
Pagi ini Ara akan mengikuti seminar bisnis yang di adakan di hotel bintang 5 kota J, dia semalam sudah menghubungi Joy sahabatnya untuk ikut seminar menggantikan Kai yang tidak bisa menemaninya. Joy pun menyanggupinya dan berjanji akan menjemputnya ke rumah kediaman keluarga dokter Firman tempat Ara tinggal disana.
Saat ini Ara sedang bersiap pergi dan menunggu Joy. Sebenarnya Kenzo juga ingin menjemputnya, tapi Ara tidak mau karena rumah mereka yang berlawanan arah dan lagi kalo Kenzo menjemputnya itu akan memakan waktu lama karna kalo di hitung-hitung harus bolak-balik ke tempat seminar.
Kai sendiri sudah berangkat ke kampus karena ada kelas pagi.
Dokter Firman dan dokter Aisyah juga sudah berangkat ke rumah sakit.
dretttt,
''Halo Joy'', sapa Ara di telepon.
''Ara sebentar lagi aku sampai, apa kau sudah siap, tunggu diluar ya!!
''Baiklah''.
Ara langsung mengambil tasnya, dan turun. Dia berpamitan dengan art yang sedang membersihkan rumah.
menunggu Joy di teras depan.
Tak lama kemudian
bib bib, suara klakson mobil Joy diluar pagar.
Ara langsung berjalan ke mobil Joy di parkirkan.
Joy membukakan pintu depan mobil tanpa turun dari mobilnya.
''Hai Joy'', Ara masuk ke mobil Joy dan duduk di samping kemudi.
Joy langsung menjalankan mobilnya. ''Kita langsung ke tempat seminar kan??
''Iya langsung saja. Kau sudah sarapan Joy?? Aku bawakan roti isi telur dan keju untukmu.
''Benarkah, kau memang paling tahu Ara. Tadi aku bangun kesiangan langsung mandi terus berangkat, tidak sempat sarapan. Sepertinya enak, kau buat sendiri???
''Eemmmmm, jawab Ara, Ara mengeluarkan kotak plastik dari dalam tasnya, dan membukanya.
''Buka mulutmu aaaaaa....
Ara mengambil sepotong roti isi buatanya, dan menyuapkanya ke mulut Joy. Tangan Ara hampir ke gigit mulut Joy
''Iiihhh kau ini kelaparan apa!!!
Joy hanya tertawa sambil mengunyah, ''maaf'' katanya dengan mulut yang penuh.
Ara tersenyum, ''bagaimana enak tidak??
''Enak, lagi aaaaaa'' Joy membuka lagi mulutnya.
Ara mengambil lagi sepotong dan menyuapkan ke mulut Joy lagi.
''Kau tidak makan'', karna mulutnya penuh Joy sampai tersedak.
''uhkkk uhkkk''
''Pelan-pelan Joy makanya, telan dulu baru bicara, Omel Ara sambil menepuk pelan punggung Joy
Ara mengambil air mineral yang ada di belakang kemudi mobil Joy, ''apa ini minumu??, membuka tutupnya dan memberikan kepada Joy.
''Terimakasih'', ucap Joy.
''Kau ini seperti bayi saja, tidak akan ada yang minta.
''Bayi apa? tanya Joy
''Bayi panda!!..mereka tertawa berdua.
''Ngomong-ngomong seminar dengan pembicara El Ryu Saviero Orland, tiketnya pasti terjual habis. Dia itu kan pengusaha dan pembisnis yang terkenal. Dia itu juga pemilik resort di bukit kota J, bukit di desa kita itu dan katanya diujung desa kita menuju bukit akan dibangun rumah sakit dan pusat perbelanjaan untuk melengkapi resort miliknya, desa kita akan semakin maju.
