Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 52: Lian dan Iqbal


__ADS_3

Rahma melihat Lian yang sekarang tertidur sangat pulas.


"Rahma kenapa kau tak minta cerai saja dari Elpan" tanya Rayhan.


"Kak aku gak mungkin melakukan hal itu karena kan papah menaruh harapan besar pada hubungan aku dan kak El" ucap Rahma.


"Bicarakan saja aku yakin papah kamu percaya, lihat kamu Rahma sebelum dan sesudah menikah kau terus terusan tersakiti, aku yakin papah mu pasti paham" ucap Rayhan.


"Ya kak tapi aku belum siap" ucap Rahma.


"Semoga masalah mu segera berakhir" ucap Rayhan.


"Ya kak amin" ucap Rahma.


Elpan datang ke sana karena akan menjemput Rahma untuk segera pulang.


"Permisi" ucap Elpan yang sekarang tengah di ambang pintu.


"El masuk lah" ucap Rayhan.


"Ray aku ingin menjemput Rahma" ucap Elpan.


"Ya Rahma dari tadi di sini mereka kerja kelompok" ucap Rayhan.


"Oh di mana Lian" tanya Elpan.


"Ada lagi tidur" ucap Rahma.


Elpan langsung melihat putranya yang sekarang sedang tidur nyenyak.


"Kau membawa nya ke kampus" tanya Elpan.


"Ya kak karena gak ada yang jaga Rani gak masuk kerja orang tua nya sakit, jadi aku terpaksa membawa Lian ke mana mana aku pergi, lagi pula di rumah juga tak ada yang urus" ucap Rahma.


"Aku akan sewa baby sitter yang lain untuk mengurus Lian" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma.


"Baik lah ayo pulang" ucap Elpan.


"Ray aku harus pulang sekarang, terima kasih ya karena sudah membantu aku" ucap Rahma.


"Ya Rah sama sama" ucap raya.


"Aku permisi ya" ucap Rahma.


"Ya" ucap Raya.


Rahma dan Elpan langsung pergi dari sana untuk pulang ke kediaman Sidoardjo.


"Kemana Wanda" tanya Elpan.


"Dia gak mau di titip kan Lian" ucap Rahma.


"Baik lah kamu boleh istirahat sekarang aku akan asuh Lian" ucap Elpan.


Sedangkan Wanda sekarang dia tengah berkumpul dengan teman teman nya di sebuah cafe yang cukup terkenal di kota itu.


"Wanda katanya kau menikah" Tanya telah nya.


"Ya aku jadi simpanan" ucap Wanda.


"What kau mau jadi simpanan" tanya teman nya.


"Terpaksa karena aku butuh uang" ucap Wanda.


"Kau masih mau gak kerja" ucap temannya.


"Kerja apa" tanya Wanda.


"Jadi simpanan" ucap temannya.


"Gigolo" tanya Wanda.


"Ya kau mau gak, lumayan loh bayaran nya tinggi, bukan hanya itu bahkan mereka juga rela memberikan uang lebih untuk perawatan kita" ucap nya.


"Suami orang" tanya Wanda.


"Gak ini masih lajang" ucap temannya itu.


"Boleh lah, buat repfreshing juga" ucap Wanda.


"Ya aku akan kirim nomor nya pada mu" ucap nya.


"Boleh lah boleh" ucap Wanda.


Teman nya itu mengirimkan nomor laki laki yang akan menjadi pelanggan Wanda.


"Kasar gak" tanya Wanda.


"Dia gak kasar" ucap Temanya itu.


"Baik lah aku akan coba kirim dia pesan" ucap Wanda.


Wanda mengirim pesan pada orang itu.


{Selamat sore} pesan Wanda.


Tak berselang lama laki laki itu membalas pesan dari Wanda.


{Sore} balasnya.


{Katanya kamu cari gigolo} pesan Wanda.


{Ya}


{Berapa uang yang kau sanggup bayar untuk ku} pesan Wanda.


{50 juta} tanya nya.


{Murah} balas Wanda.


{100 juta} tanya nya.


