
Rahma merasa cukup risih karena banyak yang melihat nya, apa lagi dia tak biasa berada di pesta seperti itu.
Tak ada orang lain yang Rahma kenal dia hanya mengenal Elpan saja yang sekarang ada di samping nya.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar, Rahma hanya mendengar kan saja di meja duduk nya.
Acara itu sangat mewah bahkan para tamu mempunyai meja Masing masing.
Tertulis di sana kalau meja itu bertuliskan Sudardjo Grup.
Para tamu bebas memesan makanan apa pun mereka tak perlu membayar karena total biaya nya akan di tanggung yang punya Acara.
Hanya cake coklat dan kue jeruk yang Rahma pesan.
"Rahma aku ke sana dulu ya" ucap Elpan.
"Mau apa" tanya Rahma.
"Sebentar mau ngucapin selamat" ucap Elpan.
Rahma menunggu di sana Hingga seorang yang tak asing bagi Rahma datang ke sana.
"Selamat malam" ucapnya.
Rahma menatap pada orang itu.
"Astaga Kevin kau ada di sini" tanya Rahma.
"Ya aku di undang juga" ucap Kevin.
"Di mana meja mu" tanya Rahma.
"Tuh di sana" ucap Kevin.
"Oh oke" ucap Rahma.
"Mana suami mu aku mau minta maaf" ucap Kevin.
"Kenapa minta maaf" tanya Rahma.
"Takutnya dia marah pada mu" ucap Kevin.
"Gak akan lah" ucap Rahma.
"Jangan larang aku, pokok nya aku mau minta maaf" ucap Kevin.
"Terserah kau sangat keras kepala" ucap Rahma.
"Kau cantik hari ini" ucap Kevin.
"Apa di hari hari sebelum nya aku tak cantik" tanya Rahma.
"Cantik malah sangat cantik tapi sekarang lebih beda saja" ucap Kevin.
Ehem
Elpan berdehem melihat kedua sejoli itu akrab sekali.
Kevin dan Rahma langsung menatap pada Elpan karena mendengar suara itu.
"Tuan" ucap Kevin yang langsung menjabat tangan Elpan.
"Tuan kedatangan saya kemari karena saya mau minta maaf soal masalah Minggu lalu yang waktu di rumah sakit itu, Sebenarnya kau salah paham, saat itu aku kecelakaan dan Rahma membantu aku, maaf kalau aku baru bisa minta maaf karena aku kita baru bertemu sekarang" ucap Kevin.
"Oh tak masalah" ucap Elpan.
"Sekali lagi aku minta maaf" ucap Kevin.
"Ya tak apa" ucap Elpan.
"Baik lah tuan saya permisi" ucap Kevin yang langsung pergi dari sana menuju ke arah para konglomerat yang lain.
Saat ini Rahma tengah menatap pada Elpan, orang orang melihat leher Elpan yang memaka plester.
"Kak kita pulang" tanya Rahma.
"Baik lah ayo" ucap Elpan.
Mereka berdua pulang karena hari juga sudah larut malam.
**LIMA BULAN KEMUDIAN**..
Hari demi hari berjalan dengan cukup menyedihkan bagi Rahma sudah hampir lima bulan ini Rahma tak pernah akur dengan Elpan ada saja masalah yang mereka hadapi itu pun karena Wanda lah yang menjadi dalangnya.
Hari ini seperti biasa Rahma menyiapkan makanan untuk Wanda, karena kalau tidak maka Rahma akan mendapatkan amarah dari Mira.
Kemarin juga Mira bersikap kasar pada Rahma dia mendorong Rahma karena Rahma tak mau membeli kan martabak untuk Wanda.
Semakin hari permintaan Wanda sangat aneh aneh dan Rahma lah yang menjadi korban dari keinginan nya itu.
Bahkan lebih parahnya Elpan mendukung Wanda dia bilang kalau Rahma harus membantu Wanda karena anak itu juga akan menjadi anak Rahma.
Rahma baru selesai memasak sayur lodeh Pesanan Wanda.
Rahma membawanya ke kamar Wanda karena sekarang kandungan Wanda sudah semakin besar jadi dia tak bisa naik turun tangga.
Dengan sabar Rahma menyiapkan makanan untuk Wanda karena dalam hati juga Rahma merasa bahagia karena akan punya anak dan Wanda akan pergi dari kehidupan nya dan Elpan.
"Mbak ini makanan nya" ucap Rahma.
"Ya" ucap Wanda.
Namun di sana ada kain pel dan ember merah berisi air.
Rahma tersenyum melihat hal itu karena ini saat nya Wanda mengepel lantai kamar nya.
Setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi Wanda untuk mengepel lantai padahal lantai gak kotor, itu semua karena ide dokter dan Mira karena ibu hamil harus rajin gerak namun Wanda sekarang dia hanya rebahan saja.
