Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 24: tamparan dari Mira


__ADS_3

Pagi ini hari Minggu, Rahma sudah bangun sejak tadi karena akan menyiapkan makanan untuk Elpan.


"Kak ayo bangun" ucap Rahma.


"Rahma sekarang hari Minggu" ucap Elpan.


"Ya kak tetap saja kita harus bangun pagi" ucap Rahma.


"Ya aku bangun sayang" ucap Elpan.


Rahma menyiapkan makanan di dapur dia di bantu oleh pelayan yang banyak sekali, bahkan Sampai sampai Rahma tak mengerjakan apa pun.


Sedang kan di luar Mira tengah duduk menikmati minuman di pagi hari.


Namun tiba tiba saja datang seorang kurir ke sana.


"Permisi paket" sahut kurir itu.


"Ya" tanya Mira.


"Atas nama Rahma Sudardjo" ucapnya.


"Rahma pesan paket" gumam Mira sambil berjalan ke arah kurir itu berada.


"Pesan apa dia" gumam Mira lagi.


"Nyonya paket untuk nona Rahma" ucap kurir itu.


"Terima kasih" ucap Mira.


Kurir itu langsung pergi dari sana meninggalkan Mira sendirian.


Mira menatap pada paket itu, namun ada hal yang membuat Mira terkejut bukan main.


"Astaga Rahma pesan paket dengan harga 600 juta hanya untuk paket kecil begini" gumam Mira.


Mira berjalan marah ke dalam rumah nya, saat ini dia sangat marah karena Mira yakin kalau uang yang Rahma gunakan adalah uang Elpan.


"Aku tak rela uang anak ku di habiskan oleh wanita mandul itu" geram Mira.


Mira masuk ke dalam rumah.


"Rahma turun kamu Rahma" teriak Mira di ruang tamu.


Rahma yang merasa di panggil pun langsung berjalan ke arah ruang tamu.


"Ada apa mah" tanya Rahma.


Dengan cepat Mira menjambak rambut Rahma yang terurai.


"Awss mah sakit" ucap Rahma merintih kesakitan.


"Kamu belanja seharga 600 juga kau pikir uang itu Elpan kumpulkan dari daun hah" bentak Mira.


"Lepas mah sakit" ucap Rahma.


Mira melepaskan tangan nya namun dengan mendorong Rahma sehingga mereka Rahma tersungkur ke lantai.


Mira membanting paket itu hingga di bawah kaki Elpan yang baru saja turun dari lantai atas.


Elpan memungut paket itu.


"Apa ini" tanya Elpan.


"Lihat El istri mandul mu ini dia pesan paket dari luar negeri dengan harga 600 juga" geram Mira.


"Hah Rahma kau pesan paket, apa isi nya sampai semahal itu" tanya Elpan.


"Buka saja kita lihat isinya apa" ucap Mira.


Tanpa menunggu persetujuan dari Rahma, Mira Langsung mengambil gunting dan menggunting paket itu hingga tersisa sebuah kota kecil berwarna merah.


"Kau jauh jauh hanya pesan sebuah emas, kau gi la Rahma kau gi la" geram Mira.


"Mah sudah" ucap Elpan.


"Seharusnya kau marahi Rahma El karena dia sangat royal, aku pikir kau jarang belanja karena kau sudah punya segala nya, tapi apa sekali kau belanja kau menguras kantong Elpan" geram Mira sambil melempar kan kotak merah tempat perhiasan itu tepat pada Rahma.


"Mamah gak habis pikir pada istri mandul mu itu, bisa bisa nya dia belanja sampai semahal itu" geram Mira menatap pada El.


"Sudah lah mah biarkan saja" ucap Elpan.


"El seharusnya kau bersikap tegas, sekarang dia belanja sebanyak itu mungkin besok atau lusa dia akan belanja lebih banyak lagi" ucap Mira marah dengan dada yang naik turun karena menahan emosi.


Mira mendekat pada Rahma yang sekarang sudah bangun dan menyimpan kotak merah itu ke saku baju nya.


