Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Happy Ending


__ADS_3

Ryu dan Ara bersiap pulang ke rumah orang tuanya, setelah selesai berkemas mereka berangkat, dalam perjalanan Ryu menyempatkan untuk singgah ke beberapa tempat yang searah dengan jalan pulang, dan akhirnya 1 hari sebelum pesta pernikahan mereka baru sampai rumah, dan yang lebih mengejutkan bagi Ara keluarganya sudah sampai di Dubai.


Ara begitu senang dan langsung memeluk satu persatu keluarganya.


''Ayah dan bunda kapan datang?, kenapa tidak mengabari''.


''Baru kemarin sayang'', jawab bunda. ''Mama mertuamu bilang kalian sedang berbulan madu''.


''Kak Rei dan kakak ipar tidak ikut'', tanya Ara yang tidak melihat Rei dan Lanlan.


''Mereka sedang istirahat di kamar, Lanlan tidak boleh kecapekan, karena perutnya sudah besar, dia mudah lelah apalagi setelah menempuh perjalanan yang panjang.'' Merekapun melanjutkan perbincangan dan dilanjutkan dengan makan bersama keluarga besar dokter Firman dan tuan Jonathan.


***


Pagi hari semua sudah bersiap untuk acara resepsi pernikahan El Ryu dan Ara yang akan diselenggarakan di sebuah gedung milik keluarga Orland di Dubai.


Dekorasi gedung yang sangat mewah, kursi-kursi tamu yang disusun melingkari meja serta lampu hias yang indah tergantung di atap ruangan.


Kerabat, saudara dan rekan bisnis keluarga Orland nampak datang disana, para bodyguard berjaga di di luar dan dalam gedung. Berbagai menu makanan untuk menjamu para tamu undangan tertata begitu cantik.


Ara terlihat begitu anggun dan cantik, mama mertuanya itu telah meminta perias terkenal Dubai untuk mendadaninya. Dengan gaun pengantin yang didesain sendiri dan di buatkan oleh Eric, membuat mereka bangga. Ryu sang pengantin pria itu tak bosan melihat wanita yang hampir tiga minggu ini syah menjadi istrinya. Dia tidak segan menunjukkan rasa cintanya di depan keluarga besar Orland saat mengenalkanya.


Keluarga Firman nampak terpukau dengan kemewahan pesta pernikahan putrinya, Mereka berasal dari negara yang berbeda tentunya punya tradisi yang berbeda pula. Lanlan yang sedang hamil besarpun terkagum dengan dekorasi gedung yang megah dah mewah dengan gemerlap lampu hias, ia mencoba berbagai menu masakan disana.


''Honey biar aku ambilkan, aku takut nanti kamu lelah,'' kata Rei yang terus berada disisi istrinya.


''Tidak kak, aku penasaran dan aku hanya ingin mencicipinya sedikit, aku tidak ingin anakku ileran nanti''.


Kata-kata Lanlan membuat Rei tidak bisa mencegahnya. Dia tidak ingin anaknya ileran juga. Dia pun pasrah ''jangan makan makanan yang banyak mengandung gula, perutmu sudah sangat besar'', kata Rei mengingatkan istrinya.


''Iya aku tahu'', jawabnya alhasil mereka berbagi makanan berdua, terlihat romantis.


Dokter Firman dan dokter Aisyah serta bibi An merasa sangat bersyukur putrinya telah menemukan suami dengan keluarga yang menyayangi. Meski Ryu telah menyebabkan banyak hal dan membuat masa remaja putrinya trauma dalam ketakutan, namun setiap hal yang terjadi menjadikanya lebih dewasa dan putrinya itu berbesar hati berusaha memaafkan suaminya, kini princess keluarga Firman itu benar-benar seperti princess sungguhan. Ucapan adalah doa, itulah yang terpikir di benar dokter Firman. Dia selalu memanggil putri angkatnya itu dengan sebutan princess dari kecil, dan kita dia menjelma menjadi princess yang sesungguhnya.


Kai tak henti-hentinya mengabadikan saudara sepersusuanya itu dari berbagai sudut, entah sudah berapa banyak foto yang dia ambil. Mereka nampak menikmati pesta pernikahan princess keluarga Firman.


Setelah pesta usai dan keluarga dokter Firman sudah kembali ke kota J. Sebelumnya Ara dan Ryu mengajak mereka untuk mendatangi beberapa tempat yang sayang untuk di lewatkan serta menunjukkan ke sebuah universitas ternama di Dubai untuk Ara melanjutkan studinya.


***


Sebulan berlalu Ara akan memulai studinya, semalam dia sudah menyiapkan semuanya. Dan pagi ini hari pertama dimulainya perkuliahan. Kini mereka memilih tinggal di apartemen karena lebih dekat untuk pergi ke kampus.


