Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 31 parasit


__ADS_3

Pagi hari nya Rahma bangun seperti biasa karena akan kuliah, matanya sembab karena semalaman menangis bahkan Rahma juga tertidur di pintu kamarnya.


Rahma turun dari kamar nya, ada rasa cemburu di hati Rahma saat melihat pintu kamar Wanda.


Rasa sesak di dada membuat Rahma harus beberapa kali mengusap dadanya.


"Bo doh" gumam Rahma pada diri sendiri.


Matanya sudah berembun, namun dengan cepat Rahma hapus.


Tiba tiba saja Wanda keluar dari kamarnya dengan memakai linge rie warna merah menyala.


"Rahma kau sudah bangun" tanya Wanda pura pura baik pada Rahma karena Elpan masih ada di kamarnya.


"Ya" ucap Rahma singkat.


"Kau mau ke mana sepagi ini" tanya Wanda.


"Kuliah" ucap Rahma.


"Mau aku bangun kan El" tanya Wanda.


"Gak usah" ucap Rahma.


"Ya sih kasihan Elpan semalam dia bergadang" ucap Wanda.


"Bilang padanya aku berangkat" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana dengan mata yang sesekali terpejam karena tak rela suaminya bersama dengan wanita lain.


Wanda tersenyum.


"Aku pasti kan akan membebaskan kau dari masalah ini Rahma, tapi dengan membuat Elpan menceraikan kamu" gumam Wanda.


Rahma berangkat dengan menggunakan taksi padahal Elpan sudah memberikan satu mobil dan supir untuk Rahma tapi Rahma menolak.


Mira berjalan ke arah Rahma yang saat ini tengah menunggu taksi.


"Masih berani kamu pulang, gak tau malu ya, Padahal Sudah jelas kalau El sudah menikah lagi tapi masih saja datang" ucap Mira menyinggung Rahma.


Rahma tak menjawab dia acuh pada mamah mertua nya itu.


Mira geram dia menarik Rambut Rahma yang terurai panjang.


"Aawwss sakit mah" ringis Rahma.


"Makan nya jangan berlaga seperti tuan rumah, kamu itu hanya benalu yang menempel nempel kan diri kamu pada keluarga ku, dasar parasit" ucap Mira.


"Aku tak akan pergi sebelum kak El sendiri yang minta aku pergi" ucap Rahma.


"Bagus, akan aku pasti kan kalau Elpan akan segera mengusir mu" ucap Mira.


"Terserah" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan mamah mertua nya itu.


"Dasar parasit" geram Mira.


Seseorang mengirim kan video pertengkaran itu pada Argam, dada Argam sakit saat melihat video itu.


Arman mengambil ponsel Argam dan menjauhkannya.


"Tuan kalau memang tuan tak sanggup maka jangan lihat" ucap Arman.


"Arman aku tak habis pikir pada pemikiran Rahma, mau apa dia masih tetap bertahan di kehidupan Elpan, aku sebagai ayahnya aku masih mampu menghidupi Rahma, aku tak habis pikir pada Rahma, kenapa dia mau menjadi benalu di keluarga yang tak punya hati itu" ucap Argam sambil meneteskan air mata nya.


"Tuan, nona punya alasan sendiri" ucap Argam.


"Karena kamu aku tak bicara pada Rahma kalau aku tau, kalau begini lagi aku tak bisa diam saja" ucap Argam.


"Ya tuan tapi tolong kau tenang lah" ucap Arman.


Argam menduduk kan tubuh nya di kursi rumah sakit saat ini dia ingin pulang Walaupun dokter belum mengijinkan tapi Argam memaksa.


Drtt drrt


"Rahma telpon" ucap argam.


" Angkat tuan" ucap Arman.


📞📞


"Ya sayang ada apa" tanya Argam.


"Pah bagaimana sudah baikan" tanya Rahma.


"Alhamdulillah papah pulang sekarang" ucap Argam.


"Oh nanti sore Rahma ke rumah papah" ucap Rahma.


"Ya" ucap Argam.


"Sudah dulu ya pah aku mau kuliah dulu" ucap Rahma.


"Ya sayang kau jaga diri baik baik ya, ingat jangan sampai telat makan" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


📞📞


Rahma menyimpan lagi ponsel nya pada tasnya, Rahma keluar dari taksi dan Langsung masuk ke dalam kelas itu karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai.


Rahma Melihat ada Kevin di sana, iseng saja Rahma menyapa Kevin.


"Hy Kev" ucap Rahma.


"Hy" ucap Kevin singkat pada Rahma.


"Kenapa dia" gumam Rahma.


Rahma acuh saja dia langsung masuk ke dalam kelas nya, di sana ada Raya dan Julia yang sedang mengobrol.


"Pagi" ucap Rahma.


"Rahma kau masuk" tanya Raya.


"Ya" ucap Rahma.


"Kenapa masuk padahal kau boleh ijin dulu" ucap Raya.


"Aku tak enak" ucap Rahma.


