Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 56: Mahar


__ADS_3

Zahra menemui Rahma di kamarnya saat ini Rahma tengah mengasuh Lian.


"Rahma bantu aku" ucap Zahra.


"Apa" tanya Rahma.


"Orang tua pacar aku datang aku gak tau kalau mamah stroke, kalau tau begini aku gak akan bawa mereka kesini, tapi sudah lah aku mau kau ajak bicara mereka dan aku gak mau kamu melakukan kesalahan oke" ucap Zahra.


"Kenapa gak ajak saja mbak Wanda" tanya Rahma.


"Kak Wanda itu gak berguna dia diam aja kaya patung, sudah lah kau yang harus berguna sekarang" ucap Zahra.


"Ya aku datang" ucap Rahma.


Pelayan yang ada di sana mengasuh Lian, karena mulai sekarang Lian punya pengasuh jadi Rahma bisa kuliah lagi dengan tenang.


Itu pun kalau Kevin berhasil membujuk dekan kalau tidak maka Rahma terpaksa harus masuk satu bulan lagi.


Rahma berjalan ke arah orang tua pacar nya Zahra.


"Selamat siang" ucap Rahma.


"Siang" ucap mereka.


"Eh kenapa gak ada minuman" ucap Rahma yang melihat kalau meja masih kosong.


Para pelayan datang ke sana membawa kan makanan dan minuman.


"Ayo Bu pak di nikmati" ucap Rahma.


"Ya terima kasih" ucapnya.


"Om, Tante kenalkan dia Rahma istri dari kakak saya" ucap Zahra.


"Oh masih muda ya" ucap ibu itu.


"Ya BU kebetulan saya masih kuliah" ucap Rahma.


"Kamu menikah di usia muda" tanyanya.


"Ya" ucap Rahma.


"Oh".


"Kamu lebih cocok jadi adik Zahra" ucap seorang laki laki yang sudah pasti pacar nya Zahra.


"Ya semua orang berkata begitu" ucap Rahma tersenyum.


Sedangkan Mira hanya diam saja karena mau bicara pun malu dia masih belum lancar bicara.


"Mamah kamu kenapa" tanya ibu itu pada Zahra.


"Mamah stroke" ucap Zahra.


"Hanya stroke ringan sebentar lagi sembuh" ucap Rahma.


"Gak heran sih orang kaya kan makanannya beragam ya" ucap bapak nya itu.


Rahma hanya tersenyum saja mendengar hal itu.


"Oh ya silahkan" ucap Rahma.


"Aku gak suka berbasa basi, jadi kita langsung saja ke intinya, berapa mahar yang akan kau berikan pada anak ku" tanya Ibu itu.


"Mahar" tanya Rahma kebingungan mendengar kan kata mahar.


"Ya mahar berapa mahar yang akan kalian berikan pada Arya" ucapnya lagi.


"Bukan nya mahar itu pemberian seorang suami untuk istri nya di hari pernikahan" tanya Rahma.


"Ya itu di sini, tradisi di sana itu laki laki di beri mahar" ucap ibu itu.


"Seorang perempuan yang mau menikah dia harus memberikan mahar pada suami nya sama hal nya dengan membeli anak laki laki dari orang tuanya" ucap bapaknya.


"Ada kah" tanya Rahma sambil tersenyum.


"Ya berapa" tanya ibu itu.


Rahma menatap pada Zahra yang sekarang tengah kebingungan.


"100 juta" ucap Zahra namun tanpa suara.

__ADS_1


"What" gumam Rahma yang mendapat kan tatapan tajam oleh Zahra.


Rahma melihat pada mira saat ini Mira menggeleng kan kepala nya pada Rahma.


"Kata kak Rahma kita akan membayar 100 juta" ucap Zahra tanpa persetujuan dari Rahma dulu.


"Zahra" ucap Rahma.


"100 juta murah sekali" ucap ibu itu.


"Lalu ibu mau berapa" tanya Rahma.


"Uang 200 juta, apartemen 1 untuk aku dan papah nya Arya, mobil satu dan acara pernikahan semua biaya kalian yang tanggung" ucap ibu itu.


Rahma menelan Saliva nya kasar.


"Kami setuju" ucap Zahra tanpa meminta persetujuan Elpan terlebih dahulu.


"Baik lah kita tentu kan pernikahan ini" ucap ibu itu.


Rahma menatap pada Mira.


Mira hanya menatap tajam pada Zahra terlihat jelas kalau Mira sangat marah.


"Bagai mana kalau kita menikah kan mereka dua Minggu lagi" ucap ibu itu.


"Ya kami setuju" ucap Zahra.


"Baik lah" ucap ibu itu.


Hingga lama mereka di sana, akhirnya mereka pulang juga setelah mengingat kan kembali mahar yang harus di berikan mereka langsung berpamitan..


Sepulang nya keluarga Arya dari sana Rahma langsung menatap pada Zahra dengan tatapan tajam.


"Ada apa" tanya Zahra.


"Kau tau apa yang mereka minta" tanya Rahma.


"Mahar" ucap Zahra.


"Ya Zahra mahar sedang kan di kita mahar itu dari laki laki aku tak habis pikir ada kah seorang wanita memberi kan mahar pada laki laki" ucap Rahma.


"Panggil aku Kakak, Rahma" ucap Zahra.


"Mulai berani ya sekarang" ucap Zahra.


"Aku tekan kan kalau laki laki itu gak baik buat kamu" ucap Rahma.


