Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 28


__ADS_3

Selama hampir 1 bulan Dave morgan terus mendatangi rumah Ara di desa. Dia akan pergi setelah memastikan keadaan Ara baik-baik saja. Ara juga tidak peduli dengan Apa yang dilakukan Dave Morgan, selama dia tidak mengganggunya, liburan di rumah, Ara kembali melatih dirinya memanah berolah raga di belakang rumahnya, tepat di belakang rumah Ara memang terdapat halaman yang luas dan sebagian lahanya di tanami pohon-pohon yang rindang dan lebat sehingga terlihat seperti hutan. Disinilah dulu kakek Ara mengajari Ara banyak hal, dari memanah, bermain pedang, menembak, berkuda dan bela diri, tapi tak pernah meninggalkan hobi menggambarnya.


Bibi An juga membiarkan putri kesayangan, melakukan apapun yang dia suka, yang terpenting dia senang.


Dreeett.....drettt....


Suara getar ponsel Ara tergeletak di atas meja makan, bibi An yang sedang memasak di dapur segera melihatnya, terlihat nama Ken disana, bibi An segera membawa ponsel itu kepada pemiliknya.


''Sayang ada telefon!!!. seru bibi An


Ara berhenti dari latihan memanahnya dan mengambil ponsel dari tangan bibi An, dia melihat di layar ada nama Ken tertera disana.


''Halo Ken!!,


''Hai baby, kau dimana??, apa kabarmu?? suara dalam telefon.


''Aku di rumah, kabarku baik, kau sudah kembali dari Swiss???.


Selama satu bulan ini Ken memang pulang mengunjungi kedua orangtuanya di Swiss, saat itu dia ingin mengajak Ara tapi Ara menolaknya, tentu saja orang tuanya terutama Kaijun melarangnya.


''Kapan kau kembali??, apa perlu aku jemput?? aku merindukanmu??, kata Ken.


''Masih saja suka gombal, saat di Swiss siapa yang kau gombali'', kata Ara


''My mom!!, jawabnya, mereka berdua tertawa dari sambungan telepon.


''Ken'', panggil Ara di telfon


''Yes baby'', jawab Ken


''Apa kau menyuruh seseorang untuk menjagaku??.


''Maksudnya''.


''Ada seseorang yang mengikutiku sejak aku pulang dari kota sampai sekarang, dia bernama Dave Morgan, aku, Joy dan Bisma sudah menemuinya, dia bilang disuruh seseorang untuk menjagaku, tapi dia tidak mau memberi tahu siapa. Aku tidak bisa menghubungi Kaijun karena dia ada di daerah pelosok''.


''Tidak aku tidak melakukan itu, apa dia mengganggumu??, tanya Ken.


''Tidak, dia tidak mengusiku sama sekali, aku juga tidak peduli selama dia tidak menggangguku dan bibi An. Dia hanya datang memastikan aku baik-baik saja, setelahnya dia akan pergi''.


'-Bagaimana kalau aku menemuinya??, tanya Ken


''Untuk apa, Joy dan Bisma sudah bertemu beberapa kali, tapi dia tetap tidak mau memberi tahu siapa yang menyuruhnya''.


''Sebaiknya kau segera kembali ke sini, aku mengkhuatirkanmu, aku akan menjemputmu''.


''Tidak usah Ken, aku bisa kembali dengan Bisma dan Joy''.


''Kapan?

__ADS_1


''Ini masih liburan Ken''.


''Apa kau suka disana??.


''Tentu saja disini rumahku!!.


''Tapi aku rindu, bolehkan aku main kesana??? rayu Ken


''Kau rindu padaku atau pada bibi An???.


''Hahhhhh, tawa Ken apa kau cemburu pada bibi An??.


''Untuk apa cemburu padanya??, jawab Ara


''Kalau begitu izinkan aku main kesana, sekalian nanti kita kembali ke kota bersamaku ok''.


''Terserah'', jawab Ara


Ken segera mematikan ponselnya dan bersiap, padahal dia baru sampai di kota J semalam, dan sekarang ingin menemui gadis pujaanya, sudah sebulan tidak bertemu, meski setiap hari video callpun tidak bisa mengobati rindunya pada gadis pujaanya, entah hubungan apa yang mereka jalani, beberapa kali di tolak tidak membuat Ken kecewa ataupun patah hati.


Baru turun dari lantai dua, terlihat Clara disana, ''Hai Ken!!! sapanya.


