Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 74 maling teriak maling


__ADS_3

Elpan menuju ke arah mobil nya sambil menggendong Lian yang semakin hari semakin akrab dengan nya.


Elpan mendudukkan Lian di kursi samping nya.


Elpan langsung membuka amplop itu rasanya sangat takut Elpan membuka nya apa lagi yang dokter tadi katakan ternyata Rahma tak berbohong pada hasil tes kesuburan itu.


"Semoga saja hasil nya beneran Lian anak ku, kalau ini benar berarti aku sudah sembuh tapi kalau Lian bukan anakku berarti aku lah laki laki yang mandul bukan Rahma" gumam Elpan.


Elpan membuka nya benar saja hasil nya menyatakan kalau Lian bukan anak kandung Elpan, tak ada kemiripan juga di antara Elpan dan Lian.


Elpan lemas dia menarik nafas berat sambil menyender kan punggung nya ke jok mobil.


"Seja hat ini kah aku pada Rahma, ternyata yang salah adalah Wanda, aku sadar sekarang kalau video yang hilang itu pasti di hapus Wanda karena Wanda bukan pera wan lagi dan dia beralasan, bo doh bo doh kau El (sambil memukul kepala nya) kenapa kau tak pernah mau mencari tau, aku terlalu di sibukan pada cinta dan kerja saja hingga hampir dua tahun lebih aku tak menyadari semua ini" ucap Elpan sambil menangis.


Elpan melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Iqbal yang cukup jauh dari tempat nya berada.


Elpan tak mau memisahkan seorang anak dari papahnya.


Elpan paham kenapa setiap Iqbal berkunjung Lian seperti dekat dengan Iqbal dan lebih nyaman dengan Iqbal dari pada dengan nya.


Memang benar darah lebih kental dari air.


Elpan menatap pada Lian yang antena meminum susu formula nya.


"Sayang sekali kau harus pergi Lian" ucap Elpan.


Sesampainya di perusahaan Iqbal dia langsung turun dan menggendong Lian untuk masuk ke dalam ruangan Iqbal.


Di sana banyak sekali wanita yang cantik tak heran karena Iqbal adalah seorang Casanova.


Dia mencari pegawai perempuan dan cantik saja, apa lagi kebanyakan wanita yang ada di sana adalah wanita malam.


"Selamat sore tuan ada yang bisa kami bantu" tanya seorang karyawan pada Elpan.


"Apa Iqbal ada" tanya Elpan.


"Ada tuan silahkan" ucapnya.


Elpan langsung masuk kedalam ruangan Iqbal walaupun Elpan jarang kesana tapi Elpan tau dimana letak ruangan Iqbal.


"Bal" ucap Elpan yang tengah melihat Iqbal mengobrol dengan wanita.


"El" tanya Iqbal.


"Aku mau bicara" ucap Elpan.


"Kamu keluar lah" ucap Iqbal.


Elpan dan Iqbal duduk di sofa ruangan itu, Elpan membiarkan Lian main di perusahaan Iqbal.


"Ada apa" tanya Iqbal.


"Aku mau memberikan Lian" ucap Elpan.


"Pada siapa" tanya Iqbal.


"Bal aku tau sekarang kalau kau ayah kandung nya, karena Lian bukan putra ku" ucap Elpan.


"Oh berarti benar apa yang di katakan Wanda dahulu" ucap Iqbal.


"Apa yang dia katakan" tanya Elpan.

__ADS_1


"Malam itu aku mengajak dia ke hotel El dia itu bukan wanita baik dia wanita malam, aku lah yang pertama kali mengambil kesucian nya, aku gak tau dia mantan pacar mu, dia sendiri yang menawar kan diri nya pada ku" ucap Iqbal.


"Berapa kali" tanya Elpan.


"Hanya dua kali" ucap Iqbal.


Elpan tak menjawab dia hanya diam saja karena dia menemukan rahasia pada dirinya yaitu dia mandul.


"Aku harap kau bisa menjaga Lian" ucap Elpan.


"Tapi El kau salah paham, Lian memang anak ku tapi aku belum siap menjadi ayah aku gak bisa mengemban tugas ini apa lagi kau tau kan aku siapa" ucap Iqbal.


"Tapi dia tanggung jawab mu" ucap Elpan.


"Aku titipkan dia padamu kau boleh menjaga nya kau bisa menjadi kan dia sebagai putra mu, aku juga gak akan lepas dari tanggung jawab aku sebagai seorang ayah" ucap Iqbal.


