
Malam hari nya Rahma terbangun dia melihat ada Elpan yang sudah berbaring di samping nya.
Rahma melihat jam yang ada di dinding kamar itu.
"Ya ampun sudah pukul 10 malam" ucap Rahma.
Rahma terbangun dia melihat pakaian nya, dia masih memakai pakaian dari acara tadi, bahkan tubuh Rahma sudah sangat gerah sekali.
Dia langsung berjalan ke arah kamar mandi dia mandi di sana dengan air hangat karena dia tak tahan kalau mandi dengan air dingin.
Rahma sudah memakai piyama berwarna pink dengan motif bunga bunga.
Dia langsung melanjutkan tidur nya lagi karena malam ini sangat dingin apa lagi di luar gerimis.
Rahma menyelimuti tubuh nya, namun Elpan langsung memeluk Rahma dengan sangat erat.
"Tidur lah Sayang" ucap Elpan pada Rahma.
"Ya kak" ucap Rahma.
Pagi hari nya Rahma menyiapkan makanan karena selama satu Minggu kebelakang Rahma sering menyiap kan makanan untuk papahnya jadi dia merasa terbiasa.
"Nona sudah biar aku saja" ucap Tina.
"Tak apa aku bisa" ucap Rahma.
"Nona jangan begitu nanti aku di salah kan tuan" ucap Tina.
"Tak apa Tina" ucap Rahma.
Rahma menyajikan makanan nya di atas meja makan, dia hanya Tinggal menunggu Elpan datang karena yang lain nya Rahma gak perduli.
Saat ini Rahma menunggu Elpan untuk turun tapi Rahma melihat kalau Elpan turun dengan Wanda.
"Ingat El pulang nya jangan larut malam kita kan mau makan malam di luar" ucap Wanda.
"Ya aku akan ingat" ucap Elpan yang langsung mencium kening Wanda.
Rahma menunda kan kepala nya karena tak mau melihat hal itu, berat sekali rasanya kalau harus melihat orang yang kita sayang bermesraan dengan orang lain.
Rahma melihat Elpan yang baru saja akan berangkat tanpa sarapan.
"Kak makan dulu" tanya Rahma.
"Tak apa aku tak lapar aku duluan ke kantor ya, Rahma aku sudah suruh supir aku untuk menjemput mu" ucap Elpan.
"Ya" ucap Rahma.
Rahma kembali ke dapur dia akan makan sendirian padahal dia ingin makan bersama dengan Elpan.
"Apa ucapan aku satu Minggu yang lalu masih kak El ingat ya" gumam Rahma.
Dia langsung memakan masakan nya itu, Wanda datang ke sana dia melihat sinis pada Rahma yang sekarang sedang makan.
"Buatkan aku salad buah pembantu" ucap Wanda pada Tina.
"Untung aku hanya tinggal beberapa hari lagi di sini jadi aku gak akan dengar lagi radio rusak yang menganggu telinga" ucap Tina.
"Kau menyindir aku" tanya Wanda.
"Hah tak ada" ucap Tina.
"Awas ya" geram Wanda.
"Oh ya Rahma aku pinjam black card mu dong" ucap Wanda.
"Buat apa" tanya Rahma.
"Aku mau pinjam saja, lagi pula kata El aku boleh pinjam punya mu, kartu aku saldonya habis karena kata El akan di isi lagi, aku sudah bilang El kok mungkin dia lupa memberi tau mu karena terburu buru" ucap Wanda.
Rahma menyodorkan kartu itu dari tasnya.
"Aku gak minat pada kartu itu" ucap Rahma.
Rahma tak pernah menggunakan kartu itu karena kartu itu bukan hanya saldo nya yang banyak bahkan kartu itu terpantau oleh Elpan.
Sedikit saja Rahma berani mengambil uang maka Elpan sudah pasti akan tau.
"Terima kasih" ucap Wanda.
"Ya" ucap Rahma.
Rahma menyudahi makan nya dia langsung pergi dari sana karena akan pergi ke kampus.
