
Rahma menyiapkan makanan malam untuk Kevin, Arman dan papahnya.
Kedatangan Kevin di sambut hangat oleh Argam apalagi Argam sangat suka pada laki laki yang memperjuangkan Rahma dan menerima kekurangan Rahma.
"Ayo makan" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Arman.
"Tuan Terima kasih karena sudah mengijinkan aku tinggal di sini, bahkan sudah di kasih makan juga aku berhutang Budi pada anda tuan" ucap Kevin formal.
"Aku malah senang kalau ada yang menerima Rahma dengan baik" ucap Argam.
"Ya tuan" ucap Kevin.
"Ayo kita makan" ucap Argam.
Rahma mencoba mendekati Kevin dia ingin mengingatkan pada Kevin kalau yang sekarang dia lakukan itu adalah salah.
Bahkan Rahma saja sampai sekarang tak ada rasa suka pada Kevin hanya saja Rahma tak mau bicara karena takut menyakiti hati Kevin.
Setelah selesai makan, mereka duduk di ruang tamu menikmati film yang baru rilis di tv.
Argam pergi karena akan tidur terlebih dahulu, Sedang kan Arman dia ke dapur karena mau mengambil makanan.
Rahma mendekat pada Kevin.
"Jangan mendekat aku takut papah mu marah" ucap Kevin.
"Apa sih" ucap Rahma tersenyum.
"Gak bisa jauh jauh ya" ucap Kevin.
"Aku mau bilang gini, Vin kamu gak seharusnya bertengkar dengan orang tua mu aku gak mau kalian begini" ucap Rahma.
"Tapi Rahma mereka menolak mu" ucap Kevin.
"Ya aku tau tapi Kevin ini tak benar, minta maaf lah pada orang tua mu" ucap Rahma.
"Gak aku mau menikah dengan mu" ucap Kevin.
"Ya aku mau tapi bagaimana Vin kita tak punya restu dari orang tua kamu" ucap Rahma.
"Aku gak akan menyerah" ucap Kevin.
"Tapi aku gak mau menjalani hubungan ini kalau tak ada restu dari orang tua mu" ucap Rahma.
"Rahma plis" ucap Kevin.
"Aku tau tapi kalau seperti ini lebih baik kita sudahan saja" ucap Rahma.
"Tapi Rahma kamu gak percaya sama aku" tanya Kevin.
"Aku percaya tapi mamah kamu pasti akan melakukan apa pun demi memisahkan kita" ucap Rahma.
"Semoga saja mamah merestui kita" ucap Kevin yang di balas anggukan oleh Rahma.
Arman datang kesana dan membawa banyak makanan untuk Rahma dan Kevin serta diri nya.
"Makasih Arman" ucap Rahma.
"Ya sama sama" ucap Arman.
Drtt drtt
Ponsel Kevin berdering dia melihat layar ponsel nya ternyata dari papahnya.
"Apa" tanya Kevin seperti terkejut saat mengangkat telpon itu.
"Ya aku akan ke sana" ucap Kevin yang langsung panik karena mendengar mamah nya masuk rumah sakit.
"Apa Vin" tanya Rahma.
"Ini Rahma mamah dia masuk rumah sakit" ucap Kevin.
"Oh ya" tanya Rahma.
"Aku harus pergi dulu ya" ucap Kevin.
"Aku ikut" ucap Rahma.
"Jangan sudah malam" ucap Kevin.
"Oh baik lah" ucap Rahma.
Kevin langsung pergi dari sana menuju rumah sakit yang menjadi tempat mamahnya di rawat.
Rahma menatap pada Arman yang ada di sana tak jauh dari tempat duduknya.
Rahma melanjutkan menonton nya tak ada percakapan di antara kedua nya.
Mereka memilih film romansa di dalamnya banyak sekali adegan romantis yang di tampilkan.
"Duh kenapa banyak begini sih" batin Rahma.
Arman menatap wajah Rahma dari jarak jauh.
"Mau tetap nonton" tanya Arman.
"Kenapa" tanya Rahma.
__ADS_1
"Film ini hanya untuk orang yang punya kekasih dan aku gak punya" ucap Arman.
"Kamu tinggal tutup mata saja" ucap Rahma.
