Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 40


__ADS_3

Pengawal Rahma mencari cari Rahma sampai mengelilingi kampus Rahma.


Namun mereka tak menemukan Rahma juga.


Drtt drtt


Salah satu pengawal Rahma ponsel nya berbunyi.


"Tuan El" ucapnya.


"Angkat" ucap teman nya.


📞📞


"Ya tuan" tanya nya.


"Kalian di mana" tanya Elpan.


"Di kampus" ucapnya.


"Kenapa lama ini sudah sore" ucap Elpan.


"Ini Tuan, nona Rahma kabur" ucapnya.


"Hah kabur kenapa bisa" bentak Elpan.


"Maaf tuan, nona Rahma kabur dengan diam diam" ucap nya.


"Gak becus sekali" geram Elpan.


"Maaf tuan" ucapnya.


"Apa Rahma bersama laki laki" tanya Elpan.


"Ya tuan teman kampus nya mereka tadi sempat bicara berdua tapi di meja sebelah nya ada kedua teman nya" ucapnya.


"Aku akan hubungi Rahma" ucap Elpan.


📞📞


Di kediaman sudardjo Elpan saat ini tengah menghubungi Rahma, Elpan sangat cemburu kalau Rahma bersama dengan laki laki apa lagi teman nya Rahma.


Tutt


Rahma tak mengangkat telpon nya, karena saat ini ponsel Rahma sedang mati karena loubet.


"Kamu kemana Rahma" gumam Elpan.


Tak henti hentinya Elpan mencoba namun saat dia ingin menghubungi Rahma lagi dia melihat Rahma yang baru saja pulang dia tengah berdiri di ambang pintu.


"Rahma" ucap Elpan.


Dia langsung memeluk Rahma dengan sangat erat.


"Ada apa kak" tanya Rahma.


"Aku rindu, aku pikir kau kabur dengan laki laki lain" ucap Elpan.


"Kau ini apa apaan sih" ucap Rahma.


"Rahma aku khawatir apa lagi kau kabur dari pengawal mu" ucap Elpan.


"Aku gak suka di Jaga kak" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Elpan.


"Pokok nya aku gak suka aku mau kau suruh mereka untuk tak menemui aku lagi karena aku gak mau mereka menganggu kak aku di marahi dosen karena mereka" ucap Rahma.


"Ya maaf Rahma maafkan aku" ucap Elpan.


"Pokok nya besok aku gak mau di kawal lagi" ucap Rahma.


"Siap tuan putri" ucap Elpan.


"Kau sudah makan" tanya Rahma.


"Belum" ucap Elpan.


"Biar aku masakan" ucap Rahma.


"Tapi kau pasti cape" ucap Elpan.


"Tak apa" ucap Rahma.


Rahma langsung pergi ke dapur karena akan membuat kan Elpan makanan, Rahma melihat nasi yang tadi pagi Rahma hidangkan.


Ternyata nasinya sudah habis.


"Apa mereka makan sebanyak itu" gumam Rahma.


Rahma masak dengan semangat apa lagi ini adalah upaya Rahma untuk membujuk Elpan membuat para pengawal itu pergi.


Hingga selesai Rahma menghidangkan nya di meja makan, namun dia sekarang akan ganti baju dulu dia ingin mandi karena sudah pasti dia sangat kegerahan.


Rahma berjalan ke arah kamarnya, sedang kan Wanda turun dari kamarnya dia melihat masakan Rahma yang sangat banyak dan seperti nya enak enak.


"Aku kerjai saja Si Rahma" gumam Wanda.


Wanda memasukan garam dan gula banyak sekali pada makanan itu, bahkan Wanda juga memasukan merica bubuk pada ayam yang Rahma goreng.


"Bagus" ucap Wanda.


Dengan cepat Wanda pergi dari sana meninggal kan meja itu karena takut nya Rahma akan datang.


Rahma mandi dan mengganti pakaian nya setelah selesai dia berjalan ke arah ruangan kerja Elpan.

__ADS_1


"Kak ayo makan" ucap Rahma.


"Ayo panggil mamah juga" ucap Elpan.


"Ya mamah ada di bawah" ucap Rahma.


Mereka semua makan bahkan Elpan juga memanggil Wanda dan Mira untuk makan juga.


"Ayo makan" ucap Elpan antusias.


Mereka makan Rahma melayani suaminya dengan mengambil kan makanan untuk Elpan, Rahma menaruh satu potong ayam goreng di piring Elpan.


