Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 57: pelit


__ADS_3

Sedangkan Wanda sekarang tengah kebingungan karena dia tak bisa membayar Belanjaan yang dia beli sekarang apa lagi Wanda sekarang bersama dengan teman temannya dan si al nya Wanda berjanji akan mentraktir teman teman nya.


"Ada kartu yang lain nona" tanya Kasir.


"Kenapa dengan kartu itu" tanya Wanda.


"Ini gak bisa di gunakan" ucap kasir.


"Ah mana mungkin" ucap Wanda.


Teman teman Wanda yang mendengar hal itu langsung berniat pergi dari sana karena mereka sudah banyak berbelanja kalau Wanda tak bisa membayar nya mereka tak mungkin membayar nya apa lagi belanjaan Wanda malahan lebih banyak.


"Wan Supir aku sudah datang aku pulang ya" ucap temannya.


"Aku juga ya aku nebeng pada dia soalnya" ucap yang satunya.


"Terima kasih traktiran nya" ucap mereka berdua yang langsung pergi dari sana meninggalkan Wanda.


"Bagai mana nona" tanya kasir.


"Aku akan telpon dulu" ucap Wanda.


Wanda mengambil ponsel nya dan menghubungi Elpan.


📞📞


"Kau g ila apa kenapa kartu di blok aku gak bisa menggunakan nya" ucap Wanda marah.


"Maaf aku tak bisa membayarnya karena aku butuh banyak uang untuk pernikahan Zahra" ucap Elpan.


"El ayo lah aku terjebak di sini kamu harus bayar kan" ucap Wanda.


"Berapa" tanya Elpan.


"Hanya 60 juta rupiah" ucap Wanda.


"Baik lah" ucap Elpan yang langsung menyetujui nya.


📞📞.


Elpan membuka blokiran kartu nya dan Elpan juga mentransfer kan uang pada Wanda sesuai dengan total yang Wanda sebutkan.


Elpan tersenyum jah at dia berjalan ke kamar Wanda, saat ini banyak sekali barang di kamar Wanda hingga memenuhi lemari yang dulu nya kosong.


Bahkan rencananya Wanda akan membeli lagi lemari.


Elpan mengambil barang barang berharga Wanda seperti tas mahal dan pakaian Wanda yang cukup mahal.


Elpan langsung menghubungi seseorang yang biasa Elpan hubungi untuk menjual barang Wanda.


Karena barang Wanda bahkan ada yang masih di cap jadi mereka akan menghargai pakaian itu.


Elpan mengambil nya hingga banyak sekali tas tas dan pakaian Wanda yang Elpan bawa ke ruang tamu.


Hingga beberapa Menit menunggu akhirnya mereka datang juga.


"Tuan El" ucapnya.


"Ini barang yang akan aku jual, hargai saja terserah padamu" ucap Elpan.


"Tuan ini hanya berharga sekitar 40 juta" ucapnya.

__ADS_1


"Mana mungkin tas ini itu mahal Wanda membeli nya sekitar 14 juga" ucap Elpan.


"Baik lah aku tambah jadi 45 saja" ucapnya.


"Tunggu aku punya yang lain" ucap Elpan yang langsung masuk lagi ke kamar nya mengambil sepatu Wanda yang masih memiliki cap dan masih di dalam kardus.


"Coba kalau dengan ini" ucap Elpan.


"Sepatu ini cukup mahal tuan tapi saya akan menghargai nya delapan juga bagaimana" tanyanya.


"Lebih dari itu lah" ucap Elpan.


"Baik lah semua 55 juta gak bisa nego lagi" ucapnya.


Elpan berpikir lagi kalau 55 Akan kurang bahkan Elpan saat ini tengah butuh uang belum lagi biaya pengobatan Mira dan biaya pernikahan Zahra.


Elpan kembali ke kamar nya dia mencari cari barang Wanda yang akan dia jual ke penampungan barang bekas itu.


Tapi Elpan tak bisa menyebut nya penampung barang bekas karena mereka hanya membeli barang dengan produk asli.


Elpan mengambil jaket Wanda yang elpan yakini itu sangat mahal.


Elpan juga mengambil beberapa sepatu hak tinggi yang jarang sekali Wanda pakai.