"Lagi pula buat apa aku mencemaskan kartu itu, bahkan aku juga jarang memakai kartu itu, ck kak El ini sangat pelit pada ku dia hitungan tapi bersama dengan Mbak Wanda dia royal " gumam Rahma.
Rahma pergi ke kampus karena akan belajar lagi, rasanya sangat malas untuk Rahma di antar supir apa lagi kalau supir nya sampai menunggu hingga pulang.
Sedangkan Wanda saat ini tengah belanja dia mengambil semua barang yang ada di sana, hidup berkecukupan bersama dengan Elpan membuat Wanda menjadi tak terkontrol dia lebih sering belanja apa lagi barang yang dia beli bukan lah barang barang yang murah tapi bisa mencapai jutaan.
Dia membayar semua belanjaan nya yang dia masukkan kedalam troli, hingga totalnya mencapai jutaan rupiah, namun Wanda seolah santai saja dengan harga pantastis yang di sebut kan kasir itu.
Wanda menyodorkan kartu itu pada kasir.
"Ini nona sudah" ucapnya.
"Terima kasih" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana.
Sedang kan di perusahaan Elpan dia baru saja mendapatkan notifikasi dari akun bank nya kalau uang beberapa juta sudah di ambil.
"Rahma mengambil uang sebanyak ini" gumam Elpan.
Elpan langsung menelpon Rahma yang sekarang ada di kampus.
"Gak bisa di biarkan, belanja apa Rahma" gumam Elpan lagi.
📞📞
"Ya kak ada apa" tanya Rahma yang sekarang tengah belajar.
"Kamu belanja apa" tanya Elpan.
"Aku lagi belajar, aku gak belanja sekarang" ucap Rahma.
"Lalu ada notifikasi kalau kau mengambil uang hingga puluhan juta" ucap elpan.
__ADS_1
"Astaga kak kau lupa kan mbak Wanda kan pinjam kartu aku karena kamu yang nyuruh" ucap Rahma.
"Aku nyuruh gak aku hanya bilang aku akan transfer uang pada kartu Wanda" ucap Elpan.
"Aku heran pada mu kak, sama aku saja kau itungan tapi sana mbak Wanda kau sangat baik, apa karena aku tak bisa punya anak kak hingga aku di perlakukan seperti ini" tanya Rahma.
"Rahma kamu jangan salah paham, aku tak melakukan itu" ucap Elpan.
"Lalu aku yang salah begitu" tanya Rahma.
"Ayo lah Rahma aku juga kasih jatah uang sama kamu tiap bulan" ucap Elpan.
"Ya kau selalu kasih tapi kau selalu tanya kemana uang itu? Kamu belanjakan apa uang itu? Lama lama aku menyesal menikah dengan mu kak" ucap Rahma.
📞📞
Rahma langsung mematikan ponsel nya dengan sepihak.
Rahma sangat kesal pada Elpan dia selalu saja menuntut Rahma untuk ini untuk itu.
Malam hari nya Elpan baru pulang dia pulang karena ada janji dengan Wanda kalau saja dia tak ada janji mungkin Elpan akan lembur sekarang.
Rahma tak keluar dari kamar dia tetap ada di dalam kamar nya.
Sangat malas rasanya bagi Rahma untuk berdebat dengan Wanda.
Elpan masuk ke dalam kamar Rahma, tak ada jawaban dari Rahma walaupun Elpan memanggil manggil nama Rahma.
"Mau ikut" tanya Elpan.
"Gak usah, aku gak mau nyusahin" ucap Rahma.
"Ayolah Rahma ikut saja" ucap Elpan.
"Gak perlu aku gak mau menganggu malam romantis suami istri" ucap Rahma.
"Jangan mulai deh Rahma" ucap Elpan.
"Kenapa" tanya Rahma.
"Aku gak mau lagi debat" ucap Elpan.
"Oh" ucap Rahma.
"Ayo ikut saja" ucap Elpan.
"Gak mau" ucap Rahma singkat.
"Ayo lah Rahma jangan buat aku semakin pusing deh" ucap Elpan.
