
Siang telah berganti malam, Ara terpaksa harus kerja lembur karena siang tadi dia keluar bersama Silvia dan Jonathan serta Eric, mereka bercerita banyak hal tentang ayah dan ibu Ara. Ara tidak tahu kalau malam ini Keluarga Orland akan bertemu dengan keluarga angkatnya.
Sekitar jam 07 malam Keluarga Orland sudah sampai di tempat, mereka tidak ingin tamunya malam ini menunggu, dan tak berapa lama Rei dan kedua orang tuanya datang.
Sebuah ruangan private room di hotel bintang 5 kota J, hotel yang menjadi kisah awal mula penculikan Ara. Ryu memang memiliki saham di hotel ini, Nyonya Silvia dan tuan Jonathan juga menginap disini saat di kota J, dia tidak ingin mengganggu putranya di apartement, dan terkadang juga pulang ke vila milik Ryu di bukit.
Ryu segera berdiri saat melihat Rei dan kedua orangtuanya memasuki ruangan diantar oleh seorang pelayan.
''Slamat malam direktur Orland, slamat malam nyonya dan tuan'', sapa Rei sopan.
Silvia dan Jonathan segera berdiri menyalami keluarga Rei, mereka saling berkenalan
''Slamat malam dokter, senang bertemu anda'', sapa Silvia dan Jonathan ramah, ''silakan duduk'', dua keluarga itu duduk saling berhadapan.
Pelayan pun datang menyajikan makanan yang di pesan terlebih dahulu oleh keluarga Orland.
''Selamat menikmati'' kata pelayan setelah selesai menyajikan hidangan makan malam mereka.
Dua keluarga itupun segera menikmati hidangan makan malamnya sebelum memulai pembicaraan malam ini. Tidak ada yang berbicara hanya suara dentingan sendok dan garpu. Setelah beberapa lama mereka menyelesaikan makam malamnya dengan hidangan penutup.
''Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada anda dokter, telah meluangkan waktu memenuhi undangan kami''. Jonathan mengawali pembicaraan.
''Benar, terimakasih sudah datang senang bisa bertemu dan mengenal anda'', Silvia menimpali.
''Sama-sama tuan, nyonya. Terimakasih atas undangan makan malamnya'', balas dokter Firman ramah.
''Kami juga berterimakasih kepada direktur Orland yang telah memberikan kepercayaan kepada putra saya Reino untuk memimpin rumah sakit keluarga anda'',kata dokter Aisyah ramah
''Dokter Reino memang tepat menduduki posisi itu dokter, semua sudah sesuai prosedur dan telah disetujui dewan direksi'', kata Ryu.
''Saya ucapkan selamat untuk dokter Reino, semoga kedepanya rumah sakit akan berjalan dengan baik berada ditangan yang tepat'', ucap Silvia yang diangguki kepala Jonathan.
''Terimakasih atas kepercayaannya nyonya dan tuan'', kata Rei.
''Begini dokter, maksud kami mengundang anda malam ini, kami ingin mengetahui bagaimana nyonya Rania dan tuan Ar'rasi meninggal, kami baru tahu kalau selama ini putri Rania tinggal bersama anda. Kami dengan Rania dan Ar'rasi sudah seperti keluarga, kami merintis usaha bersama-sama tapi kemudian kami berpisah begitu lama hampir 21 tahun mereka pamit pulang ke kota J untuk melahirkan dan menengok keluarganya, tapi mereka tidak kembali lagi dan tidak ada kabar''. Silvia menceritakan bagaimana hubungan dengan orang tua Ara dengan air mata yang tidak bisa ditahan.
Jonathan tampak mengelus punggung istrinya untuk menenangkan dan menguatkanya.
Dokter Firman kemudian menceritakan bagaimana awal mulanya, dari membantu proses persalinan kelahiran Ara hingga akhirnya setelah 17 tahun mereka memboyongnya ke rumahnya dan tinggal bersama mereka, tidak ada yang terlewatkan.
Silvia menangis tersedu tatkala mengetahui Ar'rasi mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat, dan Rania tidak bisa diselamatkan saat melahirkan putrinya karena kondisinya. Jonathan juga berkaca-kaca menahan sesak di dadanya, begitu juga dengan Ryu dia sampai tak kuasa menahan rasa perih didada, mengetahui kedua orang yang dia anggap seperti keluarga meninggal dengan tragis. Terlebih mengingat apa yang telah dilakukan terhadap Ara, yang membuatnya trauma sampai sekarang.
__ADS_1
Rei mengerti sekarang melihat keluarga Orland begitu sangat kehilangan, dan baru mengetahui kabarnya setelah hampir 21 tahun lamanya.
Beberapa saat mereka terdiam menenangkan diri.
''Dokter Firman dan juga dokter Aisyah saat Rania dan Ar'rasi masih ada dan saat itu Rania masih mengandung putrinya, kami bersepakat jika Rania melahirkan seorang putri, maka kami berjanji akan menikahkan putra putri kami, dan jika dia melahirkan seorang putra maka dia akan menjadi saudara Ryu putraku dan meneruskan usaha yang kami bangun bersama'', Silvia tampak menjeda kata-katanya.
''Jadi pada kesempatan ini kami ingin meminang putri Rania, kami harap anda bisa memberikan restu pada putra kami Ryu untuk menikahi putri Rania yang telah anda rawat. Semua ini untuk mewujudkan perjanjian yang telah kami sepakati, dan agar kami tidak kehilangan dia lagi. Dia akan tetap menjadi putri anda dan putri kami juga''.
Pasangan dokter Firman dan dokter Aisyah tampak kaget, tidak menyangka putrinya yang sudah melengkapi kebahagiaan mereka selama ini akan dipinang secepat ini, mereka diam tidak memberi jawaban.
