
Minggu pagi terlihat sangat cerah, matahari pagi bersinar terang, namun entah kenapa princess cantik keluarga Firman, itu masih tidak mau membuka mata.
Berbagai pemeriksaan semalam telah di lakukan, kondisi Ara masih tidak sadarkan diri, gadis yang biasanya ceria, namun banyak menyimpan duka, itu masih tertidur seperti peri, semalam dokter Firman dan dokter Aisyah menjaga dan memantau keadaan putrinya. Bahkan Rei dan Kai tidak tidur karena menunggu saudara perempuannya itu sadar, dan pagi ini mereka sampai tidur di kursi yang ada dilorong rumah sakit. Begitu juga dengan Joy, semalam dia menghubungi Bisma dan Kenzo, memberitahu kondisi Ara, dan mereka langsung datang ke rumah sakit.
Berbeda dengan Ryu, dia sudah sadarkan diri, pagi ini akan di pindahkan ke ruang perawatan untuk pemulihan. Tidak ada luka ditubuh Ryu, karena pada saat kejadian Ryu memakai baju pelindung anti peluru, Sejak kejadian di bukit kota J yang hampir merenggut nyawannya Ryu selalu menjaga dirinnya sendiri, terlebih diacara besar perusahaan, meski ada Sergio dan Deigo yang selalu menjaganya. Sakit di punggung dan badanya tertimpa lampu yang tergantung sangat membuatnya tidak nyaman. Ryu harus tidur dengan posisi tengkurap. Ryu belum tahu kalau gadisnya yang ingin dia selamatkan sampai sekarang belum sadarkan diri. Dia merasa bandanya remuk, dan tak bertenaga.
Berita pagi ini sangat menggemparkan. Insiden perayaan berdirinya perusahaan Orland langsung menjadi tranding topik pagi ini ,"Demi menyelamatkan model cantik Khaterina, Direktur Orland Group jatuh tertimpa lampu yang tergantung di sebuah gedung aula milik Orland Group".
Di laman lain berita berjudul "Direktur Orland Group dirawat di rumah sakit, demi menyelamatkan mantan pacarnya Khaterina White".
__ADS_1
"Seorang gadis yang di duga karyawan Orland Group menjadi korban insiden perayaan berdirinya Orland Group", dan masih banyak lagi. Saat ini di depan rumah sakit kota J, sudah banyak pencari berita, mereka tidak bisa masuk ke dalam. Penjagaan begitu ketat, selain pihak keamanan rumah sakit, beberapa bodyguard Ryu telah siap siaga disana.
Pagi ini Dave Morgan datang bersama Deigo yang semalam mencari siapa dalang di balik insiden Gedung Aula milik perusahaan Orland. Dia telah menemukan bukti cctv seseorang dengan sengaja melakukan tindakan agar lampu itu terjatuh saat acara berlangsung, namun belum diketahui apa motifnya, semalam polisi bersama pihak keamanan perusahaan Orland telah berhasil menangkap pelaku dan saat ini masih dalam penyelidikan.
Morgan betukar dengan Kevin untuk menjaga Ryu, karena keluarga Ryu belum datang, selain itu Kevin harus mengurus masalah ini dengan pengacara Henry.
Semalam Eric langsung menghubungi nyonya Silvia dan tuan Jonathan dan memberitahukan insiden yang menimpa putra tunggalnya dan putri dari Rania dan Ar'rasi yang merupakan pewaris dan calon nona muda Orland. Pagi ini rencananya mereka akan tiba di kota J.
Sedang di ruang ICU, Ara masih dalam pantaun hanya perawat dan keluarga yang boleh masuk. Keluarga dokter itu terus bergantian menemaninya disana, berharap agar putri yang dirawatnya saat bayi dan kini menginjak dewasa itu segera bangun dan menyapa mereka.
__ADS_1
Saat ini dokter Aisyah membersihkan Ara dengan air hangat. Mengelap dengan handuk kecil perlahan. Air matanya terus saja mengalir tanpa henti.