{Berapa bulan} tanya Wanda.


{Satu bulan} balas nya.


{Oke}.


Orang itu meminta nomor rekening Wanda tanpa ragu Wanda langsung mengirim kan nomor rekening nya.


"Wahh beneran dia ngirim uang seratus juta" ucap Wanda senang.


"Ajak dia ketemu" ucap teman nya.


"Ya, apa pakaian aku bagus? Apa riasan aku juga bagus" tanya Wanda pada temannya.


"Bagus udah kamu yang terbaik" ucap teman nya.


Wanda mengutak atik ponsel nya.


{Mau ketemu, aku ada di Cafe racer V3} balas Wanda.


{Aku datang} balasnya.


"Dia akan datang" ucap Wanda.


"Bagus lah" ucapnya.


Wabda menyeruput minuman yang dia pesan.


"Tapi Wanda, kenapa kau mau menjadi gigolo bukan nya suami mu sudah kaya, dan aku yakin kalau dia juga bisa memenuhi kebutuhan mu" ucap temanya.


"Ya tapi dia itu sangat membosankan, kau tau sekarang dia lebih suka dengan istri nya dan aku dia bahkan tak pernah bertanya aku sedang apa" ucap Wanda.


"Oh" ucap temannya.


"Kalau gini kan bagus, aku punya uang aku akan bilang kalau aku kerja" ucap Wanda.


"Ide Bagus" ucap nya.


Seorang laki laki dengan gagah datang ke sana, dia mengirim pesan pada Wanda untuk menanyakan di mana dia sekarang.


{Aku di meja nomor 6 aku memakai baju putih} balas Wanda.


Tanpa berlama lama dia langsung mendekat pada meja nomor 6.


"Selamat sore" ucapnya.


"Sore" ucap Wanda yang langsung terkejut melihat siapa orang yang datang ke sana.


"Kamu" tanya Wanda.


"Wah jodoh memang tak kemana ya" ucapnya.


"Ngapain kamu di sini" tanya Wanda.


"Aku, karena kau yang meminta aku datang" ucap nya sambil memperlihatkan chatan dari Wanda.


"Tuan Iqbal tapi aku gak mau menjadi gigolo mu" ucap Wanda.


"Oh ya" tanya Iqbal.


Lelaki itu adalah Iqbal yang tak lain adalah sahabat Elpan sendiri.

__ADS_1


"Kau tak bisa membatalkan nya Wanda karena aku sudah membayar mu, kebetulan sekali bukan, tuhan mengabulkan keinginan aku untuk bersama dengan mu lagi" ucap Iqbal.


"Kau salah paham, aku kan punya suami" ucap Wanda.


"CK Wanda Wanda kau pikir aku bo doh hah, aku bisa screen shot chat ini dan aku kirim kan pada Elpan, lagi pula El akan lebih percaya pada ku dari pada kamu" ucap Iqbal.


"Tapi aku gak mau aku batal kan ini aku akan kirim lagi uang mu utuh tanpa kurang sepeser pun" ucap Wanda.


"Aku gak mau, pokok nya kau harus layani aku selama satu bulan pul" ucap Iqbal.


"Kau gi la" ucap Wanda.


"Aku memang gi la" ucap Iqbal.


Sedangkan di kediaman Sudardjo.


Elpan sangat cemas pada Wanda dia sejak tadi mencoba menghubungi Wanda namun tak ada jawaban juga.


"Kemana Wanda" gumam Elpan.


"Mungkin mbak Wanda keluar kak" ucap Rahma.


"Entah lah" ucap Elpan.


Rahma memakan makanan nya, mereka sekarang tengah di ruang tamu bersama dengan Mira pula.


Rahma melihat Lian yang sekarang tengah melihat mainannya yang menggantung di atas nya.


"Bagus ya sayang" ucap Rahma.


Mira hanya menatap pada Rahma dan Lian, dia mulai berpikir kalau yang tulus pada Lian itu hanya Rahma dan Wanda malah seolah acuh pada Lian.


Namun hati Ja hat Mira tetap saja membenarkan sikap Wanda, bahkan hati Mira berpikir kalau Wanda masih sakit perut nya.


