
Setelah selesai mandi, Ara melihat pantulan dirinya dicermin matanya bengkak, karena habis menangis, hidungnya juga merah, ''Kenapa jadi cengeng memalukan, haaahhh'' desahnya.
Dulu saat Rei pamit mau berangkat ke London, Ara juga menangis, tidak ingin berpisah dengan Rei, saat Rei mengunjunginya di desanya dia selalu menemani Ara berkuda, memamah dan bermain pedang bersama dan apapun yang di minta olehnya selalu dituruti.
Dia segera menyisir rambutnya dan keluar dari kamarnya mencari kakaknya Rei.
''Kak!!, panggil Ara.
''Kakak di bawah dek, lagi masak!!, jawab Rei.
Ara segera menuju ruang dapur, dia melihat kakaknya sedang memasak di dapur.
''Kakak bisa masak??, tanyanya.
''Bisa lah, tapi tidak sejago adik kakak yang belajar langsung sama chef, enak ya punya pacar chef sudah diajarin masak, dimasakin lagi'', ledek Rei.
''Siapa yang pacaran, dan lagi kakak tahu dari mana??.
''Dari bunda sama ayah, katanya kamu dekat dengan seorang chef yang punya cafe dan resto, memang gak jadian sampai sekarang??. masa adik kakak yang cantik ini masih jomblo??, terlalu banyak pilihan ya??.
''Dia itu teman Ara kak!!!, serius emang kenapa kalau jomblo, kakak sendiri bagaimana???, apa kakak punya pacar disana??, atau selera kakak sudah berganti suka sama bule jadi gak pulang-pulang??,pertanyaan beruntun Ara.
''Kata siapa, selera kakak tetap sama, kakak gak pulang karena terlalu sibuk belajar sambil bekerja dan karena kakak juga terikat kontrak pekerjaan jadi kakak baru bisa pulang sekarang, maafkan kakak ya'', jawab Rei.
''Sudah matang ayo makan dulu!!, ajak Rei, dia segera menyajikan masakanya dan menyatap makan malamnya bersama adiknya.
Rei mengambilkan sepotong ayam dengan balutan keju mozarela diatasnya dengan taburan lada hitam, ''makanlah'', menaruhnya di depan Ara.
''Sepertinya enak??!!!, mata Ara melebar melihat makanan tersaji di depannya. Ara langsung mengambil dengan garpu dan memasukan ke mulutnya. Ara memang tidak pernah pilih-pilih makanan tapi makanan favoritnya adalah ayam goreng , mau di masak apapun dia tetap suka.
''Hemmm enak kak''.
''Benarkah kau suka, enak di makan saat masih panas'', jelas Rei.
''Nanti biarpun istri kakak gak bisa masak, tapi kakak bisa memberikan makanan yang enak tiap hari, enak banget jadi istrinya kak Rei, kalau kak Rei bukan kakakku aku juga mau jadi istri kakak'', Ara tertawa yengir.
Rei diam mendengar kata-kata adik angkatnya dada Rei seperti teriris.
''Seandainya semua bisa berubah'' batinya.
''Kenapa kakak gak makan??, tanya Ara.
''Ehhhhh ini makan''.
''Kak, perkataanku tadi belum di jawab??.
__ADS_1
''Pertanyaan yang mana???.
''Tentang pacar kakak, jadi bener kakak suka sama bule??.
''Enggak, siapa yang bilang kakak suka wanita bule??.
''Kaijun, terus wanita seperti apa???, tanyanya sambil mengunyah.
''Eeeeeee seperti kamu!!, jawabnya.
Huk...uhuk.... Ara tersedak mendengar jawaban Rei
''Makanya kalau makan jangan sambil ngomong, telan dulu'', Rei mengambilkan air putih untuk Ara, ''minum dulu'', sambil menepuk punggung Adiknya.
''Kakak sih, jawaban apa itu, tidak lucu??.
''Memangnya kenapa??, kalau kakak menemukan cewek seperti kamu pasti kakak langsung ajak nikah sekarang''.
Rei tidak bisa lagi menahan isi hati yang di pendam selama ini, tidak masalah dia tidak bisa menikah dengannya tapi setidaknya beban di dadanya sedikit berkurang dengan mengatakannya.
''Jangan sekarang nikahnya, nanti kakak di bawa kabur istri kakak, baru juga datang''.
Peeffffff.... ''kamu ada-ada saja, siapa yang mau nikah sama kakak??, pekerjaan saja belum punya''.
Tak lama kemudian datanglah dokter Firman dan dokter Aisyah.
''Waalaikum salam, tidak ada aku cuma bilang sama kakak, jangan nikah sekarang''.
''Kenapa kakak g boleh nikah sekarang, kakak sudah 25 tahun''.
''Nanti kakak di bawa kabur istrinya'', protes Ara manja.
