Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 81 menyelamatkan Lian


__ADS_3

Hingga lama Elpan mendapati jalan yang bercabang ada dua arah jalan di sana Elpan melihat lokasi yang ada di ponsel nya itu tapi tak bisa di buka apa lagi jalanan nya tak jelas bahkan di sana juga tak ada sinyal.


"Ck bagaimana ini" gumam Elpan.


Elpan berpikir sejenak dia melihat kedua temannya yang sudah tertidur pulas.


Elpan yakin dia hanya menggunakan insting nya Elpan mengambil jalan ke arah kiri.


Elpan kembali melanjutkan mobil nya ke arah yang dia tuju itu.


Sudah beberapa jam tapi Elpan belum juga sampai sampai.


Hingga Elpan menghentikan mobilnya di tengah jalanan.


Dia melihat lokasi nya lagi dan terlihat posisi Elpan sekarang sudah dekat dengan posisi ponsel mamahnya berada.


"Ray, Iqbal" ucap Elpan membangun kan kedua temannya.


Rayhan terbangun dia melihat jam tangannya ternyata sudah menunjukkan pukul 4 pagi hari.


"Oh ya ampun kita semalaman di mobil" ucap Rayhan.


"Apa kita sudah sampai" tanya Iqbal.


"Menurut lokasi kita sudah dekat" ucap Elpan.


"Tempat apa ini" ucap Iqbal.


"Kita turun saja kamu parkirkan mobil ke pinggir jalan, kita jalan kaki dari sini supaya tak ada yang curiga" ucap Rayhan.


"Ya ayo" ucap Elpan.


Mereka turun dan Elpan memarkir kan mobil nya di sisi jalan.


Mereka berjalan mengikuti lokasi dalam ponsel Elpan.


"Berjalan lah perlahan Takut ada yang sadar kalau kita datang" ucap Rayhan.


"Ya baiklah" ucap Iqbal yang sekarang masih mengantuk.


Mereka harus melewati sebuah sungai yang penuh dengan bebatuan, Iqbal sangat malas sekali karena kaki nya tak kuat menyentuh air dingin di pagi hari.


"Aku gak ikut ya" ucap Iqbal.


"Ya sudah terserah" ucap Rayhan.


"CK" Iqbal berdecak kesal.


Dia langsung berjalan melewati sungai yang mengalir air dingin itu.


Mereka kembali berjalan setelah melewati sungai, perjalanan nya seperti hutan tapi ada rumah penduduk juga di sana.


"Apa benar ini tempat nya kenapa aku gak yakin ya" ucap Rayhan.


"Ayo kita jalan saja" ucap Elpan.


Sekarang sudah pukul setengah enam pagi merdeka masih dalam perjalanan ke tempat itu hingga mereka melihat sebuah rumah yang sangat kotor dan kumuh.


Elpan yakin kalau rumah itu adalah rumah tempat mamahnya dan Rahma di sekap Elpan langsung mengantongi ponsel nya dia berjalan perlahan mendekat ke sana dia melihat ke arah jendela di sana ternyata tak ada siapa siapa hanya ada barang barang yang berantakan.


Hingga Elpan melihat jendela yang satu lagi dia melihat Rahma yang di sekap di sana namun Elpan tak melihat keberadaan mamahnya karena Mira berada di bawah jendela jadi Elpan tak bisa melihat nya.


Elpan melihat pintu itu terbuka dan terlihat pria masuk ke ruangan Rahma itu.


Elpan langsung menunduk kan tubuh nya supaya tak di lihat pria itu.


Elpan memberikan kode pada kedua tangannya yang sekarang tengah bersembunyi di balik semak semak.


Rayhan mengutak atik ponsel nya berharap anak buah nya segera datang apa lagi anak buah Marta semakin banyak di sana.


Setelah cukup lama Elpan melihat lagi jendela itu ternyata Rahma sudah tak ada di sana.


"Astaga kemana Rahma" gumam Elpan.


