
Di Perusahaan Elpan sekarang Wanda tengah membuat darah dari pewarna merah, mengingat dia sudah bukan wanita suci dia berbohong untuk menipu Elpan.
"Sudah" gumam nya tersenyum ja hat.
Wanda langsung naik ke atas kasur yang sudah dia berikan pewarna merah itu.
Wanda melepas kan pakaian nya seperti tadi.
Wanda akting menangis supaya Elpan bisa percaya pada Wanda.
Wanda menatap pada Elpan yang sekarang masih tidur pulas.
"Ck El kapan kau akan bangun aku sudah tak sabar mau akting" geram Wanda.
Tiba tiba saja El membuka matanya dia bingung karena sekarang dia berada di kamar rahasia nya.
Telinga nya mendengar suara tangisan.
Elpan melihat ke arah Wanda.
"Astaga" ucap Elpan terkejut dan langsung melihat pakaian Wanda dan pakaian nya berceceran di lantai.
Dengan cepat Elpan turun dari ranjang dan menutupi tubuh nya yang sekarang tanpa sehelai benang pun dengan selimut.
"Sedang apa kau di sini, apa yang kau lakukan pada ku" tanya Elpan menunjuk pada Wanda.
"Kau ja hat El, padahal aku ke sini itu berniat baik pada mu, aku ingin bilang kalau aku akan menjauh dari mu karena aku akan menikah tapi El kau ja hat kau sudah merenggut ke su ci an ku El, hikss hikss" Wanda menangis.
Akting nya Wanda sangat bagus bahkan Elpan percaya pada nya.
"Tapi aku tak melakukan apa apa" ucap Elpan mengelak.
"Tak melakukan apa apa" ucap Wanda yang Langsung menyingkap kan Selimut yang dia pakai, dia tak perduli walaupun tubuh nya yang polos terlihat oleh Elpan.
"Darah ini kau masih mau mengelak, El aku bukan wanita yang di film film yang menjebak seorang laki laki untuk tidur bersama dengan ku" ucap Wanda.
Elpan masih tak percaya tapi dari bukti semua menuju pada Elpan.
Dengan cepat Elpan memakai pakaian nya dan langsung berjalan ke arah ruangan nya untuk melihat rekaman cctv di kamar rahasia nya itu.
Wanda sekarang sudah memakai baju lengkap dia keluar untuk menemui Elpan.
Elpan Tengah menonton rekaman cctv itu dan benar saja di sana terlihat kalau Elpan lah yang memaksa pada Wanda.
Wanda terkejut dia tak percaya kalau kamar rahasia Elpan ada cctv nya.
"Bo doh sekali kau Wanda tak mengenali Elpan" batin Wanda sambil menelan Saliva nya.
Elpan melihat rekaman itu dengan teliti.
"Ya ampun berarti rekaman saat aku menelpon dan menaruh pewarna akan terlihat di sana, bagai mana sekarang" ucap Wanda.
"Awwss" Wanda langsung meringis kesakitan tiba tiba saja Wanda langsung terduduk di lantai.
"Ada apa" tanya Elpan.
"Sakit" ucap Wanda.
__ADS_1
Elpan langsung mendekat pada Wanda, dia langsung menggendong Wanda menuju ke arah Sofa.
"Sakit" ucap Wanda berakting.
"Kau kenapa" tanya Elpan.
"Apa kau tak bisa lihat kau bermain kasar pada ku" ucap Wanda sambil menangis.
"Maaf tapi aku tak sadar" ucap Elpan.
Elpan langsung mematikan laptop nya, karena saat ini Wanda semakin meringis kesakitan.
Drtt drtt
Di sela sela itu, suara ponsel Elpan berdering.
"Siapa yang telpon" gumam Elpan.
Elpan langsung mengangkat telpon itu tanpa melihat siapa yang menelepon.
📞📞
"Ya ada apa" tanya Elpan.