''Kau tahu darimana??, tanya Ara sebenarnya Ara juga sudah tahu kabar itu, tapi sejak diboyong ke kediaman keluarga dokter Firman ke kota J, dia belum pernah pulang ke kampung halamannya, hanya menelfon dan menanyakan kabar bibi An saja, mungkin karena Ara tidak diizinkan pergi kemanapun sendirian tanpa ditemani Kai. Keluarganya juga sibuk semua, dia tidak mau menjadi beban keluarganya kalau kemana-mana harus minta antar.
''Aku pernah waktu itu pas pulang kampung mengantarkan bahan material ke resort yang ada di bukit menggantikan sopir toko yang lagi sakit, tahu sendiri bapaku tidak segan memotong jatah bulananku kalau aku tidak membantunya.
''Kamu memang anak yang baik Joy'', kata Ara sambil tersenyum manis.
''Ngomong-ngomong apa kau sudah jatuh cinta padaku??
''Apa?? Ara melotot ke arah Joy
''Jangan melihatku seperti itu, aku ini memang anak yang baik hati, tampan dan tidak sombong low propile gitu.
Ara memutar bola matanya jengah, dengan sahabatnya yang begitu percaya diri.
''Baik hati, tampan, tidak sombong dan low profile lajang memang di fakultas ekonomi tidak ada yang menarik.
''Aku sedang mencari yang tepat, jawabnya
''Tepat seperti apa?? tanya Ara
''Seperti kamu, kalau ada satu saja cewek kaya kamu Ara, aku tembak sekarang, tidak aku kawini sekarang juga, maksudnya aku nikahin, kata Joy
Ara melotot ke arah Joy.
''Aku serius, jangan melihatku seperti itu, bola matamu seperti mau loncat keluar.
Ara mencubit lengan Joy
''Aduuuuchh sakit''.
''Fokus menyetir bentaknya''.
''Siaaaappp'', Joy tersenyum sendiri.
__ADS_1
''Heeeehhhh, seandainya tidak ada perjanjian linggar jati pasti masih ada kesempatan, desah Joy
''Jangan macam-macam Joy, kita sudah berjanji menjadi sahabat selamanya.
''Aku tidak macam-macam Ara. Aku cuma ada satu macam Joy.
''Joyo Utomo'' kompak mereka berdua sambil tertawa.
Tak terasa akhirnya mereka sampai di tempat seminar yaitu di hotel bintang 5 kota J. Mereka berdua turun dan berjalan ke lobi hotel.
Di lobi terlihat Kenzo dan Clara yang sudah menunggu mereka.
''Ara, Kai mana??, tanyanya dengan wajah cemberut.
''Maaf Clara, Kaijun tidak bisa ikut, jadwal kuliahnya padat hari ini.
''Kai... Kai terus memangnya otakmu isinya cuma Kai, ketus Kenzo.
''Hai cantik!!!, sapa Joy pada Clara.
''Namaku Clara bukan cantik!!!!.
''Iya maaf lupa.
Kenzo menarik tangan Ara, ''ayo kita register dulu, biarkan mereka berdebat.
''Hei kalian ini, tidak sopan, teriak Clara.
Clara buru-buru menyusul Kenzo dan Ara diikuti Joy dibelakangnya.
Joy tersenyum dengan tingkah Clara, menurutnya dia sangat lucu. Bagaimana tidak dia jatuh cinta dengan temannya tapi selalu diabaikan, bukan diabaikan bisa dibilang mungkin tidak dianggap keberadaannya, kasihan sekali Clara, Joy tahu betul bagaimana perlakuan Kai pada Ara, tatapan Kai pada Ara itu bukanlah tatapan biasa, melainkan penuh dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan.
''Heeehhh apa bedanya aku dengan Kai, desah Joy
Sementara itu di salah satu kamar hotel seorang pria tampan dengan setelan jas yang pas dibadan, terlihat sangat berwibawa.
Dia tampak tersenyum melihat ke layar laptopnya. Disana tersambung cctv yang menunjukkan wajah seseorang yang ditargetkanya hari ini telah memasuki lobi hotel bersama teman-temanya, entah apa yang direncanakan.
dreeeettt, laki-laki itu segera mengangkat ponselnya yang bergetar.