Plakk.


Mira menampar Rahma sehingga membuat suara tamparan itu menggema di ruangan itu.


"Seharusnya aku sudah menampar mu dari dulu, berani sekali kau tak bisa memberi aku cucu tapi kau ingin menghabiskan uang anak ku, ngaca Rahma ngaca bahkan wanita di luaran sana bisa langsung hamil sedang kan kau" geram Mira.


Rahma hanya bisa memegang pipi nya yang terasa panas itu.


"Aku pikir dengan menikah kan anak ku dengan Keluarga ternama Mahoji maka aku akan cepat dapat cucu, tapi apa aku malah mendapat kan menantu yang sukanya belanja barang yang mahal" geram Mira.


"Sudah mah sudah" ucap Elpan.


Mira menjambak rambut Rahma lagi.


"Lihat itu lihat, Elpan saja membela mu apa yang kau lakukan pada anak ku sehingga dia lebih membela diri mu, hah aku harap ini yang terakhir kali nya kau menghabiskan uang anak ku lain kali kalau kau berani menghabiskan uang dia lagi, maka aku akan usir kamu dari sini tanpa ampun" geram Mira yang langsung mendorong Rahma ke arah sofa.


Mira langsung pergi dari sana.


Sebenarnya Rahma bukan takut untuk melawan Mira, walau pun tubuh Rahma kecil tapi kalau untuk melawan Mira, Rahma pasti akan menang, namun dia tak mau urusan nya semakin berabe jadi dia hanya diam saja.


Elpan mendekat pada Rahma.


"Maafkan mamah" ucap Elpan.


"Apa aku salah, padahal aku juga sudah bicara pada mu tentang masalah ini" ucap Rahma.


Elpan Langsung memeluk Rahma guna memenangkan Rahma.


"Apa yang kau pesan" tanya Elpan.


Rahma menelan Saliva nya kasar, dia bingung apa yang akan dia bilang pada Elpan sedang kan Rahma janji akan menutupi hal itu.


"Sudah kalau kamu tak mau bicara tak apa" ucap Elpan.


Rahma hanya bungkam sebenarnya fisik nya tak sakit hanya saja hatinya yang merasa kan sakit yang sangat mendalam padahal sebelumnya Rahma tak pernah mendapat kan perlakuan seperti ini.


"Sudah Rahma jangan nangis aku tau mamah sangat keterlaluan" ucap Elpan menenangkan.


"Maaf" ucap Rahma.

__ADS_1


"Tak apa" ucap Elpan.


Siang harinya Wanda selalu saja menghubungi Elpan namun karena tak mau mengganggu momen kebersamaan nya bersama dengan Rahma.


elpan pun mematikan ponsel nya walau pun Wanda sudah pasti akan marah.


"Tak perduli lah yang paling penting aku dan Rahma bisa bersama" gumam El.


Rahma saat ini tengah bertukar pesan dengan dokter pribadi nya.


{Dok bagai mana cara meminum nya} pesan dari Rahma pada Dokter.


{Campurkan saja pada air minum Nona} jawab Dokter.


"Chatan sama siapa" tanya Elpan.


"Gak ada, Raya chat katanya besok mau sekolah" ucap Rahma berbohong.


"Oh" ucap Elpan.


"Kak mau minum gak" tanya Rahma.


"Minum boleh" ucap Elpan.


"Aku ambil kan ya" ucap Rahma.


"Ya" ucap Elpan.


Rahma berjalan ke arah dapur di lantai bawah, saat ini dia akan melancarkan aksinya untuk mencampur kan obat itu pada minuman Elpan.


"Aku akan pasti kan kamu akan segera sembuh Kak" gumam Rahma.


Rahma mengaduk air minum itu dengan sendok, hal itu membuat para pelayan di sana keheranan.


"Hanya air putih kenapa di aduk" gumam mereka bertanya tanya.


Rahma membawa kan air itu ke atas untuk Elpan minum.


"Ini kak minum lah" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Elpan.


