Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 92 tamat


__ADS_3

5 tahun kemudian..


Pagi ini adalah hari di mana Rahma tengah menunggu hasil tespeck yang dia beli kemarin.


Sudah hampir beberapa kali Rahma mencoba tapi hasil nya negatif.


Elpan tengah menunggu di depan kamar mandi di kamar nya sambil membantu Lian memakai baju seragam nya.


Sekarang usia Lian sudah 6 tahun lebih dia sekolah sekarang baru hari ini Lian akan masuk ke sekolah dasar.


"Ayo Lian papah bantu" ucap Elpan memakai kan seragam pada Lian.


"Pah sebenarnya ibu lagi apa lama sekali di kamar mandi" tanya Lian.


"Ibu kamu lagi mencoba tespeck" ucap Elpan.


"Gunanya apa" tanya Lian.


"Gunanya itu biar ibu tau kalau di perut nya itu ada bayi atau tidak" ucap Elpan.


"Oh" ucap Lian.


Lian tumbuh bersama Rahma dan Elpan tapi Iqbal juga selalu datang untuk menjenguk bahkan Iqbal juga sering kali datang ke sana untuk melihat putranya itu.


"Kata Ayah dia mau jemput, boleh kan aku menginap di sana" tanya Lian.


"Boleh asal kamu senang kamu boleh melakukan nya" ucap Elpan.


Wajah Lian mirip sekali seperti Iqbal bahkan Lian juga seperti Iqbal yang terkesan friendly.


Rahma yang masih takut pun ragu untuk melihat tespeck itu.


"Semoga saja" gumam Rahma.


Rahma melihat tespeck itu ragu karena kemarin kemarin juga hasil nya sama negatif.


Namun untuk sekarang Rahma terkejut melihat tespeck itu yang garis dua dan itu Artinya Rahma sekarang hamil.


"Aaaaaa" Rahma berteriak bahagia dia tak percaya bahkan dia juga sampai menangis haru.


Elpan yang terkejut pun langsung mendekat pada pintu kamar mandi itu.


"Rahma ada apa" tanya Elpan.


Rahma keluar dari kamar mandi dia langsung memeluk Elpan sambil menangis di dada bidang Elpan.


Hal itu tentu saja membuat Elpan sadar kalau Rahma menangis karena hasilnya pasti negatif.


Karena seperti biasa Rahma kalau sehabis tespeck selalu menangis hal itu membuat Elpan menyerah tapi dia selalu mengonsumsi obat yang sama yang lima tahun lalu dokter Singapura saran kan.


Rahma menghapus air mata nya dia memberikan tespeck itu pada Elpan, dengan kecewa Elpan melihat nya namun sekarang berbeda karena di tespeck itu ada garis dua.


"Rahma kenapa garis dua" tanya Elpan.


Rahma tersenyum.


"Ya mas aku hamil" ucap Rahma.


Elpan tak percaya dia langsung memeluk Rahma karena saking bahagianya.


"Kalian kenapa" tanya Lian yang aneh dengan sikap orang tuannya itu.


Elpan mendekat pada Lian yang menatap aneh pada mereka.


"Ibu kamu hamil kamu akan punya adik bayi" ucap Elpan.


"Apa aku punya adik" tanya Lian yang langsung di balas anggukan kepala oleh Elpan.


Lian senang dia melihat ibu nya yang berdiri di sana.


"Bu" ucap Lian yang langsung memeluk Rahma.


"Kamu senang nak" tanya Rahma.

__ADS_1


"Ya Bu" ucap Lian.


"Baiklah ayo berangkat" ucap Rahma.


"Tapi Bu apa kalau adik bayi nya lahir ibu akan lebih sayang pada adik bayi" tanya Lian.


Rahma tersenyum melihat Lian yang merajuk.


"Sayang ibu sayang sama kamu jadi rasa sayang ibu tak akan terganti kan oleh adik bayi, tapi kamu sebagai kakak kamu harus sayang pada adik bayi ya" ucap Rahma.


"Ya Bu" ucap Lian.


"Baiklah ayo berangkat" ucap Rahma.


Mereka turun ke lantai bawah di sana ada Argam yang sudah datang sejak tadi pagi.


"Rahma" ucap Argam.


"Pah" ucap Rahma yang langsung memeluk papahnya.


"Kakek aku akan punya adik bayi" ucap Lian pada Argam.


"Siapa" tanya Argam.


"Ibu hamil dia mau berikan Lian adik bayi" ucap Lian.


"Benar kah Rahma" tanya Argam dan Mira yang tak percaya pada ucapan Lian.


"Ya mah aku sekarang mau di periksa" ucap Rahma.


"Syukur lah" ucap Mira bahagia.


Anak Rahma adalah cucu pertama bagi Argam tapi jadi cucu kedua bagi Mira karena Zahra dan Suaminya lebih dahulu punya anak.


"Papah senang Rahma" ucap Argam.


"Aku apa lagi pah" ucap Rahma.


"Ya pah" ucap Elpan.


Hari demi hari Rahma lewati dengan bahagia tapi dia sekarang ada di Pase ngidam permintaan Rahma cukup tak masuk akal bahkan Elpan juga sudah menyerah tapi tetap dia lakukan.


Rahma mengidam makan nasi Padang namun nasinya bawa dari rumah.


Untung saja yang punya tempat nasi Padang tak marah dan memperbolehkan.


Yang paling Malu adalah Elpan yang harus minta mangga mentah langsung dari pohon nya ke tetangga nya Raya.


Karena saat itu Rahma dan Elpan main ke kediaman Rayhan.