"Baik lah" ucap Arman yang langsung menutup matanya karena tak mau melihat film itu.
"Aku akan tidur kalau mau di pindahkan juga gak papa" ucap Rahma.
"Aku juga akan tidur" ucap Arman.
Pagi hari nya Rahma akan berangkat ke perusahaan orang tuanya Kevin karena dia akan bekerja lagi.
Namun saat Rahma akan mencari taksi dia melihat Kevin yang baru saja datang ke sana dengan wajah yang murung.
"Kevin" ucap Rahma.
"Rahma semalam mamah memaksa aku untuk menikah dengan wanita lain, aku menolak tapi Rahma mamah drop hingga aku menerima perjodohan ini mamah mulai pulih" ucap Kevin.
"Kau akan menikah" tanya Rahma.
"Ya" ucap Kevin sambil mengangguk kan kepala nya.
"Selamat" ucap Rahma.
"Kau tak marah" tanya Kevin.
"Dari semalam aku sudah menata hati untuk menerima ini dan ternyata piling aku benar" ucap Rahma.
"Maaf" ucap Kevin.
"Tak apa membuat orang tua bahagia itu adalah suatu hal yang sangat sulit kau tau bisa saja dengan perjodohan ini mamah mu senang, aku yakin pilihan nya pasti bagus" ucap Rahma.
"Sekali lagi aku minta maaf hari ini aku akan bertemu dengan nya" ucap Kevin.
"Tak masalah, mulai lah bekerja menerima dia karena Vin kau butuh pendamping hidup" ucap Rahma.
"Ya" ucap Kevin.
Rahma tersenyum sambil melihat kepergian Kevin, ada sedikit rasa sedih di hati Rahma karena orang yang mencintai nya sekarang sudah menjadi milik Orang lain.
"Bahagia lah Kevin kau pantas mendapatkan ratu bukan aku" ucap Rahma.
Rahma ke perusahaan Kevin namun kejadian tak terduga di alami oleh Rahma.
Dia melihat barang barangnya di keluarkan oleh satpam perusahaan itu.
"Rahma kata tuan besar kamu harus pergi kamu di pecat dengan tidak hormat Rahma" ucapnya.
"Kenapa begitu" tanya Rahma.
Rahma langsung ingat dengan mamanya Kevin, hal ini sudah pasti dia yang melakukan nya.
"Aku paham" gumam Rahma.
Rahma pulang dengan perasaan kacau karena masalah Kevin, Rahma harus di pisahkan padahal Rahma juga sudah membiarkan Kevin pergi.
"Begini lah" gumam Rahma.
Rahma pulang dia melihat papahnya yang masih ada di sana,
"Pah belum berangkat" tanya Rahma.
"Belum, Rahma kenapa kamu pulang lagi" tanya Argam.
"Orang tuannya Kevin mengeluarkan aku" ucap Rahma.
"Kenapa begitu" tanya Argam.
Rahma menceritakan semua nya dia sangat marah pada orang orang itu.
"Masih mau jadi atasan" tanya argam.
"Baiklah segera persiapkan" ucap Rahma.
"Siap bos" ucap Argam.
Siangnya Rahma berniat akan menemui Julia yang saat ini ada di pusat perbelanjaan, setelah lulus kuliah S1 mereka sudah tak saling bertemu apa lagi mereka sibuk dengan urusan masing masing.
Rahma berjalan ke arah ruang tamu dia melihat ada tamu yang datang.
"Ya ada apa" tanya Rahma pada laki laki paruh baya.
"Apa pak Argam nya ada" tanyanya.
"Oh ada, ayo masuklah" ucap Rahma.
Rahma memanggil papahnya yang ada di lantai atas, tamu itu menunggu di bawah.
"Pah ada tamu di bawah aku mau berangkat sekarang" ucap Rahma.
"Ya Sayang" ucap Argam.
Di pusat perbelanjaan kota, Rahma mencari cari keberadaan Julia.
"Jul" sahut Rahma.
"Hey Rahma sudah datang" tanya Julia.
"Baiklah ayo kita jalan jalan" ucap Rahma.
__ADS_1
"Tunggu Rahma aku mau memberi tau mu kalau aku akan menikah" ucap Julia.
"Benarkah dengan Rega" tanya Rahma.
"Tidak tapi dengan Mas Roni" ucap Julia.