''Target sudah masuk ke ruang seminar bos''.
''Bagus kerjakan tugasmu, jangan sampai membuat kegaduhan dan jangan sampai ketahuan, satu lagi jangan sampai melukainya.
''Siappp!!!, jawabnya di saluran eirphonenya.
Tepat jam 09.00, seminar dimulai,
terlihat ruangan itu penuh dengan peserta seminar, tidak ada satupun kursi yang kosong. Sepertinya tiketnya terjual habis, yang datang seminarpun bukan kalangan mahasiswa saja tapi banyak juga dari kalangan wirausaha, mungkin ini salah satu pengalaman menimba ilmu langsung dari orangnya.
Hotel bintang lima kota J memang sering dijadikan tempat seminar bisnis, hampir setiap tahunnya selalu mengadakan seminar bisnis yang bisa diikuti oleh kalangan umum, dengan pembicara yang berbeda-beda.
Ara dan Joy sendiri baru pertama kali ini mengikuti seminar bisnis. Mereka kan mahasiswa baru, masih semester pertama. Belum punya pengalaman apa-apa, tidak tahu juga dengan Kenzo dan Clara mereka hidup di kota pasti sudah sering datang ke seminar-seminar.
''Dan langsung saja, kita sambut mentor bisnis diseminar kita pagi ini adalah, pengusaha muda sekaligus pembisnis yang sukses, kita sambut tuan ''El Ryu Saviero Orland''.
Suara riuh tepuk tangan menggema di dalam aula seminar. Semua mata tertuju ke depan. Disana muncul seorang laki-laki dengan postur tubuh yang sangat atletis, rahang yang tegas, tampan dan berwibawa, tersenyum melambaikan tangannya, menyapa peserta seminar.
Suara-suara kagum dan bisik-bisik mulai terdengar. Mereka tampak memuja laki-laki yang berdiri di depan sana.
Tidak dengan Ara dia diam mematung melihat lelaki yang sedang berbicara di depan.
Pikirannya entah kemana, dia sedang mengingat peristiwa yang sudah hampir terlupakan. Ara mengernyitkan dahinya, ''Benarkah dia, laki-laki yang hampir mati waktu itu????. Dia sama sekali tidak menyimak seminar yang sedang berlangsung.
dretttt dretttt
dretttt dretttt
Joy ,Kenzo dan juga Clara tampak mendengarkan seminar dengan antusias.
dretttt.... drettt
Getar ponsel Ara dari dalam tasya menyadarkan lamunanya, buru-buru Ara melihat ponselnya.
Ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.
dretttt drettt
''Siapa???guman Ara...
dretttt dretttt
''Halo.... halo,'' suara yang ramai di dalam aula membuat Ara tidak bisa mendengar panggilan telepon itu.
''Joy aku ke toilet dulu, bisik Ara
''Perlu aku temani, kata Joy
''Tidak usah.
''Mau kemana?? tanya Kenzo yang melihat Ara berdiri.
''Toilet.
''Ok jangan lama-lama.
Ara keluar dari ruang seminar dia mencari toilet disekitar aula sambil melihat ponselnya.
drettt drettt
Ponsel Ara bergetar lagi
''Halo....halo.
__ADS_1
Dan tiba-tiba
aaaaaaaaahhh. ---------------------
Seseorang membekap Ara dari belakang. Ara tampak tidak sadarkan diri, orang itu menaruh obat bius di saputangan yang di gunakannya. Dia mengangkat tubuh Ara membawanya ke lantai dasar melalui tangga darurat. Dimasukanya tubuh Ara ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya keluar dari hotel tempat seminar berlangsung.
Semua masih mengikuti seminar.... yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, permainan dan doorprize
''Kenapa Ara lama sekali???, guman Joy
''Ken.... Kenzo!!!!, panggil Joy
''Apa, jawab Kenzo
Ken dan Joy memang tidak terlalu akrab, bagaimana mau akrab mereka sama-sama menyukai Ara.
