Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 90 peristiwa pernikahan


__ADS_3

Rahma merasa sangat bahagia dia tak sangka akan seperti ini tapi dia juga berharap kalau kesalahan yang pernah Elpan lakukan tak akan pernah Elpan lakukan lagi nanti nya.


"Ya Alloh semoga Kak El adalah jodoh pertama dan terakhir, amin" gumam Rahma.


Sedangkan di kediaman Elpan saat ini dia tengah melihat Lian yang tertidur pulas di atas kasur.


"Nak doakan aku semoga kau segera punya adik kecil ya" ucap Elpan.


Elpan sangat berharap hal itu terjadi karena dia juga membutuhkan pewaris dari semua hartanya nantinya.


Karena jika Lian, Elpan tak bisa memberikan sepenuhnya pada Lian karena Lian bukan putra kandung nya apa lagi Iqbal juga cukup kaya untuk memberikan Lian kekayaan nya.


Elpan butuh seorang putra untuk menemani kekosongan nya dia berpikir kalau Lian di ambil Iqbal maka dia dan Rahma tak bisa berbuat apa apa karena Lian adalah hak nya Iqbal sedang kan mereka hanya sebatas mengasuh nya.


Tentu saja elpan tak egois dia tak ingin memenangkan hak asuh Lian walaupun dia sudah mengangkat nya sebagai anak tapi Elpan tak mungkin memisah kan anak dengan ayahnya apa lagi Lian sudah tak punya mamah.


Di sisi lain Arman sedang menanyai Raka tentang hilang nya uang perusahaan itu, namun Raka tak menjawab nya dia hanya diam saja dan hal itu membuat Arman yakin kalau dia lah dalangnya apa lagi di rekaman cctv juga sudah jelas kalau pelaku nya adalah Raka.


"Mengakulan" ucap Arman.


"Aku gak akan mengaku" ucap Raka marah.


Hugh


Raka malah memberikan bogem mentah pada Arman yang ada di sana.


"Berani sekali kamu padahal kamu yang salah" ucap Arman.


"Ba cot" ucapnya geram.


"Mulai besok kata Tuan Argam kamu gak boleh masuk lagi dan aku menunggu surat pengunduran diri kamu" ucap Arman.


"Ini gara gara kau Arman" geramnya.


"Salah ku, ck maling kalau ngaku penjara penuh" ucap Arman yang langsung Pergi dari sana meninggal kan Raka.


Namun bukan hanya di pecat Raka juga harus menggantinya itu pun dengan uang pesangon nya.


Hal itu tentu saja membuat Raka sangat marah karena yang turun tangan adalah Arman apa lagi dia tak suka pada Arman yang selalu di andalkan oleh Argam.


"Awas saja kau aku akan balas dendam Argam" geram Raka.


Pagi hari nya saat ini adalah acara yang sangat sakral bagi Elpan dia langsung bersiap dari pagi sekali karena tak mau terlambat datang.


Bahkan dia juga sudah memandikan Lian sejak tadi dia juga mengantikan pakaian Lian dengan jas dan kemeja.


Elpan sudah berasa menjadi seorang papah sejati karena sudah mengurus anak nya tanpa bantuan baby sitter.


Mereka semua sudah bersiap bahkan keluarga Elpan juga sudah banyak yang bersiap.


"Ayo mah" ucap Elpan.


"Ya nanti El baru juga jam enam pagi" ucap Mira.


"Ya deh wanita memang lama" ucap Elpan menunggu di ruang tamu.


Sedangkan Rahma saat ini dia sudah di rias bahkan pernikahan nya kali ini dia memakai siger Sunda sebagai mahkota nya apa lagi mamahnya Rahma dulu aslinya orang Sunda.


Para tamu berdatangan banyak para pengawal yang Argam tempat kan di seluruh rumah nya.


Argam takut ada yang terjadi nanti nya sehingga dia simpan anak buah nya di sekeliling rumah nya.


Arman juga ikut membantu karena dia tak mau ada yang mencurigakan.


Namun tanpa Arman dan yang lain sadari ada seorang laki laki yang masuk ke sana dan lolos dari pantauan pengawal.


