Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 85


__ADS_3

Iqbal memutus kan untuk pergi ke kediaman Rahma apa lagi pernikahan nya Rahma adalah besok.


Iqbal datang karena akan mencoba membujuk papahnya Rahma semoga saja dia bisa merubah pikiran nya.


Sesampainya di sana banyak sekali tamu yang berdatangan padahal pernikahan nya masih esok.


Iqbal masuk karena para satpam di sana menyangka kalau Iqbal adalah seorang tamu.


Iqbal dengan percaya diri langsung masuk ke dalam dia menemui papanya Rahma yang sekarang tengah mengobrol.


"Selamat pagi tuan" ucap Iqbal.


"Hey tuan Iqbal" ucap salah seorang teman Argam yang mengenali Iqbal.


"Tuan Karta" ucap Iqbal yang langsung berjabat tangan.


"Anda datang" tanya nya.


"Ya saya ada perlu dengan tuan Argam sekalian mau mengucapkan selamat" ucap Iqbal.


Argam langsung datang ke sana.


"Selamat datang" ucap Argam.


"Terima kasih, tuan bisa kita bicara sebentar" tanya Iqbal.


"Boleh" ucap Argam yang langsung membawa Iqbal ke arah kamar tamu.


"Ada apa tuan" tanya Argam.


"Pak saya hanya mau bicara tentang Rahma dan Elpan saya tau mereka masih ingin bersama" ucap Iqbal.


"Kalau kedatangan anda kesini untuk membahas itu maka silahkan pergi" ucap Argam.


"Dengar kan saya dulu pak" ucap Iqbal.


"Apa lagi? waktu anda hanya lima menit" ucap Argam.

__ADS_1


"Saya ingin anda ijinkan mereka bersama lagi saya pikir mereka akan bahagia apa lagi dengan adanya Lian di antara mereka pasti akan ada kebahagiaan di antara mereka, aku juga mau membujuk anda untuk memperoleh Rahma mengasuh anak saya, jujur saya tak bisa mengasuh dia karena beberapa alasan jadi saya yakin kalau Rahma akan bisa memberikan kasih sayang seorang ibu untuk Lian, bapak jangan salah paham saya hanya ingin membuat Rahma bahagia karena yang saya tau Rahma bahagia jika mengasuh Lian" ucap Iqbal panjang lebar.


"Maksud anda Rahma harus mengurus anak anda dalam kata lain Rahma harus menjadi baby sitter, cari saja di luaran sana wanita yang yang anda cari atau cari saja wanita untuk di jadikan istri supaya bisa menjadi ibu sambung dari anak mu itu, apa akan terdengar sopan jika kau meminta Rahma menjadi baby sitter anak anda" ucap Argam.


"Ya saya tau saya paham pak tapi Lian nyaman pada Rahma" ucap Iqbal.


"Lian itu masih anak anak jadi saya pikir dengan siapa saja dia akan nyaman apa lagi kalau orang itu ada setiap hari, jangan bawa bawa Rahma dengan urusan anda karena Rahma tak ada urusan dengan anda dan teman anda" ucap Argam yang langsung pergi dari sana.


Iqbal hanya menatap datar dia tak tau harus apa ternyata mengalah kan papahnya Rahma lebih sulit dari dugaanya.


"Aku gagal" gumam Iqbal.


Iqbal langsung pulang ke perusahaan nya dia tak bisa membujuk papah nya Rahma apa lagi papah Rahma sangat keras kepala dan egois tapi menurut Iqbal kalau dia ada di posisi nya dia juga mungkin akan melakukan hal yang sama apa lagi Elpan dengan ke jam nya menyakiti Rahma tentu saja sebagai seorang ayah Argam tak akan menerima hal itu.


"Ini salah El sih yang terlalu ke jam menyakiti Rahma, pantas papahnya sampai seperti ini, tapi aku lebih heran pada Rahma kenapa dia mau pada El padahal sudah tau kalau El pernah menyakiti nya, apa Rahma tipikal wanita yang bo doh karena cinta" gumam Iqbal.


Saat ini Rahma ada di dalam kamar nya ada Arman juga yang sedang menjaga Rahma karena takut Rahma kabur.


