Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 69: tak di restui


__ADS_3

Sebelum pergi untuk menemui orang tua Kevin, Rahma memutus kan untuk membeli sesuatu untuk orang tuanya Kevin.


"Apa yang mamah kamu sukai" tanya Rahma.


"Mamah suka brownis" ucap Kevin.


"Baik lah kita beli" ucap Rahma.


"Ayo" ucap Kevin.


Mereka masuk ke pusat perbelanjaan di sana ada toko kue yang menyediakan brownis yang paling enak.


Rahma dan Kevin berjalan beriringan ke sana.


Langkah kaki Rahma berhenti saat melihat seorang anak kecil sekali yang sepertinya baru bisa berjalan.


Untungnya keadaan mall itu cukup sepi jadi tak perlu di khawatir kan.


Bayi itu terjatuh karena kesandung kakinya sendiri, dengan cepat Rahma langsung membantu bayi itu untuk berdiri.


"Dek kamu gak papa mana papah kamu" tanya Rahma mengusap wajah putih bayi itu.


Rahma seperti mengenal bayi itu tapi siapa, Rahma lupa siapa bayi itu.


"Kemana orang tuanya membiarkan Bayi yang masih kecil berjalan sendirian" tanya Kevin.


"Ayo kita bawa dia untuk mencari orang tuanya" ucap Rahma.


"Baik lah Ayo" ucap Kevin.


Mereka berdua mencari orang tua bayi itu tapi sepertinya tak ada di sana.


Tanpa sengaja bayi itu meninggal kan jejak ingus di baju Rahma.


Seorang laki laki datang ke sana dengan cemas dia langsung menggendong bayi itu dari tangan Rahma.


"Kamu kemana aja" ucapnya.


Rahma sangat tak asing dengan orang itu, Rahma melihat kalau orang itu adalah Elpan dan yang pasti bayi itu adalah Lian.


Elpan melihat pada kedua orang yang sudah menyelamatkan putranya itu.


"Terima kas...." Ucap Elpan terpotong karena melihat mantan istri nya ada di sana.


"Apa dia Lian" tanya Rahma tak memperdulikan Elpan yang masih terkejut Melihat nya.


Rahma langsung mendekat pada bayi itu, Rahma langsung mencium pipi gemoy Lian yang ada di pangkuan Elpan.


"Kau sudah besar" ucap Rahma namun reaksi Elpan sangat menyinggung Rahma.


Elpan langsung menjauhkan Lian dari Rahma.


"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Rahma dan Kevin.


"Ayo Rahma" ucap Kevin pada Rahma.


"Ya ayo" ucap Rahma.


Sesampainya di rumah Kevin, Rahma mendapatkan penolakan dari ibunya Kevin.


"Mamah gak setuju kalau kamu sama janda" ucap Ibunya Kevin.


"Apa salahnya mah" tanya Kevin.


"Vin kalau dengan suami pertama nya dia gagal apa lagi dengan kamu" ucapnya.


Rahma tak menjawab dia tau penolakan ini pasti terjadi.


"Aku sayang pada Rahma" ucap Kevin.


"Sayang Kevin ayolah jangan b odoh lihat kakak mu juga di nikahkan tapi sekarang sudah punya anak" ucapnya.


"Aku sayang pada Rahma" ulang Kevin lagi.


Jujur saja Rahma sangat malu karena Kevin membelanya habis habisan, Walaupun begitu dia rela bertengkar dengan ibu nya hanya untuk membela Rahma.


"Lihat perbedaan antara kita Kevin, kau atasan dan dia karyawan" ucap ibunya itu.


"Mah" ucap Kevin.


"Sudah" ucap Rahma memegang tangan Kevin supaya dia tak melanjutkan perdebatan itu.

__ADS_1


"Pokoknya mamah akan jodoh kan kamu dengan Rosa anak teman nya mamah" ucap ibunya Kevin.


"Pokok nya aku gak mau" ucap Kevin.


"Ya sudah pergi dari rumah dan jangan anggap mamah sebagai mamah kamu lagi" ucapnya.


"Baik aku akan pergi" ucap Kevin.


Kevin memegang tangan Rahma dan langsung pergi dari sana meninggal kan rumahnya.


"Ayo masuk" ucap Kevin pada Rahma sambil membuka kan pintu mobil nya.


"Tapi Kevin ini gak bener, aku gak mau kamu begini" ucap Rahma.


"Ayo lah Rahma, aku tau kalau mamah itu gak pernah mau aku bahagia" ucap Kevin.


"Tapi kalian berdebat karena aku" ucap Rahma.


"Kamu gak salah yang salah mamah" ucap Kevin.


"Baik lah kamu mau pulang kemana" tanya Rahma.


"Aku akan menginap di hotel saja" ucap Kevin.


"Ikut saja ke rumah ku ayo di sana ada Arman juga kok" ucap Rahma.


"Bolehkah" tanya Kevin.


"Boleh" ucap Rahma.


"Bisa aku menginap di kamar mu" tanya Kevin.


"Boleh" ucap Rahma.


"Benarkah" tanya Kevin dengan senyuman senang.


"Kamu bisa menginap di kamar aku, dan aku akan tidur di kamar tamu" ucap Rahma.


"Aku pikir" ucap Kevin.


"Sudahlah ayo" ucap Rahma.


"Aku akan dekati Kevin dan membujuk nya untuk menuruti perintah mamahnya aku gak mau dia bertengkar hanya karena aku" gumam Rahma.


Di kediaman Elpan.


Saat ini Zahra datang ke sana untuk pertama kalinya Zahra datang lagi setelah satu tahun lamanya.


"Kak" ucap Zahra yang melihat kakaknya tengah menggendong Lian dengan mata yang mengantuk.