Elpan panik dia berpikir kalau Rahma pasti di bawa oleh orang orang itu.


Elpan langsung menuju ke arah Rayhan dan Iqbal bersembunyi.


"Rahma di bawa orang orang itu" ucap Elpan.


"Perasaan aku gak enak soal Lian" ucap Iqbal.


"Tenang lah aku yakin kalau Lian akan baik baik saja" ucap Elpan.


"Anak buah ku akan terlambat datang" ucap Rayhan.


"Mereka tak bisa di andalkan" ucap Iqbal.


"Hey kau ini kau bayangkan saja kita berangkat dari kota jam berapa dan Sampai jam berapa" ucap Rayhan.


"Dimana mereka" tanya Elpan.


"Di perjalanan" ucap Rayhan.


"Baiklah apa kita akan menyerang mereka" tanya Elpan.


"Kau gi la ya mana mungkin kita akan menang lihat bahkan mereka baru berdatangan kalau kita kalah terus di sate bagaimana" ucap Iqbal.


"Ya juga tapi kan" ucap Elpan.


"Soal Rahma mamah mu dan Lian aku yakin mereka akan selamat" ucap Rayhan.


Mereka diam di sana dan hanya sembunyi saja karena mereka sadar kalau mereka tak bisa mengalahkan orang orang yang ada di sana.

__ADS_1


Terlihat kalau orang orang itu keluar dari ruangan itu bahkan ada juga yang keluar membawa bayi yang Elpan duga kalau itu adalah Lian.


"Mereka membawa Bayi" ucap Iqbal.


"Itu Lian" ucap Elpan.


"Diamlah kita lihat apa saja yang akan mereka lakukan" ucap Rayhan.


Mereka hanya melihat saja hingga setelah lama ada seorang anak buah Marta yang menyiram bensin di sekitar rumah itu.


"Feeling aku buruk" ucap Elpan.


"Kau yakin kalau Rahma dan mamah kamu tak ada di ruangan itu" tanya Rayhan.


"Aku yakin" ucap Elpan.


"Seperti apa ruangan itu" tanya Rayhan.


"Tepat nya seperti kamar sih cuman banyak barang yang rusak tapi mungkin saja di dalam rumah itu ada ruang tamu dan Rahma di sekap di sana" ucap Elpan.


"Aku yakin kalau mereka akan membakar Rahma dan mamah mu" ucap Rayhan.


"Gak mungkin ini tak bisa di biarkan" ucap Elpan Geram.


"Tenang lah, saat orang orang itu kembali ke halaman rumah itu kau ke sana diam diam dan masuk lah ke dalam jendela itu" ucap Rayhan.


"Aku akan coba" ucap Elpan.


"Ya aku akan membantu mu naik ke sana aku juga akan menunggu di sana" ucap Rayhan.


"Lalu aku" tanya Iqbal.


"Terserah kau saja" ucap Rayhan.


"Aku akan mengawasi mereka" ucap Iqbal.


Mereka menjalankan misi nya untuk membebaskan Rahma dan Mira karena Lian sudah berada di luar bersama dengan anak buah Marta yang lain.


Di dalam sana anak buah Marta masuk ke dalam ruangan gelap itu terlihat ponsel yang layarnya menyala.


Dia langsung membawa nya ke ruang tamu dan memberikan nya pada Marta.


"Bos lihat salah satu dari mereka membawa Ponsel dan terkahir panggilan nya bersama dengan Elpan pukul sepuluh malam" ucap nya.


"Berani sekali kalian" geram Marta.


Marta mengambil ponsel itu dan melempar kan nya ke lantai hingga ponsel itu berserakan di lantai.


"Ini dendam anak ku pada kalian aku yakin kalau dia itu korban dari keserakahan kalian dan sekarang rasakan akibatnya, sayang sekali tadinya aku mau membawa Papah nya Lian sekalian tapi dia lebih pintar dari ku dia mampu mengalahkan anak buah ku" ucap Marta tertawa.


