Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 65: Elpan mabuk


__ADS_3

Rahma menangis di dalam mobil Kevin, jujur saja Rahma sangat malu karena sudah di hina Elpan dia sadar kalau di sana banyak orang.


"Rahma sudah lah" ucap Kevin yang merasa bersalah karena membawa Rahma ke sana.


"Kevin aku malu sekali" ucap Rahma sambil mengusap air mata nya.


"Maafkan aku karena aku kau jadi begini" ucap Kevin.


Rahma tak menjawab dia hanya menangis saja, Kevin langsung memeluk Rahma mencoba menenangkan nya.


Kevin malah merasa sangat bersalah dengan hal itu.


Malam ini Rahma pulang dengan rasa lelah dan mata yang sembab, Kevin juga mengkhawatirkan Rahma namun Rahma seolah sudah mati rasa dengan ini semua.


Rahma masuk ke dalam kamar nya namun belum juga masuk dia sudah di kaget kan dengan kedatangan Arman kesana.


Rahma sadar kalau ucapan nya pagi tadi pasti menyakiti hati Arman.


"Nona aku lihat video mu" ucap Arman.


"Video" tanya Rahma.


"Ya kau Viral nona, tolong cerita pada ku ada apa ini" tanya Arman.


Rahma menghela nafas nya dia malah semakin menangis di buatnya.


"Masuk lah kedalam apartemen ku" ucap Arman.


Rahma hanya menurut saja, apa lagi Rahma percaya pada Arman kalau dia tak akan berbuat macam macam padanya.


"Duduklah" ucap Arman.


Rahma duduk di lantai yang hanya di alaskan tikar saja.


"Ayo cerita kan pada ku" ucap Arman.


Rahma menceritakan nya pada Arman semua yang terjadi padanya bahkan tentang Elpan yang bilang kalau dia mandul juga tak luput dari cerita Rahma.


Rahma menangis sesenggukan mengingat hal itu, baru kali ini Rahma merasa kan sakit hati yang luar biasa.


"Aku tak sangka" ucap Rahma di sela tangis nya.


"Sabar ya aku paham apa masalahmu apa orang yang memviral kan mu akan kau diam kan saja, kalau kau mau segera di hapus maka aku siap membantu mu" ucap Arman.


"Bisakah" tanya Rahma.


"Tentu saja tapi aku tak mungkin bisa jamin kalau papah kamu akan lihat, dan orang orang yang sudah berani mengsave video itu" ucap Arman.


"Tak apa lah asal bisa terhapus saja" ucap Rahma.


Arman langsung mengutak atik ponsel nya.


"Kau tau percaya lah pada kata kata, di saat ada kesusahan pasti akan ada kemudahan" ucap Arman.


"Arman" tanya Rahma dengan mata yang menatap lurus ke depan.


"Ya" tanya Arman.


"Kenapa kau sangat baik padaku Arman padahal aku tak sebaik yang kau duga" ucap Rahma.


"Terkadang aku baik pada orang yang sudah baik padaku nona" ucap Arman.


"Maaf karena tadi pagi aku memarahi mu tanpa alasan yang jelas, aku sangat menyesal bahkan orang yang aku khianati berbuat baik pada ku sedang kan orang yang aku baiki dia malah mengkhianati ku" ucap Rahma.


"Sabar saja nona" ucap Arman.


"Aku malu, aku ingin pergi jauh dan tak akan kembali lagi aku sangat terluka Arman aku tau kalau aku terlalu bucin pada kak El, aku terlalu bo doh menyikapi nya tapi sekarang aku sadar, apakah aku sedang di kutuk tuhan sekarang" ucap Rahma.


"Sebenarnya Nona, tuhan telah memberi mu sebuah tamparan karena kamu terlalu mencintai manusia melebihi batas kemampuan mu, namun Tuhan tak menampar mu dia menampar mu dengan sakit hati ini, itu tandanya agar kamu sadar bahwa hal yang paling menyakitkan itu adalah terlalu berharap pada manusia" ucap Arman.


"Ya kau sangat benar" ucap Rahma.


(Udah lah Rahma kamu sama Arman saja kalian cocok kok)


Rahma mengusap air mata nya.


"Bagai mana kabar papah" tanya Rahma.


"Sudah baikan" ucap Arman.


"Aku harus pergi" ucap Rahma.


"Kemana" tanya Arman.


"Ke kamar" ucap Rahma.


"Mau gak aku buat kan makanan" ucap Arman.


"Datang saja ke apartemen ku kita minum bersama" ucap Rahma.


"Tapi aku gak biasa minum" ucap Arman.


"Kopi" ucap Rahma yang paham kalau Arman berpikir Rahma mengajak nya minum minuman keras.


"Oh baik lah aku akan bawa makanan" ucap Arman.


Sedangkan di kediaman Sudardjo.


Elpan marah marah bahkan dia juga sampai membanting belanjaan Wanda ke lantai.

