Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 49: kedatangan Argam


__ADS_3

Elpan mengantarkan Mira masuk ke dalam kamarnya bahkan Elpan juga membaringkan Mira untuk istirahat di kamarnya.


"Pelayan" sahut Elpan.


Beberapa pelayan datang ke sana.


"Jaga mamah dia mengalami stroke ringan jadi aku mau kalian stay di kamar mamah" ucap Elpan.


"Baik tuan" ucapnya.


Elpan berjalan ke arah kamar Wanda, saat ini dia sangat lelah apa lagi semalaman dia tak tidur dengan nyenyak.


Elpan melihat Wanda yang sudah tertidur padahal semalaman Wanda tertidur sangat pulas.


Elpan mengambil handuk namun sebelum itu dia melihat dahulu Lian yang sekarang tengah tertidur.


"Anteng anteng Lian kasihan ibu kamu" ucap Elpan.


Elpan yakin kalau setelah Lian bangun bukan Wanda yang akan asuh tapi Rahma lah yang akan mengasuh nya.


Bahkan setelah melahirkan saja Wanda tak pernah menyentuh lagi Lian.


Bahkan untuk mengantikan popok pun Wanda seakan jijik.


Elpan mandi terlebih dahulu dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Setelah selesai Elpan berganti pakaian namun dia lupa kalau pakian nya ada di kamar Rahma karena di kamar Wanda penuh dengan barang barang Wanda.


Elpan berjalan ke arah kamar Rahma dia hendak mengambil pakaian saja.


Elpan melihat Rahma yang tertidur pulas.


"Rahma aku paham jika menjadi diri mu" gumam Elpan.


Dia langsung mengambil pakaian dan memakai nya, Elpan sekarang sangat lapar dia ingin makan terlebih dahulu jadi dia akan mengambil ke dapur.


Baru saja Elpan keluar dari kamar Rahma dia mendengar suara Lian menangis, kamar Wanda seperti kamar pada umumnya kamar itu tak kedap suara jadi suara dari luar atau pun dari dalam pasti terdengar tak seperti kamar Rahma yang kedap suara.


Elpan langsung masuk ke dalam dia melihat kalau Lian menangis dan Wanda tertidur berusaha menutupi telinga nya supaya tak mendengar suara tangis Lian.


"Wanda bangun lah Lian nangis" sahut Elpan yang langsung mengambil dot yang masih berisi supor.


"Minum lah nak" ucap Elpan.


Elpan berdiri lama sekali karena membantu memegangkan dot untuk Lian minum.


Namun Lian malah semakin menangis dia tak mau di susui, Elpan mengecek celana yang lian pakai ternyata celananya basah bahkan pakaian nya juga basah.


"Bagai mana cara aku mengganti nya" gumam Elpan bingung.


Dia melepaskan kancing baju nya, tapi Elpan takut salah memegang Lian, Elpan mendekat pada Wanda.


"Wan bangun aku gak bisa ganti pakaian Lian" ucap Elpan mencoba membangun kan Wanda.


"Ck El aku ngantuk" ucap Wanda.


"Tapi Lian bagai mana" tanya Elpan.


"Tanya saja Rahma" geram Wanda.


Elpan mengambil pakaian ganti yang baru untuk Lian dia langsung menggendong Lian dan membawa nya ke kamar Rahma.


"Semoga saja Rahma mau membantu" gumam Elpan.


Elpan membaringkan Lian di atas ranjang yang besar itu,


"Rahma tolong bantu aku mengganti kan pakaian Lian" ucap Elpan.


Rahma yang mendengar suara tangis bayi pun langsung terbangun.


"Ada apa" tanya Rahma dengan mata yang masih merem.


"Pakaian Lian basah aku gak bisa mengganti nya" ucap Elpan.


"Oh baik lah" ucap Rahma.


Rahma langsung mengucek matanya supaya dia merasakan sedikit jelas untuk melihat.


Rahma mengantikan pakaian Lian dengan teliti.


"Kak kau tak membawa popoknya" ucap Rahma.


"Aku akan bawakan" ucap Elpan yang langsung sigap membawa kan popok untuk Lian.


Bukan hanya popok Elpan juga membawakan pakaian susu formula Lian bahkan air panas dan dingin pun Elpan bawa ke sana.

__ADS_1


Elpan menyimpan semua itu di atas kasur Rahma, sehingga Rahma cukup mudah mengambil nya.


Elpan juga membawakan selimut dan bantal Lian karena dia tau di kamar Rahma selimut nya kebesaran.


"Apa perlu aku membawa kasur bayinya" tanya Elpan.


"Gak usah kak" ucap Rahma.


Rahma selesai mengantikan pakaian Lian dia menidurkan Lian di kasur namun lebih jauh dari Rahma.


Karena Rahma takut kalau Rahma tidur tak diam lalu mengenai Lian.


"Aku akan beli lemari kecil untuk barang barang Lian" ucap Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


Rahma menyeduh kan susu formula untuk Lian.


"Kak aku baru tau kalau susu ini bisa basi dalam dua jam" ucap Rahma.


"Basi" tanya Elpan.


"Ya jadi kalau susunya sudah lebih dari dua jam kita buang aja" ucap Rahma.


"Oh baik lah" ucap Elpan.


"Kau akan tidur, tidur lah kak tapi maaf kau harus tidur di kamar Mbak Wanda karena di sini penuh" ucap Rahma.


"Tak apa aku tidur di sofa" ucap Elpan.