Sejak tadi Rahma hanya diam saja dan melamun seakan akan dia sudah tak bersemangat lagi untuk hidup.


Arman tak berani untuk bicara dia hanya diam saja.


"Nona makanan anda" ucap pelayan itu.


Setelah menaruh makanan nya itu pelayan itu langsung pergi dari sana karena takut menganggu.


Arman mengambil piring yang isi nya nasi dengan sayuran yang menjadi teman makannya.


"Ayo Rahma makan lah" ucap Arman yang langsung duduk di ranjang sebelah Rahma.


"Aku gak lapar" ucap Rahma ketus dan datar.


Arman hendak menyuapi namun Rahma menepis piring itu hingga membuat piring itu jatuh ke bawah.


Prang


Piring itu terjatuh bahkan makanan di dalam nya pun ikut berceceran di lantai.

__ADS_1


Arman dengan sabar memunguti makanan itu, Arman tipikal laki laki yang penyabar bahkan dia juga tak terlalu suka pada wanita yang memakai pakaian kurang bahan, bahkan selama bekerja di perusahaan Argam pun Arman tak pernah mengencani seorang wanita.


Karena rasa tak percaya diri Arman sangat besar bahkan dalam hati nya tertanam tak ada wanita yang mau padanya, Arman selalu merasa insecure bahkan setiap ada wanita yang mendekat dia tak pernah menggubris nya.


"Di kasih hati malah melunjak" ucap Rahma menyindir Arman.


Arman tetap tenang mendengar hal itu hingga dia selesai membereskan nya.


"Rahma kau tau aku berdiri di sini karena aku sayang pada mu terserah kalau kau mau menerima aku atau tidak tapi kamu harus tau Rahma kamu itu Bo doh jika harus kembali lagi pada tuan El, pantas tuan Argam melarang mu dekat dengan nya karena kau Bo doh Rahma di saat wanita ingin bahagia setelah dia menjadi janda tapi sayang nya kau malah mau masuk lagi ke lubang yang sama" ucap Arman yang langsung to the poin pada Rahma.


Rahma hanya menatap tak percaya pada Arman yang berani mengatakan hal itu.


"Kau tau tak ada seorang ayah yang rela putri nya di perlakukan seperti itu kau juga Sama kalau kau sudah punya anak tak ada Rahma ini demi kebaikan mu tapi kau salah menerima nya" ucap Arman.


"Arman" ucap Rahma mengingatkan untuk berhenti bicara.


"Kamu mengklaim kalau tuan Argam itu egois kamu tau gak siapa yang pertama kali menangisi kehidupan putri nya yang hancur karena di tinggal menikah oleh suaminya, kau tau kenapa tuan sakit sakitan saat itu karena dia ingin marah dia ingin melampiaskan semua emosi nya tapi dia tahan hanya karena apa? Hanya karena dia tak mau menyakiti hati putri nya dia tak mau kalau putri nya itu terlihat lemah, dia menangis karena melihat kamu yang pura pura bahagia padahal kamu sendiri yang menyembunyikan luka" ucap Arman.


"Tetap di batasan mu" ucap Rahma mengingat kan.


"Siapa yang egois sekarang kamu atau tuan Argam" tanya Arman.


"Keluar" ucap Rahma.


"Mirisnya jika kau merasa kau paling benar tapi sebenarnya kau yang paling egois" ucap Arman.


Rahma langsung bangkit dari duduknya dia langsung mendorong Arman untuk keluar dari kamarnya hingga sampai di depan pintu Rahma langsung menutup dan mengunci nya rapat rapat.


Rahma bersandar pada pintu dia mendudukkan dirinya di lantai, Rahma menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan nya yang bertumpu pada kakinya yang ia lipat.


Air mata Rahma tak bisa berhenti dia menangisi hal itu.


Rahma berpikir kalau ucapan Arman ada benarnya apa lagi dia juga sangat egois tak memikirkan perasaan papanya sendiri.


Rahma merasa tak berguna menjadi seorang anak apa lagi bukan kebahagiaan yang Rahma berikan hanya tangisan dan kekecewaan saja yang Rahma berikan pada papahnya.


"maaf pah aku salah" batin Rahma sambil menangis.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2