Rahma duduk di samping Elpan.


"Mau gak jalan jalan kita makan di luar" tanya Elpan.


"Boleh" ucap Rahma.


"Baik lah ayo bersiap" ucap Elpan.


Tanpa menunggu lama Rahma langsung bersiap dia mengganti pakaian nya.


Tak lupa Elpan langsung menghubungi Wanda untuk mengajak nya ke cafe tempat biasa mereka makan dulu.


📞📞


"Aku akan ke Cafe bersama dengan Rahma" ucap Elpan.


"Lalu aku harus apa" tanya Wanda bete karena Elpan tak datang ke apartemen nya.


"Aku ingin bertemu anak ku bisa kau datang" tanya Elpan.


"Baik lah aku datang" ucap Wanda.


📞📞


Namun dalam hati nya ada desiran rasa sakit saat melihat Rahma yang masih setia bersama dengan nya walau pun Elpan sudah selingkuh dengan Wanda.


"Aku bingung harus siapa yang aku pilih, di satu sisi aku masih cinta pada Wanda apa lagi dia sedang mengandung anak ku, tapi di sisi lain juga aku tak mungkin lepas dari Rahma karena aku juga sangat sayang pada Rahma" batin Elpan berkecamuk.


Mereka berangkat ke cafe yang akan Elpan tuju, namun sejak tadi Wanda sudah sampai di sana karena dia sangat bosan di rumah.


Wanda sudah memesan makanan dia tengah makan.


Drtt drtt


"Siapa ganggu saja" geram Wanda.


Wanda melihat kalau yang menelpon adalah mamahnya Elpan.


📞📞


"Ya Tante" tanya Wanda.


"Kamu tau gak Wan, Tante itu lagi kesel banget sama Rahma, kamu bayangkan saja dia pesan perhiasan seharga 600 juta dari luar negeri" ucap Mira.


"Hah ohokk ohokk" Wanda tersedak sampai terbatuk batuk.


"Wanda kamu kenapa" tanya Mira.


"Yang benar Tante" tanya Wanda.


"Ya beneran, Tante yang lihat sendiri paket nya" ucap Mira.


"Apa emas nya bagus" tanya Wanda.


"Tante gak tau sih tapi kaya nya bagus masa perhiasan harga nya 600 juta gak bagus" ucap Mira.


"Apa Tante lihat bentuk nya" tanya Wanda.


"Tidak, tapi Tante tadi lihat El sama Rahma pergi, Tante akan lihat emas yang Rahma beli itu" ucap Mira.


"Tante yakin El gak akan marah" tanya Wanda.


"Gak akan lagi pula di kamar El gak ada cctv" ucap Mira.


Mira langsung pergi ke kamar El tanpa mematikan sambungan telepon nya.


"Ya Tante Aku juga penasaran" ucap Wanda.


Mira masuk ke dalam kamar El, Mira mencari cari di dalam lemari banyak sekali perhiasan Rahma yang ada di sana.


"Perhiasan Rahma banyak sekali" ucap Mira.


"Oh ya tapi kenapa saat ketemu dengan ku Rahma tak pernah memakai perhiasan itu" tanya Wanda.


"Entah lah" ucap Mira.


Mira membuka buka kotak perhiasan itu, Mira menemukan kotak berwarna merah yang tadi dia lihat.


"Aku menemukan nya" ucap Mira.


"Buka Tante" ucap Wanda.


Mira membuka dan ternyata isinya sebuah gelang yang sangat bagus, dengan mutiara kecil yang menempel di bagian sisi sisi nya.

__ADS_1


"Ini perhiasan yang sangat bagus Tante baru melihat nya" ucap Mira.


"Tante bisa kirim Poto nya pada ku" ucap Wanda.


"Ya aku akan Poto" ucap Mira.


📞📞


Mira memotret gelang itu, lalu mengirim kan nya pada Wanda.


Wanda yang melihat pun langsung terkejut dia berpikir hal sama seperti Mira.


