Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 72


__ADS_3

Beberapa hari setelah Ara bangun dari koma, keadaanya semakin membaik, rencananya hari ini akan di bawa pulang oleh dokter Firman dan dokter Aisyah. Semua telah kembali ke aktifitas masing-masing. Rei juga telah kembali ke desa bersama bibi An, Kai dan Lanlan serta yang lain telah kembali ke kampus.


Ryu juga sudah kembali bekerja, Hari ini nyonya Silvia dan tuan Jonathan mengunjungi Ara. Hubungan mereka semakin dekat, selama datang ke kota J, kedua orang tua paruh baya itu selalu mengunjungi Ara di rumah sakit, terlebih setelah Ara bangun dari koma, mereka berdua terus membujuk putri sahabatnya itu untuk segera menikah dengan putranya. Nyonya Silvia dan tuan Jonathan serta Ryu telah meminang Ara secara langsung di depan keluarganya saat berkumpul di ruang perawatan Ara, tapi Ara masih belum memberikan jawaban.


''Halo sayang, bagaimana keadaanmu hari ini??, tanya nyonya Silvia saat memasuki ruang perawatan Ara.


Ara tersenyum, ''sudah lebih baik, hari ini aku akan pulang ke rumah''.


''Syukurlah, mommy senang mendengarnya''.


''Bagaimana sayang, apa kau sudah mengambil keputusan???, tanya Jonathan.


''Apa harus menikah nyonya, Aku belum memikirkan tentang pernikahan, aku masih belum menyelesaikan kuliah, dan masih banyak yang ingin aku lakukan. Apa tidak ada jalan lain selain menikah???.


''Apa kau sangat membenci Ryu, sampai tidak bisa memaafkanya. percayalah pada mommy Ryu tidak sejahat itu sayang. Dia seperti itu karena tidak tahu bagaimana menemukan keluargamu. Dia hanya sibuk bekerja dan mengembangkan perusahaan dan bisnisnya, tapi dalam hatinya begitu terluka, terlebih setelah mengetahui kedua orang tuamu telah tiada dan kau adalah putri mereka''.


''Dengar sayang, daddy memang ingin segera punya cucu dari kalian, tapi daddy tahu keadaan kalian. Daddy tidak memaksa, daddy hanya ingin kalian mengikat janji suci pernikahan, setelah itu kau boleh melanjutkan kuliah lagi ataupun mendirikan usahamu sendiri, kami akan selalu mendukungku''.


''Pikirkanlah, sebelum mommy kembali ke Dubai, mommy harap kau sudah punya jawaban''.


Tak berapa lama dokter Firman dan dokter Aisyah masuk, ada tamu rupanya??.


''Apa sudah mau di bawa pulang sekarang dokter??, kata nyonya Silvia.


''Iya nyonya sebentar lagi'', jawab dokter Aisyah.


Seorang perawat masuk dan melepas jarum infus yang menempel di tangan Ara.


''Terimakasih suster'', kata dokter Aisyah


''Sama-sama dokter semoga lekas sehat putrinya''.


''Trimakasih'', jawab nyonya Silvia dan dokter Aisyah.


Perawat itu mengundurkan diri, dan mereka berlima berbincang disana.


''Bagaimana princess apa sudah bisa memberikan jawabannya, ayah tidak memaksamu, semua keputusan ada di tanganmu''.


''Aku tidak tahu??, jawab Ara


''Baiklah mungkin kau butuh waktu untuk memikirkanya. Niat tuan Jonathan dan nyonya Silvia itu sangat baik, dan lagi itu adalah perjanjian orang tuamu, dan kau sendiri sudah mendapat amanat dari kedua orang tuamu meski itu hanya lewat mimpi, bukanya kau ingin taaruf''.


''Apa kau mau taaruf dengan Ryu sayang??, tanya nyonya Silvia lagi.


''Ayah,...eeemmm bukankah kita harus melaksanakan amanat dari eang dulu''.

__ADS_1


''Tentu saja, setelah kau benar-benar sehat kita sekeluarga akan pergi bersama melaksanakan amanat kakek dan nenekmu''.


''Amanat apa???, tanya nyonya Silvia.


''Kami sekeluarga mendapatkan amanat dari kakek dan nenek Ara untuk mengunjungi tanah suci. Kami mencari waktu yang tepat''.


''Benarkah, kalau begitu singgahlah ke negara kami. Kami sangat senang jika dokter Firman sekeluarga mau mengunjungi kami. Biarkan Ryu yang mengurus perjalanan kalian, kalian berdua bisa memantapkan hati. Mommy dan daddy tidak akan memaksamu lagi sekarang, tapi kami akan menunggu jawabanmu saat kau datang berkunjung nanti sayang'', kata nyonya Silvia sambil membelai Ara.


''Baiklah, daddy akan menunggumu sayang, cepat sehat dan pulih. Hati-hati dan banyak istirahat''.


Ara menganggukan kepalanya.


''Kalau begitu, ayo kita pulang sekarang'', kata dokter Firman.


Seorang perawat masuk membawakan kursi roda.


''Bolehkan aku jalan saja??, kata Ara


''Tidak masalah, berpeganglah pada daddy, daddy sangat kuat, masih mampu menggendongmu''.


Mereka semua tertawa.


''Bolehkah daddy dan mommy mengantarkanmu sampai rumah sayang''.


''Sudah di kota J, tuan dan nyonya Orland harus mampir''.