Kriiiiiig.....


Bunyi alarm dari ponsel.


Ara mengerjapkan matanya dan mengambil ponselnya, Ryu terlihat masih tidur, memeluknya. Ara membelai wajah suaminya yang tampan, kemudian dia membuka pelukan suaminya pelan agar tidak membangunkannya. Namun Ryu malah mengeratkan peluknya.


Ara tersenyum menoleh ke arah suaminya,


''Pagi El, aku kira masih tidur''.


Ryu membuka matanya perlahan dan melihat istrinya tersenyum padanya.


''Kenapa bangun pagi-pagi?'' Ryu semakin mengeratkan pelukanya

__ADS_1


''Aku mulai perkuliahan pagi ini, aku sudah memberitahumu kemarin.''


''Haahhhh...., tapi aku tidak ingin jauh darimu,'' ucap Ryu sambil menghirup aroma istrinya di ceruk lehernya. Entah kenapa Ryu sangat suka mencium aroma istrinya bahkan saat istrinya itu belum mandi sekalipun.


''Apa kau mau ikut ke kampus, atau kau mau kuliah lagi, kau tidak pergi ke perusahaan daddy, bukankah daddy memintamu membantu mengurus perusahaan di sini'', tanya Ara namun Ryu malah terus menciumi istrinya itu.


''Haaahhh... aku menyerahkan pekerjaanku pada orang-orang yang sudah aku tunjuk, sekarang pulang kesini ingin menemanimu, daddy malah menyuruhku mengelola perusahaanya, memangnya dia tidak punya orang yang bisa diandalkal untuk mengurus perusahaanya''.


''Kalau bukan kamu siapa El, kamu kan putra tunggalnya, ucap Ara mencoba keluar dari pelukan suaminya itu.


''Apa kau tahu separuh saham perusahaan itu adalah milik ayahmu''.


''Aku tahu.... daddy dan mommy sudah memberitahuku, tapi aku tidak tahu bagaimana mengelolanya, apa kau ingin usaha yang dirintis kedua orang tua kita gulung tikar. Aku akan membantu sebisaku nanti''.


''Apa kau mau menetap disini selamanya? ''


''Aku tidak tahu, tapi untuk sekarang aku akan bilang iya sampai selesai studiku, karena itu lepaskan aku sekarang, aku lapar El, akhir-akhir ini aku sering merasa lapar saat bangun tidur'', ucap Ara manja.


Ryu mengernyitkan dahinya, mendengar istrinya lapar akhirnya Ryu melepaskan pelukanya dan beranjak lalu membopong istrinya membawanya ke kamar mandi, mereka berdua mandi bersama, itu merupakan rutinitas pagi mereka.


Lalu Ryu keluar lebih dulu dan menyiapkan sarapan untuk istri dan dirinya.


Beberapa saat kemudian Ara keluar sudah siap dengan pakaian ke kampusnya. Dia menghampiri suaminya yang ada di dapur memeluknya dari belakang.


''Kau sudah siap baby'', tanya Ryu


''Kenapa cuma satu gelas susunya'', tanya Ara


''Aku hanya buat untukmu, aku tidak ingin minum susu''.


''Kenapa??


''Apa kau sakit El? '' Ara terlihat kuatir.


''Aku baik-baik saja, seminggu ini tiap pagi rasanya mual, hampir seminggu ini aku bangun lebih awal dan muntah-muntah, setelah itu aku tidur lagi''.


''Kenapa tidak bilang, sebaiknya kau periksakan ke dokter. Kita ke dokter sekarang.''


''No baby, aku tidak suka ke dokter''.


''Tapi kau sedang sakit El, lebih baik tahu lebih awal penyebabnya dari pada terlambat, aku tidak mau kita tahu kamu sakit setelah sakitmu sudah parah dan terlambat untuk diobati, bersiaplah sekarang'', kata Ara tegas.


Ryu melihat istrinya berkata dengan sorot mata tajam dan tidak mau dibantah.


''Baiklah'', ucapnya akhirnya Ryu mengalah dia tidak ingin membuat istrinya kuatir.


''Apa kau tidak akan terlambat kuliah?''


''Ini masih pagi El, masih beberapa jam lagi''.


Mereka segera menghabiskan sarapanya dan kemudian bergegas ke rumah sakit. Ryu mengendarai sendiri kendaraanya, setelah sampai mereka langsung mendaftar untuk cekup. Setelah hampir satu jam pemeriksaan, seorang dokter memanggil Ryu dan menjelaskan bahwa keadaanya saat ini sangat baik, tidak menunjukan sakit apapun. Merekapun keluar dari ruang dokter dengan banyak pertanyaan.