__ADS_1


"Awas kau Rahma" geram Elpan dengan dada yang naik turun menahan emosi.


"El sudah lah jangan perdulikan Rahma" ucap Wanda marah.


"Aku gak suka dia bicara begitu ingin sekali rasanya aku mence kik nya di sana, dia bilang aku mandul mana mungkin kalau aku mandul aku bisa punya anak dari mu" ucap Elpan.


"Ya makan nya Jangan percaya pada Rahma dia itu suka memutar balikkan fakta" ucap Wanda.


"Atau jangan jangan Rahma benar dan kau yang sudah berbohong" ucap Elpan.


"Hahaha gak mungkin El kau hanya kemakan omongan Rahma saja" ucap Wanda.


"Argh Aku kesal sekarang" geram Elpan.


Elpan mengambil minuman di dalam kulkas nya, sudah menjadi keseharian bagi Elpan untuk minum sampai tak sadarkan diri.


Bahkan saat Elpan mabuk Wanda malah acuh saja pada Elpan dia hanya mementingkan kehidupan nya yang hanya dia Nikmati dengan teman temannya.


Sedangkan Lian saat ini Elpan sudah mencari baby sitter yang menetap hingga malam hari pun mereka bisa mengasuh Lian.


Terlihat kalau Iqbal datang ke sana membawa kan mainan untuk anaknya itu, namun Iqbal tak berani memberi tahukan hal itu pada Elpan apa lagi pada Wanda juga.


Karena Iqbal belum mampu mengasuh Lian dia hanya bisa memberikan kasih sayang saja pada Lian.


Apa lagi Iqbal bukan lah tipikal laki laki yang betah dengan satu wanita.


Iqbal bersalaman dengan Mira yang sekarang ada di ruang tamu.


"Bu maaf aku sering datang" ucap Iqbal duduk di sana karena Lian juga ada di sana.


"Tak masalah Nak Iqbal" ucap Mira sambil menggendong Lian.


"Bisa aku gendong" tanya Iqbal.


Mira memberikan Lian pada Iqbal.


"Nak Iqbal kamu sering datang dan aku lihat kamu sangat perhatian pada Lian ada apa" tanya Mira.


"Tak ada Bu Aku hanya sayang saja pada Lian, mengingat hanya Lian saja yang mau dekat dengan ku maka dari itu aku sayang padanya, Terima kasih Bu sudah membiarkan aku menggendong Lian" ucap Iqbal.


"Makannya Nak Iqbal menikah saja biar bisa punya anak" ucap Mira.


"Bu saya mau menikah tapi saya takut menyakiti pasangan saya karena mengingat saya yang tak cukup dengan satu wanita" ucap Iqbal.


"Ya" ucap Mira tersenyum.


"Oh ya Bu di mana Elpan apa sudah tidur" tanya Iqbal.


"Dia di dapur" ucap Mira.


"Bu, aku melihat suami Zahra di luar sana apa mereka ada di sini" tanya Iqbal.


"Oh" ucap Iqbal.


"Arya sangat suka jika tinggal di sini bahkan dia juga jarang sekali Bekerja" ucap Mira.


"Oh ya aku paham" ucap Iqbal.


"Kau mau menginap di sini" tanya Mira.


"Kalau di perbolehkan aku mau Bu" ucap Iqbal.


"Kamu ini anggap saja Rumah sendiri ya kamu tidur di kamar tamu saja" ucap Mira.


"Bisa aku tidur bersama dengan Lian" tanya Iqbal.


Mira terlihat berpikir karena dia tak percaya pada Iqbal.


"Aku akan ajak para penjaga juga di kamar itu" ucap Iqbal.


"Oh baik lah, kalau nangis kamu harus mendiamkan nya" ucap Mira.


"Ya Bu" ucap Iqbal.


Iqbal hendak membawa Lian ke dalam kamar tamu yang ada di sana.


"Tuan kalau ada apa apa hubungi saja aku" ucap Baby sitter.


"Ya, tolong bawakan susu dan baju salin untuk Lian" ucap Iqbal.


"Baik tuan" ucap Baby sitter itu.


Sedangkan Elpan saat ini tengah mabuk berat dia juga berbaring di lantai dengan botol di tangan nya.


Elpan hanya tersenyum sendiri dan mengomel dengan suara tak jelas.


"Hahahha Rahma aku benci kau" Elpan meracau tak jelas.


Berbeda dengan Elpan saat ini Arya suaminya Zahra melihat Elpan yang sudah tepar di lantai.


Dia tersenyum manis melihat hal itu.


"Bod oh" gumam Arya.


Arya berjalan ke arah kamar Wanda yang ada di atas, dia mengetuk pintu nya namun tak ada jawaban karena Wanda sudah tertidur pulas.


"Kemana Wanda ini, argh kalau saja bukan karena dia lebih menarik dari Zahra tak mungkin aku akan tetap di sini" gumam Arya.


