Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 60


__ADS_3

Pagi hari Ara akhirnya berangkat ke perusahaan tempat dia magang, tidak kurang dari sebulan saja sudah selesai, semalam keluarga Firman berkumpul dan membahas banyak hal, mendengarkan kemauan anak-anak mereka, berbagi cerita suka dan duka, agar anak-anak bisa lebih terbuka, meskipun mereka sudah dewasa dan punya privasi sendiri.


Seperti biasa Ara berangkat bersama Joy. Rei dan Kai sudah berangkat ke rumah sakit pagi - pagi sekali. Saat sampai diperusahaan Joy langsung membawa Ara naik ke lantai 24, tempat mereka magang sebulan terakhir ini. Kemarin Asisten Kevin sudah memberitahu Joy agar langsung ke lantai 24.


Tak lama Clara datang bersama kakaknya Kevin,


''Ara kau sudah datang'', Clara langsung memeluknya, kemarin kenapa tidak datang??, nomormu juga tidak aktif. Kau membuatku cemas''.


''Nona Ara ke ruangan saya sebentar'', panggil Assinten Kevin.


''Nona Ara, Clara sudah memberitahu kalau mulai hari ini anda belajar di sini bersama mereka dibawah pengawasanku langsung''.


''Iya pak sudah''.


''Ok kalau begitu kamu bergabung dengan teman-temanmu di sana, kalau butuh bantuan atau ada yang tidak dimengerti bisa tanyakan padaku'', tegas Kevin.


''Baik pak Kevin, terimakasih, mohon bimbingannya'', kata Ara dengan sopan. ''Permisi'', Ara keluar dari ruangan kerja Kevin.


Kevin melihat Ara yang keluar dari ruangnya, gadis itu nampak baik-baik saja namun pandangan matanya terlihat menyembunyikan beban berat. Kevin merasa bersalah, informasi yang diberikan pada atasanya Ryu berakibat penculikan padanya hingga menimbulkan trauma. Dia juga punya adik perempuan tentu tidak ingin hal seperti itu terjadi padanya. Terlebih gadis itu adalah pewaris dari perintis perusahaan Orland group. ''Haahhhh, andai waktu bisa diputar kembali, pasti memilih jalan terbaik'', desah Kevin.


Ara, Clara dan Joy mengerjakan tugas-tugas yang dia berikan kepada mereka hingga waktu istirahat tiba. Beberapa karyawan pria mencoba menggoda Ara, Ara menanggapinya dengan santai.


''Ayo makan bersama??, ajak Joy.


''Hayuuk jawab mereka berdua''.


''Bagaimana kalau kita makan di luar, aku yang traktir'', kata Ara


''Wuuuiiiihh lagi banyak duit ya???, Joy langsung merangkul pundak Ara, kebiasan dari dulu tidak pernah berubah.


''Iya nih dalam rangka apa??, tanya Clara ''you are come back''.


''Kemarin ada yang habis pergi berkencan'', kata Joy.


''Kencan, siapa pria beruntung itu'', Clara penasaran.


''Siapa yang kencan'', kata Ara.


Mereka bertiga berjalan memasuki lift dan turun keluar perusahaan untuk makan siang, dengan mengendarai mobil Joy.


''Ngomong-ngomong kemarin pergi kemana???, tanya Clara lagi sambil mencari tempat makan.


''Mau tahu aja atau mau tahu banget??, kata Ara.

__ADS_1


''Kepo loh'', ketus Joy.


''Memangnya kamu tahu Joy, kemarin dia kemana??, tanya Clara.


''Sudah aku bilang dia pergi berkencan dengan Ken''.


''Serius nih'', Clara semakin penasaran, ''kecan kemana??


''Cantik, kamu kepo banget sih??, kata Joy.


''Maklum sudah beberapa bulan gak ketemu Kaijun jadi suka kepo'', kata Ara hahaha..


''Hahaha, sudah aku bilang jangan hanya melihat Kai, ada laki-laki tampan disampingmu kau abaikan'', nyesel kau nanti.


''Kamu pikir tampan aja cukup Joy'', ketus Clara, ''dengar ya wajah boleh tampan, kaya juga boleh tapi kalau tidak cinta, apa mau dikata, yang ada makan hati tiap hari, ogah ah''.


''Makan tuh cinta??, ketus Joy.


'Ahli mau makan nasi Padang, bukan makan cinta, gak bisa bikin kenyang'', kata Clara.


''Wahhh ide bagus tuh mantap'' Joy segera menuju rumah makan Padang terdekat.


Mereka segera memesan nasi Padang, suasana rumah makan Padang sangat ramai. waktu istirahat banyak karyawan yang keluar mencari makanan di luar, padahal di dalam perusahaan sudah ada resto dan kafe.


''Enggak, lagi pengin makan bareng, gak mau dibayari''.


''Maulah, kalau dia g mau biarkan saja'', kata Joy.


''Siapa yang bilang tidak mau Joy, tentu saja aku mau'', kata Clara.


Tak berapa lama pelayan menyajikan berbagai hidangan khas Padang.


''Kaijun kapan baliknya??, tanya Joy sembari memulai menyantap makanan mereka


''Tadi pagi langsung balik, karena kak Rei ada jadwal oprasi pagi, sudah lama ya kita gak pernah ngumpul bareng, beberapa bulan ini kita sibuk sendiri, bagaimana kabar Bisma??.


''Sepertinya dia sangat sibuk. Dia tidak pernah ngumpul sendiri, kita ketemu tiap hari, Kaijun juga sama Lanlan, uupppss sore ada yang selalu cemburu sama kedekatan mereka''. Kata Joy sambil melirik Clara.


