
Wanda langsung menelan Saliva nya,
"Ya ampun El kamu ini bisa saja kan sama, lagi pula bumbu di dapur itu semua sama, jadi wajar saja kalau rasa nya sama" ucap Mira.
"Oh" ucap Elpan melanjutkan makan nya.
"Untung saja Wanda ingat pada mu kalau tidak kau tak akan makan sekarang" ucap Mira.
"Ya mah aku berterima kasih pada Wanda karena sudah ingat" ucap Elpan sedikit ketus.
"Istri mu itu entah kemana dia, tak datang ke mari, mamah yakin sekarang dia sedang bersama laki laki itu" ucap Mira.
"Mah dia itu teman nya" ucap Elpan membela Rahma.
"Terus saja bela, mau kesalahan Rahma di depan mata pun kamu tak akan sadar El" ucap Mira.
"Sudah mah aku tak mau berantem lagi" ucap Elpan.
"Sudah Tante lagi pula dia menantu Tante juga" ucap Wanda.
"Ya tapi tetap saja Tante itu mau kamu yang jadi menantu Tante" ucap Mira.
Saat itu Rahma baru saja sampai di perusahaan Elpan.
"Permisi apa kak El Ada" tanya Rahma pada resepsionis.
"Ada nona di ruangan nya" ucapnya.
"Saya mau memberikan dia makanan ini bisa saya pinjam ruang meeting untuk makan kak El" tanya Rahma.
"Tentu saja nona" ucap nya.
"Terima kasih" ucap Rahma yang langsung berjalan ke arah ruangan meeting.
Rahma membuka makanan itu dan menaruh nya di atas piring dari perusahaan itu.
Tak lupa Rahma juga menaruh bunga yang ada di meja ruangan sana supaya terkesan lebih romantis.
Rahma menata kembali piring supaya terlihat sangat mewah di mata Elpan, apa lagi saat tadi berangkat Elpan marah pada nya jadi ini sebagai bentuk permintaan maaf Rahma pada Elpan.
"Sudah nona" tanya Resepsionis ke sana.
"Sudah" ucap Rahma.
"Apa saya perlu memanggil kan tuan" tanya Resepsionis.
"Tak perlu aku akan panggil kan" ucap Rahma.
"Baik lah" ucapnya.
Rahma berjalan ke arah lantai dua karena ruangan Elpan ada di lantai dua, semua karyawan yang melihat Rahma hanya tersenyum saja karena mereka tau Rahma istri atasan nya.
Rahma sekarang sudah sampai di ruangan Elpan yang pintu nya terbuka.
Namun Rahma terkejut melihat pemandangan yang tak pernah Rahma bayangkan.
Sekarang Elpan tengah makan dengan di temani oleh seorang wanita yang ada di foto itu.
Rahma hanya bisa diam mematung melihat kejadian itu.
__ADS_1
Rahma menelan Saliva nya karena tak percaya kalau mereka sudah semakin dekat.
Rahma tak bisa lagi membendung air matanya, tak ada niat di hati Rahma untuk mendekat pada mereka.
Rahma mengusap air mata nya yang sekarang sudah menetes membawa pipi nya.
Rahma langsung pergi dari sana karena tak mau kalau Elpan tau dia ada di sini.
Rahma berlari dari sana menuju ke lantai bawah.
Sedangkan Elpan dia seperti melihat Rahma, Elpan langsung berlari ke arah luar ruangan nya.
"El mau kemana" sahut Wanda dari dalam ruangan Elpan.
"Aku melihat Rahma" sahur Elpan yang langsung berlari menuju ke lantai bawah.
Rahma baru saja turun dari tangga.
"Nona apa silahkan" ucap Resepsionis mempersilahkan Rahma masuk ke ruangan meeting.
"Saya minta buang saja makanan itu" ucap Rahma.
"Tapi nona" ucap Resepsionis.
"Berikan saja pada orang yang membutuhkan" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana.
Resepsionis itu langsung masuk ke dalam karena akan membereskan makanan itu.
Elpan Baru saja turun dari lantai atas dia tak melihat ada resepsionis nya di sana.
