Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 58: kebenaran Lian


__ADS_3

Satu Minggu kemudian Akhirnya Mira sembuh juga dia sudah bisa jalan lagi bahkan dia juga sudah bicara lancar.


Sedangkan di rumah itu sudah sibuk dengan acara yang akan di gelar untuk pernikahan Zahra dan Arya.


Semua biaya di tanggung oleh Elpan bahkan biaya untuk mempelai laki laki pun semua biaya di tanggung Elpan.


Rahma menghitung uang Elpan yang sekarang akan di bayarkan pada kang dekor semua uang sudah siap hampir bernilai cukup besar.


"Apa akan cukup kalau dengan makanan" tanya Elpan.


"Aku rasa cukup kak" ucap Rahma.


"Kak pokok nya aku mau yang sangat mewah" ucap Zahra yang sekarang ada di kamar Rahma.


Elpan tak percaya pada Wanda atau pun Mira karena Elpan tau mereka itu mata duitan.


"Zahra Kau tau bukan kalau kau sudah punya apartemen kenapa tak kasih saja apartemen itu pada Orang tua pacarmu" ucap Elpan.


"Kak itu punya ku aku gak mau satu atap dengan mereka" ucap Zahra.


"Sudah lah" ucap Elpan.


Elpan melihat pada Zahra.


"Pokok nya kalau mereka bawa mahar untuk mu atau bawa apa saja maka itu akan menjadi milik aku" ucap Elpan.


"Terserah lah" ucap Zahra.


Sedangkan di luar kamar Elpan sekarang Mira dan Wanda tengah mendengar pembicaraan mereka namun karena kamar Elpan kedap suara jadi tak terdengar apa pun keluar.


"Berapa uang nya" tanya Wanda.


"Aku gak denger" ucap Mira.


"Ck" Wanda berdecak kesal, semenjak hari itu Wanda sudah tak mendapat kan uang dari Elpan Bahkan Wanda juga sudah tak belanja lagi.


"Aku akan tanya pada Rahma" ucap Mira.


"Ya itu lebih baik" ucap Wanda.


Saat ini Elpan akan pergi dia akan meminjam uang pada Rayhan temannya karena hanya dia lah yang mampu memberikan pinjaman untuk Elpan.


"Aku akan ke rumah Rayhan" ucap Elpan.


"Oh" ucap Wanda.


Elpan pergi menuju ke arah rumah Rayhan yang cukup jauh dari rumah nya.


Sesampainya di sana Elpan langsung masuk dia tau kalau Rayhan ada di sana karena saat ini Raya Tengah mengandung jadi tak mungkin Rayhan berangkat jauh jauh.


"Permisi" ucap Elpan.


"Kak El kau datang ada apa" tanya Raya.


"Apa Rayhan ada" tanya Elpan.


"Oh ada ayo masuk lah aku akan panggil kan" ucap Raya.


Rayhan turun dari kamar nya saat Raya panggil.


"Ada apa datang kemari, ada hal penting kah kenapa gak ajak Rahma" ucap Rayhan.


"Rahma ada, Ray aku datang karena mau pinjam uang pada mu, rencana nya Zahra akan menikah aku takut uang nya kurang" ucap Elpan.


"Aku tak habis pikir kau kaya tujuh turunan El masa kau gak punya uang banyak harus nya kamu punya banyak uang kan" ucap Rayhan.


"ATM ku di deposit Ray aku tak bisa membawa nya" ucap Elpan.


"Kenapa harus di deposit kamu tau kan efeknya" ucap Rayhan.


"Ya aku tau tapi aku berpikir dulu uang itu untuk pernikahan Zahra tapi ternyata Zahra menikah lebih cepat" ucap Elpan.


"Kapan ATM itu bisa di ambil" tanya Rayhan.


"Satu tahun lagi" ucap Elpan.


"Baik lah tak apa" ucap Rayhan yang langsung mengambil ponsel nya hendak mentransfer Elpan uang.


"Bisa kah uang cash saja" tanya Elpan.


"Oh" ucap Rayhan yang langsung berjalan menuju ke arah kamarnya, dia mengambil uang banyak sekali tetapi Rayhan memasukan nya pada amplop coklat.


Rayhan datang lagi ke sana.


"Apa 100 juta cukup" tanya Rayhan.


"Aku gak tau tapi kalau kurang apa aku bisa pinjam lagi" tanya Elpan.


"Tentu saja" ucap Rayhan.


"Baik lah aku akan pulang, aku juga akan mengundang mu kau jangan lupa datang ya" ucap Elpan.