"Bagaimana kabar rumah tangga mu" tanya Julia.


"Seperti biasa tak ada yang istimewa" ucap Rahma.

__ADS_1


"Rahma kenapa sih kamu mau terus bertahan padahal kamu bisa saja untuk pergi dari kak El lagi pula kau bisa kembali lagi pada tuan Argam" ucap Julia.


"Ini susah Jul, aku tak mau papah tau dan aku tak bisa lihat papah sedih bahkan sekarang papah sedang sakit sakitan" ucap Rahma.


"Rahma kau menjerumuskan kehidupan mu pada kesedihan" ucap raya.


"Raya aku juga sedih aku juga tak mau begini hanya saja aku tak mungkin lepas dari kak El, kau tau papah mau aku hidup bersama dengan Kak El, dan kak El juga menjanjikan kalau Mbak Wanda hamil anak yang ada dalam kandungan nya akan menjadi anak ku" ucap Rahma.


"Kau bisa punya anak" ucap Raya.


"Tidak aku tak bisa" ucap Rahma.


"Kau bilang kak El yang mandul kan jadi kalau kak El mandul berarti Wanda tak akan bisa punya anak" ucap Julia.


"Aku sudah beli obat mahal untuk mengobati kemandulan kak El" ucap Rahma.


"Hah kau, Rahma kenapa melakukan ini Rahma ya ampun" ucap Raya.


"Bagai mana lagi aku saat itu berambisi untuk punya anak, jadi aku melakukan apa saja demi kak El" ucap Rahma.


"Ya ampun Rahma kau ini" ucap Raya menyayangkan perbuatan Rahma.


"Bisa saja kak El tak bisa punya anak dari Wanda juga" ucap Julia.


"Tapi bagaimana kalau saat itu kak El tengah subur dan Wanda tengah subur" ucap Raya.


"Kau benar juga" ucap Julia.


"Sudah lah tak masalah" ucap Rahma.


"Tak masalah bagai mana Rahma kau ini" ucap Raya.


"Kau bo doh karena cinta Rahma" ucap Julia.


"Aku tau" ucap Rahma.


Pelajaran pun di mulai, selama pelajaran Rahma tak menampakkan rasa sedih nya bahkan saat dosen bercanda pun Rahma ikut tertawa seakan tak punya masalah dalam hidupnya.


"Rahma mata mu sembab ada apa" tanya Dosen.


"Oh aku kurang tidur" ucap Rahma.


"Nah penting nya menjaga pola tidur ya begini ya Rahma" ucap Dosen.


"Ya pak" ucap Rahma.


Jam istirahat pun tiba Rahma dan kedua teman nya nongkrong di kantin, mereka bersama dengan Fikri, Dendi dan Kevin.


Mereka memesan es teh manis saja.


Keadaan di sana sangat dingin bahkan tak ada yang berani bicara satu kata pun mereka hanya fokus pada pemikiran nya masing masing.


"Aku akan pulang dulu" ucap Dendi.


"Ya" ucap Fikri.


Rasa canggung pun menghampiri mereka berlima, saat ini Raya tak berani buka suara karena dia malu pada Fikri.


"Apa kita akan diam begini" tanya Julia.


"Tidak" ucap Raya.


"Bicara lah" ucap Julia.


"Kevin kau kenapa" tanya Rahma.


"Aku baik" ucap Kevin singkat.


"Kita kemarin kemarin masih ngobrol kenapa sekarang kau jadi begitu apa kau marah pada ku" tanya Rahma.


"Gak" ucap Kevin.


"Kau teman ku aku tau itu" ucap Rahma.


"Jangan gr siapa juga yang mau sama kamu dasar istri orang" ucap Kevin marah dan langsung pergi dari sana.


Fikri pun mengikuti Kevin yang sekarang pergi.


"Kenapa dia" tanya Julia.


"Kayanya Kevin kesal" ucap Raya.


Sedangkan Kevin saat ini merasa cemburu karena Rahma yang dia cintai menikah dengan orang lain.


"Kau terlalu keras bicara pada Rahma" ucap Fikri.


"Aku kesal" ucap Kevin.


"Kau kenapa" tanya Fikri.


"Entah lah" ucap Kevin.


Siang hari nya semuanya bubar karena akan pulang, Rahma langsung saja pulang ke kediaman Elpan dengan di jemput oleh supir pribadi Elpan.


Sesampainya di kediaman Elpan, Rahma Langsung masuk ke dalam rumah yang berisik itu dan benar saja di dalam banyak sekali paper bag yang berserakan.


Sedangkan Mira dan Wanda tengah melihat lihat pakaian yang mungkin baru saja mereka beli.


"Rahma kau sudah pulang" tanya Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


Beberapa pelayan datang ke sana dengan membawa koper mereka.


"Nona kami permisi" ucap mereka.


"Kalian mau ke mana" tanya Rahma.


"Aku memecat mereka" ucap Mira.


"Kenapa harus di pecat mah" tanya Rahma.