"Lalu Rega" tanya Rahma.
"Dia itu pembu nuh Rahma aku gak suka padanya" ucap Julia.
"Oh ya" tanya Rahma.
"Ya jadi aku mau secepatnya menikah dan bahagia" ucap Julia.
"Ya baik lah, aku doakan semoga kau bahagia dengan suami mu itu" ucap Rahma.
"Amin" ucap Julia.
Rahma tak sengaja melihat Wanda bersama dengan laki laki lain, mereka terlihat sangat mesra sekali.
Rahma berpapasan dengan Wanda yang tengah mengandeng laki laki asing itu.
Rahma hanya melihat saja dan langsung memalingkan wajahnya.
Namun Wanda malah menyenggol lengan Rahma.
"Kalau kau mau kembali pada El silahkan aku gak butuh dia" bisik Wanda yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma dan Julia.
"Dia pelakor itu kan" ucap Julia.
"Ya sudah lah" ucap Rahma.
Rahma melihat ke arah belakang dia melihat lagi Wanda.
"Apa mereka sudah berpisah" gumam Rahma.
Rahma mencari cari lagi barang yang Julia butuh kan.
Hingga dia berpapasan dengan laki laki yang pernah mengisi masa lalunya.
Brughh
Rahma menubruk dada bidang Elpan, Untung saja Rahma tak terjatuh.
"Kak El" ucap Rahma.
Mata Elpan menatap pada Rahma yang sekarang sangat cantik dengan pipi yang tembem dan badan yang berisi.
Tak seperti saat bersama dengan nya Rahma sangat kecil dan kurus.
"Rahma bisa kita bicara" tanya Elpan memegang tangan Rahma.
Namun dengan cepat Rahma menepis tangan Elpan.
"Maaf aku sibuk" ucap Rahma.
"Ayo lah tinggal kan dia" ucap Julia yang langsung menarik Rahma menjauh dari sana.
Elpan berniat mau menghentikan langkah Rahma tapi Rahma tak mau bicara dengan nya.
"Rahma aku tau kalau yang mencuri uang bukan kau" sahut Elpan yang berhasil menghentikan langkah Rahma.
"Syukur lah kalau kau tau" sahut Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan.
Elpan Malu pada Rahma karena dahulu Elpan sangat tak adil pada Rahma.
Tapi sekarang orang yang Elpan pilih malah mengkhianati Elpan.
Elpan langsung tersadar pada Wanda yang kata anak buah nya Wanda ada di sana bersama dengan laki laki lain, maka dari itu Elpan datang ke sana karena ingin memergoki Wanda.
Elpan berjalan ke arah pusat perbelanjaan itu dia mencari cari Wanda, ternyata dia ada di tempat makan di mall itu.
Prok
Prok
Elpan menepuk tangan nya di hadapan Wanda dan laki laki yang tengah bersama dengannya itu.
"Bagus ya" ucap Elpan.
Wanda hanya acuh saja pada Elpan yang sekarang tengah memergoki nya.
"Mulai detik ini aku ceraikan kau" ucap Elpan menatap tajam pada Wanda.
"Oke" ucap Wanda yang langsung bangkit dari duduknya.
"Tapi jangan salahkan aku jika kau tak bisa bertemu lagi dengan Lian" ucap Wanda.
"Kau gak bisa begitu karena kau tak perduli pada Lian bahkan kau juga gak pernah mengasuh Lian, apa kau akan menyayangi Lian seperti seorang ibu pada umumnya" tanya Elpan.
"CK sayang, apa kau pernah menyayangi Lian" tanya Wanda.
"Setiap hari aku mengasuh lian berharap kalau dia merasa kan kasih sayang dari ayahnya" ucap Elpan.
"Bahkan Lian akan malu jika Punya ayah seperti mu" ucap Wanda.
"Oh ya mungkin kah Lian akan menyesal karena punya ibu seperti mu" ucap Elpan.
Wanda langsung pergi dari sana meniggalkan Elpan, sedang kan Elpan dia hanya menatap bingung kenapa Wanda tiba tiba pergi.
__ADS_1
"Apa jangan jangan" gumam Elpan yang langsung berlari menuju mobil nya yang ia parkir kan di basemen mall itu.
bersambung