
Keluarga Firman telah kembali ke kota J, mereka sudah kembali beraktivitas. Hari-hari keluarga Firman dilalui dengan kebahagiaan, kini Lanlan sudah tidak tinggal di rumah kost melainkan tinggal bersama keluarga dokter Firman.
Hari ini Ara ke kampus menghadap dosen pembimbing. Ara telah menyelesaikan skripsinya lebih cepat dan semua sudah disetujui. Tinggal sidang ujian akhir saja. Selama proses Magang setiap hari dia tetap mengerjakan laporan dan skripsinya. Berbeda dengan Kai dan Lanlan yang masih harus menempuh mata kuliah lagi. "
Dan akhirnya hari sidang ujianpun telah tiba, Ara ditemani sahabatnya Clara, Joy, Ken, Bisma, dan tentunya kedua saudara dan iparnya Kai dan Lanlan. Mereka menunggui Ara di luar ruang sidang ujian Ara. Dihadapkan tujuh dosen sekaligus Ara mejalanin sidang ujian skripsinya secara live, yang ditayangkan di megatron yang ada di kampus sehingga teman-teman diluar bisa melihat bagaimana proses ujian.
Ada beberapa dosen penguji yang sepertinya Ara tidak kenal dan dia menggunakan bahasa asing dalam menguji. Satu persatu pertanyaan dari dosen penguji mengenai materi skripsi bisa dijawab dengan lancar dan tenang, meskipun sedikit tegang tapi Ara masih bisa mengendalikan dirinya, dan yang Ara heran ada satu pertanyaan dari seorang dosen penguji, pertanyaan yang sangat melenceng dari materi ujian.
''Nona Ara, saya dengar anda telah mengalami koma selama hampir satu minggu dari insiden di aula gedung perusahaan Orland saat itu anda magang disana, apa hikmah yang anda petik dari peristiwa itu???.
Ara terdiam sesaat, kemudian mulai menjawab pertanyaan itu.
"Tentunya saya besyukur kepada Tuhan atas kesempatan hidup yang diberikan untuk saya. Saya akan berusaha memperbaiki diri, karena saya bukan orang yang sempurna dan banyak kekurangan. Saya sangat berterimakasih kepada kedua orang tua angkat dan kedua saudara sepersusuan saya serta sahabat dan semua orang yang selalu ada untuk mendukung saya, selama ini saya berfikir hanya seorang diri didunia ini tapi kejadian itu menyadarkan saya bahwa saya tidak sendiri. Hidup dan mati adalah kehendak Tuhan. Dan saya bersyukur diberi kesempatan untuk hidup lagi untuk belajar lebih baik lagi'', jawab Ara singkat.
''Anda gadis yang kuat dan hebat, saya benar-benar kagum dengan anda, Anda berfikir hanya seerong gadis sebatang kara, tapi anda bisa bertahan hidup, bahkan saat titik terendah sekalipun. Selamat untuk anda, anda dinyatakan lulus telah menyelesaikan pendidikan disini. Dan ada hadiah untuk anda bukalah'', kata dosen penguji terakhir.
Ara menatap dosen yang sudah tua itu, mengambil sebuah amplop yang di sodorkan dari dosen penguji terakhir, kemudian membukanya dan melihat isinya sebuah undangan untuk melanjutkan study ke Dubai.
Ara membacanya dengan berkaca-kaca, dia baru berencana tapi Tuhan memiliki rencan yang luar biasa untuk dirinya.
''Semoga kedepan anda dapat meraih kesuksesan dan kebahagian'', ketujuh dosen itu menyalami Ara memberi ucapan selamat padanya.
''Terimakasih'', jawab Ara sambil membungkukan badanya di depan ke tujuh dosen pengujinya, suaranya bergetar. Ara menangis setelah bersalaman dengan para dosen penguji, sampai dosen itu menepuk pundak Ara untuk menenangkanya.
Teman-teman Ara yang menyaksikan dari layar megatron begitu senang dan saling berpelukan Lanlan dan Clara sampai ikut menangis.