Karena dia juga seorang karyawan di perusahaan nya Argam.


Dia masuk ke dalam bergabung dengan orang orang penting yang datang sehingga tak membuat siapapun curiga.


Rombongan Elpan datang ke sana mereka semua langsung masuk ke dalam namun ada beberapa acara yang harus di lakukan sebelum ijab qobul.


Seperti mengalungkan bunga dari pihak Rahma kepada Elpan.


Acara pun terlihat cukup mewah apa lagi saat datang nya rombong Elpan yang sekarang cukup banyak.


Mereka duduk di meja yang sudah di persiapkan untuk ijab qobul mereka masih menunggu penghulu yang masih mempersiapkan berkas berkas nya.


Namun orang misterius itu mengeluarkan pistol nya dia mengarah kan pada Argam yang sekarang tengah duduk di sana.


Tak ada yang sadar karena mereka melihat keindahan tempat dan kedua pengantin itu.


Namun Elpan melihat hal itu dia melihat orang itu yang mengarah kan pelatuk pistol itu pada Argam yaitu papah mertua nya.


Saat orang itu akan menembak pistol itu Elpan langsung bangkit dan menarik Argam dari tempat duduknya.


Dorr


Elpan berhasil menjauhkan Argam namun sayangnya Elpan dan Argam terjatuh ke lantai, kepala Elpan terbentur pada besi penyangga pelaminan itu.


Benturan keras dan mengenai benda keras tentu saja membuat Elpan merasa kan sakit pada kepala nya bahkan kepala nya berdarah karena sisi besi itu cukup tajam.


Elpan pingsan seketika sambil darah nya berceceran dari kepala nya.


Rahma panik dia langsung membantu membangun kan Elpan.


Bukan hanya Rahma semua orang juga panik melihat nya.


"Tangkap dia" sahut Arman memberikan perintah pada para pengawal.


Orang itu akan lari tapi Arman dan yang lainnya berhasil menangkap nya.


Rahma menangis dia mencoba membangun kan Elpan yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Kak bangun kak" ucap Rahma menangis.


Semua orang sibuk memanggil Ambulans namun Argam dia langsung melihat siapa orang yang melakukan hal itu ternyata Raka mantan karyawan nya yang melakukan nya.


"Raka" geram Argam.


Plakk


Argam menampar Raka hingga membuat semua orang melihat Padanya.


"Arman bawa dia ke kantor polisi" ucap Argam.


"Baik tuan" ucap Arman.


Sekarang ambulans datang Elpan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat di sana.


Rahma, Mira, Zahra dan Argam ikut ke sana sedang kan di rumahnya Argam menyuguhi beberapa penampilan dari penyanyi sampai menunggu Elpan sadar.


Mereka menuju ke rumah sakit tak henti hentinya Rahma menangis apa lagi saat ini adalah acara yang harus nya menjadi acara yang istimewa baginya.


Di rumah sakit Elpan langsung di tangani oleh dokter di sana.


Rahma dan yang lainnya menunggu di luar bahkan Rahma masih saja menangis.


"Sudah Rahma" ucap Mira yang langsung memeluk Rahma.


"Ya mah" ucap Rahma.


Dokter keluar dari ruangan itu.


"Dok bagai mana keadaan menantu saya" tanya Argam.


"Tuan El mengalami luka sedikit tapi tak apa sekarang dia sudah siuman" ucap Dokter.


"Hah syukurlah" ucap Argam dan yang lainnya.


"Dok bisa aku melihat nya" tanya Rahma.


"Silahkan nona" ucapnya.


Rahma langsung melihat ke dalam ruang Elpan dia tak percaya kalau Elpan akan mengalami hal ini.


"Kak" ucap Rahma yang langsung memeluk Elpan.


"Maaf acara nya kacau" ucap Elpan.


"Tak apa asal kamu sehat" ucap Rahma.


Elpan tersenyum melihat istrinya yang menangis itu.


"Jangan sakit lagi" ucap Rahma.


"Gak akan" ucap Elpan.