"Rahma di sini itu sudah banyak pelayan jadi mamah hanya mengurangi pelayan saja" ucap Mira.


Rahma mengambil uang dalam saku tasnya,


"Ambil uang ini untuk kalian di perjalanan" ucap Rahma memberikan beberapa lembar uang untuk pelayan yang pulang itu.


"So soan kasih uang padahal uang Elpan" ucap Mira menyinggung Rahma.


"Sudah mah" ucap Elpan.

__ADS_1


"Kami permisi nona" ucapnya.


"Ya kalian hati hati di jalan ya" ucap Rahma.


"Oh ya mah kita coba di kamar yu" ucap Wanda.


"Ayo" ucap Mira.


Mereka membawa baju mereka ke lantai atas kamar nya Wanda.


Mira menatap ke arah belakang.


"Rahma tolong bereskan sampah itu" ucap Mira.


Rahma tak menjawab dia hanya diam saja dan langsung memungut sampah yang berserakan itu.


"Sudah Rahma biarkan saja" ucap Elpan.


"Jangan so peduli" ucap Rahma.


"Rahma kita ke kamar" ucap Elpan.


"Pelayan tolong bersih kan ini" sahut Elpan.


"Baik tuan" ucap mereka.


Rahma langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dengan cepat Elpan menyusul sehingga Rahma tak bisa mengunci kamarnya karena elpan menghalangi pintu.


Rahma pasrah saja dia langsung masuk membiarkan pintu yang terbuka, dengan cepat elpan menutup pintu nya.


"Kau marah" tanya Elpan.


"Tidak" ucap Rahma singkat.


"Kenapa kau jadi ketus pada ku" tanya Elpan.


"Tak ada" ucap Rahma.


"Baik lah malam ini aku akan tidur bersama dengan ku" ucap Elpan.


"Tak perlu kak aku sudah terbiasa dengan kesendirian" ucap Rahma.


"Jangan menolak" ucap Elpan.


Rahma memutar bola matanya malas.


"Aku akan mandi dan sore ini aku akan ke rumah papah" ucap Rahma.


"Bagai mana kabar papah" tanya Elpan.


"Baik" ucap Rahma.


"Bisa aku ikut" tanya Elpan.


"Boleh" ucap Rahma.


Di kamar Wanda saat ini Mira dan Wanda tengah mencoba baju yang baru saja mereka beli tadi di pusat perbelanjaan.


"Yang ini bagus gak" tanya Mira.


"Bagus mah" ucap Wanda.


"Untuk pertama kalinya mamah bebas berbelanja setelah selama ini uang belanja mamah di pegang Elpan, mamah jarang belanja lagi tapi setelah kamu ada mamah bisa belanja lagi, sungguh anak ini bawa keuntungan" ucap Mira yang langsung mengelus perut Wanda.


"Bukan hanya kau Mah tapi anak ini bawa keberuntungan juga untuk ku" batin Wanda tersenyum.


Wanda keluar dari kamarnya.


"Aku akan menemui El dulu" ucap Wanda.


Tokk


Tokk


Wanda mengetuk pintu kamar Rahma, dan dengan cepat Elpan membuka kan pintu nya itu.


"El kapan kita akan honey moon" tanya Wanda yang langsung menerobos masuk ke dalam.


"Besok" ucap Elpan.


Rahma hanya mendengar kan saja tanpa mau ikut campur pada urusan mereka.


"Tapi Rahma ikut ya" ucap Elpan.


"Boleh" ucap Wanda tersenyum padahal hatinya menggerutu.


"Kenapa harus ikut sih aku kan mau berduaan dengan Elpan masa honey moon bertiga" batin Wanda marah.


"Gak usah aku gak mau ikut" ucap Rahma.


"Rahma ayo lah ikut saja" ucap Elpan.


"Ya Rahma ikut saja" ucap Wanda.


"Tidak aku banyak pekerjaan" ucap Rahma.


"Baik lah aku tak akan pergi kalau Rahma tak ikut" ucap Elpan.


"Hah" Wanda tersentak kaget mendengar hal itu.


"Kalau sampai bocah itu tak ikut bisa berabe aku" gumam Wanda.


"Ayo lah Rahma ikut saja ya" ucap Wanda.


Tak ada jawaban dari Rahma.


"Hanya beberapa hari saja kau bisa libur kuliah kan" ucap Wanda lagi.


"Tapi aku tak bisa, ini hari spesial untuk kalian" ucap Rahma.


"Aku mau kau ikut" ucap Elpan.


"Plis Rahma ikut, kalau aku tak honey moon bagai mana aku bisa memberikan kalian anak" ucap Wanda.


"Kak jangan seperti bocah" ucap Rahma.


"Aku mau kau ikut" ucap Elpan kekeuh.


"Ya sudah aku ikut" putus Rahma sebenarnya dia tak mau ikut karena pasti ujung ujungnya Rahma yang akan menangis.

__ADS_1


"Setuju" ucap elpan.


bersambung


__ADS_2