
Rahma langsung bekerja di sana dia bekerja bersama dengan seorang wanita cantik yang cukup ramah pada Rahma.
"Rahma bisa antar kan minuman untuk anaknya pak Wiryo" tanya nya.
"Ya kak" ucap Rahma.
Rahma langsung menuju ke ruangan khusus untuk karyawan membuat kopi atau cemilan dia hendak masuk ke dalam namun Rahma gak tau apa yang di sukai oleh anaknya pak Wiryo yang punya perusahaan itu.
Rahma terpaksa balik lagi dan bertanya pada rekan kerja nya yang bernama Bunga.
"Kak maaf minuman apa yang di sukai anaknya pak Wiryo" tanya Rahma.
"Oh dia suka kopi tapi kopi nya jangan yang ada ampas nya" ucap Bunga.
"Kopi sachet" tanya Rahma.
"Ya" ucapnya.
Rahma langsung masuk ke kitchen dan membuat kan kopi sachet untuk anak atasan nya itu.
Rahma membawa nya dengan nampan.
Tokk
Tokk
Rahma mengetuk pintu ruangan itu, namun tak ada jawaban saat Rahma mengetuk lagi, ada teriak kan dari dalam.
"Masuk lah" teriak nya.
Rahma langsung membuka pintu nya dan menuju ke arah seorang laki laki muda yang tengah duduk di sana.
"Tuan kopi anda" ucap Rahma.
"Simpan lah aku sedang sibuk sekarang" ucapnya yang pokus pada layar komputer.
"Saya permisi Tuan" ucap Rahma yang tak sempat melihat anak atasan nya itu karena terhalang komputer.
Rahma kembali ke mejanya.
"Bagai mana apa dia marah" tanya Bunga.
"Tidak dia hanya ketus saja" ucap Rahma.
"Kau tau dia itu sering marah marah kalau ada yang masuk ke ruangan nya, makan nya tak ada yang berani masuk ke sana" ucap Bunga.
"Oh, tapi kenapa marah" tanya Rahma.
"Katanya sih wanita yang dia cintai menikah dengan laki laki lain" ucap Bunga.
"Oh" ucap Rahma.
Datang lah pak direktur utama yang sudah memasukkan Rahma ke perusahaan itu.
Bunga menyenggol lengan Rahma untuk bangun dan memberikan hormat.
Rahma dan bunga berdiri memberikan hormat pada pak direktur utama itu.
"Selamat siang pak" ucap Bunga.
Rahma hanya tersenyum saja.
"Siang" ucap pak direktur itu.
Bunga duduk lagi.
"Kau tau di perusahaan ini orang nya sangat dingin semua gak ada yang tahan di sini hanya aku saja, ya karena aku butuh uang juga sih" ucap Bunga.
__ADS_1
"Ya sih" ucap Rahma.
Karyawan datang ke sana menuju meja Rahma.
"Tolong periksa ini dan berikan pada Tuan" ucapnya.
"Ya" ucap Rahma.
Sedangkan di ruangan anaknya pak Wiryo saat ini Kevin baru saja berganti pakaian Kevin lah anaknya pak Wiryo Armasta.
"Paman aku akan berangkat kuliah" ucap Kevin.
"Bentar dulu aku akan ambil kan berkas" ucap pak direktur yang tak lain adalah paman nya Kevin.
"Ya aku tunggu" ucap Kevin yang langsung duduk di sofa ruangan itu.
Rahma masuk ke dalam ruangan itu namun tak jadi karena Rahma lupa kalau anaknya pak Wiryo sangat pemarah.
Rahma Keluar lagi dan langsung mengetuk pintu ruangan yang terbuka itu.
"Masuk" ucap Kevin dengan suara berat.
Rahma masuk ke dalam.
"Tuan ini berkas" ucap Rahma yang terkejut melihat ada Kevin di sana.
"Kevin kamu sedang apa di sini" tanya Rahma.
"Rahma" tanya Kevin.
"Kamu ngapain" tanya Rahma yang langsung duduk di sebelah Kevin, namun mata Rahma tak henti hentinya melihat lihat tempat itu.
"Kamu sedang apa nanti anak nya pak Wiryo marah loh" ucap Rahma.
"Apa" tanya Kevin.
"Ayo keluar jangan di sini, nanti anaknya Pak Wiryo marah, kau tau kata orang dia itu pemarah dan suka marah marah, wajar sih kalau dia seperti itu karena katanya wanita yang di cintai nya menikah dengan pria lain" ucap Rahma.
"Ya makan nya ayo keluar" ucap Rahma.
"Kebetulan dia teman ku" ucap Kevin.
"Oh baik lah, kau tau aku di terima di tempat ini walaupun menjadi sekretaris tapi aku sangat suka, setidaknya aku bisa mendapatkan uang" ucap Rahma.