Sedangkan di luar ruangan itu Argam tengah menelpon penghulu untuk datang ke rumah sakit karena mereka akan dinikahkan di rumah sakit saja.


"Syukurlah kalau kau sudah menerima hubungan ini" ucap Mira.


"Ya mau bagaimana lagi Rahma sayang pada Elpan aku kalah sebagai seorang ayah" ucap Argam.


"Kau paham sekarang" ucap Mira.


Penghulu pun datang mereka langsung masuk ke dalam hanya beberapa orang saja yang menyaksikan hal itu bahkan saksi nya juga hanya dokter dan anak buah Argam.


Dengan lantangnya Elpan mengucapkan ijab qobul yang langsung di teriaki Sah oleh semua orang yang ada di sana.


Pernikahan itu sudah sah walaupun mereka hanya menikah di rumah sakit saja.


"Syukur lah kalian sudah sah" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma yang langsung memeluk papahnya itu.


"Semoga pernikahan kali ini tak akan seperti pernikahan yang sudah terjadi dahulu" ucap Argam.


"Ya pah" serempak.


Siang hari nya mereka pulang ke rumah dan acara nya masih berlangsung kedua mempelai pengantin pun duduk di pelaminan banyak para tamu yang datang untuk mengucapkan selamat pada kedua nya.


Bahkan semua teman Rahma juga ada di sana teman Elpan juga ada di sana.


Acaranya sangat meriah bahkan sampai malam hari.


Malam hari nya para tamu satu persatu pulang dari acara itu, bahkan anak buah Argam juga sudah membersihkan tempat itu.


"Untuk Lian aku bawa pulang aja ya" ucap Iqbal yang masih di sana.


"Kenapa" tanya Rahma.


"Aku gak mau Lian menganggu kalian" ucap Iqbal.


"Baiklah" ucap Elpan.


"Tenang saja besok pagi aku kan antarkan dia dan untuk bulan madu kalian aku sudah pesan tiket untuk Lian juga" ucap Iqbal.


"Ya terserah lah" ucap Elpan.


"Tapi kita duduk nya dekat kan" tanya Rahma.


"Ya dekat" ucap Iqbal.


"Bagus lah kalau begitu" ucap Rahma.


"Aku akan pulang selamat menikmati malam ini" ucap Iqbal.

__ADS_1


"Ya deh cepetan pulang ganggu saja" ucap Elpan.


Rahma melihat Elpan yang kesusahan untuk membuka perban di kepalanya.


"Biar aku bantu" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Elpan.


"Apa lukanya masih sakit" tanya Rahma.


"Tidak" ucap Elpan.


"Baiklah ayo tidur" ucap Rahma.


Pagi hari nya benar saja Iqbal memberikan Lian pada Rahma dan Elpan.


Mulai hari ini Rahma akan menyiapkan peralatan untuk dia bulan madu apa lagi dia membawa Lian dia juga harus mempersiapkan pakaian yang cocok untuk Lian.


Hari ini Argam datang ke penjara karena akan memenjarakan Raka yang sudah mencoba menembak Argam itu.


Namun sebelum sidang Argam bertemu dahulu dengan Raka yang sekarang sudah di penjara.


"Kenapa kamu melakukan itu" tanya Argam.


"Karena anak buah mu yang Sangat pintar itu" ucap Raka.


"Kau iri pada Arman, itu karena Arman tak pernah seperti dirimu yang pandai berbohong dan korupsi itu" ucap Argam.


"Kinerja kerja aku baik tapi sayangnya mata mu terlalu terobsesi pada Arman jadi apa pun yang orang lain lakukan tak kau hiraukan" ucap Raka ketus.


"Kamu baru saja bekerja pada ku satu tahun dan Arman sudah bekerja puluhan tahun kau tau aku yang membimbing Arman sampai dia bisa jadi apa salahnya kalau aku meng unggul kan dia" ucap Argam.


"Tetap saja kau salah" ucap Raka.


"Kau yang iri pernah kah aku menghentikan gaji mu atau pernah kah aku bersikap tak adil pada mu, tidak kan jadi Yasudah kamu salah terima saja hukuman ini akan aku pasti kan hukuman nya tak akan berat" ucap Argam.