"Baik lah ceraikan aku" ucap Rahma.
"Gak mungkin aku gak akan menceraikan kamu" ucap Elpan.
"Terserah" ucap Rahma yang langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Pagi hari nya sekarang adalah hari Minggu, Rahma tak masuk kuliah karena hari Minggu adalah hari libur nya.
Rahma mengambil cucian yang banyak itu ke tempat mesin cuci.
"Rahma sekalian" ucap Wanda.
"Mbak kemarin kamu cuci baju loh sekarang kenapa semakin banyak" tanya Rahma.
"Ayo lah Rahma diam lah, kalau kau emang gak mau bantu aku, aku tak apa aku bisa panggil pembantu untuk membawa nya" ucap Wanda.
"Tak apa biar aku yang bawakan" ucap Rahma.
"Kamu seharusnya bersyukur Rahma karena aku kau akan punya anak" ucap Wanda.
"Terserah" ucap Rahma.
Rahma membawa pakaian yang banyak itu ke ruangan tempat mencuci pakaian.
Padahal kemarin Wanda juga sudah mencuci pakaian tapi sekarang masih banyak pakaian yang kotor.
Rahma sangat sibuk dia kesana kemari mengambil pakaian kotornya dan memasukan nya ke dalam mesin cuci terus dia menaruh pakaian bersih ke dalam ember.
Hal itu membuat lantai menjadi basah karena air dari pakaian.
Rahma mundar mandir, dia berjalan ke arah lemari untuk mengambil sabun dan pewangi.
Hingga kaki Rahma terpeleset karena menginjak lantai yang basah karena air sabun yang Licin.
"Aaaaa" teriak Rahma.
Namun Untung saja Rahma tak jatuh ke lantai karena di bantu oleh Elpan dari arah belakang.
"Hati hati Rahma" ucap Elpan.
"Kak" ucap Rahma.
"Mau aku bantu" tanya Elpan.
"Gak usah" ucap Rahma.
"Gak papa aku bantu" ucap Elpan.
"Baik lah kalau kau maksa" ucap Rahma.
Elpan membantu Rahma, Elpan merasa cukup senang karena Rahma bisa dengan cepat melupakan masalahnya.
Bahkan sekarang Rahma sudah tak marah lagi pada Elpan.
"Rahma mau gak ikut aku nanti malam, aku mau ajak kamu ke pesta peresmian perusahaan teman aku dia mengundang semua klien nya datang" ucap Elpan.
"Kenapa gak ajak saja mbak Wanda" tanya Rahma.
"Aku gak mungkin ajak dia karena kan teman aku tau nya kalau kamu istri aku" ucap Elpan.
"Lalu" tanya Rahma.
"Aku harap kau mau datang" ucap Elpan.
"Baik lah" ucap Rahma.
__ADS_1
Elpan langsung memeluk Rahma dengan sangat erat, Rahma sempat melihat Wanda yang mendengar ucapan mereka dari luar ruangan itu.
"Si al" umpat Wanda.
"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung mengecup kening Rahma.
"Baik lah aku mau menyelesaikan pakaian ini dulu" ucap Rahma.
"Baik lah aku bantu" ucap Elpan.
Elpan bahagia saat melihat Rahma bahagia berbeda dengan saat Elpan melihat Wanda dia malah bosan kalau hanya berduaan dengan Wanda.
"Hati ku gak bisa berbohong Rahma" gumam Elpan.
Wanda mondar mandir di kamarnya dia gak rela kalau Elpan pergi bersama dengan Rahma apa lagi dia tak mengajak Wanda juga.
"Arrghh kenapa dulu aku pergi ninggalin El sih jadi begini kan ribet, dasar kau bo doh Wanda kau sangat sangat bo doh" gumam Wanda.
Wanda memikirkan cara untuk Elpan tak pergi dengan Rahma.
"Baik lah Rahma kalau El tak bisa pergi bersama dengan ku maka aku pasti kan kalau El gak akan pergi bersama dengan mu" gumam Wanda tersenyum ja hat.
