Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 13: Elpan menampar Rahma


__ADS_3

Pagi hari nya Rahma seperti biasa bersiap di dapur untuk masak karena Elpan ingin makan.


Elpan sekarang mengendap endap untuk masuk ke dalam kamar tamu yang isinya Wanda.


Elpan masuk ke dalam kamar itu, dan benar saja Wanda sedang berbaring di sana.


"Wanda" ucap Elpan berbisik.


"El perut ku sakit sejak kemarin perut aku sakit" ucap Wanda.


"Sakit kenapa" tanya Elpan.


"Entah lah" ucap Wanda memelas karena ingin meminta belas kasih dari Elpan.


"Bagai mana kalau kita periksa saja" ucap Elpan.


"Periksa" tanya Wanda.


"Ya periksa siapa tau Perut kamu kenapa kenapa" ucap Elpan.


"Gak El" ucap Wanda.


"Kenapa" tanya Elpan.


"Aku gak mau sampai mendengar hal yang tidak tidak El dari Dokter, aku belum siap" ucap Wanda.


Wanda langsung menangis dan dia hanya pura pura menangis karena ingin menarik perhatian Elpan, saat melihat Wanda menangis Elpan langsung merasa bersalah dan Langsung menenangkan Wanda.


Sedangkan di dapur pelayan bule yang ada di rumah Elpan mendekat pada Rahma.


"Nona, can you speak english" tanya nya.


Sejak dahulu Rahma paling tak bisa bahasa Inggris karena Rahma tak pernah belajar.


"Nona please listen to me, I want to talk about something important about Mr. Elpan, Miss I saw him last night with a beautiful woman, they were sitting on the Sofa.


Miss I think they are related because they are very close" ucap Bule itu.


(Nona tolong dengarkan saya, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang penting tentang Tuan Elpan, Nona Saya melihatnya tadi malam dengan seorang wanita cantik, mereka sedang duduk di Sofa. Nona saya pikir mereka berhubungan karena mereka sangat dekat)


Rahma heran dengan perkataan pelayan itu, apa lagi Rahma gak bisa bahasa Inggris.


"Kamu bicara apa aku tak paham" ucap Rahma.


"please Nona listen to me, this concerns your life" ucap Bule itu lagi menyayangkan karena Rahma tak bisa bahasa Inggris.


(Tolong dengar kan saya, ini menyangkut kehidupan kamu)


"Aku tak paham" ucap Rahma.


"they are mean to you Nona" ucapnya lagi.


(Mereka ja hat pada mu Nona)


"Aku tak mengerti" ucap Rahma.


"Bagus ya bukan nya kerja malah ngobrol di sini, aku membayar kamu karena kerja kamu bagus tapi kalau kau main main begini aku akan pecat kau" sahut Mira.

__ADS_1


Bule itu langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma yang masih berdiri di sana karena sedang memasak.


"Sudah mah" ucap Rahma.


"Sudah sudah, ini juga salah kamu Rahma karena kamu para pelayan gak fokus kerja" ucap Mira marah pada Rahma.


"Kenapa marah" tanya Rahma.


"Kau pikir aku membayar pelayan itu gampang hah" ucap Mira.


"Tapi mah hanya ngobrol sebentar saja" ucap Rahma.


"Rahma mengobrol sebentar bagai mana kalian terlihat sangat Akrab tadi" ucap Mira.


"Mah apa salah nya sih kalau membiarkan pelayan istirahat" ucap Rahma.


"Kamu jangan ikut campur ini rumah mamah" ucap Mira.


"Ya aku tau ini rumah mamah" ucap Rahma.


"Kenapa kamu gak pergi saja dari sini" tanya Mira.


"Mah" ucap Rahma yang sedikit meninggi kan suara nya.


Elpan datang ke sana karena mendengar Rahma yang meninggikan suara nya di hadapan mamah nya itu.


Elpan dengan langkah datar berjalan ke arah Rahma.


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Rahma membuat Rahma yang memiliki perawakan yang kecil pun seketika berjatuhan ke lantai karena keras nya tamparan itu.


"Berani sekali kau Rah meninggikan suara mu pada mamah" ucap Elpan dengan Rahang yang mengeras.


"Kak" ucap Rahma dengan mata sendu hendak menangis.