Jadi tak bisa menggendong Lian, dengan itu Mira merasa kalau Rahma memang pantas mengasuh Lian karena dia ibu keduanya.


"Mamah mau makan ini" tanya Rahma.


Mira hanya diam saja dia tak menjawab apa apa karena Mira tak bisa berbicara mulut nya juga kaku.


Rahma menyuapkan puding pada Mira.


Mira memakan nya hingga habis setengah.


"Rahma bisa ambil kan aku charger" tanya Elpan.


"Ya kak bentar" ucap Rahma.


Rahma langsung berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil charger ponsel Elpan.


Rahma langsung kembali lagi ke bawah.


"Ponsel ku mati padahal aku kan mau chat Wanda" geram Elpan.


"Khawatir sekali kamu kak pada mbak Wanda" tanya Rahma.


"Apa salah seorang suami mengkhawatirkan istri nya" tanya Elpan.


Rahma tak menjawab dia paham pada sikap El, bahkan kalau saja Rahma yang tak ada mungkin Elpan tak akan mencari nya seperti itu.


"Bagus El, ayo buat Rahma sadar diri kalau dia tak berarti di kehidupan mu, biar dia cepat pergi dari kehidupan mu" batin Mira.


(definisi Mertua tak tau berterima kasih)


Sedangkan di sebuah hotel Wanda di bawa oleh Iqbal ke hotel, dengan terpaksa akhirnya Wanda ikut saja karena kalau tidak dia tau kalau Iqbal akan berbuat nekat.


"Ayo lakukan tugas mu" ucap Iqbal.


"Tapi Iqbal aku gak bisa" ucap Wanda.


"Kenapa" tanya Iqbal.


Iqbal melepas kan jas yang membalut tubuhnya, dia juga membuka kancing kemeja nya satu persatu.


Iqbal mendorong Wanda ke atas kasur.


Iqbal naik ke atas Wanda.


"Lakukan tugas mu" geram Iqbal.


"Gak bisa" ucap Wanda.


Iqbal semakin mendekat kan wajah nya pada wajah Wanda.


"Aku masih nifas" ucap Wanda sambil memejamkan mata nya.


Iqbal hanya diam saja dia tak bicara apa apa, Iqbal bangkit dan mengambil kembali jasnya.


"Bangun lah kita pulang" ucap Iqbal.


"Kapan kau selesai" tanya Iqbal.


"Kata dokter masa nifas 40 hari, dan ini baru saja 3 hari" ucap Wanda.


Iqbal tersenyum menyeringai.


"Dasar bo doh kau tak pikir apa satu bulan itu 30 hari dan nifas 40 hari sekarang kau baru 3 hari setelah melahirkan, jatah aku hanya satu bulan, dan masa nifas mu saja masih lebih dari perjanjian kita" ucap Iqbal geram.


"Maafkan aku" ucap Wanda.


Nafas Iqbal memburu bahkan dadanya sampai naik turun karena hal itu.


"Aku akan kembali kan uang mu" ucap Wanda.


"Aku gak mau tau setelah nifas mu selesai kau harus melayani aku setiap hari" geram Iqbal yang langsung pergi dari sana meninggal kan Wanda.


Wanda hanya bergidig ngeri melihat nya.


"Laki laki itu sangat pemarah kalau dia tau bahwa Lian anak nya apa dia akan peduli" gumam Wanda.


Wanda keluar dari hotel itu namun sebuah mobil berhenti di hadapannya.


"Masuk lah aku akan antar" ucap Iqbal.


"Tak perlu" ucap Wanda.


"Aku antar sampai rumah" ucap Iqbal.


"Gak usah" ucap Wanda.


"Masuk" bentak Iqbal dia sangat marah sekarang.


"Ya" ucap Wanda pasrah.


Iqbal melaju kan mobil nya menuju kediaman Elpan.


"Aku bisa kembali kan uang mu" ucap Wanda.


"Tak usah" ucap Iqbal.


"Tapi aku tak bisa" ucap Wanda.