''Kenapa Ara belum balik??
''Katanya ke toilet, jawab Ken.
''Ini sudah lama 1 jam lebih, jangan-jangan Joy langsung berdiri mengambil tas milik Ara yang dia tinggalkan di tempat duduknya tadi.
Ken ikut berdiri meninggalkan Clara mereka berdua langsung keluar dari ruang seminar, dengan pikiran masing masing.
Clara sangat serius mengikuti seminar. Dia tidak tahu kalau teman-temanya keluar dari ruang seminar.
''Telefon Ara Joy!! dan Ken mendial nomor Ara di kontaknya, ''nomornya tidak aktif''.
''Kita cari ditoilet.
(sampai di depan toilet wanita)
''Kau yang masuk!! kata Joy.
''Kau gila kalau ada yang lihat kita bisa dikira pria mesum masuk ke toilet wanita, jawab Ken, ''Kau saja yang masuk.
Tak lama ada seorang petugas kebersihan keluar dari toilet wanita.
''Maaf toilet pria disebelah sana kak, ucapnya sopan
''Mbak saya sedang menunggu teman perempuan saya lagi ke toilet, ucap Kenzo.
''Iya benar, sambung Joy, dia tidak mau dianggap pria mesum.
''Tidak ada orang di toilet dari tadi saya yang membersihkannya, mungkin temannya sudah keluar.
''Apa????, Joy dan Ken tampak kebingungan mereka saling bersitatap.
''Kemana sih Ara???, coba telefon lagi!!
Mereka berdua mencoba menghubungi nomor Ara lagi.
''Tidak aktif, duhh Ara kamu kemana sih bikin kuatir saja. Ken kamu kembali ke ruang seminar lihat apa dia sudah kembali ke aula, aku akan turun mencari di sekitar hotel. Hubungi aku kalau sudah ketemu!!!. Joy sangat panik, Ara tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Ken kembali ke ruangan seminar dilihatnya tempat duduk mereka yang kosong, dia mendekat ke arah Clara yang masih setia menyimak seminar.
''Clara, Ara menghilang, kata Ken panik
''Apa?? Clara langsung berdiri.
''Apa kau lihat dia kembali kisini tadi???
''Tidak, aku tidak melihatnya, Joy kemana??.
''Joy sedang mencarinya diluar.
''Ayo!!!!, Kenzo menarik tangan Clara keluar dari ruang seminar.
''Sebentar Ken memangnya Ara kemana tadi??.
''Tidak tahu tadi dia hanya bilang ke toilet tapi sudah hampir 1 jam tidak kembali, jelas Ken
''What????, kenapa aku tidak tahu.
''Kau ini tidak peduli dengannya, kau hanya peduli Kai saja.
''Apa maksudmu, bentak Clara pada Ken. ''Aku memang menyukai Kai dan tidak menyukai Ara tapi aku tidak akan menikungnya, kesal Clara.
''Sudahlah kita cari sekarang!!!.
Clara dan Kenzo turun ke lobi terlihat Joy sedang berbicara dengan pelayan hotel di bagian Informasi
''Bagaimana Joy??
''Belum ketemu, kata Joy sambil mendesah panjang.
''Sudah tanya ke bagian informasi mereka tidak melihatnya, aku juga sudah cari disekitar hotel tidak ada.
''Coba telefon Kai mungkin dia menjemputnya. kata Clara
''Kau saja yang menghubunginya!! kata Joy.
''Aku tidak punya nomornya Joy.
''Kau ini suka padanya nomornya saja tidak punya, kata Joy dengan emosi
''Aku juga tidak punya, timpal Ken.
''Kalian coba hubungi Ara terus!!!!.
Joy mencari nomor kontak Kai di ponselnya
''Halo Kai..... apa kau menjemput Ara??. ''Kai maaf Ara menghilang cepatlah kesini.
__ADS_1
tutttt tutttt.