
Mira merasa sangat ketakutan padahal itu hanya lah halusinasi nya saja.
"Pokok nya aku harus jujur saja El" ucap Mira yakin.
Mira mengambil tasnya dan menuju ke arah perusahaan Elpan, karena pagi tadi setelah Elpan mengantar kan Lian ke rumah dia langsung berangkat ke perusahaan nya.
Mira menuju ke perusahaan nya karena ingin menjelaskan semuanya pada Elpan.
"Aku harus menjelaskan nya aku takut arwah Wanda gentayangan" gumam Mira.
Dengan di antar sopir Mira menuju perusahaan elpan.
Sesampai nya disana dia langsung di masuk ke ruangan Elpan.
"El mamah punya pengakuan" ucap Mira yang langsung masuk tak melihat kalau Elpan sedang sibuk.
"Apa mah" tanya Elpan tapi matanya fokus pada layar komputer.
"Mamah mau jujur kamu dengarkan" ucap Mira.
Elpan menatap pada mamahnya itu dia menyimpan dahulu file nya yang dia kerjakan itu.
"Apa" tanya Elpan.
"Sebenarnya mamah yang membantu Wanda menjebak kamu dan mamah juga yang paksa Wanda untuk menikah dengan mu" ucap Mira.
"Apa" tanya Elpan.
"Ya di hari itu mamah dan Wanda merencanakan itu Wanda membeli kopi dan obat rangsang untuk menjebak kamu maafkan mamah El, tapi mamah lakukan juga demi kamu kan" ucap Mira.
"Aku sudah menduga itu, mamah sama Wanda itu sama sama ja hat aku tak sangka ternyata orang yang paling dekat yang justru menyakiti aku seke jam ini" ucap Elpan.
"Maafkan mamah" ucap Mira.
"Sudahlah pokoknya aku kecewa pada mamah" ucap Elpan yang langsung menatap pada layar komputer nya.
"Mamah menyesal" ucap Mira.
Elpan berusaha tak marah pada mamahnya itu, dia tak mau sampai lepas kendali pada mamahnya.
"Kamu memaafkan mamah kan, mamah kira Wanda bisa membahagiakan kamu" ucap Mira.
"Sudahlah jangan di bahas" ucap Elpan.
"Tapi kamu maafkan mamah kan" tanya Mira.
"Mah sudah mah" geram Elpan.
"Mamah hanya tak mau kamu salah paham" ucap Mira.
"Mah" bentak elpan dengan dada yang naik turun menahan amarahnya.
"Tak bisa kah biarkan aku sendiri mah aku marah tentu aku marah aku tak sangka orang yang paling aku sayang bisa menghia nati aku tapi mah lihat Rahma dia yang mamah Ben ci dia lah yang benar mah dia rela mengurus mamah saat mamah stroke dahulu apa kurang kebaikan Rahma pada mamah hah? Apa mamah tak bisa berpikir kalau Wanda itu sudah membohongi mamah membohongi kita semua, dia itu licik mah" ucap Elpan.
"Jangan bicara kan dia nanti hantu nya gentayangan" ucap Mira.
"Aku gak perduli" ucap Elpan yang langsung berdiri dan pergi dari sana.
Elpan berjalan ke arah loby namun dia melihat seorang pria paruh baya yang tak asing di benak Elpan.
Tiba tiba saja pria itu langsung mendekat pada Elpan tanpa Elpan sangka kalau pria itu akan memuku lnya.
Bughh
Bugh
Elpan mendapat dua bogem mentah dari laki laki itu tak Elpan duga kalau orang itu akan melakukan hal itu.
"Anda siapa" tanya Elpan menatap pada pria itu marah.
"Kau lupa pada ku" tanya pria itu.
"Siapa anda" tanya elpan marah.
"Aku papahnya Wanda" ucapnya.
"Papahnya Wanda" gumam Elpan, pantas saja Elpan tak asing dengan orang itu karena orang itu adalah mantan mertua nya.
"Pak Marta" tanya Elpan.
__ADS_1
"Kamu gak becus menjaga Wanda hingga Wanda sampai kecelakaan dan meninggal kamu harus masuk penjara karena hal ini Elpan, kamu itu hanya memanfaatkan putri ku sampai dia melahirkan seorang anak lalu kau membuang anakku" ucap Marta.
"Aku gak melakukan itu, Wanda kecelakaan dan bukan karena aku" ucap Elpan mencoba membela diri.
"Bohong kau berbohong mana ada maling ngaku" ucap Marta.
"Pak aku benar Wanda itu kecelakaan dan penyebab nya bukan karena aku" ucap Elpan.
"Ya aku tau bukan karena kamu, tapi kamu dalang nya dengan nyonya ini kan nyonya Mira Sudardjo" ucap Marta menunjuk pada Mira.
"Jaga ucapan mu Tuan, aku tak melakukan apa apa pada anak mu" ucap Mira geram.
"Bohong pokoknya kalian harus masuk penjara" ucap Marta.
"Pak jaga bicara mu kami bisa menuntut balik bapak" ucap Elpan.
Tiba tiba datanglah dua polisi yang langsung memborgol kedua tangan Elpan.
"Hey kalian ini apa apaan lepaskan aku, aku tak salah" ucap Elpan berontak.
"Bawa dia pak" ucap Marta.
"Anda bisa jelas kan di kantor tuan" ucap Polisi itu.
"El" sahut Mira menangis menatap pada putranya yang di tanggap polisi.
Marta langsung pergi dari sana meninggal kan Mira yang masih di sana.
Sedangkan di kediaman Elpan saat ini Lian tengah menangis para pelayan sangat kerepotan karena Lian tak mau berhenti menangis.