Tak sengaja Rahma melihat mangga mentah yang ada di halaman rumah tetangga nya Rayhan.


Dengan malu Elpan datang ke sana dan mau membeli tapi kata yang punya silahkan saja ambil apa lagi dia paham pada wanita hamil.


Namun Elpan harus memanjat sendiri hingga menang Cukup banyak Elpan salah pijakan dia langsung terjatuh ke tanah.


Namun bagi Rahma dia hanya mementingkan mangga yang Elpan petik dari pada Elpan yang terjatuh.


Rayhan dan Raya hanya tersenyum saja melihat nya karena mereka tau bagaimana rasanya.


Sembilan bulan kemudian, hari ini adalah hari yang paling menegangkan bagi Elpan apa lagi hari ini adalah hari di mana Rahma akan melahirkan karena Rahma sudah lewat dari hari perkiraan lahir jadi dia sudah di nyatakan akan melahirkan.


Rahma merasa kesakitan yang luar biasa hingga dia tak bisa menahan nya.


Namun ketegangan itu berakhir saat Rahma di nyatakan akan di secar karena pembukaan nya tak naik naik juga.


Satu jam kemudian akhirnya lahir juga bayi kecil berjenis kelamin laki laki dengan berat badan dua kilo delapan ons.


Rasa senang terlihat di setiap keluarga Rahma dan Elpan.


"Syukur lah akhirnya aku bisa punya anak juga, terima kasih sayang sudah hadir di kehidupan aku" ucap Elpan.


"Kak aku senang" ucap Rahma melihat bayi laki lakinya.

__ADS_1


"Kau akan kasih nama siapa bayi kita" tanya Elpan.


"Kenan Altaf Sudardjo" ucap Rahma.


"Itu bagus" ucap Elpan.


Lian juga melihat Dede bayi itu hanya saja dia merasa cemburu karena Rahma dan Elpan lebih mementingkan bayi.


"Bu kenapa Dede bayi tak di kasih ke Ayah saja" tanya Lian.


"Memang kenapa" tanya Rahma.


"Semenjak ada Dede bayi ibu dan papah jadi tak sayang pada ku" ucap Lian.


Rahma memeluk Lian yang mengeluh itu.


"Kenapa harus di kasih pada Ayah Iqbal" tanya Rahma.


"Kasihan bu, Ayah itu kesepian" ucap Lian.


"Sayang ibu sayang pada mu sama bayi juga ibu sayang jadi kamu jangan cemburu sama bayi ya" ucap Rahma.


"Ya bu" ucap Lian.


"Kami semua sayang sama kamu" ucap Rahma mendaratkan kecupan pada pipi gemoy Lian.


Rahma merasa bahagia karena Lian bisa paham pada keadaan nya bahkan Elpan juga sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk sekedar mengasuh Kenan dan Lian.


sedangkan Iqbal dia juga sering datang ke sana untuk melihat Lian yang semakin tumbuh besar.


hingga beberapa tahun Rahma di hadapkan dengan kematian papahnya yang sangat membuat Rahma sedih apa lagi hanya papahnya saja yang Rahma punya tapi papah nya pergi lebih cepat.


Rahma merasa sangat sedih tapi untung saja ada keluarga nya yang bisa menenangkan Rahma hingga Rahma tak merasa kan kehilangan terlalu dalam.


sesuai wasiat harta papah nya Rahma akan di sumbangkan pada panti asuhan bahkan sebagian untuk membantu Warga yang kesusahan.


di sana juga tertulis harta setengah nya lagi untuk Rahma namun untuk cabang yang dulu di kelola Argam, di berikan pada Arman yang sudah Argam anggap sebagai anak sendiri.


untuk hubungan Arman dan istri nya Rahma tak tau karena seingat Rahma mereka tak pernah akur hingga mereka juga pernah akan berpisah namun Rahma selalu mendukung kedua nya, hingga mereka akur lagi dan tak jadi bercerai.


untuk Iqbal dia sudah tak bisa di tebak, dia tak mau menikah tapi dia ingin punya anak Rahma dan Elpan tak bisa berbuat apa apa.


yang paling penting Iqbal masih sayang pada Lian mereka tak mempermasalahkan nya.


Rahma dan Elpan menyaksikan pertumbuhan kedua putra mereka, Lian dan Kenan hanya berbeda tujuh tahun saja.


jika mereka bertengkar maka Rahma hanya akan membawa satu orang dari mereka karena takutnya akan jadi masalah.


bahkan pernah Rahma sampai menitipkan Kenan pada Iqbal karena anak nya itu sangat tak bisa di atur.


namun keesokan harinya mereka akur lagi dan hidup bersama lagi walaupun ada pertengkaran yang terjadi tapi mereka memaklumi nya.


bahan Iqbal juga menjadi peran penting dalam hubungan Rahma dan Elpan, bahkan Iqbal juga sering datang dan mengajak main Lian dan Kenan.


"indahnya dunia ini" gumam Rahma yang menatap kedua putra nya bertengkar hanya karena masalah makanan saja.


...TAMAT...


ALHAMDULILLAH


terima kasih buat kalian semua yang sudah mengikuti kisah Rahma dan Elpan.


mohon maaf kalau alur dan cerita nya tak sesuai dengan harapan kalian.


mohon maaf kalau ada kata atau bahas yang kurang mengenakkan, Author hanya manusia biasa yang punya salah jadi mohon maaf sebesar besar nya


wabilahi Taufiq wal hidayah


wassalam mualaikum warahmatullahi wabarakatuh


jangan lupa mampir ke novel Author yang lain ya..


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2