Jadi ini satu satunya cara yang mira lakukan supaya Wanda bisa gerak walau hanya beberapa Menit saja.
Bahkan setiap sore Rahma juga harus membawa Wanda keluar jalan jalan, namun kenyataannya Wanda bukan nya jalan jalan dia hanya naik kursi roda dan Rahma yang akan mendorong nya sampai pulang.
Jangan di tanya bagaimana kondisi Rahma sekarang dia sangat menghawatirkan apa lagi berat badan nya tiap bulan semakin turun saja.
Sedangkan Argam dia tau segala nya namun dia tak bisa melakukan apa apa karena Rahma saja belum menceritakan masalah itu pada papahnya jadi Argam tak bisa berbuat apa apa.
Argam hanya menangis saja Meratapi nasib putri nya, karena tak akan ada seorang ayah yang berani melihat putri nya bernasib seperti Rahma.
Padahal dari segi keuangan papahnya masih mampu membiayai kebutuhan Rahma, namun entah apa yang Rahma pikirkan sampai dia tetap bertahan bersama dengan Elpan walaupun tau kalau dia hanya di manfaatkan saja.
Mira datang ke sana melihat kedua menantunya yang ada di kamar Wanda.
Rahma sekarang dia yang mendekorasi kamar untuk baby boy Wanda nanti.
Karena tugas itu Elpan serahkan pada Rahma karena nantinya Rahma akan menjadi ibunya.
"Rahma apa ini" tanya Mira saat melihat kalau kasur bayi di letakan di pojok dan jauh sekali dengan kasur Wanda.
"Mah kata mbak Wanda di sini" ucap Rahma.
"Wanda bayi masih kecil itu jangan di jauhkan" ucap Mira.
"Mah gampang kok tinggal pindah kan saja" ucap Wanda.
"Ya bukan itu maksud mamah tapi bayi itu gak boleh jauh dari mamahnya" ucap Mira.
"Rahma pindahkan ke sini" ucap Wanda.
"Tapi Mbak itu ada lemari" ucap Rahma.
"Tinggal geser aja ribet bener hidup nya" geram Wanda.
Rahma menggeser lemari yang besar itu, dan benar saja tergusur karena di bawah nya ada Roda Kecil yang memudahkan orang orang memindah kannya.
Rahma mendekorasi tempat tidur bayi lagi di pinggir ranjang Wanda.
Padahal menurut Rahma kasur milik Wanda juga besar baby bisa tidur di tengah tapi kata Mira jangan nanti baby nya keinjak El.
__ADS_1
"Wanda sudah makan nya ayo segera lah bersiap untuk ini" ucap Mira menunjuk pada ember yang berisi air dan kain lap.
"Ya mah" ucap Wanda.
Tokk
Tokk.
Pelayan datang ke sana.
"Nona ada paket untuk anda harga nya hampir 400 kurang dua ribu" ucap pelayan pada Wanda.
"Baik lah" ucap Wanda yang langsung menyodorkan uang pada pelayan itu.
Bagi Wanda kalau tak Belanja sehari saja rasanya itu seperti tak bersemangat tapi kalau sudah belanja dia sering lupa pada uang yang dia keluarkan.
Kata dokter Wanda punya penyakit.
Shopaholic atau yang bisa di sebut adalah kecanduan berbelanja.
Pernah satu hati Wanda tak belanja dia Merasa tak tenang.
Bahkan sampai banyak nya belanjaan Wanda baju nya itu sudah tak muat di lemari pakaian itu.
Tadinya Wanda ingin membeli lagi namun Elpan mengambil satu persatu pakaian Wanda dan menjual nya.
Bahkan masih ada pakaian yang masih di cap di dalam lemari Wanda.
Karena Wanda tak pernah memakai nya.
Wanda mulai mengepel lantai, Sedang kan Rahma masih sibuk menata kamar untuk baby boy.
Karena dari hasil USG bayi itu adalah laki laki, makan nya Rahma menyiapkan kamar dengan warna warna gelap seperti biru atau hitam.
Karena ini sesuai kemauan Rahma jadi tak ada yang bisa protes pada Rahma.
Rahma tersenyum saat melihat Wanda mengepel lantai baru beberapa Minggu ini Rahma suka sekali melihat Wanda mengepel karena selain bagus untuk kesehatan cara itu juga bisa membantu untuk lahiran lancar tanpa secar.
"Rahma apa SOP iga yang tadi pagi masih ada" tanya Mira.
"Ada mah tinggal angetin aja" ucap Rahma.
"Mamah akan makan dulu" ucap Mira yang langsung pergi dari sana.