"Baiklah, tapi Bal aku sangat bersalah kau tau aku menghina Rahma mandul padahal aku sendiri yang mandul" ucap Elpan.


"Kenapa bisa" tanya Iqbal.


"Ya dulu Rahma menjebak aku karena dia ingin mengecek kesuburan aku ternyata aku yang mandul kau tau bahkan Rahma pesan obat penyubur hingga setengah milyar tapi aku tak minum" ucap Elpan.


"Bo doh sekali kamu" ucap Iqbal.


"Ya maka dari itu aku sangat malu menjelaskan nya pada Rahma" ucap Elpan.


"Datang saja ke rumah nya bilang dengan baik baik Kalau kamu menyesal dan ingin kembali lagi padanya" ucap Iqbal.


"Sudah tapi dia mau menikah" ucap Elpan.


"Menikah dengan siapa" tanya Iqbal.


"Asisten papahnya Rahma" ucap Elpan.


Malam ini Rahma tengah memeriksa hasil laporan keuangan yang sudah banyak keluar.


Dengan di temani oleh Argam dan Arman.


"Pah lihat kaya gini" tanya Rahma.


Argam langsung mengkode pada Arman untuk membantu Rahma.


"Biar aku bantu" ucap Arman yang langsung duduk di sebelah Rahma.


Rahma menjelaskan nya pada Arman, penyampaian Rahma sangat sesuai dengan hasil nya.


Seorang satpam datang ke sana.


"Tuan ada mantan suami nona datang" ucap Satpam itu.


Rahma langsung melihat pada Argam meminta ijin supaya Elpan di suruh masuk.


Argam menatap pada Rahma yang sudah seperti berharap.


"Suruh dia masuk" ucap Argam.


Elpan masuk bersama dengan Lian yang sekarang tertidur Sangat pulas di gendong Elpan.


"Ada apa" tanya Argam sinis pada Elpan.


"Selamat malam pah" ucap Elpan.

__ADS_1


Elpan duduk di sana sambil hendak membaringkan Lian, namun Rahma menolak nya dan dia langsung mengambil alih Lian.


"Aku akan tidur kan dia di kamar" ucap Rahma membawa Lian masuk kedalam kamar.


"Ada apa" tanya Argam lagi.


"Pah aku mau minta maaf karena sudah keterlaluan pada Rahma" ucap elpan.


"Lalu" tanya Argam.


"Saya sadar kalau ternyata yang salah itu aku bukan Rahma" ucap Elpan.


"Syukur lah kalau kau paham" ucap Argam.


"Aku merasa tak tenang kalau belum di maafkan Oleh Rahma dan Papah" ucap Elpan.


"Aku maafkan kau" ucap Argam.


Rahma datang lagi ke sana.


"Ada apa kak El" tanya Rahma.


"Rahma aku mau minta maaf karena sudah menghina mu memfitnah kamu mandul padahal yang mandul itu aku" ucap Elpan.


"Maling teriak maling" ucap Argam.


"Tak apa kak El sudah berlalu juga" ucap Rahma.


"Aku baru tau Kalau Lian adalah anak nya Iqbal" ucap Elpan.


"Apa anaknya kak Iqbal" tanya Rahma.


"Ya Rahma aku baru tau sekarang" ucap Elpan.


"Kenapa bisa" tanya Rahma.


"Ya Wanda dulu nya wanita malam" ucap Elpan.


"Oh" ucap Rahma.


"Aku mohon maaf kan aku, maaf juga karena sudah menggagalkan usaha mu" ucap Elpan.


"Usaha apa" tanya Rahma.


"Saat kau membeli obat itu aku tak meminum nya Rahma, pernah satu Kali aku minum karena ada kamu di sana, yang lainnya aku buang Rahma, kalau kau masukan dalam Susu aku membuang nya saat kau lengah" ucap Elpan.


"Pantas tak ada reaksi nya" ucap Rahma ketus.


"Maafkan aku karena aku takut kau meracuniku, apa lagi kata pelayan kamu memasukan obat itu saat aku mau tidur pikiran aku traveling" ucap Elpan.


"Penting nya jangan suudzon itu ya begini" ucap Arman.


"Ya aku tau sekarang" ucap Elpan.


"Kamu pulang lah sudah malam" ucap Argam.


"Tapi pah bagaimana dengan Lian" tanya Elpan.


"Lian aman di sini" ucap Argam.


"Baiklah aku permisi" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2