"Cup cupp" ucap pelayan namun tak membuat Lian diam juga.
"Bagaimana ini" tanya pelayan.
"Telpon tuan El" ucap pelayan yang lain.
"Baiklah" ucapnya yang langsung menghubungi telpon Elpan tapi tak ada yang jawab mereka berpikir kalau Elpan mungkin saja sedang sibuk.
"Gak di angkat aku akan coba telpon Nyonya Mira" ucapnya.
📞📞
"CK kamu urus lah Lian aku mau ke kantor polisi mau bebaskan Elpan" ucap Mira.
"Apa tuan El masuk kantor polisi" tanya Pelayan.
Tutt
📞📞
Panggilan nya terputus karena Mira memutuskan secara sepihak.
"Ada apa" tanya pelayan.
"Tuan El masuk kantor polisi" ucapnya.
"Bagaimana Lian" tanyanya.
"Kita bawa saja dia pada Nona Rahma" ucap pelayan.
"Baiklah ayo siapa tau saja bisa berhenti menangis" ucap pelayan itu yang langsung berangkat menuju ke arah kediaman Rahma.
Sesampainya di kediaman Rahma mereka langsung masuk.
Sedangkan Rahma sejak tadi tak di perbolehkan keluar dari kamar apa lagi para body guard menjaga Rahma dengan ketat.
Bahkan setiap sepuluh menit body guard itu membuka pintu kamar Rahma memastikan kalau Rahma ada di dalam.
"Bosan nya" gumam Rahma.
Pintu kamar Rahma di buka lagi.
"Kalian sangat tak sopan karena membuka pintu sembarangan bagai mana kalau aku sedang berganti pakaian" tanya Rahma protes.
"Ada seorang bayi menangis di bawah" ucap body guard itu.
"Bayi" ucap Rahma yang langsung menuju ke lantai bawah untuk melihat siapa yang datang.
Saat Rahma melihat ternyata yang menangis itu adalah Lian.
__ADS_1
Rahma langsung menggendong Lian dan menenang kan Lian.
"Terima kasih nona sudah mengijinkan kami masuk dan mau menenangi Tuan muda" ucap pelayan itu.
"Kenapa Lian menangis" tanya Rahma yang saat ini Lian sudah baikan.
"Entah tapi dia Nangis kejer nona tak mau diam" ucap Pelayan itu.
"Oh" ucap Rahma.
Kedua pelayan itu duduk di bawah,
"Jangan" ucap Rahma yang langsung menghentikan kedua pelayan itu.
"Duduklah di atas jangan di bawah lantai itu kotor" ucap Rahma.
"Oh terima kasih nona" ucap kedua pelayan itu yang langsung duduk di sofa.
"Ngomong ngomong dimana kak El" tanya Rahma.
"Tuan El ada di kantor polisi" jawab pelayan.
"Apa" tanya Rahma terkejut.
"Sedang apa di kantor polisi" Tambah Rahma.
"Entah tapi kata nyonya Mira dia mau membebaskan tuan Elpan" ucap pelayan.
"Oh" ucap Rahma.
Rahma berpikir keras apa lagi tak mungkin Elpan akan masuk ke kantor polisi.
Apa lagi uang Elpan juga banyak untuk menyewa pengacara.
Rahma melihat Lian yang sekarang sudah berhenti nangis dan meminum susu formula nya.
"Kenapa kak El bisa di penjara ya" batin Rahma bertanya tanya.
Sedangkan di penjara Elpan tengah di interogasi dengan banyak nya pertanyaan yang membingungkan padahal jelas kalau Elpan itu gak salah apa apa.
"Pak sudah saya katakan kalau saya ga salah" ucap elpan.
"Tapi anda saksi dari kecelakaan itukan" tanya polisi.
"Ya pak saya melihat kecelakaan itu bahkan saya juga ada di lokasi saat kejadian itu" ucap Elpan.
"Lalu kenapa anda tak mencoba menolong" tanya polisi yang semakin gak masuk akal.
"Pak walau pun saya ada di sana tapi jarak saya dan Wanda sangat jauh mana mungkin saya bisa menyelamatkan Wanda sedangkan kejadian ini sangat cepat terjadi" ucap Elpan.
"Anda hanya beralasan saja" ucapnya.
"Terserah karena saya dan salah" ucap Elpan.
"Pak tolong penjara kan tuan El sampai sidang nya di lakukan" titah komandan polisi itu.
"Gak bisa begini dong pak" ucap Elpan.
"Hakim yang akan menentukan anda salah atau tidak" ucapnya.
"Aku ga salah" ucap Elpan berontak.
"Hey lepas kan aku" geram Elpan.
"Dasar tak adil" geram Elpan.
"Tuan kalau anda tak mau di penjara maka bicara lah yang jujur" ucap polisi itu.
"Aku sudah jujur aku mengakui keberadaan aku di sana, kalian yang tak bisa adil kalian hanya bisa bicara saja, kalau begitu jika posisi kamu di sana bagaimana hah apa yang akan kamu lakukan apa mungkin kamu mau melihat istri dan anak kamu di tabrak, harus nya orang yang menabrak yang di masukan ke sini tapi aku gak melakukan nya kan" ucap Elpan.
"Diam lah tuan" ucapnya.
"Kau juga sama kalian tak adil" geram Elpan.
"Harusnya kamu bersyukur tuan karena uang mu kau di percepat untuk sidang dan nanti juga kau tak akan lama disini karena uang mu banyak" ucap nya yang langsung Pergi meninggalkan Elpan.
Mira yang menunggu di luar pun terkejut saat mendengar kalau Elpan masuk penjara Mira langsung menghubungi pengacara keluarga nya dan ingin Elpan segera di bebaskan.
bersambung
__ADS_1