
Liburan telah tiba, Kai dan beberapa temannya mengikuti kegiatan menjadi relawan kesehatan. Sebenarnya Ara sangat ingin ikut tapi karena ayah dan ibunya melarang dengan alasan sepi di rumah tanpa mereka, akhirnya Ara memilih tinggal di rumah.
Hari-hari Ara liburan hanya diisi dengan menggambar dan mendesain. Akhir-akhir ini ia banyak mendesain dari baju, tas, sepatu dan perhiasan. Selain itu selama ini diam-diam ternyata Ara menggambar setiap peristiwa yang dialami dalam hidupnya, dari kecil Ara memang hobi dengan seni yang satu ini.
Dretttttt...drettt
Suara getar ponsel Ara, dia melihat layar ponselnya ada nama Bisma di sana, Ara segera mengangkatnya.
''Halo Bisma ada apa'',
''Kau tidak pulang kampung, apa kau sudah lupa dengan kampung halamanmu???, suara Bisma di telfon
''Tentu saja tidak!!, jawab Ara. ''Ayah tidak izinkan aku kemana-mana sendiri, Kai ada kegiatan kampus Lanlan juga ikut. Joy juga sudah pulang duluan''.
''Apa kau mau pulang??, tanya Bisma lagi di telefon, tidak ada jawaban dari Ara, mau pulang bersamaku?? tanyanya lagi.
''Tapi aku tidak tahu diizinkan tidak''.
''Kau kan pulang ke rumahmu sendiri, ada bibi An di rumah pasti juga kangen denganmu. Sekarang kan libur panjang, coba tanya dulu'', kata Bisma.
''Ya baiklah, tunggu kabar dariku ya!!!. Ara mematikan ponselnya, dia tampak berfikir bagaimana caranya minta izin pada orang tua angkatnya, meski sudah menganggapnya seperti orang tua sendiri tapi selama ini dia sangat patuh mengingat banyak kejadian yang dia alami, Ara dan Kai sepakat untuk tidak memberi tahu kedua orang tuanya agar tidak kuatir. . Ara tahu betul mereka berdua sangat menyayanginya, makanya tidak mengizinkannya bepergian sendiri terlebih tidak ada Kai yang menemaninya.
''Haaaahhhh'', Ara mendesah.
Kemudian dia mengambil ponselnya, mencari kontak seseorang, tertulis nama bundaku, Ara terlihat ragu-ragu, tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk mendial nomornya.
''Halo Bunda'', setelah bunyi nada tersambung, apa bunda sibuk??
''Bunda sedang istirahat makan siang ada apa sayang??, jawab dokter Aisyah di telfon.
''Apa bunda bersama ayah sekarang??, tanyanya lagi.
''Tidak, ayah ada tindakan di rumah sakit lain, ada apa??? tanya bunda lagi.
''Eeee.. Ara ragu mau mengatakan, bunda, eeee bolehkan aku pamit pulang sekarang''.
''Kenapa mendadak? tanya bunda
''Aku kangen bibi An, aku juga bosan dirumah sendiri, dia mengatakan dengan sopan''.
''Sekarang ayah dan bunda tidak bisa mengantarmu, juga tidak ada Kai yang bisa menemanimu''.
''Kalau bunda izinkan aku akan pulang dengan Bisma, tadi dia menelfonku. Mohon izinkan pada ayah juga, aku tidak ingin mengganggunya'', sopan Ara.
Bisma anak yang bisa dipercaya dia juga sahabat Ara dari desanya pikir dokter Aisyah, ''Ya sudah hati-hati di jalan, nanti biar bunda yang bilang sama ayah. Salam buat bibi An ya, kalau ada apa-apa segera hubungi ayah dan bunda''.
''Siap bunda terimakasih, aku menyayangimu'' kata Ara
''Bunda dan ayah lebih menyayangmu sayang'', balasnya.
Perjalanan dari kota J ke desa tempat tinggal Ara, sekitar 2 jam dengan mengendarai motor.
Bibi An sangat senang melihat putri yang ia besarkan kembali ke rumah. Ara memang sebulan sekali pulang mengunjungi bibi An, tapi hanya sebentar saja, tidak untuk kali ini, dia akan tinggal lebih lama.
__ADS_1
Ara berdiri di balkon kamarnya yang menghadap ke pekarangan belakang rumah mereka, dimana banyak pohon-pohon yang lebat dan rindang pekarangan peninggalan kakek Ara memang lumayan luas bahkan terlihat seperti hutan, karena berada dipinggir desa tepatnya di pinggiran bukit. Rumah yang pastinya penuh kenangan bagi Ara dan keluarganya, dulu ibu Ara dibesarkan di rumah ini, meskipun Ara tidak tahu bagaimana rupa kedua orang tuanya dan hanya melihatnya di foto saja. Dia dibesarkan olek nenek dan kakeknya, yang akhirnya juga pergi meninggalkanya, ya saat seperti ini Ara benar-benar merasa sendiri.
tok... tok.. tok
''Sayang bibi An masuk ya''.
Suara bibi An dari luar kamar.
''Iya masuk saja bi'', jawab Ara, Ara segera masuk ke kamar.
Bibi An segera masuk ke kamar Ara.
''Ada apa bi??
''Sayang apa kemarin ada yang mengikutimu kesini??, tanya bibi An yang terlihat kuatir.