Wanda mengintip di pintu kamar nya, tak ada tanda tanda Elpan naik ke lantai atas.
Wanda semakin penasaran dia keluar dari kamar nya kemudian mengintip di atas tangga.
Terlihat kalau Elpan baru saja keluar dari ruangan itu dengan pakaian nya yang basah karena membantu Rahma mencuci pakaian.
Wanda langsung masuk ke dalam kamarnya karena dia yakin kalau El akan masuk ke dalam kamar nya.
Benar saja dugaan Wanda saat ini El masuk ke dalam kamarnya karena ingin mengganti pakaian.
"Wanda tolong ambil kan aku kaos" ucap Elpan yang sekarang sudah membuka kemeja nya.
"Ya El aku akan ambil kan" ucap Wanda.
Wanda membuka lemari pakaian nya namun di lemari pertama tak ada pakaian Elpan, Wanda membuka lemari pakaian yang kedua namun tak ada Pakaian Elpan di sana.
"Wanda apa apaan ini" tanya Elpan.
"Mungkin di lemari yang ini" ucap Wanda yang langsung membuka semua pintu lemari nya namun tak ada juga.
"Astaga aku lupa, kemarin kan aku menyuruh ketiga pembantu itu untuk memindahkan pakaian El ke kamar Rahma" gumam Wanda.
"Lemari sebesar ini tapi tak ada pakaian ku" tanya Elpan.
"El maafkan aku, kemarin aku memindah kan nya ke kamar Rahma tadinya aku mau menyimpan pakaian anak di sini jadi aku kosong kan pakaian kamu maaf ya" ucap Wanda.
"Ya tak apa" ucap Elpan.
Saat Elpan ingin keluar dengan cepat Wanda memeluk Elpan.
"El Dede bayi ingin di jenguk papahnya" ucap Wanda.
Setelah jam kemudian Elpan keluar dari kamar Wanda, sekarang Elpan akan masuk ke kamar Rahma karena akan mandi dan ganti pakaian.
Elpan masuk ke kamar Rahma dengan telanjang dada sehingga memperlihatkan badan nya yang kotak kotak itu.
"Aku mau mandi" ucap Elpan.
"Akan aku siapkan pakaian mu" ucap Rahma.
Elpan langsung memeluk Rahma dari belakang,
"Kak lepas" ucap Rahma.
"Rahma aku rindu pada mu" ucap Elpan.
"Sudah mandi dulu" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan.
Rahma tersenyum namun dia melihat tanda merah di leher Elpan.
"Apa Kak El baru saja ke kamar Mbak Wanda" gumam Rahma.
Rahma duduk di kamar nya dia melihat Wanda masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi dahulu.
"Di mana El" tanya Wanda.
"Ada di kamar mandi" ucap Rahma.
Wanda mulai berakting dia langsung memegang perut nya.
"Awwss" Wanda meringis kesakitan bahkan tubuh nya sudah ambruk ke lantai.
"Mbak kau kenapa" tanya Rahma yang langsung membantu Wanda bangun dari lantai.
"Perut aku sakit" ucap Wanda.
"Kenapa" tanya Rahma.
"Awwss perut aku kram sakit sekali" ucap Wanda semakin merasa kesakitan.
"Ayo mbak ke kasur" ucap Rahma yang langsung menuntun Wanda ke arah kasur.
Rahma bingung harus melakukan apa karena dia baru kali ini melihat orang yang hamil kesakitan.
Rahma langsung mengetuk pintu kamar mandi dia hendak memberi tau kan pada Elpan, apa yang terjadi pada Wanda.
"Kak ayo buka pintu nya kak" teriak Rahma panik.
"Apa Rahma" sahut Elpan.
Elpan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit perut nya.
"Mbak Wanda" ucap Rahma.
Elpan langsung melihat Wanda yang kesakitan di atas kasur.
"Wanda kamu kenapa" tanya Elpan.
"El perut aku sakit" ucap Wanda.
bersambung
__ADS_1