Raka tak menjawab dia hanya diam saja, Argam langsung pergi dari sana karena dia tak mau berdebat lagi tapi Argam juga memastikan dia tak akan di hukum terlalu berat karena Raka juga punya keluarga yang harus di hidupinya.


Argam merasa senang karena akhirnya ada rasa bahagia di hari hari Rahma bahkan Argam juga senang karena Arman punya istri walaupun Argam masih heran pada hubungan nya Arman dan Lydiya.


"Apa lagi aku hanya akan menikmati masa tua ku dengan bekerja" gumam Argam.


Argam ingat pada ucapan istri nya dahulu yang masih dia ingat sampai sekarang.


Flash back on


Saat itu mungkin Rahma masih berusia enam tahun.


Saat itu keluarga itu masih di penuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan.


Argam dan Fani adalah orang tua Rahma yang selalu membuat Rahma bahagia dan memberikan kasih sayang yang besar pada Rahma.


"Mas lihat lah Rahma dia sangat senang kalau kita ajak dia bermain" ucap Fani.


"Ya dia senang karena ada kamu" ucap Argam.


Saat itu Fani adalah seorang dokter sukarelawan yang selalu berpindah pindah tempat untuk mengobati orang orang.


"Mas satu tahun lagi aku akan berhenti jadi Dokter aku gak mau jauh dari keluarga aku" ucap Fani.


"Kenapa berhenti bukan nya dokter adalah cita cita mu" tanya Argam.


"Mas aku ingin bersama kalian" ucap Fani.


"Ya terserah kamu saja" ucap Argam.


Saat itu Fani adalah satu satunya wanita yang menjadi dokter dari kampung apa lagi dengan kemiskinan yang menjadi penghalang semua orang untuk sukses membuat orang orang menyerah begitu saja.


Tapi tidak bagi Fani dia berjuang hingga berhasil menjadi dokter.


Setelah menjadi dokter dia di nikahi oleh Argam pengusaha yang sangat sukses.


Kebahagiaan Fani terasa lengkap saat dia di karuniai anak cantik bernama Rahma Alfani Mahoji.


"Oh ya mas kalau aku tiada nanti bisa kan kau bahagia kan Rahma berikan apa saja yang dia mau mas aku mau dia bahagia dan aku mau bibir ini selalu tersenyum bahagia, ya walaupun aku tau kalau Rahma itu cukup keras kepala dan egois, tapi tak heran sih karena kan sifat itu menurun dari papahnya" ucap Fani.


"Kamu ini bisa saja" ucap Argam.


"Tolong jaga Rahma ya" ucap Fani.


"Ya aku akan menjaga nya" ucap Argam.


"Baiklah Terima kasih" ucap Fani.


"Fani kebahagiaan ku bertambah saat ada kau dan Rahma, aku mohon kau jangan pergi jauh ya" ucap Argam.


"Maaf mas aku tak bisa janji apa lagi kamu tau kan bagaimana kita" ucap Fani.


"Ya aku tau kamu sibuk" ucap Argam.


Fani memeluk suaminya itu.


"Hanya satu tahun setelah itu kita akan bersama selama nya" ucap Fani.


Flash back off


Argam masih ingat waktu itu waktu di mana Fani mengatakan itu.


"Fani aku sudah memberikan kebahagiaan pada Rahma walaupun aku tak setuju pada ini, kau salah Fani Rahma tak seperti ku tapi Rahma seperti mu Fani, selalu menyembunyikan apa pun yang menyakitkan bahkan dia juga sama seperti mu yang jika ada kemauan kamu harus mendapatnya" gumam Argam menangis ingat pada sosok istri nya yang sudah tiada.


Argam menatap putrinya yang sekarang bahagia bersama Elpan dan Lian.


walaupun Lian bukan anak kandung kedua nya tapi Mereka sangat menyayangi nya.

__ADS_1


mungkin Argam akan berterima kasih banyak pada Iqbal yang sudah mengijinkan putra nya di asuh oleh Rahma dan Elpan.


bersambung


__ADS_2