"Perhiasan nya sangat bagus" gumam Wanda.


Saat ini Elpan dan Rahma baru saja sampai di cafe itu, terlihat kalau Cafe itu cukup penuh karena sekarang hari Minggu mungkin orang orang ingin menikmati waktu libur nya bersama dengan pasangan nya.


Mereka duduk di meja yang dekat dengan jendela supaya mereka bisa melihat pemandangan luar.


"Mau pesan apa" tanya Elpan.


"Aku mau spaghetti saja" ucap Rahma.


"Baik lah aku juga" ucap Elpan.


Elpan kemudian memesan makanan pada pelayan.


Elpan melihat ke arah sekitar tempat itu dia tak menemukan Wanda karena Wanda duduk di pojok cafe itu.


Elpan melihat ponsel nya.


{Kamu di mana} pesan Elpan pada Wanda.


{Pojok} balas Wanda.


{Ke toilet sekarang} pesan Elpan.


"Rahma aku akan ke toilet dulu ya" ucap Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma.


Elpan ke toilet lalu Wanda menyusul karena banyak sekali orang jadi Rahma tak mengenali Wanda.


Di toilet kebetulan tak ada orang di sana, jadi dengan bebas Elpan bisa mengobrol dengan Wanda.


"Lama nunggu" tanya Elpan.


"Lumayan" ucap Wanda.


Elpan mengelus perut Wanda.


"Jangan marah lagi maaf" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Wanda.


"Kau mau apa" tanya Elpan.


"Oh jadi mau nyogok ya" tanya Wanda.


"Bukan nyogok cuman aku tak suka melihat kau marah, nanti bayi nya jadi marah juga sama papahnya" ucap Elpan.


Wanda langsung berpikir sesuatu.


"El aku mau perhiasan" ucap Wanda.


"Perhiasan apa" tanya Elpan.


Wanda memperlihatkan perhiasan milik Rahma.


"Aku mau yang ini" ucap Wanda.


"Tapi kaya nya ini limited edition deh, di mana aku bisa membeli nya" tanya Elpan.


"Ya emang kamu gak mungkin membeli nya" ucap Wanda.


"Kenapa" tanya Elpan.


"Karena hanya Rahma yang punya perhiasan ini" ucap Wanda.


"Rahma dia punya" tanya Elpan.


"Ya" ucap Wanda.


"Aku akan tanya pada Rahma, kirim kan Poto nya pada ku" ucap Elpan.


"Baik lah aku akan kembali aku lapar" ucap Wanda.


"Ya selamat makan mamah dan bayi" ucap Elpan.


"Ya papah" ucap Wanda.


Elpan kembali lagi ke meja dia melihat kalau Rahma sudah makan terlebih dahulu.


"Sudah datang" tanya Elpan.


"Ya kau lama" ucap Rahma.


"Ya maaf" ucap Elpan.


Elpan membuka ponsel nya dan memperlihatkan perhiasan pada Rahma.


"Apa kau punya gelang begini" tanya Elpan.


"Punya emang kenapa" tanya Rahma.


"Teman ku katanya istri nya lagi ngidam dia ingin perhiasan ini, bisa kah kau menjual nya pada dia" tanya Elpan.


"Kak ini itu limited edition aku gak bisa menjual nya lagi" ucap Rahma.


"Dia akan membayar berapa pun biaya nya" ucap Elpan.


"Kak aku tak akan jual berapa pun harga nya aku tak akan jual" ucap Rahma.


"Ayo lah Rahma kasihan teman aku" ucap Elpan.


"Kak ini itu ada sepuluh di dunia ini, jadi yang punya bukan ku saja" ucap Rahma.


"Ya tapi siapa" tanya Elpan.


"Entah aku gak tau" ucap Rahma.


"Kamu egois Rahma" ucap Elpan.


"Kak kau tak salah bilang aku egois, bukan aku yang egois kak tapi kamu yang maksa" ucap Rahma.


Elpan marah pada Rahma karena Rahma tak menjual perhiasan itu.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2