"Ya aku akan datang" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Aku akan segera membayarnya" ucap Elpan.


"Jangan ambil saja dulu kau pernah membantu aku saat aku pinjam uang, dan sekarang anggap saja kalau aku membalas itu" ucap Rayhan.


"Terima kasih" ucap Elpan.


Tapi Elpan ingat dia dulu memberikan syarat pada Elpan.


"Apa syarat yang harus aku lakukan" tanya Elpan.


"Jaga saja Rahma" ucap Rayhan.


"Ya aku akan menjaga nya" ucap Elpan.


Malam hari nya Rahma menidurkan Lian yang sudah beberapa hari ini tak tidur dengan nyenyak.


Rahma terus saja menguap karena mengantuk, sudah menjadi tugas Rahma kalau malam mengasuh Lian karena siangnya Lian di asuh pelayan yang menjadi baby sitter.


"Kak mau makan" tanya Rahma.


"Gak perlu" ucap Elpan.


Rahma merebahkan tubuh nya di kasur yang ada di kamarnya itu.


"Aku akan tidur di kamar Wanda" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma.


Elpan berjalan ke arah kamar Wanda saat dia membuka pintu nya ternyata Wanda tak ada di sana.


"Kemana Wanda" tanya Elpan.


Seorang pelayan yang mendengar nya langsung datang ke sana.


"Tuan tadi saya melihat Nona Wanda pergi tuan" ucapnya.


"Apa sudah lama" tanya Elpan.


"Ya cukup lama" ucap Pelayan itu.


Elpan mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Wanda tapi sayang tak ada jawaban dari Wanda.


Sedangkan di sebuah hotel sekarang Wanda Tengah bersama dengan Iqbal temannya Elpan.


"Suami mu telpon dia sangat rindu pada mu" ucap Iqbal.


"Ck rindu apa nya dia bahkan tak memberi kan aku uang untuk belanja" ucap Wanda.


"Karena kau matre dan boros" ucap Iqbal yang langsung memakai kembali jasnya.


Iqbal tak menjawab dia hanya duduk di pinggir ranjang dan menyesap Rok ok yang dia bawa di saku celana nya.


"Aku mau tanya saat kita melakukan nya kau sangat tak mau aku ajak berciu man" tanya Wanda.


"Kau pikir apa" tanya Iqbal.


"Aku pikir kau jijik" ucap Wanda.


Iqbal tersenyum melihat pada Wanda yang sangat bar bar itu bahkan wanita bayaran yang lain tak pernah menanyakan hal itu.


"Bukan jijik hanya saja aku menjaga jarak aku gak mau menyentuh bibir bekas orang lain" ucap Iqbal.


"Lalu yang itu" tanya Wanda.


"Aku pakai pengaman kan" ucap Iqbal.


"Pernah satu malam kau tak memakai pengaman" ucap Wanda.


"Ya malam itu maafkan aku lagi pula kau juga tak hamil kan" ucap Iqbal.


Wanda merasa tertekan karena sebenarnya Iqbal tak tau saja kalau malam itu Wanda hamil.


Iqbal menuju ke arah sofa yang ada di sana di meja nya terdapat banyak sekali minuman.


"Kau mau minum" tanya Iqbal.


"Tidak" ucap Wanda.


"Ya karena kau tak pernah mabuk kan" ucap Iqbal.


"Aku suka" ucap Wanda yang langsung berjalan ke arah Iqbal dan ikut meminum minuman itu.


Saat ini Iqbal tak terlalu bersemangat untuk minum apa lagi dia jarang sekali menghabiskan waktu bersama dengan wanita bayaran nya.


Namun saat Iqbal akan pergi dia melihat Wanda yang sudah menghabiskan satu botol sampai habis.


Tanpa di duga lagi Wanda meminum minuman dari botol Iqbal yang hanya Iqbal tuang pada gelas sedikit, namun Wanda langsung meminum dari botol.


"Astaga kenapa dia meminum sangat banyak" gumam Iqbal.


Iqbal mendekat pada Wanda yang sekarang sudah tak sadar kan diri, Iqbal membantu Wanda untuk rebahan di kasur.


"Menyusahkan saja" gumam Iqbal.


Namun Wabda langsung memeluk Iqbal dan membawanya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kau tau kau sangat tampan, tapi sayang aku tak mau pada mu" ucap Wanda yang langsung menyentuh wajah Iqbal dengan tangan nya.