"Aku tak akan membatalkan perjanjian ini walaupun aku harus menunggu lama, aku hanya ingin kau yang menemani aku bukan orang lain" ucap Iqbal.


"Tapi itu akan lama" ucap Wanda.


"Tak apa" ucap Iqbal.


Drtt drtt


Ponsel Wanda yang tadi mati sekarang dia hidup kan namun dia malah mendapat panggilan dari Elpan.


"Suami mu pasti khawatir pada mu" ucap Iqbal.


"Dia lebih sayang Rahma sekarang" ucap Wanda.


"Itu kode" ucap Iqbal.


"Kode apa" tanya Wanda.


"Itu kode agar kamu sadar diri Elpan itu hanya mau bayi kamu bukan kamu" ucap Iqbal.


"Ya aku tau tapi tetap saja" ucap Wanda.


"Pergilah biarkan Rahma dan Elpan bahagia" ucap Iqbal.


"Aku tak akan pergi" ucap Wanda.


"Kau wanita tak tau diri" ucap Iqbal.


"Tapi kau juga mau kan pada ku" tanya Wanda.


"Hanya tubuh mu bukan sikap mu" ucap Iqbal.


Mereka sampai di kediaman Elpan dengan cepat Iqbal langsung berjalan masuk ke dalam tanpa memperdulikan Wanda yang masih ada di mobil nya.


"Apa dia gi la mau masuk ke dalam rumah mau apa dia" ucap Wanda kesal.


Iqbal masuk ke dalam rumah Elpan, karena Iqbal teman Elpan jadi dia tak perlu mengetuk dahulu pintu.


"Permisi" ucap Iqbal yang langsung masuk.


"Iqbal ada apa datang" tanya Elpan.


"Kak" ucap Rahma yang langsung menyiku Elpan karena sudah bicara begitu pada Iqbal.

__ADS_1


"Aku ingin melihat bayi mu" ucap Iqbal.


"Oh silahkan duduk" ucap Elpan.


"Mau minum apa kak" tanya Rahma.


"Tak usah Rahma" ucap Iqbal.


"Sayang Lian lihat ada om yang lihat kamu" ucap Rahma.


"Apa aku terlihat seperti om om" tanya Iqbal.


"Oh salah ya" tanya Rahma.


"Salah aku mau di panggil Ayah saja, lebih elegan kan" ucap Iqbal.


"Dia anak gue" ucap Elpan keberatan.


"Lalu kata siap anak aku" tanya Iqbal.


"Sudah" ucap Rahma.


Wanda masuk ke dalam rumah.


"Wanda kamu dari mana saja aku telpon tapi kamu gak jawab" ucap Elpan yang langsung memeluk Wanda.


Rahma hanya tersenyum melihat hal itu.


"Rahma kenapa kau tak minta cerai saja dan menikah dengan ku" ucap Iqbal.


"Hah" tanya Rahma terkejut.


"Berani sekali kau bicara begitu" tanya Elpan keberatan.


"Kenapa lagi pula kau sudah punya Wanda kan kau di berikan anak oleh nya jadi Rahma buat aku saja" ucap Iqbal.


"Aku gak mau dengan kak Iqbal" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Iqbal.


"Aku takut kau bermain di belakang aku" ucap Rahma.


"Rahma kalau aku sudah menikah dengan mu, belah saja dada ku aku pasti kan hanya ada nama mu di hati ku" ucap Iqbal.


"Haha, kalau aku belah nanti kamu mati dan aku akan menjadi janda" ucap Rahma.


"Eh iya ya, jangan di belah deh tapi aku pasti kan hanya ada kamu di mata ku" ucap Iqbal.


"Aku congkel tuh mata mu" geram Elpan.


"Aku bercanda" ucap Iqbal.


"Sudah lah kalian ini" ucap Rahma.


"Suami kamu terlalu negatif Rahma" ucap Iqbal.


"Ya sudah lah" ucap Rahma.


"Bisa aku gendong" tanya Iqbal.


"Boleh" ucap Rahma.


Iqbal duduk di samping Rahma yang sekarang duduk di lantai.