"Kenapa tak baik hah, dia mau menerima kekurangan aku dia mau punya istri yang hidup dengan orang toxic seperti kalian" ucap Zahra.


"Haha kau lebih tua dari ku tapi untuk urusan pernikahan aku yang lebih tau dari mu, Zahra aku gagal dalam pernikahan apa salah kalau aku mengingat kan kamu" ucap Rahma.


"Kau iri Rahma kau berusaha menolak kenyataan ini karena kau iri, Rahma kau tak cantik lihat diri mu sangat tak menarik siapa yang mau dengan mu bahkan kak El saja terpaksa menikah dengan mu" ucap Zahra.


"Setidaknya aku masih punya harga diri untuk tak di manfaat kan oleh orang lain" ucap Rahma.


"Seperti kau yang tidak saja" ucap Zahra.


"Seharusnya kau yang meminta mahar itu seharusnya kau yang meminta uang mobil dan apartemen itu bukan mereka" ucap Rahma.


"Rahma benar Zahra" ucap Mira yang masih terbata bata.


"Hahah mamah sama saja" ucap Zahra.


"Baik lah aku gak akan ikut campur pada pernikahan mu dan kehidupan mu, tapi aku hanya menyarankan untuk berhati hati" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Zahra dan Mira.


"Zahra kamu jangan mau di porotin" ucap Mira.


"Arrghh diam mah aku ga butuh saran mamah" geram Zahra.


Zahra langsung masuk ke dalam kamar nya, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


Sore hari nya Elpan pulang, hari yang sangat melelahkan bagi Elpan karena seharian ini Elpan Bekerja sangat keras.


Elpan mendudukkan tubuhnya di sofa rumah nya itu.


Zahra datang ke sana sekarang dia duduk di sebelah Elpan.


"Kapan kau pulang" tanya Elpan.


"Tadi siang, kak aku mau nikah" ucap Zahra.

__ADS_1


"Dengan siapa" tanya Elpan.


"Dengan Arya tadi orang tua nya datang tapi Rahma dia seolah tak suka pada mereka bahkan Rahma juga bilang kalau dia tak baik untuk aku" ucap Zahra kesal.


"Masa sih" ucap Elpan.


"Ya ini sudah menjadi tradisi di kota nya kalau seorang wanita harus memberikan mahar pada laki laki, dan orang tuanya Arya meminta uang 200 juga, mobil dan Apartemen" ucap Zahra.


"Apa" tanya Elpan tak percaya.


"Ya aku hanya mau menikah dengan dia, Kabul kan keinginan aku kak" ucap Zahra.


"Tapi Rahma membeli apartemen di kota ini itu rasanya tak mungkin, karena kau tau kan apartemen sekarang mahal, apa lagi sangat susah kalau yang punya tak menjual nya" ucap Elpan.


"Ayo lah kak apa Sangat sulit untuk kau mengabulkan nya" tanya Zahra.


"Baik lah aku akan coba kabulkan" ucap Elpan yang langsung melihat m banking di ponsel nya.


"Uang nya cukup tapi pasti akan mengambil dari rekening Wanda dan Rahma, kapan kamu menikah" tanya Elpan.


"Dua Minggu lagi" ucap Zahra.


"What kau gi la ya Zahra dua Minggu itu sebentar" ucap Elpan.


"Ayo lah kak" ucap Zahra.


"Gak mungkin aku gak mungkin menikah kan kamu secepat ini, Zahra pernikahan itu harus di persiapkan" ucap Elpan.


"Dimana kalian akan menikah" tanya Elpan menatap pada Zahra.


"Di sini" ucap Zahra.


"Biaya nya" tanya Elpan.


"Dari kakak" ucap Zahra.


"Argh Zahra aku tak lagi pegang uang banyak" ucap Elpan.


"Ya ampun kak, kakak jual saja tanah yang akan di bangun itu lagi pula kakak tak mengurus tanah itu" ucap Zahra.


"Zahra kamu tau kan susah nya mencari tanah di dengan harga murah, jadi aku tak akan menjual nya" ucap Elpan.


"Ayo lah kak" ucap Zahra.


"Ya ya aku akan usahakan" ucap Elpan.


"Terima kasih" ucap Zahra.


"Ada yang lain lagi" tanya Elpan.


"Mereka mau apartemen yang ada di kawasan elit di apartemen dekat kantor nya Teman kak El" ucap Zahra.


"What" elpan terkejut karena apartemen itu akan sangat mahal karena ada di kawasan elit dan perabotan yang menjamin hidup senang.


Belum juga masalah Zahra selesai sudah datang Wanda ke sana dengan penampilan yang sangat cantik seperti mau ke undangan.


"El aku minta uang dong" ucap Wanda.


"Mau kemana" tanya Elpan.


"Aku mau jalan jalan" ucap Wanda.


"Tak bisa kah kau diam di rumah dan tak menghabiskan uang" ucap elpan marah.


"Tapi El" ucap Wanda.


"Mana ATM mu" tanya Elpan.


"Ada" ucap Wanda.


"Berikan pada ku" ucap Elpan namun Wanda tak memberi kan nya.


"Berikan Wanda" ucap Elpan.


"Gak mau" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan dan Zahra.


Elpan mengambil ponsel nya dan langsung memindah kan semua uang di atm Wanda pada ATM nya.


Lalu Elpan memblokir kartu nya itu hingga Wanda tak bisa menggunakan nya.


"Kak" ucap Zahra yang akan bicara lagi.

__ADS_1


"Diam aku sangat pusing sekarang kau Pergi lah ke kamar" geram Elpan.


bersambung


__ADS_2