''Hahahaha...... dokter Firman tertawa, begitu juga dokter Aisyah tersenyum mendengarnya.
''Bukanya princess ayah juga sudah ada yang antri, ngomong-ngomong pilih siapa???, Joyo Utomo, Bisma, atau si bule itu, terus siapa lagi ayah gak tahu namanya''.
''Iiihhhh ayah apaan, mereka semua sahabat Ara, serius Ara cuma berteman''.
''Joy dan Bisma sahabat, kalau si bule itu apa??, ayah juga takut princess ayah di bawa kabur sama bule!!!, kata bunda.
''Teman juga bunda, siapa yang suka sama Ken??.
''Eiitt jangan bilang begitu, nanti jadi suka beneran''.
''Ara mau taaruf saja''.
__ADS_1
''Bagus ayah setuju, kamu memang princess ayah, siapapun yang jadi suamimu nanti yang pertama harus seiman dan bisa menjaga dan melindungimu, menerimamu apa adanya'', ucap dokter Firman.
''Aamiin, bagaimana magangmu hari ini??. tanya dokter Firman
''Lancar, Ara di tempatkan di departement desain''.
''Kok di departemen desain dik, gak nyambung sama jurusan kamu''.
''Iya gak apa-apa kak, setelah sebulan akan di pindah ke departemen lain, aku suka kok ditempatkan disana, awalnya manajernya juga seenaknya suruh sana sini ambil ini dan itu, beliin kopi, foto copy banyaklah, kaki Ara sampai pegel mana pakai hak tinggi lagi, keluh Ara, tapi setelah istirahat makan siang dia berubah jadi baik''.
''Katanya dua minggu lagi akan diadakan peresmian mall baru, terus ada fashion show yang akan di hadiri direktur utama, karena waktunya cuma dua minggu tidak cukup untuk para desainer membuat desain baru sedang mereka harus menyelesaikan produk bulan depan, jadi Ara menawarkan desain Ara dan besok suruh bawa ke kantor, ayah bunda kak Rei doain ya semoga besok desain Ara di setujui''.
''Apa princess ayah bisa mendesain??, tanya ayah.
''Eeeee....sebenarnya sejak dulu Ara suka mendesain saat Ara tidak punya teman Ara menggambar dan mendesain pakaian dan lainnya, beberapa desain sudah Ara jual secara online''.
''Oh ya, kenapa kita tidak tahu???, kaget bunda, semua melihat ke arah Ara.
''Sebenarnya Kaijun sudah tahu, saat awal pindah kesini, tapi Ara minta Kaijun merahasiakannya''.
''Ara juga tidak pernah menggunakan uang pemberian ayah dan bunda. Sejak Ara lulus sekolah Ara sudah menjual desain Ara sampai sekarang dan aku pakai untuk keperluanku sendiri dan menyimpan uang dari ayah dan bunda, maaf'', jelas Ara.
''Wah.... wah... wah..., adik kakak memang hebat, jadi diam-diam kamu sudah pinter cari uang ya, kakak bangga padamu'', semangat Rei membelai rambutnya ''kakak pasti doain yang terbaik buat kamu''.
''Terima kasih kak'', Ara tersenyum manis.
''Bunda ingin tahu desainmu sayang, kenapa kamu hanya mau cerita saja kakak dan Kaijun, kalau sama bunda dan ayah tidak pernah cerita apa-apa???.
''Maaf, bunda sama ayah sudah sibuk pasti lelah seharian bekerja''.
''Ayah juga pengin tahu, ayo tunjukkan pada ayah!!
''Siaaapppp'', setelah membereskan meja makan, mereka naik ke lantai atas.
Ara mengambil beberapa tumpukan buku yang dia gunakan untuk mengambar dan mendesain dari kamarnya membawanya ke ruang keluarga.
Ara dan bunda duduk di sova diapit ayah dan kakaknya Rei, membuka lembar demi lembar
mereka hampir tidak percaya melihat hasil karya putrinya, benar-benar sangat membanggakan, ada
beberapa lembar yang isinya gambar keluarga mereka, saat mereka masih kecil dengan tulisan ''i miss you''.
Bunda sangat terharu sampai dia menitikan air mata, tidak menyangka putrinya menyimpan rindu selama 17 tahun baru bisa tinggal bersama.
Rei benar-benar merasa seperti di remas jantungnya melihat beberapa gambar dirinya, dengan tulisan yang menghancurkan hatinya, ''i'm wait you everyday", mata Rei berkaca-kaca.
__ADS_1
''Ada juga gambar Kaijun dengan tulisan yang besar '' My Posesif Brother''.
''Dokter Firman membelai rambut Ara, ''ayah bangga padamu, kamu princess ayah selamanya, kamu kuat, kamu hebat'', mengecup keningnya, ''trimakasih sudah melengkapi hidup ayah dan bunda''.