''Maksud bibi apa???, tanya Ara
''Diluar sana ada sebuah mobil berhenti di jalan depan rumah kita, menurut tetangga mereka terus mengawasi rumah kita''.
''Benarkah???, bibi yakin!!.
''Bibi tadi ke pasar belanja terus ketemu tetangga, katanya mobil itu ada di depan sana dari kemarin sekitar sore sudah di situ dan tidak pergi sampai sekarang''.
''Mobil siapa?? pikir Ara, biar aku telefon Joy dan Bisma''. Ara segera mengambil ponselnya mencari kontak kedua sahabatnya dan menghubunginya.
Tak berapa lama kemudian Joy dan Bisma datang.
Ara dan bibi An segera membuka pintu, setelah melihat Joy dan Bisma datang.
''Iya apa ada sesuatu yang gawat??, sahut Bisma.
''Masuk dulu, pinta Ara dan segera menutup pintu rumahnya''.
''Apa tadi kau lihat mobil yang parkir di luar sana masih ada''.
''Iya kenapa memangnya??, jawab Joy.
''Sepertinya mobil itu mengawasi rumahku, apa kemarin saat kita pulang ada yang mengikuti kita Bisma???.
Bisma diam dia tampak mengingat-ingat kemarin saat mereka pulang, ''entahlah aku tidak begitu memperhatikannya''.
''Menurut tetangga mobil itu sejak sore parkir di depan dan belum pergi sampai sekarang'', jelas bibi An
''Aku ingat kemarin setelah kita sampai sini dan aku pamit pulang ada mobil parkir disitu''.
''Ara kau tidak punya musuh kan?? atau masalah dengan orang lain''. tanya Joy.
Ara menggelengkan Kepalanya.
''Bagaimana kalau kita datangi saja, kita tanya baik-baik'', usul Bisma
''Menurumu begitu, apa tidak apa-apa? tanya Ara.
__ADS_1
''Ya daripada penasaran, dan kita jadi gak tenang'', jawab Bisma
''Setuju'', sahut Joy.
''Ayo'', Joy dan Bisma berdiri dan keluar, menuju ke tempat dimana mobil itu diparkir. Ara mengikuti mereka dari belakang.
Mobil itu berwarna hitam begitu juga dengan kacanya, dari luar tidak terlihat pengemudinya.
Tok... tok.. tok, Joy mengetuk kaca mobil disamping kemudi.
Seseorang di dalamnya itu langsung membuka kaca mobil. ''Ada apa??, tanyanya pada mereka bertiga
''Bisakah kau turun dan bicara dengan kami?? kata Bisma
Orang itu keluar dari mobil, terlihat wajah seorang pria tampan dengan postur tubuh yang atletis, seperti bukan penduduk desa ini. Wajahnya tampak seperti orang asing.
Ara mengamati pria itu, dia merasa tidak mengenalnya, begitu juga dengan pria itu, melihat ke arah Ara.
''Apa mobilmu rusak, kenapa anda parkir disini dari kemarin, anda sedang mengawasi rumah teman kami??, tanya Bisma.
''Haaahhhh'', desah pria itu, dia membuka kaca mata hitamnya.
''Maaf membuat kalian curiga, tapi saya sedang bekerja untuk menjaga dan melindungi nona yang ada di belakang kalian''.
Joy dan Bisma menoleh ke arah Ara.
''Maksudnya menjaga dan melindungi Ara''. tanya Bisma
''Kenapa?, siapa yang menyuruhmu???, tanya Joy
''Maaf saya tidak bisa memberi tahu, jawabnya.
''Kenapa, kau siapa dan siapa bosmu??. tanya Ara.
''Saya Dave Morgan, seseorang meminta saya untuk menjaga dan melindungi nona, maaf saya tidak bisa memberitahu, saya hanya menjalankan tugas''.
''Apa kau mengikutiku dari kota J sejak kemarin??? tanya Bisma
''Ya'', jawab orang yang bernama Dave Morgan jujur.
''Dengar kau tidak harus melakukan ini, aku sangat tidak nyaman, ini rumahku sendiri, kenapa juga kau harus menjaga dan melindungiku, sebaiknya kau pergi saja, bilang pada tuanmu, aku tidak mau''.
''Maaf nona ini tugasku, kalau aku tidak menjalankannya aku tidak bisa tinggal dikota ini atau saya akan di kirim entah kemana. Saya tidak akan mengganggu nona, percayalah''.
''Tapi aku tidak suka, ini tidak nyaman. Apa kau selalu melapor pada bosmu, tentang apa yang aku lakukan, apa dia orang baik''.
''Nona tidak perlu merasa tidak nyaman, anggap saja saya tidak ada, dia sangat baik'', jawab Dave Morgan.
''Ahhh sudahlah, terserah kau, kalau sampai terjadi apa-apa padanya kamu orang pertama yang aku cari, kalau kau macam-macam aku akan melaporkanmu pada pihak berwajib. sebentar, kau berdiri di sini depan mobilmu, lepaskan kacamatamu, perintah Joy''. Joy mengambil ponselnya dan mengambil foto Dave Morgan beberapa kali.
Dave Morgan hanya diam mengikuti perintah Joy.
Deva Morgan memang terlihat masih muda mungkin usianya hanya selisih beberapa tahun dengan Joy, terlihat seumuran dengan Rei pikir Ara.
__ADS_1
''Sudahlah ayo kembali ke rumah'',ajak Joy diikuti Ara dan Bisma dan meninggalkan Dave Morgan sendiri.