Mereka bergegas menuju rumah dokter Firman


Dreettt...dreettt


Nyonya Silvia mengangkat ponselnya yang bergetar, dilihatnya nama putranya di layar, ''ada apa Ryu??, tanya nyonya Silvia.


''Kenapa mommy dan daddy belum pulang??, apa ada masalah??, tanya Ryu di sambungan telelepon.


''Mommy sama daddy mengantarkan Ara pulang, Hari ini dia sudah diizinkan pulang ke rumah''.


''Benarkah, ya sudah, sampaikan salamku semoga lekas sehat'', kata Ryu.


Hari telah berganti, Ara sudah sehat dan mulai masuk kuliah kembali. Nyonya Silvia dan tuan Jonathan sudah kembali ke negaranya. Semua beraktifitas seperti biasa. Sekarang Ryu juga semakin dekat dengan Ara, walaupun jarang bertemu tapi Ryu selalu menanyakan kabar Ara. Ryu memang bukan tipe pria romantis, yang menghujani dengan kata-kata indah, baginya menanyakan kabar orang yang disukainya adalah wujud cintanya.


Lain dengan Rei, hari ini dia mengajak Lanlan pulang ke desa dan meminta membawanya ke rumah kedua orang tuanya. Lanlan tidak bisa menolak.


''Kenapa kak Rei tiba-tiba sekali, aku belum memberitahu keluargaku, kata Lanlan.


''Bukankah aku sudah bilang kalau Ara sudah sembuh, aku minta padamu untuk membawaku kepada keluargamu'', kata Rei santai tapi tidak bisa dibantah.

__ADS_1


''Aku sudah menunggunya, dan sekarang waktu yang tepat, dan lagi aku ingin langsung menikah, aku sudah siap, apalagi yang harus aku tunggu''.


''Aku belum selesai kuliah kak, apa kata orang nanti???.


''Kenapa kau harus mendengarkan kata orang, dengarkan kata hatimu sendiri. Kau mau tidak menikah denganku''.


''Kak Rei serius??, tanya Lanlan.


''Kamu pikir aku bercanda, tentu saja aku serius. Dengar aku ingin segera menikah karena aku ingin mengajak bulan madu bersama keluargaku, kami akan melaksanakan amanat kakek Ara, dan aku mau kamu ikut bersamaku, kalau kita tidak menikah aku yakin orangtuamu tidak akan mengizinkan kamu ikut bersama kami dan lagi kemungkinan Ara akan menikah di Dubai dengan Ryu. Apa kau tidak kasihan sahabat kecilmu menikah tanpa kehadiran teman-temanya''.


''Apa kak??, Ara akan menikah dengan direktur Orland, kapan???, dia tidak memberitahuku''.


''Kau sendiri sibuk, kalau aku tidak mengajakmu pulang ke rumah kamu hanya ketemu Ara di kampus. Setelah menikah aku mau kamu tinggal di rumah, jangan di rumah kost lagi. Aku akan usahakan pulang ke rumah tiap hari, dan kalian bisa berangkat kuliah bersama''.


Lanlan tidak menyangka ternyata Rei begitu peduli dengan hubungan mereka, selama ini dia berfikir Rei orang yang cuek dan terlihat kurang peduli dengan hubungan mereka, tapi ternyata dia pria yang dewasa dan matang, serta serius dengan hubungan mereka.


Akhirnya mereka berdua sampai di rumah keluarga Lanlan. Keluarga Lanlan menyambutnya dengan baik dan ramah.


Rei dipersilahkan duduk di ruang tamu berhadapan dengan orang tua Lanlan.


''Maaf pak bu, perkenalkan nama Saya Reino Abhipraya, kedatangan saya kesini ingin meminang putri anda Bulan Tsabit dan ingin menikahinya dalam waktu dekat ini''.


Lanlan datang membawakan minuman dan makanan ringan.


''Sudah berapa lama kalian berhubungan???, tanya orang tua Lanlan.


''Kami sudah lama kenal, bahkan sejak Lanlan kecil, tapi kami dekat kembali sejak saya kembali ke kota J''.


''Maaf ayah-ibu, kak Reino adalah kakak sepersusuan Ara, temanku dari kecil. Sekarang kak Rei bekerja di rumah sakit Orland yang ada di desa kita. Kak Rei tinggal di rumah bibi An sekarang, sebelumnya kak Rei belajar di London dan baru sekitar enam bulan ini bekerja disini''. Jelas Lanlan pada kedua orang tuanya.


''Tapi putriku belum menyelesaikan kuliahnya. Kami ingin dia menyelesaikan kuliahnya seperti saudara sepupunya dokter Hanaya. Kenapa kau sangat tergesa-gesa nak. Apa yang terjadi, kau tidak mungkin menghamili putriku kan''.


''Ayah, jangan berkata seperti itu??. kata ibu Lanlan.


''Ayah, kak Rei tidak akan melakukan hal seperti itu, dia itu direktur rumah sakit Orland'', kata Lanlan.


Rei kemudian menjelaskan alasannya pada kedua orang tua Lanlan, kenapa dia ingin menikahi putrinya dalam waktu dekat.


''Apa kau serius dengan putriku??, tanya ayah Lanlan setelah tahu alasan Rei.


''Tentu saja kami serius.


''Baiklah kalau begitu, bawa orang tua dan keluargamu kemari untuk menentukan kesepakatan kapan sebaiknya kalian menikah''.


Rei dan Lanlan sangat senang, kedua orang tua Lanlan menerima pinanganya, dan tinggal menentukan kesepakatan bersama untuk rencana pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2