"Makan lah" ucap Rahma.


Mira mengambil sayur buatan Rahma dia menggabung nya dengan nasi putih, Mira memasukan satu sendok ke mulut nya.


Rasanya sangat manis sekali bahkan ini lebih dari manis.


Elpan yang tadi memakan ayam pun langsung memuntahkan nya saat merasakan pedas pada ayam nya apa lagi terasa gak enak.


"Rahma makanan apa ini" tanya Elpan.


"Ayam goreng" ucap Rahma.


"Gak enak" ucap Elpan.


"Hah masa sih" tanya Rahma.


Namun saat Rahma akan mencicip makanan nya Mira mengeluh sakit kepala yang cukup berat, bahkan membuat nya tak bisa berdiri dengan tegak tiba tiba saja tubuh Mira ambruk ke lantai.


"Mah" ucap Elpan yang langsung menggendong Mira menuju mobil.


Rahma dan Wanda mengantar tak perduli dengan makanan yang masih ada di atas meja makan.


Mereka semua menuju ke arah rumah sakit karena tak mau sampai Mira kenapa kenapa.


"Mah bertahan lah" ucap Wanda so peduli padahal ini juga karena ulahnya.


"Mah" ucap Rahma namun dengan cepat Wanda menepis tangan Rahma yang akan menyentuh Mira.


"Jangan sentuh ini karena mu Rahma" ucap Wanda.


"Aku tak melakukan apa apa" ucap Rahma.


"Tapi kenapa mamah pingsan" ucap Wanda.


"Tapi aku gak tau" ucap Rahma.


"Diam bisa kah kalian diam" bentak Elpan.


Rahma dan Wanda hanya diam saja tak berani bicara lagi.


Sesampai nya di rumah sakit Mira langsung mendapat kan pertolongan pertama.


Sedangkan di ruangan, Mira sudah sadar namun karena mendapat kan pertolongan pertama dia langsung sadar dengan cepat.


"Kolesterol Anda naik nyonya Mira, sampai kapan kau akan bandel begini Nyonya ayo jaga pola makan jangan makan sembarangan" ucap Dokter.


"Dok apa Diabetes saya naik" tanya Mira.


"Nyonya anda hanya punya kolesterol tidak punya diabetes" ucap Dokter.


"Tolong saya bilang pada anak saya kalau saya punya riwayat Diabetes, jangan bilang saya kolesterol" ucap Mira.


"Gak mungkin nyonya, saya gak mungkin berbohong" ucap Dokter.


"Saya akan usaha kan makan di kontrol asal dokter mau bilang saya punya riwayat diabetes" ucap Mira.


"Saya akan bantu anda bilang pada anak anda tapi Nyonya kalau ada resiko nya nanti saya gak akan tanggung jawab" ucap Dokter.


"Ya dokter" ucap Mira.


Dokter itu keluar dia hendak memberi taukan hal itu pada keluarga Mira.


Mira tersenyum.


"Rahma bukan maksud aku tapi ini jalan terbaik untuk El lebih dekat dengan Wanda" gumam Mira.


Dokter datang ke sana.


"Dok bagai mana keadaan mamah" tanya Elpan yang langsung mendekat pada Dokter itu.


"Dia punya riwayat diabetes, mungkin karena memakan yang terlalu manis jadi dia merasa pusing" ucap Dokter.


"Oh mamah diabet tapi dia gak punya riwayat diabetes sebelum nya" ucap Elpan.


"Dia hanya perlu jaga pola makan saja" ucap Dokter.


"Oh baik lah Dok, bisa saya bertemu dengan mamah" ucap Elpan.


"Silahkan tapi jangan berisik, banyak pasien di sini yang sedang kesakitan" ucap Dokter.


"Ya dok" ucap Elpan.


Elpan masuk ke dalam bahkan Rahma juga hendak mengikuti Elpan namun tangan nya di cekal kuat oleh Wanda.


"Ini semua gara gara kau Rahma" ucap Wanda.


"Apa maksudnya mbak" tanya Rahma.


"Kau menaruh banyak gula kan di sayur nya" tanya Wanda.


"Mbak aku gak mungkin seja hat itu" ucap Rahma.


"Sudah kalian diam lah kita bicara kan di rumah" geram Elpan marah karena kedua wanita itu terus saja bertengkar.

__ADS_1


"Urusan kita belum selesai" ucap Wanda.


"Aku gak perduli" ucap Rahma.