Rahma membereskan semuanya hingga beres, bahkan Rahma juga yang membantu Wanda menyiapkan pakaian setelah Wanda mandi saat ini Wanda sangat bergantung pada Rahma.
Rahma pergi dari sana karena akan istirahat dia sangat ingin istirahat apa lagi sorenya Rahma akan mengajak Wanda jalan jalan.
Hari yang melelahkan lagi bagi Rahma.
Sedangkan Wanda dia terduduk di lantai dia sangat cepat lelah sekarang, dia berjalan ke arah kasur lalu rebahan di kasur nya hingga tertidur.
Sekarang kandungan Wanda sudah hampir 34 Minggu kalau dihitung bulan kandungan Wanda 8 bulan lebih dua Minggu.
Namun Rahma taunya Kandungan Wanda adalah enam bulan lebih Rahma juga menghitung nya.
Sore hari nya Rahma sudah bersiap dia keluar memakai celana kulot polos dan kaos polos saja, dengan rambut yang di ikat karena Rahma akan gampang berkeringat kalau di luar.
Rahma berjalan ke arah kamar Wanda.
"Mbak ayo kita jalan jalan" ucap Rahma.
"Rahma aku masih ngantuk" ucap Wanda yang sekarang malah ketiduran.
"Berisik tau gak" geram Wanda yang langsung bangun dengan kesal dari tempat tidur nya.
Rahma melihat kalau lap pel dan ember nya masih ada di sana, Rahma paham kalau Wanda pasti tak menyelesaikan nya.
Mira datang ke sana namun sekarang Mira merasa tak enak badan dia merasa kan pusing bahkan pegal pegal di badan nya.
"Rahma ayo ajak Wanda" ucap Mira.
"Ya mah" ucap Rahma.
Mereka sudah bersiap dan akan berangkat sekarang Rahma sengaja tak membawa kursi roda karena dia ingin kalau Wanda berjalan dengan kaki nya sendiri.
Hingga sampai di jalan raya mereka berjalan pelan pelan karena Rahma tau kalau Wanda gampang lelah.
"Hah Rahma lihat itu" ucap Wanda menunjuk pada sebuah toko yang baru buka.
Terlihat baju berjejeran dari luar.
"Ayo ke dalam kita belanja" ucap Wanda dia sangat antusias.
"Baik lah ayo" ucap Rahma.
Wanda dan Rahma masuk ke dalam Wanda memilih pakaian yang pas di badan nya, namun Rahma merasa aneh karena Wanda memilih pakaian yang kecil.
"Rahma sini kau berdiri di sini aku akan pilih kan pakaian untuk mu" ucap Wanda.
"Tapi Mbak aku sudah banyak pakaian" ucap Rahma.
"Diam" ucap Wanda.
Begitu lah sikap Wanda sekarang dia selalu beli apa saja yang dia suka padahal tak pernah dia pakai, bahkan dia juga sering memilih kan pakaian untuk Rahma dan itu harus dia beli, Walaupun uang nya pakai uang Rahma.
Dalam pikiran Wanda, pakaian seperti apa pun barang seperti apa pun dia akan beli yang penting dia Belanja dan hobi nya terpenuhi.
Sedangkan di rumah Mira sekarang tengah merasakan pusing yang sangat berat, bahkan kakinya juga pegal sekali.
"Argghh" Mira mengeluh karena kepala nya terasa sangat sakit bahkan dia juga sampai memegang kepala nya karena saking pusing nya.
Brugh
Mira pingsan dia terkapar di lantai, para pelayan langsung panik dan langsung menghubungi Elpan dan Rahma.
Elpan sudah akan langsung pulang karena dia panik mendengar mamah nya yang pingsan.
Sedangkan Rahma dia baru saja menerima telpon mereka langsung pulang ke rumah.
Rahma berpikir kalau mereka akan naik taksi saja apa lagi Wanda jalan nya sangat lambat, namun tak ada taksi yang lewat ke jalan sana.
Mau bicara pun Rahma tak bisa karena takut nya menyinggung Wanda, apa lagi ibu hamil sangat sensitif.
"Kenapa nenek tua itu harus pingsan" gumam Wanda.
__ADS_1
Rahma hanya tersenyum dia tau sisi lain dari Wanda yaitu dia sangat tak perduli pada mamah mertua nya itu.
Untung saja mobil elpan berhenti di sana, dengan cepat Rahma dan Wanda langsung naik ke dalam.
"El kata pelayan mamah pingsan" ucap Wanda.
"Ayo kita pulang" ucap Elpan.
Mereka langsung pulang dan pergi ke rumah sakit karena Mira cukup parah.
Mereka menunggu di kursi tunggu rumah sakit itu.
"Mamah makan apa tadi" tanya Elpan.
"Setau aku mamah makan sop iga buatan aku yang sarapan pagi, tadi juga mamah nanya sop itu" ucap Rahma.