"Wanda" sahut Arya sambil mengetuk kembali pintu kamar Wanda.

__ADS_1


Seseorang memegang bahu Arya.


Hal itu membuat Arya sangat terkejut Bahkan dia juga sampai menjauh dari sana karena takut.


"Mas kamu sedang apa di sini" tanya Zahra.


"Hah kamu ternyata" ucap Arya.


"Kamu kenapa mas kok kaya ketakutan begitu" tanya Zahra.


"Aku tak apa hanya saja aku terkejut pada mu" ucap Arya.


"Sedang apa di sini" tanya Zahra.


"Mau memberi tau mbak Wanda kalau Kak El ada di dapur dia tak sadarkan diri sekarang" ucap Arya.


"Sudah lah biarkan saja kau tau kan keluarga ini itu keluarga huru hara jadi kamu santai saja" ucap Zahra.


"Aku hanya kasihan saja" bohong Arya.


"Sudah ayo" ucap Zahra.


Elpan yang tergeletak tak berdaya pun bangkit dari rebahan nya dia berjalan ke arah ruang tamu, namun dia melihat Iqbal yang baru saja menutup pintu kamar tamu.


Iqbal keluar dari kamar nya sengaja karena dia ingin mengambil air untuk menyeduh susu formula Lian.


Iqbal terkejut saat melihat Elpan ada di sana dengan jalan sempoyongan.


Tentu saja tak asing bagi Iqbal kalau melihat Elpan mabuk mabukan karena dahulu juga seperti itu.


Elpan mendekat pada Iqbal yang sekarang masih berdiri mematung di sana.


"Ada apa" tanya Iqbal.


"Ini salah mu" ucap Elpan yang langsung menunjuk Iqbal.


"Kenapa salah ku" tanya Iqbal heran.


"Karena kau Rahma pergi kau tau dia berduaan di mall dengan bocah itu aku tak bisa menerima nya, kau mau Rahma kan maka nikahi saja dia aku ga butuh lagi dia aku benci pada Rahma" ucap Elpan sambil memegang kerah kemeja Iqbal.


"Lepas kan aku El" ucap Iqbal.


"Aku tau kalau Rahma itu murahan kau ajak saja dia kencan" ucap Elpan yang meracau semakin tak terkendali.


"Ya aku akan kencani Rahma" ucap Iqbal.


"Hahaha selagi aku masih ada kau tak akan mampu mendekati Rahma" ucap Elpan.


"Gak jelas sekali" ucap Iqbal yang langsung melepaskan tangan Elpan dari kemeja nya.


Iqbal pergi dari sana untuk mengambil air, dengan seperti ini Iqbal merasa kalau dia seorang single ayah, yang melakukan apa apa sendiri.


"Baru kali ini aku merasakan sayang pada anak ku sedalam ini ternyata begini lah rasanya punya anak, tak apa aku bisa merasakan jadi Ayah hanya tinggal merasa kan sebagai seorang suami saja" gumam Iqbal.


Di apartemen kedua sejoli tengah mengobrol bersama di apartemen Rahma.


"Nona kau belum ngantuk" tanya Arman.


"Belum" ucap Rahma.


"Oh" ucap Arman yang setia menunggu Rahma di sana.


"Kapan papah pulang" tanya Rahma.


"Tergantung bisa besok bisa lusa" ucap Arman.


"Oh" ucap Rahma.


Hingga akhirnya Mereka dilanda rasa kantuk yang sangat hebat bahkan Arman saja sampai tertidur di depan pintu apartemen nya karena tak sanggup berjalan ke arah kamarnya.


Pagi hari nya Rahma terbangun dia bersiap untuk pergi ke perusahaan tempat nya bekerja.


Rahma Melihat apartemen Arman yang sudah di gembok.


"Arman sudah pergi" gumam Rahma.


Rahma naik taksi dia harus segera sampai ke perusahaan itu, walau pun perusahaan itu punya Kevin tetap saja Rahma tak mungkin masuk siang atau pun terlambat.


Sesampainya di perusahaan itu Rahma langsung bekerja banyak sekali pekerjaan yang akan menguras tenaga nya.


"Rahma sebelum bekerja kau berikan kopi pada tuan Vin dulu" ucap Bunga.


"Oh ya kak aku akan buatkan" ucap Rahma.


Rahma membuat kan kopi dan membawa nya ke ruangan Kevin.


"Selamat pagi tuan Vin ini kopi mu" ucap Rahma.


Namun saat Rahma melihat atasannya itu dia melihat laki laki lain bukan Kevin.


"Maafkan saya, saya pikir anda Tuan Vin" ucap Rahma.


"Saya Van" ucap Kevan kakaknya Kevin.


"Maaf kan saya" ucap Rahma.


"Tak apa kembali lah" ucap Kevan.


Rahma langsung kembali ke ruang nya dia mengerjakan semua tugas nya sekarang hingga selesai.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2