"Jangan terlalu dekat dengan Rahma" geram elpan.


"Ya gak akan" ucap Iqbal.


Elpan masih memantau Iqbal yang mendekat pada Rahma, bahkan Elpan juga sampai melupakan Wanda yang belum menjelaskan dari mana dia.


"Tampan ya" ucap Iqbal.


"Ya" ucap Rahma.


Tapi Rahma memperhatikan Lian dan Iqbal ada kemiripan pada mereka.


"Tunggu kak" ucap Rahma yang saat ini Iqbal akan mencium Lian.


"Aku gak boleh mencium nya" tanya Iqbal.


"Bukan tapi lihat hidung dan mata nya sama dengan mu" ucap Rahma.


"Oh ya" tanya Iqbal.


"Tatap aku" ucap Rahma.


Iqbal seolah suka jika berdekatan dengan Rahma karena sudah pasti El akan marah.


Iqbal semakin dekat dengan Rahma bahkan mata mereka bertemu satu sama lain.


"Jangan dekat dekat" ucap Elpan yang langsung menutupi wajah Iqbal.


"Rahma suruh aku menatap nya jadi aku tatap dia" ucap Iqbal.


"Sudah lah Rahma Wajar aja kalau sama lagi pula kan manusia juga banyak yang sama hanya saja sikap mereka yang berbeda" ucap Elpan.


"Ya sih" ucap Rahma.


Iqbal mencium pipi mulus Lian,


"Apa aku bisa menganggap dia sebagai anak ku" tanya Iqbal.


"Boleh" ucap Rahma.


Hingga malam hari Iqbal ada di sana.


"Ibu Mira segera sembuh ya maaf saya baru tau" ucap Iqbal pada Mira.


"Ya mamah mendadak jadi seperti ini" ucap Elpan.


Iqbal mendekat pada Lian, dia sangat suka pada Lian padahal Iqbal bukan tipikal laki laki yang suka pada anak anak, tapi dengan Lian, Iqbal seolah merasakan sebuah ikatan.


(Lian anak mu Iqbal bawa aja pulang)


"Sayang Ayah pulang dulu ya" ucap Iqbal.


Tiba tiba saja Lian menangis sangat kencang sekali.


"Shutt Lian jangan menangis ada aku" ucap Iqbal.


Iqbal kemudian menggendong Lian lagi.


"Sudah ya aku harus pulang besok aku datang lagi" ucap Iqbal.


"Kenapa Lian biasanya dia tak seperti ini" ucap Rahma.


"Apa dia suka pada ku" tanya Iqbal.


"Mungkin" ucap Rahma.


Wanda memutar bola matanya malas.


"Anak itu drama sekali" batin Wanda.


"Sayang aku harus pulang, besok aku akan datang lagi" ucap Iqbal.


Rahma meminta Lian dari gendongan Iqbal.


"Kak Iqbal pulang saja tak apa" ucap Rahma.


"Tapi Lian" tanya Iqbal.


"Tak apa" ucap Rahma.


"Baik lah aku permisi" ucap Iqbal.


"Ya" ucap Elpan.


Lian menangis bahkan sampai semalam dia masih menangis, seakan Lian baru saja kehilangan seseorang.


"Kak bagai mana ini" tanya Rahma.


"Aku tau kita hubungi saja Iqbal" ucap Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


📞📞


"Apa kau ganggu saja aku baru mau tidur" ucap Iqbal.


"Bal tolong aku kau bicara ya pada Lian dia sejak tadi nangis siapa tau saja mendengar suara kamu dia diam" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Iqbal.


"Hay bayi ganteng kenapa menangis nak" tanya Iqbal.


Dan benar saja Lian langsung diam dia seperti merasa lagi dekat dengan orang yang dia sayang.


Hingga beberapa jam akhirnya Lian tidur juga dengan sangat nyenyak.


Rahma melihat sambungan telepon nya yang masih tersambung.


Rahma menantikan nya karena Rahma yakin kalau Iqbal sudah tertidur karena suaranya tak terdengar lagi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2