
Sampailah Ken dan Ara, serta Clara di cafe milik Ken, Ken'z Cafe and Resto. Bangunan 2 lantai dengan area parkir yang luas dan disulap sebagai Cafe out door dan indor sebagai resto serta letaknya yang strategis.
Ken memang bukanlah seorang pembisnis dan pengusaha ternama seperti El Ryu Saviero Orland. Tapi hobinya yang suka sekali dengan minuman yang berbau kopi menjadikan dirinya membuka usaha Ken'z cafe and resto, menjadikan gedung warisan dari kakeknya sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya di lantai 2.
Keluarga Ken sendiri tinggal di Swiss. ibunya adalah wanita berasal dari kota J, dan ayahnya berasal dari Swiss. Sejak kakeknya meninggal Ken mendapat warisan tanah di pusat kota J. Ken sendiri memutuskan untuk bersekolah di kota J saat kakeknya mulai sakit-sakitan, dia yang menemani sang kakek sampai kakeknya meninggal.
Dan sekarang, cafe dan resto milik Ken tak sepi pengunjung setiap harinya terutama malam hari. Banyak mahasiswa dan karwayan kantor, yang datang sekedar menikmati kopi ditemani alunan gitar milik Ken.
Ara dan Clara pun terkadang juga ikut membantu Ken jika kondisi cafe dan restonya ramai.
Terkadang mereka juga asik bernyanyi menghilangkan kebosanan. Wajah cantik dan mengemaskan Ara yang selalu bikin hati Ken berdebar, Ken telah jatuh cinta begitu dalam padanya sejak awal kuliah. Walau mereka baru saling mengenal belum genap 1 tahun, bahkan bisa di bilang hitungan bulan saja.
Karyawan di cafe milik Ken juga senang dengan Ara selain cantik dan mengemaskan, Ara sangat ramah, tak sungkan untuk membantu saat mereka sibuk melayani pengunjung cafe.
Ken sendiri selalu membuatkan makanan spesial untuk Ara saat dia ikut ke cafenya. Ken selalu berharap Ara mau membuka pintu hatinya untuknya, baginya tidak ada yang tidak mungkin, meski banyak laki-laki kaya yang menginginkanya, tapi Ara masih santai dengan statusnya yang jomblo.
Tentang Clara dia yang cinta banget sama sahabatnya sejak sekolah di internasional school di kota J. Kai lah yang membuat Clara fokus pada sekolahnya, baginya Kai adalah tujuan hidupnya meski belum mendapatkannya, bahkan dengan kesibukan Kai saat ini sering kali diabaikan, baginya itu tidak masalah, setidaknya Kai sudah mau bicara padanya, dengan dia dekat dengan Ara yang merupakan saudara sepersusuannya. Setiap hari juga bisa bertemu melihat seseorang yang disukainya, meski kadang dia tidak suka melihat kedekatan Kai dengan teman-teman wanitanya, terutama pada Lanlan, teman satu jurusan Kai sekaligus teman kecil Ara.
Saat ini mereka sedang mengerjakan tugas kuliah dari dosen jadi-jadian itu, siapa lagi kalau bukan El Ryu Saviero Orland.
Diam-diam El Ryu membuntuti mobil yang di kendarai Ken dan Ara bersamanya, dia memarkirkan kendaraannya di depan cafe milik Ken.
Disinilah El Ryu berada area parkir Ken, z Cafe & Resto, dia diam di dalam mobilnya mengawasi keadaan sekitar, kemudian diapun turun dan masuk ke dalam cafe.
''Selamat datang di Ken'z Cafe dan resto, silahkan'', sapa seorang pelayan cafe yang nampak tertegun melihat laki-laki tampan tanpa cacat disiang hari memasuki cafe tempatnya bekerja, sesaat setelah menyapanya.
Sesaat El Ryu diam mencari sosok yang di kejarnya, dan matanya langsung fokus pada salah satu meja yang terdapat tiga orang disana.
Dia berjalan ke meja itu, mereka bertiga yang sedang berdiskusi tentang tugas dari dosen jadi-jadian itu.
Tiba-tiba saja seorang yang sangat tidak diinginkannya datang.
''Boleh bergabung'', mereka bertiga menoleh ke suara itu.
__ADS_1
''Kenapa disini banyak meja kosong'', ketus Ara
''Aku hanya ingin bicara dengan kalian, maksudku denganmu tepatnya''. jawab Ryu
Mereka bertiga saling pandang,
''Apa yang ingin anda bicarakan, kenapa anda mengikuti kami, apa anda penguntit??, cerocos Ara dengan tangan bergetar.
''Maaf pak, kami sedang sibuk, mengerjakan tugas dari anda, bisa kah kau cari meja lain'', sopan Ken
Clara hanya diam saja bagaimanapun dia masih rekan kerja kakaknya, meski dia tidak mau terlibat.