Elpan pun masuk ke dalam ruangan meeting yang tak jauh dari sana.
"Oh ya tuan, tadinya nona membawakan makanan untuk anda tapi kata nya buang saja, lalu dia pergi aku lihat matanya seperti menangis tuan" ucap resepsionis.
"Di mana Rahma sekarang" tanya Elpan.
"Sudah pulang naik taksi" ucap resepsionis.
Elpan akan pergi dari sana.
"Tuan sekarang ada rapat dengan perusahaan William jadi saya saran kan anda harus ada di sini karena perusahaan William ini cukup ngaruh dengan perusahaan ini" ucap resepsionis.
"Ya" ucap Elpan yang langsung berlari ke arah pintu loby, dia Melihat ke arah luar namun Rahma sudah tak ada.
"El ayo lanjutkan makan nya" ucap Wanda yang baru saja datang ke sana.
Wanda langsung menggandeng tangan Elpan, Resepsionis yang melihat pun langsung paham pada sikap Rahma yang tadi menangis.
Elpan masuk lagi ke arah ruangan nya bersama dengan Wanda.
"Kamu kenapa keluar tadi" tanya Wanda.
"Aku lihat Rahma" ucap Elpan.
"Kamu salah lihat kali" ucap Wanda.
Elpan melepaskan tangan Wanda pada tangan nya.
"Jangan sentuh aku dan pergi lah dari sini karena gara gara kau Rahma marah pada ku" ucap Elpan ketus pada Wanda.
__ADS_1
"Tapi El" ucap Wanda.
"Mah sebaik nya mamah pulang, aku ingin tenang" ucap Elpan.
"Hah kau mengusir mamah" tanya Mira marah pada putranya.
"Bukan begitu mah aku hanya tak mau saja lihat Rahma marah pada ku dan sekarang aku akan meeting dengan perusahaan paling ngaruh di sini jadi aku mohon kalian pulang lah" ucap Elpan.
"Kamu durhaka El sudah mengusir mamah" ucap Mira yang langsung pergi dari sana.
"Tunggu Tante" ucap Wanda yang langsung berjalan menyusul Mira.
Rahma saat ini masih berada di dalam taksi sejak tadi Rahma terus saja menangis, seperti biasa supir taksi itu adalah anak buah nya Argam Mahoji yang di suruh Argam untuk memata matai Rahma.
"Dia menangis lagi" gumam anak buah Argam yang menjadi supir taksi.
"Pak kita ke rumah sakit saja" ucap Rahma.
"Baik" ucap supir taksi.
Rahma menghapus air mata nya yang sejak tadi membasahi pipinya.
Rahma memakai make up tipis guna menyembunyikan matanya yang sembab.
Mobil berhenti di rumah sakit.
Rahma menyodorkan uang pada supir itu dengan cepat Rahma masuk ke dalam menemui papahnya.
"Pah" ucap Rahma.
"Kau ada di sini" tanya Argam yang sekarang sedang berada bersama dengan Arman.
"Ya pah aku datang ke sini karena aku ingin melihat papah" ucap Rahma.
"Ya papah bersyukur karena kau datang" ucap Argam.
"Papah sudah makan" tanya Rahma.
"Sudah baru saja" ucap Argam.
"Ya syukur lah" ucap Rahma.
"di mana Elpan" tanya Argam yang sekarang sudah mulai curiga pada rumah tangga putrinya itu.
"kak El sibuk pah biasa pembisnis" ucap Rahma.
"Rahma cerita pada papah ada apa" tanya Argam.
"papah, gak ada apa apa aku hanya sedih saja karena papah berada di sini" ucap Rahma.
"papah baik baik saja, beneran kamu gak ada apa apa, Rah, kalau kamu sedang sedih bicara saja pada papah, papah gak mau kamu membatin" ucap Argam.
"tidak pah aku baik baik saja, aku senang sekali karena aku punya papah yang baik dan suami yang.. " ucap Rahma terpotong mengingat kejadian tadi.
"yang" tanya Argam.
"yang sayang pada Rahma" ucap Rahma.
"syukur lah" ucap Argam.
__ADS_1
bersambung...