"Jangan kak nanti kau sakit badan" ucap Rahma.


"Gak akan" ucap Elpan.


Rahma tak bisa melarang Elpan, dia hanya mengasuh Lian saja padahal anak itu anteng kalau lagi main.


"Lian ibu mau tidur jadi kamu harus nurut ya gak boleh nangis" ucap Rahma.


Rahma melanjutkan tidur nya hingga beberapa jam, Rahma merasa fresh setelah bangun tidur.


"Lian" ucap Rahma yang melihat bayinya itu sedang tertidur.


Rahma tak membuat kesempatan emas ini dia langsung mandi dan berganti pakaian dengan sangat cepat.


"Rahma cepat sekali mandi nya" tanya Elpan.


"Ya kak takut Lian bangun" ucap Rahma.


"Oh" ucap Elpan.


Rahma terduduk di kasur dia melihat ponsel nya yang ada di atas nakas.


"Rahma maafkan aku karena Lian kau jadi tak tidur nyenyak" ucap Elpan.


"Tak apa" ucap Rahma.


"Aku akan sewa baby sitter untuk mengasuh Lian, kamu gak mungkin mengasuh terus kan sedang kan kamu juga harus masuk kuliah" ucap Elpan.


"Ya kak tapi akan aku usahakan aku bisa menjaga Lian malam hari nya" ucap Rahma.


"Ya kalau kau sanggup" ucap Elpan.


"Oh ya kak soal di rumah sakit aku minta maaf karena sudah bicara yang tidak tidak" ucap Rahma.


"Tak apa, aku justru minta maaf Rahma karena sudah mengkhianati mu" ucap Elpan.


"Tak apa lagi pula sudah terjadi juga" ucap Rahma.


"Aku sangat menyesal" ucap Elpan.


"Oh ya kamu mau makan aku akan bawakan" ucap Rahma.


"Boleh" ucap Elpan.


"Aku titip Lian" ucap Rahma.


Rahma pergi dari sana untuk mengambil makanan dari dapur.


Sedangkan Wanda saat ini dia sedang mengutak atik ponsel nya dia tak perduli pada Lian yang tak ada di kamarnya karena Wanda merasa sangat benci pada anak nya itu.


Karena Lian darah daging Iqbal bukan Elpan jadi Wanda merasa kalau Lian itu bukan anak nya.


Sedangkan di kediaman Mahoji, Argam merencanakan akan berkunjung ke kediaman Elpan hanya untuk memastikan kalau Rahma baik baik saja.


"Arman siapkan mobil" ucap argam.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Arman.


Mereka berangkat ke kediaman Elpan karena baru saja Argam mendapat kan kabar kalau madunya Rahma baru saja melahirkan, Argam ingin memastikan kalau Rahma tak di jadikan pembantu oleh Mira dan Elpan.


Sesampainya di sana mereka langsung masuk ke dalam.


"Selamat siang" ucap Argam.


Rahma yang baru saja keluar dari dapur langsung terkejut melihat papahnya yang datang ke sana tanpa bicara dahulu.


"Pah" ucap Rahma.


"Sayang" ucap Argam.


"Pah ada apa datang tumben" tanya Rahma.


"Papah dapat kabar kalau mamah mertua mu sakit jadi papah langsung datang kemari" ucap Argam.


"Oh bentar ya pah aku mau panggil kan dulu kak El" ucap Rahma.


"Ya" ucap Argam.


Rahma langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Argam menatap pada Arman.


"Rahma ketakutan melihat kita" bisik Argam.


"Tentu saja tuan dia takut padamu" ucap Arman.


"Ya".


Rahma panik dia masuk ke dalam kamar nya,


"Kak ada papah datang" ucap Rahma.


"Apa" tanya Elpan.


"Bagai mana ini" tanya Rahma.


"Kita temui papah" ucap Elpan.


"Lalu Lian" tanya Rahma.


"Kita suruh pelayan jaga" ucap Elpan.


"Baiklah segera lah bersiap" ucap Rahma.


Mereka berdua turun dari kamar mereka,


"Pah kenapa tak bilang dulu kalau mau datang" ucap Elpan.


"Ya El aku dengar mamah kamu sakit" ucap Argam.


"Ya mamah mengalami stroke ringan" ucap Elpan.


"Oh".


"Pah mau minum apa aku buatkan ya" ucap Rahma.


"Terima kasih Rahma" ucap Argam.


Rahma langsung berjalan ke arah dapur.


"Tolong jaga Lian dia di kamar ku, kalau nangis atau kenapa kenapa jangan berteriak dari atas beri aku pesan saja" ucap Rahma.


"Baik nona" ucapnya.


Pelayan itu langsung menuju ke kamar Rahma untuk menjaga Lian, dan Argam dia melihat gerak gerik pelayan itu.


"Dia masuk ke dalam kamar Rahma dan sudah pasti bayi itu bersama dengan Rahma" batin Argam.


Rahma datang ke sana membawa kan minuman untuk Argam dan Arman.


Hingga mereka berbincang lama sekali bahkan Argam juga sudah melihat kondisi Mira yang sangat memprihatikan.


Argam berpamitan untuk pulang karena tak enak berlama lama ada di sana.


Rahma bersyukur karena selama ada papah nya Lian sangat anteng dia bahkan tak rewel.


"syukur lah Lian mendukung ku" batin Rahma.


saat ini Rahma dan Elpan masuk ke dalam kamar mereka menghabiskan makanan yang tadi Rahma bawa ke kamar sambil menjaga Lian.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2