Mira dan Rahma hanya mencoba melepaskan diri karena sekarang mereka di ikat di kursi jadi mereka tak bisa bergerak sama sekali.


"Selamat tinggal oh ya kalian jangan khawatir tentang Lian aku akan menjaga nya karena aku juga kakek yang baik jadi aku harus menjaga nya" ucap Marta yang langsung pergi dari sana menuju ke arah luar rumah itu.


"Bakar saja" ucap Marta.


Bushh


Api itu langsung menyebar ke sembarang arah karena bensin tadi membuat api semakin besar.


Iqbal langsung terkejut dia belum melihat Rahma dan Mira keluar dia melihat ke arah belakang rumah itu ternyata..


"Hahahah" Marta tertawa karena di pikiran nya Mira dan Rahma sudah terbakar hidup hidup di dalam.


"Ayo serang" teraik Marta pada anak buah nya dia langsung mengambil bayi Lian dan menggendong nya berjaga jaga supaya tak ada yang begini menyerang dirinya.


"Jika anak buah aku kalah maka aku akan Sandra anak ini atau perlu aku bu nuh dia agar aku bisa Selmat setelah berhasil kabur aku akan pergi sejauh mungkin dan hidup dalam keadaan damai" batin Marta.


Slahh


Dorr


Bughh


Suara pertarungan terdengar di sana bahkan tak banyak warga yang ikut melihat perkelahian itu.


Perkelahian semakin sengit saat anak buah Rayhan mengalahkan sebagian anak buah Marta.


Sedangkan saat itu Marta terkejut dia tak percaya pada apa yang di lihat nya.


Dia melihat Rahma, Mira, Elpan, Iqbal dan Rayhan selamat hanya ada luka bakar saja di tubuh Rahma.


"Ini gak mungkin" ucap Marta tak percaya.


Flash back on.


Elpan dan Rayhan berdiri di jendela itu Rayhan memaksa Elpan untuk naik ke punggung nya dan naik ke jendela itu.


Dengan cepat Elpan langsung naik ke sana dan berusaha untuk masuk ke dalam.


elpan melihat ke arah pintu dia langsung membuka nya.


Ternyata benar Rahma dan Mira ada di ruang tamu mereka di ikat di sana di atas kursi,


"Astaga Rahma" ucap Elpan yang langsung memeluk Rahma.


"Kak" batin Rahma terharu melihat Elpan sejauh itu datang ke sana.


Elpan membuka ikatan Rahma dan dia juga membuka lakban di mulut Rahma bahkan Elpan juga membuka ikatan Mira mamahnya.


"Mah syukur lah mamah tak apa" ucap Elpan.


"Kita keluar sekarang" ucap Rahma.

__ADS_1


Mereka hendak keluar tapi sayang nya api sudah membakar rumah itu.


Mereka panik elpan langsung merangkul mamahnya untuk masuk ke ruangan tadi dia masuk.


Tapi sayangnya kayu pelapon di atas sudah terbakar dan terjatuh tepat di atas Mira dengan cepat Rahma mendorong mamah mertua nya itu dan kayu yang panas itu mengenai lengan Rahma.


"Rahma" ucap Elpan.


"Tak apa ayo kita keluar" ucap Rahma mereka keluar dari sana satu persatu keluar tapi Rayhan di bawah masih sangat kesusahan memadamkan api nya untuk datang Iqbal yang akan membantu nya Iqbal dan Rayhan mengeluarkan mereka satu persatu.


Namun saat Elpan masih di jendela yang karena ingin membantu Rahma naik ke punggung nya jendela itu terbakar.


Dengan cepat Rahma mendorong Elpan untuk Elpan keluar.


Iqbal membuka jasnya dia mengibas kibas kan jas itu untuk memadamkan api sehingga Rahma bisa keluar dari sana tapi sayang baju belakang Rahma terbakar hal itu pasti membuat Rahma sangat kesakitan.