''Aku ada ide bagaimana kalau setelah selesai magang kita ngumpul di cafe Ken, atau kita pergi berlibur ke resort yang ada dibukit, atau kita ke pantai bersama, picnik bersama. Bagus juga buat merefress otak kita'', kata Clara.


''Bilang aja kamu ingin ketemu Kaijun'', ejek Joy.


''Kalau iya kenapa? memang ada larangan??, kata Clara

__ADS_1


''Kalau aku larang kamu mau, apa kamu tidak bisa melihat yang lain, dengar ya kalau kamu ketemu sama duplikat Kaijun, apa kau baru bisa berpaling, sudah tahu diabaikan terus sama dia masih juga ngarep. Apa hidupmu hanya sebatas Kaijun, bagaimana kalau Kaijun menyukai orang lain, apa kamu akan terus menunggunya berhenti mengabaikanmu''. kata Joy begitu menusuk hati Clara


Clara diam, matanya tajam menatap Joy kesal, dia sampai berhenti memakan makanannya.


''Sudah kenapa jadi berdebat'', kau ini Joy, ''Clara jangan diambil hati'', kata Ara.


''Ara apa kau tidak kasihan dengan sahabatmu yang diabaikan oleh saudaramu itu''.


''Aku sudah sering menegurnya, dia memang seperti itu. Dia begitu bukan saja pada Clara kan''.


''Tapi kalau sama Lanlan tidak, mereka akrab'', kata Joy lagi.


''Itu karena dia sudah mengenal Lanlan lama, dari sejak kecil dulu aku dan Lanlan bermain bersama dan saat Kaijun berkunjung ke rumahku, kami bermain bersama, kak Rei juga, mengenalnya. Kamu kan juga kenal Kaijun dari dulu Joy sejak kita satu sekolah''.


''Benarkah, aku lupa, tapi ngomong-ngomong kak Rei keren ya, baru juga datang sudah diangkat jadi direktur rumah sakit. Aku kasih tahu cantik kak Rei itu kakaknya Kaijun, dia tidak kalah tampan, lulusan London dan sekarang sudah menjabat direktur di rumah sakit Orland Group, kau belum melihatnya kan, kalau kau melihatnya kau pasti akan berpaling dari Kaijun''.


''Sudahlah, kenapa jadi ngomongin aku terus, cepet habiskan makananmu nanti kita terlambat balik ke perusahaan''.


Mereka segera menghabiskan makan siangnya dan kembali ke perusahaan.


Sementara di lantai 25 dari tadi Ryu hanya melihat cctv lantai 24 dari layar laptopnya, dia hanya ingin melihat gadis itu, namun kali ini dia sudah bertekat tidak akan muncul di depanya, agar trauma gadisnya segera sembuh, dan bisa hidup normal. Namun ternyata dia harus menahan perasaan cemburu tatkala ada karyawan pria yang mendekatinya atau mengajaknya mengobrol, bahkan dia sampai mengepalkan telapak tanganya saat melihat Joy merangkulnya saat jam istirahat dan keluar gedung, mereka terlihat sangat akrab dan senyum Ara yang begitu senang. Ryu seperti tidak rela, calon istrinya disentuh pria lain, tapi dia sendiri tidak bisa menyentuhnya, jangankan menyentuh, menampakan diri untuk melihatnya langsung saja, dia harus menahan. Pikiran Ryu sangat kacau rasa-rasanya dia tidak rela, dadanya bergemuruh, wajahnya mengeras tatkala melihat Ara tersenyum pada pria lain.


''Apa yang harus kulakukan'', Ryu mengusap wajahnya kasar, ''sampai kapan aku harus seperti ini??, dia juga menjambak rambutnya, kenapa sangat sakit'', guman Ryu.


''Halo bos'', Kevin masuk ke ruang Ryu


''Apa kau tidak bisa mengetuk pintu Kevin'', tiba-tiba Ryu marah


''Aku sudah mengetuknya beberapa kali bos, apa yang kau pikirkan Ryu sampai tidak mendengar. Aku bawakan makanan untukmu, jangan lihat cctv terus kau bisa gila lihat senyumnya''.


''Pecat mereka yang berani menggoda calon istriku''.


''Tenang Ryu jangan main pecat, kau harus bersabar''.


''Sampai kapan??, kalau setiap kali dia melihatku traumanya kembali''.


''Aku tidak tahu sampai kapan, untuk sekarang jangan, lihatlah dia tadi sudah mau berbaur dengan karyawan, walaupun dia memilih dekat dengan Joy'', temannya.


Untung saja kemarin Ryu tidak tahu kalau Ara pergi berdua dengan Ken, cowok yang jelas-jelas menyukai calon istrinya, sedangkan melihat Joy yang merupakan sahabat setia dan bersumpah akan tetap menjadi sahabat yang tidak boleh saling jatuh cinta, Ryu sudah sangat kacau.


''Ini namanya hukum karma apa yang kau tanam, kau akan menuainya di kemudian hari''. Kevin berkata seraya keluar ruangan dan menyiapkan makan siang yang di bawahnya.


''Kau menyumpahiku'' kata Ryu menatap Kevin tajam , namun akhirnya melangkah mengikuti Kevin menuju ruang makan.

__ADS_1


Kevin menghidangkan makanan diatas meja. ''Makanlah aku tidak ingin direktur Orland yang terhormat jatuh sakit, kau harus kuat'', kata Kevin menyantap makananya dan diikuti Ryu, mereka makan dalam diam.


__ADS_2