"Tapi kenapa bisa" tanya Elpan.
Dokter keluar dari ruangan itu,
"Dokter bagaimana kondisi mamah" tanya Elpan panik.
"Nyonya Mira mengalami stroke ringan tuan, dia punya penyakit kolesterol saya pernah ingatkan dia untuk menjaga pola makan tapi kayanya dia tak tahan dengan makanan yang mengandung lemak" ucap Dokter.
"Apa mamah punya penyakit kolesterol" tanya Elpan terkejut.
"Ya dan itu juga sudah lama" ucap Dokter.
"Sudah lama tapi mamah gak bilang" ucap Elpan.
"Ya tuan mamah anda sengaja merahasiakan nya dia malah mau punya penyakit diabetes" ucap Dokter.
"Oh terima kasih dok" ucap Elpan.
"Ya tuan saya permisi" ucap Dokter.
Elpan masih tak menyangka kalau mamahnya akan mengalami stroke ringan, padahal umur Mira masih sangat muda.
Elpan bangkit dia melihat pada Rahma yang sekarang tengah duduk di kursi.
"Ini semua salah kamu" ucap Elpan.
"Aku" tanya Rahma yang langsung berdiri.
"Ya kalau saja kau tak membuat SOP iga itu aku yakin mamah tak akan mungkin begini" ucap Elpan.
"Aku gak masak itu juga keinginan mbak Wanda" ucap Rahma.
"Tetap saja Rahma kau yang salah" ucap Elpan.
"Kak kau menyalahkan aku padahal aku jelas jelas gak tau kalau mamah punya kolesterol" ucap Rahma.
"Tapi kenapa kau membiarkan mamah makan" ucap Elpan.
"Tapi aku ga tau" ucap Rahma.
Elpan sangat marah dia hilang kendali dia mendorong Rahma sehingga membuat Rahma terduduk ke kursi dengan cukup keras.
Seseorang tak jauh dari sana melihat perlakuan Elpan itu, dia langsung mendekat pada nya.
"Rahma kau tak apa" ucapnya.
"Kevin" tanya Rahma.
"Kamu gak papa" tanya Kevin.
"Gak aku gak papa" ucap Rahma.
"Hey tuan, kau kasar sekali pada istri mu" ucap Kevin pada Elpan.
"Apa ada masalah" tanya Elpan.
"Kalau emang tak bisa menjaganya setidaknya lepas kan dia" ucap Kevin.
"Apa kau mau padanya" tanya Elpan.
Rahma langsung menghentikan Kevin yang sekarang sudah marah.
"Kevin lebih baik kau pergi saja ya" ucap Rahma.
"Tapi Rahma dia" geram Kevin.
"Sudah tak apa" ucap Rahma.
Kevin masih sangat geram pada Elpan tapi dia tak bisa melakukan apa apa karena Rahma menyuruh nya untuk pergi.
Rahma hanya duduk di sana tanpa bicara apa apa lagi karena Rahma tau kalau Elpan masih marah padanya.
"Tapi aku gak salah, aku tak tau kalau mamah punya penyakit, kenapa aku yang di salahkan padahal aku tak melakukan apa apa" batin Rahma.
Semalaman mereka ada di sana, namun Wanda tidur khusus di ruang VIP padahal Wanda tak apa apa, Elpan sengaja menyewa kamar rumah sakit itu hanya untuk Wanda.
Rahma tiduran di kursi tunggu karena dia tak di biarkan pergi oleh Elpan.
Rahma hanya patuh saja dia tak mungkin melawan Elpan.
Sedangkan di kediaman Mahoji.
Saat ini Argam baru dapat kabar kalau Rahma ada di rumah sakit dan Rahma di perlakukan tak adil oleh Elpan.
Tangan Argam mengepal kuat, dia sangat marah pada Elpan bahkan saat ini juga dia sangat ingin untuk mengajar Elpan.
Namun hanya karena Rahma, Argam tak melakukan hal itu.
"Kalau saja Elpan makin semena mena aku tak akan segan segan untuk memenjarakan nya" geram Argam.
Sudah lima bulan ini Argam hanya mendapatkan kabar kalau Rahma sedang tak baik baik saja, namun Argam heran pada Rahma dia tetap bertahan padahal Rahma sering sekali tersakiti.
Pernah suatu ketika Argam datang ke rumah Elpan, kebetulan sekali Argam bertemu dengan Wanda, saat Argam tanya siapa Wanda.
Rahma malah bilang.
"Dia saudara nya Kak El pah" ucap Rahma saat itu yang masih argam ingat.
"Kamu terlalu sabar Rahma padahal kau tau kalau dunia ini semakin menyakitkan" gumam Argam.
__ADS_1
**bersambung**