''Hai Clara, kau sudah kembali dari liburan??.


''Iya, kau sendiri kapan datang??


''Semalam'', jawab Ken


''Iya aku mau ke rumah Ara sekaligus menjemputnya''.


''Maksudnya ke rumah Ara di desa, bolehkah aku ikut, aku juga kangen dengannya''.


Ken tampak diam.


''Ayolah Ken boleh ya aku akan beri tahu Ara!!.


''Baiklah ayo'', mereka berdua berangkat dengan mengendarai mobil Ken.


Dua jam kemudian mereka sampai di desa Ara, mereka berdua segera turun terlihat Joy, Bisma dan Kai serta Lanlan di teras rumah Ara.


''Kalian semua disini??, dimana Ara??, tanya Ken


''Hai semua,, sapa Clara ramah.


Ara keluar dengan membawa minuman.


''Hai kalian sudah datang!!, Ara menaruh minuman yang dia buat.


Clara langsung memeluk Ara ''kangen'', katanya.

__ADS_1


''Hai baby kau tidak memeluku??, aku merindukanmu''. Ken membuka tanganya ingin memeluk Ara, tapi Kai segera menariknya.


''Cihhh Kai kau benar-benar ya, tidak tahu orang kangen'', semua tertawa melihat wajah Ken yang kecewa tidak bisa memeluk gadis yang dirindukannya.


''Kapan kau datang?, bukanya jadi relawan??, tanya Ken.


''Aku baru datang mengantar Lanlan pulang, dan sekalian menjemput Ara''.


''What.... baby kenapa kau tidak bilang kalau pisesive brothermu ini menjemputmu''.


''Maaf Ken aku tidak tahu kalau Kaijun akan datang''.


Clara yang mendengar Kai mengantar Lanlan pulang, raut mukanya langsung berubah sedih.


Bibi An datang membawakan camilan, ''sayang temenya kok g di ajak masuk''.


''Di sini saja bi udaranya segar'', jawab Clara, bibi tadi aku beli oleh-oleh di jalan'', ini Clara memberikan kantong plastik kepada bibi An


''Terimakasih neng Clara kok repot-repot sih, nanti nginep sini semua kan???.


''Boleh ya bi nginep??, tanya Ken


''Bolehlah ini kan sudah sore, bibi takut kalau kalian pulang ke kota malam-malam''.


''Terimakasih bibi An, bibi aku menyayangi putrimu'', kata Ken


''Benarkah??, kaget bibi An


''Bukan Ken saja bi, aku juga menyayanginya, dari kecil malahan'', kata Joy tidak mau kalah.


''Kalian berdua cuma omong kosong, kemarin kalian semua meninggalkan Ara pergi liburan sendiri, jelas yang peduli cuma aku, dan lagi sudah jelas kalau orang tua Ara percaya sama aku, makanya boleh pulang bersamaku, bibi An jangan percaya mereka berdua'', jelas Bisma.


''Joy, Bisma bukankah kita sudah berjanji bersama kalau kita akan jadi sahabat selamanya, saling menjaga dan melindungi dan tidak boleh saling jatuh cinta, apa kalian berdua mau mengingkarinya'', jelas Lanlan.


''Benarkahkah baby??, tanya Ken antusias.


Joy dan Bisma terdiam mereka ingat saat awal masuk sekolah menengah umum mereka pergi berkemah ke bukit bersama teman-teman sekolah dan mengucapkan janji bersama.


''Yes... yes...'', Ken tersenyum girang, dia langsung berdiri menarik tangan bibi An, berlutut di depan bibi An ''tolong restui aku bi, aku benar-benar menyayangi putrimu.


aku mencintainya, aku akan menjaganya dan membahagiakanya''.


Semua melihat ke arah Ken.


''Sudah-sudah jangan ribut, terimakasih kalian semua sudah menyayangi putri bibi dan mau menjaganya. Jodoh itu di tangan Tuhan, tidak melihat siapa yang datang lebih dulu ataupun belakangan. Hanya Tuhan yang tahu isi hati kita. Kalian semua fokuslah pada kuliah''. Tutur bibi An.


Peefffffff hahaha Kai tidak bisa menahan tawanya, ''berusahalah, nanti aku adakan audisi, semangat''.


''Kaijun!!!!, Ara menarik telinga saudara sepersusuanya itu.

__ADS_1


''Aduh.....aduh..... sakit lepaskan C''. Kai merengis.


Mereka semua tertawa.


__ADS_2