"Kak ada apa" tanya Rahma yang dari sebrang sana juga bisa mendengar suara rintihan Wanda.
Elpan melihat pada ponsel nya ternyata yang menelpon adalah Rahma.
"Rah ada apa" tanya Elpan.
"Suara siapa itu kak" tanya Rahma.
"Oh baik lah" ucap Rahma.
"Aku telpon lagi nanti" ucap Elpan.
"Aku harap kau bisa ikut aku ke rumah papah" ucap Rahma.
Elpan langsung teringat pada janji nya yang akan pulang cepat dan mengajak Rahma jalan jalan.
"Aku datang sekarang" ucap Elpan.
"Baik lah" ucap Rahma.
📞📞
Elpan menyimpan ponsel nya dia meremas rambut nya prustasi.
"Siapa" tanya Wanda.
"Rahma aku janji pada nya untuk mengajak keluar sekarang" ucap Elpan.
"El kau pergi saja saat aku sembuh nanti aku akan pergi dari sini" ucap Wanda.
"Tapi kau" tanya Elpan.
"Tak masalah kita bicarakan lagi nanti" ucap Wanda.
__ADS_1
"Ya aku harus pergi sekarang" ucap Elpan yang langsung membawa ponsel dan jas nya.
Dia pergi dari sana karena akan mengajak Rahma keluar.
Wanda langsung duduk tersenyum tipis karena Elpan sudah pergi dari sana dan satu hal yang paling Wanda senang adalah Elpan percaya pada nya.
"Sekarang biar aku yang beraksi" ucap Wanda yang langsung membuka laptop Elpan dan Langsung melihat rekaman itu.
Benar saja di sana ada rekaman Wanda yang menelpon dan menaruh pewarna itu.
"Aku akan hapus semuanya" gumam Wanda.
Wanda menghapus rekaman itu hingga hanya tersisa Elpan yang sedang bermain main dengan Wanda.
"Selesai, baik lah aku akan pergi dari sini" ucap Wanda.
Namun ada hal yang membuat Wanda penasaran, Wanda melihat Poto Poto yang ada di laptop Elpan itu.
Hampir semua Poto itu adalah Poto mereka dahulu yang masih pacaran.
"Aku yakin kalau Elpan Masih sayang pada ku" gumam Wanda.
Sedangkan di rumah kediaman Elpan, sekarang Elpan sudah sampai di kediaman nya di sana sudah ada Rahma yang sedang berdiri di halaman rumah karena sejak tadi Rahma kesal pada Mamah mertua nya itu karena melarangnya pergi ke rumah papah nya.
"Kak" sahut Rahma.
"Bersiap lah kita akan pergi sekarang" ucap Elpan yang penampilannya sangat kacau sekarang.
"Baik lah" ucap Rahma yang langsung ke kamar nya sekarang.
Mereka berangkat ke kediaman Mahoji karena Rahma ingin melihat papahnya.
Namun di perjalanan Elpan tak bicara pada Rahma bahkan Rahma juga terasa canggung untuk bicara.
Hingga sampai di kediaman papah nya Rahma, mereka langsung masuk ke dalam rumah.
"Pah aku datang" ucap Rahma.
"Rahma syukur lah" ucap Argam menatap pada putri dan menantu nya.
"Ya pah aku ingin melihat kondisi mu" ucap Rahma.
"El kau datang juga" tanya Argam.
"Ya pah" ucap Elpan singkat karena sekarang dia sedang banyak pikiran.
"Oh ya pah bagai mana perusahaan papah apa sudah baik lagi" tanya Rahma.
"Ya Alhamdulillah sekarang sudah baik lagi" ucap Argam.
"Syukur lah" ucap Rahma.
"Aku ke kamar mandi dulu" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana menuju kamar mandi.
"Kenapa" tanya Argam.
"Kak El cape pah dia baru pulang kerja" ucap Rahma.
__ADS_1
"Oh" ucap Argam.
bersambung