Malam hari nya mereka pulang, Mira merasa sangat manja bahkan dia tak mau jalan sendiri dengan alasan kakinya sakit lah kakinya lemas lah.


Sampai Sampai Rahma lah yang mendorong kursi roda nya.


Elpan dia langsung menuju pada makanan yang belum di bereskan karena tak ada pelayan yang akan membereskan nya.


Elpan mencicipi sayur itu ternyata sangat manis bahkan sangat manis.


Elpan juga mencicipi ayam yang tadi sempat dia gigit sedikit.


"Pedas" hanya itu yang mampu mendeskripsikan ayam itu.


"Rahma" sahut Elpan.


"Ya" tanya Rahma.


"Kau masukan apa pada makanan ini Hah, kau mau meracuni mamah" tanya Elpan.


"Apa maksud mu kak" tanya Rahma.


"Jangan pura pura Rahma kau dalang nya mamah pingsan karena makanan dari mu" ucap Elpan.


"Kak aku sudah merasakan nya itu enak" ucap Rahma.


"Coba kau rasakan sendiri saja Rahma" ucap Elpan ketus dan datar.


"Gak ada yang salah" ucap Rahma.


Rahma langsung mencicipi makanan itu ternyata benar sayur nya manis dan oseng kangkung nya asin bahkan ayam nya pun sangat pedas dari merica.


"Kenapa jadi begini" tanya Rahma.


"Alasan klasik" ucap Wanda.


"Tapi ini beneran, aku memasaknya dengan benar" ucap Rahma.


"Kalau pun ya mana mungkin bisa manis dan asin" ucap Wanda.


"Mbak tau padahal mbak tak ikut memakan nya apa jangan jangan Mbak yang menaruh bumbu itu" ucap Rahma.


"Jangan fitnah kamu" ucap Wanda.


"Lalu aku benar kan kau tak mencicipi tapi kau tau rasanya hebat sekali" ucap Rahma.


"Rahma" bentak Elpan yang sekarang sudah sangat marah.


"Kak aku tak salah" ucap Rahma.


"Masuk kamar dan jangan keluar sampai besok" ucap Elpan.


"Kau tak seharusnya begini kak, kau memberikan aku kebebasan tapi kau sendiri yang mengekang aku hingga berlebihan begini" ucap Rahma.


"Aku bilang masuk kamar" geram Elpan.


Rahma hanya patuh saja dia langsung masuk ke dalam kamar nya hanya untuk mengurung diri dari masalah itu.


"El pasti Rahma sengaja" ucap Wanda.


"Stop, aku harap cukup Wanda kau masuk lah ke dalam kamar nanti aku nyusul" ucap Elpan.


Wanda memutar bola matanya malas.


Dia langsung masuk ke dalam kamar nya karena perintah dari Elpan.


Elpan mendekat pada Mira dan mendorong kursi roda Mira untuk masuk ke dalam kamar.


"Mah tidur lah" ucap Elpan.


"Kalau butuh apa apa telpon saja aku" ucap Elpan.


Elpan menyelimuti tubuh Mamahnya itu.


"Tidur lah" ucap Elpan.


"El mamah gak sangka Rahma akan seja hat ini" ucap Mira.


"Mah maafkan Rahma dia tak sengaja mungkin" ucap Elpan.


"Dia pasti sengaja El dia menaruh gula dan garam dengan sangat banyak" ucap Mira.


"Mamah akan baik baik saja, dan soal Rahma mamah gak perlu cemas aku akan cari pelayan untuk melayani mamah" ucap Elpan.


"Ya" ucap Mira.


Elpan pergi dari sana namun saat di anak tangga dia bertemu dengan Rahma yang terlihat akan mengambil air minum.


Elpan menatap Rahma namun Rahma hanya pergi dari sana meninggal kan Elpan.


"Rahma" ucap Elpan yang membuat langkah Rahma terhenti.


"Aku akan sewa pelayan" ucap Elpan.


Rahma tak menjawab dia hanya pergi saja menuju dapur.


"Masakan mu kurang enak Rahma" ucap Elpan yang semakin geram.


"Masakan kamu gak seperti masakan Wanda" sahut Elpan lagi.


Rahma hanya bisa diam saja tanpa bicara apa apa, air mata nya menetes kerja keras nya seakan terbuang sia sia, pulang dari kuliah dia langsung masak kalau di hitung kan berapa rasa lelah yang Rahma alami.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2