Seketika hati Elpan langsung merasa bersalah karena sudah menampar Rahma, bahkan sekarang tangan nya gemetar karena syok melihat Rahma yang mengeluarkan darah dari mulut nya.


Rahma langsung mengusap darah dari mulut nya.


Rahma langsung berdiri dan hendak pergi dari sana.


Namun Elpan menghentikan Rahma membuat Rahma geram dan langsung melepaskan cekalan tangan Elpan.


Rahma langsung ke dalam kamarnya mengambil tas karena akan berangkat kuliah.


"Argh" Elpan meremas rambut nya menyesal.


Elpan berlari mencoba menyusul Rahma yang sekarang ada di kamarnya.


Namun di tangga Elpan melihat ada Rahma yang sudah membawa tas kuliah.


"Rah" ucap Elpan.


Rahma tak menggubris ucapan Elpan dia semakin berjalan dengan cepat.


"Rah maaf kan aku, aku salah maaf karena sudah menampar mu" ucap Elpan memegang tangan Rahma.

__ADS_1


Namun Rahma langsung menepis tangan Elpan.


"Jangan sentuh aku, berani sekali kak kau melakukan hal itu bahkan papah saja belum pernah menampar aku" geram Rahma.


"Maafkan aku" ucap Elpan.


Rahma berjalan meninggalkan Elpan yang sekarang memohon padanya.


Elpan menyusul Rahma mencoba membuat Rahma bisa memaafkan nya.


"Maaf kan aku Rahma aku janji gak akan pernah melakukan hal itu lagi" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma yang langsung naik ke dalam taksi yang sudah dia pesan tadi.


Elpan hanya menatap kepergian istri nya itu, Elpan geram karena Rahma tak bisa paham pada kondisi nya sekarang.


Elpan berjalan ke dalam rumahnya dia sekarang merasa sangat kesal karena Rahma tak mau mengerti kondisi nya.


"Selalu saja begitu" geram Elpan.


"El kerasa kan sekarang bagai mana punya istri seperti Rahma yang selalu mementingkan diri sendiri, kalau mamah jadi seorang laki laki mamah gak akan nikahi Rahma mungkin mamah akan cerai kan dia dengan cepat" ucap Mira yang mulai merasuk pikiran Elpan.


"Tapi mah aku harus apa sekarang" tanya Elpan.


"Kau sudah dewa sa El apa di umur mu yang sudah matang ini kau tak ingin seorang anak" tanya Mira.


"Aku ingin mah" ucap Elpan.


"Kalau begitu kamu menikah lagi saja" ucap Mira.


"Tapi mah tak akan segampang itu" ucap Elpan.


"Kau bujuk saja Rahma, El kalau kau berat melepaskan Rahma maka kau menikah lagi saja, punya istri lebih dari satu itu sudah menjadi tradisi di keluarga kita, makan nya tak salah kalau kau juga mau punya istri dua" ucap Mira semakin jauh untuk menghasut Elpan.


"Tapi mah apa Rahma akan setuju" tanya Elpan.


"Mamah yakin setuju karena Rahma itu mandul El" ucap Mira.


"Tapi mah" ucap Elpan.


"Ini demi keuntungan Rahma dan kau juga El, kau bisa sewa seorang wanita untuk kau jadi kan istri kedua, atau kata lain nya istri kontrak yang mau menikah dengan mu sampai memberikan mu anak, mamah akan angkat tangan kamu terserah mau memilih wanita yang mana saja, setelah itu kau dan Rahma bisa hidup bersama dengan seorang anak di samping kalian" ucap Mira.


Elpan berpikir sejenak.


"Aku akan ke kantor" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana.


Mira hanya tersenyum senang karena akhirnya Elpan bisa dia hasut.


Wanda yang sejak tadi ada di kamar tamu pun langsung keluar saat melihat kalau Elpan pergi.


"Tante bagai mana" tanya Wanda.


"Rencana kita berhasil" ucap Mira.


"Aku senang sekali" ucap Wanda.


Wanda mengusap perut nya.

__ADS_1


"Kau tenang saja Nak, sebentar lagi kau akan segera pulang ayah yang sangat kaya" batin Wanda.


bersambung


__ADS_2