
Rahma berjalan di sepanjang jalanan yang cukup ramai dengan kendaraan yang berlaku lalang bahkan Rahma pergi tanpa membawa apa apa hanya uang dua ratus ribu yang dia masuk kan di saku celana nya dan ponsel nya yang selalu Rahma bawa.
Rahma berjalan tanpa arah karena dia tak tau harus kemana, mau pulang pun dia tak mungkin karena dia sudah terlalu banyak berbohong pada papah nya kalau saja papahnya tau mungkin papah nya akan serangan jantung.
"Harus kemana aku" gumam Rahma.
Kemudian Rahma Ingat alamat apartemen Julia temen nya, Rahma berniat akan ke sana karena hanya Julia lah yang bisa membantu nya.
Rahma berjalan ke arah apartemen Julia yang lumayan jauh dari sana.
"Julia" ucap Rahma sambil mengetuk pintu apartemen Julia.
Namun seorang laki laki keluar dari kamar itu,
"Siapa" tanya laki laki itu.
"Apa ini apartemen nya Julia" tanya Rahma.
"Julia oh kamarnya yang itu" ucapnya.
"Terima kasih dan maaf sudah menganggu" ucap Rahma.
"Tak apa" ucap nya.
Rahma menuju kamar Julia dia mengetuk nya dengan sangat lemas.
Julia keluar dan melihat temannya itu yang tengah berdiri di ambang pintu.
"Rahma" ucap Julia.
"Jul bisa aku menginap di sini" tanya Julia.
"Rahma ada apa, ayo masuk dulu" ucap Julia.
"Jul aku dan kak El" ucap Rahma.
"Aku paham, sudah lah Rahma kamu harus tegas sekarang putuskan hubungan mu sekarang, beri tau papah mu Rahma" ucap Julia.
"Tapi Jul aku gak mau papah tau" ucap Rahma.
"Lihat aku, Rahma kau masih banyak yang mendukung aku juga mendukung mu, ayo lah Rahma lepas kan saja laki laki seperti itu gak ada yang akan memperdulikan mu di sana" ucap Julia.
"Ya aku tau" ucap Rahma.
Sedangkan di kediaman Sudardjo, saat ini Elpan tengah memikirkan hal yang membuat nya emosi.
Apa lagi sejak tadi dia di telpon terus oleh pihak dekor karena Elpan belum melunasi uangnya.
(El kan kaya tapi kenapa uang nya bisa habis? Karena uangnya di pake belanja terus oleh Wanda jadi El kehabisan uang, bisa juga El belum gajian)
"El ada apa" tanya Wanda yang akan memulai drama nya untuk menjadi pahlawan.
"Kau tau uang nya hilang" ucap Elpan.
"Kenapa bisa hilang" tanya Wanda.
"Entah aku yakin pasti Rahma yang mengambil karena dia yang menyimpan nya" ucap Elpan.
"Makan nya El jangan terlalu percaya pada orang lain, jadi begini kan" ucap Wanda.
"Ya aku gak habis pikir saja" ucap Elpan.
"Baik lah berapa uang yang kau butuh kan" tanya Wanda.
"Ini" ucap Elpan memberi kan nota yang isinya jumlah yang harus Elpan bayar.
"Aku gak punya sebanyak ini tapi kalau untuk setengah nya aku bisa bantu" ucap Wanda.
__ADS_1
"Benarkah" tanya Elpan.
"Ya aku bisa bantu kamu membayar ini" ucap Wanda merasa paling menang.
"Dari mana kau punya uang" tanya Elpan.
Wanda tersenyum menatap pada Elpan.
"El uang yang kau beri kan tak aku gunakan semua aku tabung uang itu, dan sekarang ada kan buat bantu kamu" ucap Wanda.
"Terima kasih Wanda" ucap Elpan sambil memijat pelipisnya.
Wanda mengambil uang yang tadi siang dia ambil itu dia memberikan nya pada Elpan,
"Aku harap ini bisa membantu ya" ucap Wanda.
"Aku akan bayarkan" ucap Elpan.
"Tapi El di mana Rahma" tanya Wanda bertanya padahal dia tau kalau Rahma pergi dari tadi.
"Aku usir Rahma, aku marah padanya Wanda dia itu tak bisa menjaga Amanah, padahal aku percaya pada Rahma" ucap Elpan.
"El makan nya jangan terlalu percaya, oh ya kenapa gak kamu cerai kan saja Rahma El karena kan kau tau kelakuan Rahma seperti apa sekarang kalau pun kau maafkan apa mungkin Rahma tak akan melakukan ini lagi nanti nya" ucap Wanda.
"Ya aku akan bicara kan" ucap Elpan.
"Baik lah" ucap Wanda.
Elpan pergi dari sana karena akan membayar Kan uang itu pada pihak dekor.
Elpan berpapasan dengan suami Zahra yaitu Arya, elpan hanya berjalan lurus karena benci saja rasanya Elpan pada Arya karena sudah memoroti Zahra.
"Ada laki laki seperti dia yang numpang hidup, makan nya kalau mau kaya itu kerja bukan mencari pasangan yang kaya" gumam Elpan marah.
