerak" ucap Iqbal.
"Oh".
"Dari mana" tanya Iqbal saat melihat Elpan duduk di samping nya.
"Dari rumah Rahma tak di inginkan masuk" ucap Elpan.
"Semarah itu kah papahnya Rahma" tanya Iqbal.
"Ya begitulah" ucap Elpan.
"Sabar saja aku yakin kalau dia akan menerima kamu lagi" ucap Iqbal.
"Mustahil dia marah besar pada ku" ucap Elpan.
"Salah sendiri karena kamu yang terlalu menyia nyia kan Rahma jadi tau sendiri kan akibat nya maka dari itu aku gak mau bergantung pada satu wanita" ucap Iqbal.
"Ya aku tau kalau seseorang akan sangat berharga saat orang itu sudah tak kita miliki lagi" ucap Elpan.
bersambung
__ADS_1