"Zahra" ucap Elpan.


"Biar aku yang gendong Lian, kamu tidur lah" ucap Zahra yang merasa kasian pada kakak nya.


"Ya semalam aku gak bisa tidur, hari ini juga aku gak kerja karena harus belanja kebutuhan Lian" ucap Elpan.


"Kenapa harus kau kan ada pelayan" ucap Zahra.


"Sekarang aku mau fokus menjaga Lian kasihan dia gak ada yang jaga, bahkan mamahnya juga seperti nya tak sayang padanya" ucap Elpan.


"Sudah lah kak" ucap Zahra yang malas membahas Wanda.


"Aku titip Lian aku akan tidur sebentar" ucap Elpan.


Zahra mengasuh Lian yang sekarang sudah aktif berjalan.


Zahra menyayangkan kehidupan Elpan apa lagi sekarang Elpan sangat menyedihkan.


"Aku heran dengan kak El kenapa mau mempersulit hidup sendiri padahal dia banyak uang untuk melakukan apa pun" gumam Zahra.


Wanda datang ke sana dia melihat Zahra dengan tatapan sinis, bahkan yang lebih parahnya lagi Wanda melempar kan pakaian Lian pada Zahra.


"Mandikan dia" titah Wanda dengan suara ketus.


"Ya" ucap Zahra berusaha sabar pada Wanda padahal dia sangat ingin sekali menyumpel mulut Wanda.


Zahra memandikan Lian, Mira yang baru saja membeli kebutuhan rumah tersenyum melihat anak tirinya ada di sana.


"Zahra kapan datang" tanya Mira.


"Baru saja mah aku tadi lihat kak El mengantuk tapi masih menggendong Lian jadi aku ambil Lian dan membiarkan kak El tidur" ucap Zahra.

__ADS_1


"Ya kasihan Kakak mu" ucap Mira.


"Mah kenapa kak El gak ceraikan saja kak Wanda" ucap Zahra.


"Semua uang nya di ambil Wanda" bisik Mira.


"Oh pantas kak El sangat patuh pada Wanda" ucap Zahra.


"Maka nya" ucap Mira.


"Emang uang nya di kemana kan, uang kak El itu banyak mah apa lagi keuangan nya juga gak akan habis habis" tanya Zahra.


"Wanda itu boros dia belanja banyak, kau tau dia pergi ke salon kecantikan bayarnya itu mahal sekali" ucap Mira.


"Oh ya" tanya Zahra.


"Ya kau lihat kan giginya di pagar" ucap Mira.


"Boros sekali dia" gumam Zahra.


Wanda masuk ke dalam kamar Elpan dia ingin meminjam ponsel Elpan karena sudah berani memblokir kartu yang Wanda pegang.


"El bangun" geram Wanda.


"Apa Wanda" tanya Elpan dengan mata yang masih mengantuk.


"Mana hp mu aku mau lihat kau berani sekali memblokir kartu yang aku pegang" ucap Wanda marah.


"Wanda kamu gak sadar apa kamu itu terlalu banyak menghabiskan uang ku, jadi aku berhak atas kartu itu" ucap Elpan.


"Kau sangat itungan" ucap Wanda.


"Wanda aku tau sesuatu kalau kau yang mengucuri uang untuk pernikahan Zahra" ucap Elpan yang baru tau tentang kebenaran itu.


"Ini sudah satu tahun El, lagi pula Zahra dan suami nya juga sudah berpisah, bahkan aku juga sudah mengembalikan uang itu pada mu" ucap Wanda.


"Ya hanya sebagian aku hanya ingin kejujuran mu saja, aku menyesal karena sudah berbuat tak adil pada Rahma, dan tadi aku lihat kalau Rahma bersama laki laki" ucap Elpan.


"CK apa yang bisa Rahma harap kan darimu" ucap Wanda.


Wanda langsung mengambil ponsel Elpan dan langsung mengutak atiknya ponsel nya membatalkan blokiran kartu Wanda.


"Sudah" ucap Wanda yang langsung melempar ponsel Elpan.


Elpan hanya menggeleng geleng kan kepalanya kalau saja Wanda tak bicara untuk membawa Lian saat Elpan ingin mencerai kannya mungkin Elpan tak akan setunduk itu pada Wanda.


Flash back onn.


Wanda pulang larut malam dengan di antar oleh laki laki yang tak Elpan kenal.


Jujur saja Elpan Sangat marah karena suami yang mana yang akan rela kalau istri nya bersama dengan laki laki lain.


"Dari mana" tanya Elpan yang sedang mengasuh Lian di malam hari.


"Jalan" ucap Wanda.


"Kenapa dengan laki laki" tanya Elpan.


"Kamu bawel ya aku cape El jangan ganggu aku" ucap Wanda.


"Kamu sudah mengkhianati aku Wanda" ucap Elpan.


"CK lagi pula saat aku menikah dengan kamu juga kamu sudah punya istri" ucap Wanda.


"Aku ceraikan kamu Wanda" ucap Elpan tegas.


"Gak mungkin aku gak akan biarkan kamu menceraikan aku, atau boleh kita cerai tapi aku akan bawa Lian" ucap Wanda.


"Tidak mungkin karena aku gak akan biarkan kamu membawa Lian" ucap Elpan.


"Oh ya" ucap Wanda yang langsung mengambil Lian dan hendak membawa nya pergi.


"Ya baik lah aku ga akan menceraikan mu" ucap Elpan mengalah.


"Makan nya sekarang aku punya hak atas Lian, maka dari itu jangan macam macam pada ku" ucap Wanda.


Flash back off


(Gimana El udah nyesel milih Wanda atau mau lebih menyesal lagi)


bersambung

__ADS_1


__ADS_2