Ara terdiam sejak keluar dari ruang dokter. Ryu tahu istrinya itu mengkuatirkanya.


''Aku baik-baik saja baby jangan kuatir, kau dengar tadi aku sangat sehat, tidak ada gejala apapun yang menunjukkan aku sakit'', ucap Ryu menenangkan istrinya. Mereka menuju kampus. Ara hanya terdiam saat perjalanan ke kampus.

__ADS_1


Ara turun dari kendaraan dan bergegas turun, namun Ryu menarik tangannya dan mencium bibirnya, hubungi aku kalau sudah selesai, aku akan menunggu disini'', ucap Ryu.


''Hemm'', Ara melangkah meninggalkan Ryu. Ryu mencari tempat untuk parkir dan memilih menunggu di mobil dan memejamkan matanya.


Saat pergantian jam Ara mencoba menelfon bundanya, menanyakan kabar dan juga ingin menceritakan tentang keadaan Ryu.


Dreettt... Drettt...


Assalamualaikum bunda, apa kabar?


''Waalaikum salam sayang'' ( suara dalam telefon). ''Kami semua baik, bagaimana kabarmu?'' tanya dokter Aisyah.


''Aku juga baik bunda, ada yang ingin aku tanyakan pada bunda''.


Bunda tadi aku mengantar El ke rumah sakit untuk cek up, dia bilang seminggu ini mual tiap pagi dan muntah, tapi setelah di periksa, dia sehat tidak menunjukan sakit apapun''.


''Benarkah, apa dia sedang ngidam, apa kamu masih mendapati masa haidmu tiap bulan???,


Ara terdiam mendengar pertanyaan bunda, dia mengingat-ingat sejak menikah dia bahkan belum haid sama sekali, mungkin Ara terlalu senang karena Ryu telah menceritakan banyak hal tentang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya, hingga dia tidak memikirkan tentang kehamilan.


''Halo.... halo sayang apa kau baik-baik saja'', suara dokter Aisyah ditelfon mengagetkan Ara. Suaranya terdengar kuatir


''Sepertinya aku belum haid sejak menikah hingga sekarang, ini sudah dua bulan'', ucap Ara lirih


''Haaahhh, bagaimana kau bisa lupa, coba beli tespack dulu di cek, bisa jadi suamimu yang mengalami ngidam.''


''Memangnya bisa begitu bunda''?


''Terkadang ada suami yang ngidam saat istrinya sedang hamil muda, dulu saat bunda hamil pertama, ayahmu yang ngidam, bunda sehat saja malah suka makan''. jelas bunda tentu saja bunda banyak tahu karena dia seorang dokter dan dia sudah pernah mengalaminya.


''Baiklah bunda nanti aku akan coba beli tes pack sekarang Ara mau kuliah, terimakasih Assalamualaikum''. Ara segera mematikan ponselnya setelah dokter Aisyah menjawab salamnya.


Hingga dua jam berakhirlah kuliah Ara hari ini, dia bergegas ke parkiran mencari suaminya yang menunggunya.


''Hallo baby sudah selesai kuliahnya,'' sapa Ryu


''Iya, ayo kita pulang, tapi cari apotik dulu, ada yang ingin aku beli'', jawab Ara.


''Apa kau tidak ingin makan duluan, ini sudah waktunya makan siang''. tanya Ryu


''Kita makan di rumah saja ya nanti aku yang masak''.


''Baiklah, aku mau sup daging buatanmu'', pinta Ryu


''Ok''


Setelah sampai dirumah Ara segera ke kamar mandi, dari tadi dia menahan pipisnya, tadi sempat mampir ke apotik untuk membeli tespack, dan saat Ryu tanya Ara tidak memberitahunya.


Ara bergegas ke kamar mandi, dan langsung buang air kecil lalu dia mengambil sedikit urinnya untuk di tes dan setelah menunggu beberapa menit muncul tulisan pregnant, Ara menutup mulutnya, hampir tidak percaya.


Ryu mengetuk pintu beberapa kali, dan perlahan Ara membuka pintu dan langsung memeluk suaminya.


''Ada apa baby'' tanya Ryu


''Lihatlah'', Ara menunjukan tespacknya pada suaminya. Ryu membacanya ''pregnant.''

__ADS_1


''Kau hamil, ini serius baby'', Ara tidak menjawab dan memeluk Ryu dengan eret, Ryu membalas pelukanya dan membawa istrinya ke ranjang. Ryu sangat senang, dia mencium istrinya berkali-kali hingga mereka berdua tidak bisa menahan gairah, sehingga melewatkan makan siang mereka.


Happy Ending


__ADS_2