''Ayolah, beri aku waktu bicara dengannya, aku janji tidak akan macam-macam''.
''Setelah kau menculik kekasihku???. jawab Kenzo, entah dia kenapa bisa mengucapkan itu, mengakui Ara sebagai kekasihnya, tidak peduli Ara dan Clara yang diam mendengar Kata-kata Ken barusan, ''masih untung dia bisa menyelamatkan diri, sekarang kau berpura-pura menjadi pengajar di kampus kami, sebenarnya apa tujuanmu???, tegas Kenzo
''Ini kesalahpahaman dan aku ingin meluruskannya''. jawab Ryu
''Kalau begitu bicarakan sekarang di depan kami'', ucap Ken tegas.
''Baiklah, selesaikan masalah dan segera pergi dari cafeku'', Ken menarik Clara pergi meninggalkan El Ryu dan Ara, mengawasi mereka dari meja kasir.
Sesaat mereka diam, ''kau tidak mau pesan sesuatu??, Ryu mengawali pembicaraan mereka
''Tidak trimakasih, segera katakan apa masalahmu??.
''Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin tahu''.
''Baiklah kurang lebih satu tahun yang lalu, apa kau yang menyelamatkanku dari kecelakaan di bukit yang ada di kota J???.
''Kau yang menariku dari mobilku yang terbakar''.
''Apa dia pria yang bersamamu waktu itu??, menolongku keluar dari mobil''.
__ADS_1
Ara terdiam dia berfikir apa yang di mau lelaki di depannya ini.
''Apa yang ingin kau bicarakan''.
''Ok, awalnya aku ingin kau menyetujui menjual lahan milik kakekmu di pinggiran desa di kota J, aku ingin membangun rumah sakit disana, seperti yang kau tahu pinggir desa hanya ada klinik terlebih dibukit itu, aku telah membangun resort disana, jarak ke kota butuh waktu 5 jam''.
Ryu terus bercerita bahwa alasan dia menculik Ara hanya untuk membuatnya menjual lahan yang ditinggalkan kakek Ara untuknya.
''Tapi setelah melihatmu secara dekat aku yakin kau perempuan yang telah menyelamatkanku, aku benar-benar tidak bisa berfikir, aku benar-benar menyesalinya, aku minta maaf atas semua yang aku lakukan padamu, bisakah kita berdamai, aku mau berterima kasih kepadamu''.
''Apa dia laki-laki yang bersamamu waktu itu??, menyelamatkanku denganmu, dia kekasihmu??.
Ara terdiam.
disisi lain Ken menelfon Kai agar segera datang ke cafenya.
''Begini pak, saya memang menolong anda waktu itu, tapi saya rasa anda tidak perlu sejauh ini, bukankah menolong itu suatu kewajiban bagi sesama, dan aku tidak punya tujuan apapun dengan menolongmu, aku kebetulan lewat saja, aku dengan siapa, hari itu aku memang bersama seseorang tapi bukan dia, masalah dia kekasihku atau bukan, saya tidak perlu menjawabnya. Saya rasa anda tidak perlu tahu hidup saya bukan''.
''Dan masalah lahan, aku tidak berniat menjualnya, aku sudah bilang pada ayahku, bukan kah kau pernah bertemu dengan ayahku??.
''Apalagi alasan yang membuat kau sampai melakukan sejauh ini, lahan itu bukan hanya diberikan kepadaku tapi sebagian milik kakakku Rei dan sebagiannya adalah milik saudaraku Kai. Apa begini cara orang menjalankan bisnis''.
''Kau membuat hidupku ketakutan, membuat teman-temanku menghuatirkan aku, sampai aku tidak bebas pergi kemanapun. Kau pikir hidupku baik-baik saja. Kau seperti penguntit''.
Ara bicara sampai air matanya mengalir, mengeluarkan semua unek-uneknya yang dirasakan selama ini.
Tak lama kemudian Kai datang dengan tergesa, dia melihat ke arah Ken, Ken segera menghampirinya dan memberitahu. Kai langsung menuju Ara dan memeluknya.
Kai berusaha menenangkan Ara.
''Tenanglah ok, ada aku'', dia membelai rambut Ara dan mengecup keningnya. Ken datang membawakan air mineral untuk Ara. Kai memang selalu bisa menenangkan Ara. Ara memang terlihat diam bahkan saat di rumah tapi dia memendamnya sendiri rasa takut dan tidak aman selama ini.
''Kau mau tahu pria penyelamat hidupmu, dialah penyelamat hidupmu''. Ara menunjuk ke arah Kai yang sudah melepaskan pelukanya tadi
__ADS_1
Ryu melihat ke arah Kai.