Malam malam Lian menangis Sedang kan Elpan belum pulang, Wanda terpaksa mengasuh Lian yang malam itu menangis.
"Mah" sahut Wanda.
Mira membuka pintu dengan mata yang masih mengantuk.
"Ini Lian bagai mana dia menangis" ucap Wanda.
"Kamu kasih susu dong" ucap Mira.
"Ya sudah mamah gendong dulu Lian aku akan buatkan susu" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana.
Wanda langsung pergi dari sana saat Lian sudah di gendong oleh Mira.
"Dimana dot nya" gumam Wanda mencari cari susu formula dan dotnya.
Wanda menemukan nya dia langsung membuat susu walaupun tak bisa tapi dia mengasal saja memasukkan susu bubuk itu ke dalam dotnya.
"Apa ini enak" gumam Wanda.
Wanda langsung keluar dari kamar itu dan langsung memberi kannya pada Lian.
Untung saja Lian langsung diam dan menikmati susunya itu.
Wanda terduduk di sofa karena hati sudah malam dia tidur di sofa sedang kan Mira yang harus mengasuhnya.
Di dalam mobil Elpan terjebak macet Walaupun malam jalanan masih macet karena katanya ada kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan jalanan macet.
Seorang polisi datang ke sana, Elpan membuka jendela pintu mobil nya,
"Pak ada apa" tanya Elpan.
"Ada kecelakaan tuan, seorang pengendara menabrak seorang wanita" ucapnya.
__ADS_1
"Wanita" tanya Elpan.
"Ya wanita masih muda, katanya wanita itu tengah banyak masalah jadi dia menyebrang tak lihat kanan kiri dulu" ucapnya.
Elpan langsung panik karena dia berpikir kalau orang itu adalah Rahma, Elpan langsung turun karena ingin melihat kecelakaan itu.
Elpan berlari namun saat melihat kecelakaan itu Elpan langsung bernafas lega karena wanita itu bukan Rahma.
Elpan kembali lagi ke dalam mobil nya karena sebentar lagi akan melaju.
Elpan melihat ponsel nya yang menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.
"Ya ampun malas sekali aku untuk pulang, kalau saja Rayhan belum menikah dan Iqbal belum sibuk mungkin kita bisa berkumpul seperti dulu" gumam Elpan.
Elpan pulang ke dalam rumah nya namun saat dia masuk ke dalam rumah dia melihat mamah nya yang mengasuh Lian dan Wanda tertidur di sofa.
"Mah kenapa menggendong Lian, mamah tidur saja mamah pasti cape" ucap Elpan.
"Tak apa" ucap Mira.
Elpan terduduk di sana.
"Bagai mana sudah kamu bayar" tanya Mira.
"Sudah mah uang dari Wanda" ucap Elpan.
"Kenapa dari Wanda, uang yang kamu pegang dimana, oh ya mamah gak liat Rahma kemana dia" tanya Mira.
"Uang nya di ambil Rahma, aku sudah usir Rahma bodo amat lah aku gak peduli padanya" ucap Elpan.
"Sudah lah El cerai kan saja kamu sudah punya Wanda kamu juga punya Lian jadi mau apa lagi" ucap Mira.
"Tapi gak segampang itu mah" ucap Elpan.
"Karena kamu masih mencintai Rahma kan, ya ampun El kau ini cinta itu akan tumbuh seiring waktu jadi kamu jangan buang waktu hanya untuk mencintai Rahma yang tak berguna itu" ucap Mira.
"Ya mah aku akan pikirkan" ucap Elpan.
(Udah lah El cerai kan Rahma kasihan dia)
Pagi hari nya Rahma sudah terbangun sedang kan Julia sudah bersiap karena akan kuliah.
"Rahma aku akan kuliah, kalau kamu mau kuliah kamu boleh kok pakai pakaian aku yang ada di lemari, kamu ambil saja" ucap Julia.
"Aku gak akan kuliah" ucap Rahma.
"Kenapa" tanya Julia.
"Aku di berhenti kan sejenak karena dekan marah kalau aku bawa Lian" ucap Rahma.
"Ya ampun Rahma aku gak tau kalau kamu di berhentikan" ucap Julia.
"Tak apa oh ya aku akan pulang" ucap Rahma.
"Ke rumah papah kamu" tanya Julia.
"Ya aku akan bilang pada papah" ucap Rahma.
"Bagus lah kalau begitu" ucap Julia.
Sedangkan di kediaman Mahoji, saat ini Argam mendapat kan kabar dari anak buah nya kalau Rahma di usir dari kediaman Elpan.
"Keterlaluan Elpan, dia sudah menyebabkan Rahma di berhentikan sejenak bahkan dia juga mengusir Rahma, kalau saja Rahma datang kemari dan bilang pada ku maka dengan cepat aku akan urus perpisahan mereka" ucap Argam marah.
"Tuan jangan sampai begitu karena nona Rahma sudah habis habisan berbohong pada mu hanya untuk membela tuan Elpan, jadi sebelum nona yang bercerita kita gak Berani bicara apa pun padanya" ucap Arman.
"Ya aku tau itu" ucap Argam.
__ADS_1
bersambung