Iqbal membantu memadamkan api di baju Rahma yang sudah hampir membakar Rahma.


"Syukur lah" ucap Iqbal.


"Tapi baju Rahma bolong" ucap Rayhan.


Elpan melepaskan jaket nya dia memberikan nya pada Rahma.


"Pakai lah aku akan mengobati mu nanti" ucap Elpan.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Ayo kita selamatkan Lian" ucap Iqbal.


"Ayo" ucap Rayhan.


Flash back off


Mereka melihat pada pertengkaran itu namun mata Rahma langsung melihat pada Marta yang menggendong Lian.


"Kak itu Lian" sahut Rahma.


Namun dengan cepat Elpan dan Iqbal berlari mengejar Marta yang ada di sana.


Rayhan membantu anak buah nya untuk mengalahkan para anak buah Marta.


Rahma dan Mira berdiri di sana karena takut terkena sengat orang orang itu.


Namun salah satu dari anak buah Marta melempar kan pisau nya ke arah Rahma dan Mira pisau itu mengarah pada Mira.


Rahma yang sadar pun langsung mendorong mamah mertua nya itu.


"Awws" ringis Mira karena kakinya keseleo.


Rahma membantu mamah nya itu untuk berdiri tapi anak buah Marta menarik Rahma dan mendorong Rahma Hingga badan Rahma membentur pepohonan.


"Aawwss" ringis Rahma merasakan sakit di badannya.


Sedangkan di jalanan Elpan dan Iqbal bisa mengepung Marta dan Lian yang sekarang berada di gendong Marta.


"Berikan anak ku" ucap Iqbal.


"Kau hanya memanfaatkan putri ku untuk anak ini kan dan setelah kau tau kalau dia hamil kau beri kan putri ku pada Elpan kan" ucap Marta marah.


"Aku gak tau kalau Wanda hamil bahkan Elpan di tipu oleh anak mu" ucap Iqbal.


"CK dasar laki laki bre ngsek kau memang tak pantas untuk hidup kalau saja anak buah ku bisa mengalahkan mu mungkin kau sudah mati sekarang" ucap Marta.


"Oh jadi kau yang menyuruh cecunguk itu menghabisi aku" geram Iqbal.


"Ya menurut mu siapa lagi" tanya Marta.


"Kembali kan Lian" ucap Elpan.


"Tidak dia cucu ku" ucap Marta.


Elpan dan Iqbal mendekat pada Marta.


Dorr


Marta mengambil pistol dari sakunya dia melepaskan peluru ke atas.


Marta juga mengarahkan pelatuk pistol itu ke arah Lian yang menangis karena takut dengan suara keras.


"Jika kalian mendekat satu langkah saja maka aku pasti kan Lian akan mendapatkan peluru ini di dadanya" ucap Marta mengancam.


Elpan dan Iqbal terpaksa berhenti karena takut Marta melakukan nya pada Lian.


"Kalau sampai Lian kenapa kenapa maka aku akan pasti kan kau akan menyesal" geram Elpan mengancam.


Hahaha


Suara tawa menggelar dari mulut Marta, dia malah mentertawakan ucapan Elpan.


"Kau mau apa emang nya kau tak bisa melakukan itu pada ku kau tau tak ada yang berani pada ku, minggir lah aku akan pergi" ucap Marta.


"Kau tak bisa pergi" ucap Iqbal.


"Oh kau mau Lian kenapa kenapa" tanya Marta.


"Lepaskan dia kalau mau melepaskan dia aku akan ringan kan hukum mu" ucap Iqbal.


"Tidak lagi pula aku tak akan melepaskan anak ini kalau aku harus di hukum maka anak ini juga harus lenyap kalau kau membebaskan aku maka aku juga akan memberikan Lian pada mu" ucap Marta.


"Baiklah aku bebas kan kau tapi kau lepas kan Lian" ucap Elpan.


"Oke deal" ucap Marta.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2