"Aku harap ini bisa lebih dari 60 juta" gumam Elpan.


Hingga akhirnya Elpan mendapat kan harga yang cukup besar dengan harga hampir 100 juta lebih, tetapi itu semua hampir setengah dari barang Wanda.


Elpan pasrah kalau harus kena marah dari Wanda karena ini jalan satu satunya untuk El mengantikan uang yang sudah di habiskan oleh Wanda.


Rahma melihat Elpan yang tengah menghitung uang yang sangat banyak itu.


Rahma duduk di sana tanpa bertanya karena Rahma yakin kalau El masih marah padanya.


"Kamu simpan uang ini aku harap kau menjaga nya ini uang untuk mahar suaminya Zahra" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Rahma yang langsung menyimpan nya karena tak mau sampai hilang.


Rahma kembali lagi ke sana dia mendapati Elpan yang tengah mengasuh Lian.


Rahma melihat mamah mertua nya yang keluar dari kamar menggunakan kursi roda.


Rahma langsung mendekat.


"Mah ayo belajar jalan" ucap Rahma yang langsung merangkul Mira.


Para pelayan tak ada yang berani karena Mira akan marah kalau melakukan kesalahan.


"Ayo mah" ucap Rahma.


Rahma membantu nya hingga Mira berdiri tegap, Mira sangat kaku sekali.


"Pelan pelan" ucap Rahma.


Mira melangkah kan kakinya walau dengan pelan pelan karena Rahma tau kalau Mira masih belum sembuh.


Hingga akhirnya Mira bisa berjalan walaupun dengan di pegang satu tangan oleh Rahma.


"Duduk mah" ucap Rahma.


"Mah syukur lah kalau sudah bisa jalan" ucap Elpan.

__ADS_1


"Ya" ucap Mira.


"Kata dokter mamah harus sering di ajak jalan" ucap Rahma.


Wanda pulang dia melihat kalau keluarga itu tengah berada di ruang tamu.


"Belanja apa 60 juta itu" tanya Elpan.


"Gak ada" ucap Wanda.


Wanda langsung pergi ke kamarnya namun Wanda terkejut karena mendapati kamarnya yang sedikit berbeda yaitu barang barang nya hilang.


"El" teriak Wanda.


"Apa" tanya El.


"Barang barang aku kemana" tanya Wanda.


"Entah aku ga tau" ucap Elpan.


"Pasti kamu kan Rahma yang melakukan nya" geram Wanda.


Tanpa di sangka Wanda mendekat pada Rahma dan langsung menjambak rambut Rahma dengan sangat kasar.


"Mbak lepas sakit" ucap Rahma.


"Wanda" bentak Elpan.


"Kamu kan yang mengambil semuanya" geram Wanda.


"Aku yang mengambil nya dan aku menjual nya untuk biaya kamu belajar tadi" ucap Elpan.


"Kenapa kau mengambil nya" geram Wanda.


"Karena kau terlalu boros" ucap Elpan.


"Aku tau ini karena pernikahan adik mu itu kan, El dia itu tak ada urusan nya dengan aku bahkan aku kan gak tau tentang pernikahan itu" ucap Wanda.


"Hemat lah aku ingin pernikahan Zahra sangat baik" ucap Elpan.


"CK kau pelit" geram Wanda yanf langsung pergi dari sana.


Wanda langsung pergi dari sana meninggal kan mereka yang menatap nya dengan tatapan tak percaya.


"tuh kan kak istri mu itu gak berguna" tanya Zahra.


"jangan bilang begitu" ucap Elpan.


"bisa nya marah marah saja, aku menyayangkan Lian yang lahir dalam rahim Kak Wanda" ucap Zahra.


"sudah lah" ucap Rahma.


"kau juga sama saja" ucap Zahra pada Rahma.


"apa salah nya aku hanya mengingatkan lagi pula tak ada salahnya berhati hati karena manusia itu tak sama maka dari itu belajar lah dari orang yang sudah mengalami nya" ucap Rahma.


"diam kau" geram Zahra yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma dan yang lain.


Rahma cukup menyayangkan masalah itu apa lagi Zahra sangat cinta pada Arya.


"aku hanya berdoa semua kau bahagia Zahra" batin Rahma.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2