"Malam itu kau tak pakai pengamanan dan aku hamil tuan jutek, aku punya anak sekarang namanya Lian, malas sekali aku mengasuh nya apa lagi itu adalah anak mu, hahah aku membuang anak itu pada Rahma" ucap Wanda tak sadarkan diri berbicara seperti orang gi la.


Iqbal tersentak kaget mendengar hal itu.


"Apa yang kau katakan Lian putraku" tanya Iqbal.


"Ya hanya aku yang tau tak ada lagi yang tau" ucap Wanda.


Iqbal langsung memikirkan kejadian yang membuat dia mau di panggil ayah.


Mata dan hidung Lian yang sama seperti Iqbal dan ikatan batin keduanya sehingga saat mereka bertemu Lian selalu anteng di gendongan nya.


Iqbal mendorong Wanda sehingga membuat Wanda terjatuh ke ranjang.


Iqbal langsung pergi dari sana meninggal kan Wanda dan langsung pergi ke kediaman Elpan.


Sesampainya di kediaman Elpan, Iqbal langsung saja masuk ke dalam dia bahkan tak berpikir jernih sekarang.


Tak ada yang berani menghalangi Iqbal padahal di sana banyak orang yang tengah mendekorasi rumah karena mereka semua tau kalau Iqbal adalah teman nya Elpan.


Iqbal langsung masuk ke kamar Rahma padahal Elpan ada di kamar Wanda.


Iqbal sungguh tak berpikir sekarang karena yang ada di pikiran nya adalah dia ingin bertemu Lian dia ingin bertemu anak kandung nya.


Iqbal melihat Lian yang sedang tertidur, Iqbal langsung menggendong nya dia langsung menangis sambil menggendong Lian.


Rahma yang tertidur pun mendengar isak tangis seseorang, Rahma langsung bangun dia melihat Iqbal yang ada di sana.


"Astaga kak Iqbal ada apa" tanya Rahma.


Iqbal langsung tersadar dia menghapus air mata nya yang membasahi pipinya.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Lian bisa aku menginap di sini" tanya Iqbal.


"Tapi kak gak mungkin aku dan kau satu kamar begini" ucap Rahma.


"Aku janji tak akan melakukan apa pun aku hanya mau bertemu dengan Lian" ucap Iqbal.


"Tapi..." ucap Rahma yang langsung terpotong karena mendengar suara pintu yang terbuka.


Elpan terkejut karena mendapati teman nya yang bersama dengan istri nya itu.


"Iqbal sedang apa kau di sini, oh rupanya kau mau istri ku ya berani sekali kau apa diluaran sana tak ada wanita yang bisa kau ajak tidur hah" geram Elpan yang langsung meninju wajah Iqbal.


Namun Iqbal tak melakukan pembelasan apa pun pada Elpan, dia hanya diam saja.


"Tunggu kau menangis" tanya Elpan.


"Biarkan aku tidur di sini" ucap Iqbal lagi.


"Kak Iqbal apa kau sakit" tanya Rahma.


"Aku hanya mau tenang saja aku mau tidur di sini" ucap Iqbal.


"Tapi kak tak mungkin aku dan kau tidur bersama" ucap Rahma.


"Rahma" geram Elpan marah.


"Kau boleh tidur di sini tapi di ruang tamu" ucap Elpan.


"Aku mau bersama Lian" ucap Iqbal yang sejak tadi tak mau melepaskan Lian.


"Baik lah kau boleh tidur tapi tolong taruh lagi Lian kasihan dia masih tidur" ucap Rahma.


"Rahma apa apaan kamu ini" geram Elpan.


"Mau bagai mana lagi" ucap Rahma.


"Lalu kau" tanya Elpan.


"Kita akan tidur di bawah saja" ucap Rahma.


"Tapi Rahma" ucap Elpan.


Elpan hanya bisa pasrah saja, mau pergi pun Elpan tak bisa karena dia tak mungkin meninggalkan Rahma bersama dengan Iqbal apa lagi Iqbal seorang Casanova.


"Kalau mau tidur dengan mbak Wanda tak apa aku akan di sini, aku akan jaga Lian" ucap Rahma.


"Tak aku akan bersama dengan dengan mu di sini" ucap Elpan.


"Aku dan kak Iqbal juga tak akan melakukan apa apa" ucap Rahma.


"Tapi Iqbal seorang Casanova" ucap Elpan.


"Lalu apa salahnya seorang Casanova lagi pula yang bukan Casanova pun melakukan hal tak senonoh pada wanita lain" ucap Rahma.


Elpan yakin kalau ucapan itu untuk nya apa lagi Elpan juga melakukan nya.


"Mulai lagi" gumam Elpan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2