Begitu juga dengan Rei dia syok mendengar keluarga Orland meminang adik sepersusuanya yang sangat ia sayangi dengan tiba-tiba. Bahkan dia belum bisa sepenuhnya menghapus perasaan suka pada adik perempuannya itu.
Rei melihat ke arah Ryu, seperti meminta penjelasan.
flash back
Sebelum berangkat ke hotel Silvia dan Jonathan telah berbicara dengan Ryu.
''Ryu dengarkan baik-baik, kau telah membuat kekacauan pada putri Rania untuk itu kau harus bertanggung jawab, mommy mau kau segera menikahinya, mommy tidak ingin kehilangan dia lagi. Dan ini kesempatan yang baik, mommy sama daddy akan segera kembali ke Dubai, ini kesempatan yang tepat bertemu dengan mereka dan membicarakannya''.
''Benar kata mommy kamu Ryu, daddy harus segera kembali, pekerjaan daddy akan semakin menumpuk kalau terlalu lama disini''.
''Apa harus sekarang mom dad, aku tahu aku salah, tapi saat ini kondisinya tidak baik, aku tidak mau memaksanya. Terlebih gadis itu membenciku, dia tidak mau berhubungan lagi denganku, bagaimana aku akan menikahinya''.
''Jangan pernah main-main lagi Ryu, bukankan dia putri yang kamu harapkan selama ini, bahkan sejak dalam kandungan kau sudah minta langsung pada aunty Rania'', kata Silvia tegas.
''Apa ada perempuan lain yang kau sukai???, tanya Jonathan.
''Tidak, sudah lama aku menunggunya, tidak masalah aku menikah sekarang atau nanti, asal dengannya, tapi masalahnya aku tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semua'', jelas Ryu.
''Mom sama dad akan membantumu, setelahnya kau sendiri yang harus memperbaiki hubungan kalian''.
Ryu mengusap wajahnya kasar, dia tidak tahu harus bagaimana, tidak tahu kenapa dia merasa tidak percaya diri sekarang.
flash back off
''Bagaimana dokter, apa anda setuju???, tanya Silvia.
''Haahhh maaf sebelumnya nyonya tuan, bukanya kami menolak, tapi kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, ini tentang masa depan putri kami, kami harus menanyakan dulu padanya, kami tidak ingin memaksanya, dan kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri'', jawab dokter Firman.
''Apa kita bisa bicara sebentar direktur Ryu??, kata Rei.
__ADS_1
Ryu dan Rei keluar dari private room, mereka mencari tempat untuk bicara berdua.
''Direktur Ryu, apa yang kami dengar ini benar. Keluarga anda sedang tidak mempermainkan kami kan???, tanya Rei.
''Yah, ini memang benar dokter Rei''.
''Tidak perlu memanggilku dokter ini bukan rumah sakit'', katanya.
''Kalau begitu janggan panggil aku direktur saat kita tidak bekerja, kita sedang membicarakan hal lain sekarang''.
Mereka berdua saling bersitatap, sorot mata mereka tajam.
''Sebelumnya aku minta maaf Rei, apa yang dikatakan orang tuaku itu benar. Aku meminta secara langsung pada Aunty Rania, dan mereka menyetujuinya''.
''Setelah apa yang kau lakukan padanya??, suara Rei terdengar emosi.
''Aku tahu tindakanku salah, aku minta maaf. Aku ingin memperbaiki semua, dan memulai lagi dari awal''.
''Haaahhh, aku tidak rela kau menyakitinya''.
''Aku tidak akan menyakitinya, aku tahu kau menyukainya lebih dari sekedar adikmu, tapi bukanya kau juga tidak bisa menikah dengannya, beri aku kesempatan untuk membuktikan ketulusanku padanya, percayalah padaku. Dia yang aku tunggu selama ini. Aku tidak akan menikah selain dengannya. Aku janji akan membahagiakanya''.
Rei menatap Ryu, begitu sebaliknya manik mata mereka bertemu, tidak ada kebohongan di mata Ryu.
''Haaahhh, Rei membuang muka, apa kau tahu aku mencintainya saat kedua orang tuaku membawanya pulang ke rumah, dia masih bayi merah sampai sekarang, aku belum bisa menghapus perasaanku''.
''Aku tahu perasaanmu sangat tulus Rei, tapi cepat atau lambat dia pasti akan menikah. Aku tahu kau dan keluargamu menjaganya dengan baik, aku sangat berterimakasih''.
''Siapapun yang menikahinya kelak aku berharap dia bisa menjaga dan melindunginya serta membahagiakanya. Keputusan ada padanya, aku tidak mau dia terpaksa''.
''Aku tahu, percayalah padaku, aku akan berusaha memperbaiki semua''.
''Sebaiknya kita kembali'', mereka segera melangkah menuju privite room dimana kedua orang tua mereka sedang menunggu.
''Dari mana saja kalian??, tanya nyonya Silvia.
''Bagaimana keputusannya??, tanya Rei pada kedua orang tuanya, setelah kembali dan duduk.
''Ayah tidak bisa memutuskannya sekarang, kita harus tanyakan dulu padanya. Dia berhak untuk memilih dan memutuskan sendiri''.
''Baiklah kalau begitu dokter, tidak masalah, yang penting kita saling tahu sekarang, dan saya berharap dokter sekeluarga bisa mempertimbangkanya. Kami akan segera kembali ke Dubai, kami tidak bisa tinggal lebih lama disini'', kata Jonathan.
__ADS_1
Mereka menyudahi obrolan mereka malam ini, dan keluarga Rei segera berpamitan.