"Sayang bangunlah, mataharinya bersinar cerah pagi ini, jangan terlalu lama tidurnya. Bunda sangat menyayangimu sayang, selamanya kamu putri bunda, tidak akan pernah tergantikan. Ayo bangun kita masak bersama, membuat sarapan untuk ayah dan Kakak juga Kaijun, bukalah matamu sayang, bicarah dan panggil bunda, jangan diam seperti ini, jangan membuat kami kuatir. Ayo katakan pada bunda apa saja yang ingin kamu lakukan, bukankan kamu ingin punya galeri untuk semua desainmu. Ayo bangun dan kita mulai mengerjakanya''. Dokter Aisyah terus mengajak bicara putrinya, seolah dia sedang membangunkannya.
Tak berapa lama dokter Firman masuk ke ruang ICU. Melihat princess nya yang masih belum mau membuka mata. Dia mendekati istrinya, menghapus air mata istrinya, ''jangan menangis terus, nanti princess kita sedih melihatmu menangis, bangunkan anak-anak dan ajak mereka makan, belikan untukku juga, princess kau mau sarapan apa biar bunda belikan ya'', kata dokter Firman yang justru membuat dokter Aisyah menangis terisak. Dokter Firman memeluk istrinya, ''kau harus kuat, princess kita anak yang kuat, percayalah dia akan segera bangun'', kata dokter Firman menenangkan istrinya sembari menghapus air matanya.
Setelah tenang dokter Aisyah keluar dari ICU, mencari keberadaan Rei dan Kai yang tidur di kursi yang ada di lorong rumah sakit.
Setelah dokter Aisyah keluar, kini dokter Firman menggantikan menjaga putrinya. Setelah mengecek perlengkapan medis yang terpasang di badan putrinya, dia duduk di samping ranjang, memegang tangan putrinya dan menciumnya. ''Slamat pagi princess ayah, kenapa belum bangun, seorang princess tidak boleh tidur lama, kau harus bangun pagi dan bersiap melakukan banyak hal. Ayo segera bangunlah. Kau sudah tahu Kaijunmu mendapat beasiswa keluar negeri, ayah tidak akan melarangmu belajar keluar negeri bersama Kaijun, jadi bangunlah belajar yang kau sukai, wujudkan cita-citamu. Ayah akan selalu mendukungmu selama itu baik untukmu. Maafkan ayah yang tidak bisa menjagamu, ayah akan sangat berdosa karena tidak bisa menepati janji pada ibumu dan nenek serta kakekmu'', tak terasa air mata dokter Firman menetes di tangan Ara yang iya genggam, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan menangis. Setelah beberapa menit dokter Firman menenangkan hatinya.
__ADS_1
"Dengarkan ayah princess, kau itu kuat dan hebat, kau gadis kecil yang bisa membuat bunda Aisyah cemburu, apa kau ingat saat kau baru bisa bicara, kata pertama yang kau ucapkan adalah, Ayah dan Akak, kau tidak bisa memanggil bunda. Kau selalu tidur memeluk ayah, berebut ayah dan bunda dengan Kaijun. Tetapi Kai selalu mengalah untukmu, itu karena Kaijun sangat menyayangimu, kau ingat saat kecil dia selalu merengek tidak mau pulang saat mengunjungimu, dia juga sama denganmu menunggu lama untuk bisa tinggal dan kumpul bersama. Bukan ayah dan bunda saja yang sedih tapi Kaijun dan kak Rei juga sangat sedih, lihatlah dia dan teman-temamu sampai tidur di lorong rumah sakit. Mereka menungguimu, untuk itu bangunlah, mereka menyayangimu dengan tulus''.
Dokter Firman berbicara panjang disamping princess kesayangannya, berkali-kali dia mencium tangan putrinya, namun princess keluarga Firman masih tidak ada pergerakan sama sekali. Saat dokter Firman melihat wajah putrinya, terlihat air mata keluar dari mata Ara yang masih terpenjam. Dokter Firman menghapus air mata putrinya dengan hati-hati, ''jangan takut sayang, ayah disampingmu, katakan apapun pada ayah, menangislah, kalau perlu berteriaklah, jangan pernah memedam kepedihanmu sendirian. Ayah akan selalu senang mendengar keluh kesahmu''. Air mata dokter Firman kembali menetes dan menangis tergugu disamping ranjang Ara. ''Bangunlah Princessku, ayah ingin kau memanggil ayah lagi'', katanya lirih menahan tangis.