"Ya selamat" ucap Kevin.
"Baik lah dimana teman kamu itu" tanya Rahma.
"Tadi dia ke kamar pribadi nya" ucap Kevin.
"Oh aku simpan berkas ini di atas meja nya ya, aku masih banyak pekerjaan" ucap Rahma.
"Ya aku akan sampai kan" ucap Kevin.
"Ya" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana.
Kevin melihat kepergian Rahma.
"Kenapa Rahma ada di sini" gumam Kevin.
Sedangkan di kediaman Sudardjo.
Wanda di sibukan dengan suara tangis Lian yang sejak tadi terus menerus haus padahal sufornya sudah banyak Wanda berikan.
"Mah ini kenapa Lian kok gak mau berhenti" sahut Wanda.
"Dia mau sufor Wanda kasih saja" ucap Mira.
__ADS_1
"Ya aku akan seduhkan lagi" ucap Wanda yang langsung membuat kan sufornya untuk Lian.
"Argh malas sekali aku" geram Wanda.
Dia memberikan lagi sufor pada Lian hingga Lian langsung terdiam karena meminum sufor itu.
Tanpa terasa Wanda langsung merasa mengantuk, dia tertidur di samping Lian.
Wanda membiarkan Lian main sendirian Untung saja Lian masih bayi jadi dia tak bisa kemana mana.
Sore hari nya Rahma baru saja akan pulang dia mendapat kan pesan dari Elpan kalau katanya dia mau bertemu, Rahma langsung menyetujui hal itu.
Rahma sangat berharap kalau Elpan mau memaafkan nya dan seatap lagi dengan Rahma lalu hidup bahagia bersama dengan Rahma.
Rahma langsung menuju ke arah lokasi yang Elpan sebutkan.
Rahma naik ojeg karena saat ini dia belum punya uang untuk membayar Taksi.
Sesampai nya di cafe yang Elpan maksud Rahma langsung masuk ke dalam dia melihat Elpan yang ada di sana.
"Selamat sore" ucap Rahma yang hendak memeluk Elpan namun Elpan malah menjauh dari Rahma.
"Duduk lah" ucap Elpan.
Rahma duduk di sana dia heran pada Elpan yang sekarang membawa koper nya.
Elpan menyodorkan sebuah amplop yang ada nama Rahma di sana.
"Kita pisah" ucap Elpan.
"Apa" tanya Rahma.
"Ya lagi pula apa yang bisa aku harapkan dari mu Rahma kau mandul dan yang paling penting kau pandai berbohong, memutar balikan fakta dan kau pencuri" ucap Elpan.
"Apa yang kau bilang kak aku pencuri demi Alloh aku gak pernah mencuri" ucap Rahma tak senang jika di katakan mencuri.
"CK sudah lah aku tau yang pandai memutar balikkan fakta" ucap Elpan.
"Kalau kau mau cerai tak apa tapi jangan Hina aku, aku pasti kan kau akan menyesal karena melakukan ini pada ku kak" ucap Rahma yang langsung mengambil koper nya dan membawa nya pulang.
Air mata Rahma menetes melihat kejadian yang baru saja terjadi tak ada pemikiran dari Rahma untuk berpisah, padahal Rahma mau hubungan nya itu berlanjut dengan normal.
Bahkan Elpan juga sudah mengkhianati Rahma bahkan perjanjian yang Elpan buat dahulu pun tak pernah Elpan tepati.
"Rahma kau masih muda kau cantik kau bisa mendapatkan laki laki yang lebih dari Elpan" gumam Rahma sambil mengusap air mata nya.
Sesampainya di apartemen yang dia tempati sekarang Rahma melihat ada Arman yang sudah berada di pagar apartemen itu.
"Nona" ucap Arman memberikan hormat.
Sedangkan tak jauh dari sana, Elpan melihat Rahma yang masuk ke dalam satu apartemen kawasan sana yang cukup kumuh.
"Ternyata kau ada di sini Rahma" gumam Elpan yang langsung melajukan mobilnya untuk pulang.
Rahma masih menangis hal itu membuat Arman menjadi khawatir melihat nona nya yang seperti itu.
"Nona kenapa apa ada yang menyakiti mu" tanya Arman.
"Tak ada" ucap Rahma singkat dan langsung masuk ke dalam apartemen nya yang hanya menggunakan pintu biasa saja.
"Nona are you oke" tanya Arman.
"Pergilah" ucap Rahma.
"Bisa aku masuk" tanya Arman.
"Aku gak butuh kau" tolak Rahma.
__ADS_1
Arman heran karena nona nya itu tak seperti biasanya yang terlihat ceria dan bahagia.
"Aku yakin nona sedang menangis dan sakitt hati" batin Arman.