__ADS_1
Ara keluar dari ruang sidang ujian dengan muka sembab disambut saudara dan ipar juga teman-temanya, dia memeluk Kai dan menangis haru, ucapan selamat dari teman dan sahabatnya silih berganti. Dari teman seangkatan, Ara yang mendapat jadwal pertama untuk sidang ujian, tentu perasaan campur aduk, grogi dan sebagainya.
Dari jauh seorang pria tampan dan berwibawa berjalan ke arah Ara dan teman-temannya, dengan sebuket bunga mawar putih ditangan serta kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya begitu kontras dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Pria itu menjadi pusat perhatian mahasiswa disana. Pria itu semakin dekat ke arah teman-teman Ara yang mengerubunginya bergantian memberi ucapan selamat karena lulus ujian sekaligus mendapat beasiswa impian yang tidak disangka-sangka.
Pria itu berhenti di depan kerumunan mahasiswa yang mengerubungi Ara, mereka menoleh semua sesaat suasana jadi tenang, dan kemudian bisik-bisik mahasiswa mulai terdengar
''Wah, dia siapamu??, tanya teman-teman Ara, ''tampan sekali, romantis banget. Aku juga mau bunga mawar putihnya''.
Dialah El Ryu Saviero Orland, dia sengaja datang untuk memberikan ucapan selamat pada gadisnya, mereka berdua saling memandang Ara tertegun, dia tidak mengira kalau pria didepanya akan datang di hari sidang ujianya, pasalnya setelah pertemuan mereka di Dubai, Ryu tidak ikut pulang kembali ke kota J, hari itu saat Ara minta diantarkan melihat beberapa universitas ternama di kota Dubai, Ara sempat mengutarakan rencananya pada Kai ingin melanjutkan studi disana, sekaligus ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana kedua orang tuanya bisa berada di Dubai dan mengenal keluarga Orland.
''Heem, Ryu berdehem, ''Selamat atas kelulusanmu dan selamat untuk beasiswa impianmu', 'kata Ryu.
''Bagaimana kau tahu hari ini aku sidang ujian, kapan kau datang??, tanya Ara.
Ryu melangkah memberikan buket bunga pada Ara, tanpa menjawab pertanyaan Ara, ''untukmu princess''.
Ryu terpana sejenak melihat senyum Ara yang mempesona, yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Selama ini hanya ada ketegangan diantara mereka namun hari ini Ryu seperti melihat senyum yang sudah lama tidak ia lihat, senyum yang mirip dengan senyuman aunty Rania ibu kandung Ara.
Bisik-bisik masih terdengar di telinga teman-teman Ara, ''bukankah dia itu dosen kita dulu, wah sudah lama tidak terlihat, ternyata dia kekasihnya??, saat itu banyak mahasiswa yang mengabadikan foto mereka melalui kamera ponsel.
Kai, Joy, Ken dan Bisma serta Lanlan dan Clara, ikut tertegun.
''Apa Ara berkencan dengan direktur Orland??, sejak kapan??, tanya Ken pada Kai.
__ADS_1
''Ceritanya panjang Ken, Ara itu cinta pertama direktur Orland sejak masih dalam kandungan ibunya dan telah lama hilang. Sepertinya kau harus bersiap untuk patah hati bro'', ejek Kai.
''Benar Ken, mereka sedang taaruf sekarang bisik Lanlan namun masih bisa di dengar teman yang lain dan membuat kaget teman-temanya, Joy, Bisma, Ken dan Clara.
''Taaruf'', kata mereka berempat, mereka berkata dengan kencang dan membuat Ara dan Ryu menoleh. Bahkan teman-teman yang masih ada disekitar mereka ikut menoleh.
Ryu menghampiri teman-teman Ara, ''kami memang sedang menjalani taaruf sekarang, mohon dukungannya'', kata Ryu''.
''Baby kau yakin taaruf dengannya???, kata Ken yang langsung diangguki kepala oleh Ara.
''Maaf Ken'', kata Ara kemudian.
''Oohhhh, Aku benar-benar patah hati sekarang'', kata Ken membuat semua yang ada disana mentertawakan Ken.
''Sabar Ken berarti dia bukan jodohmu, Tuhan sudah menyiapkan perempuan yang istimewa untukmu, kau pasti mendapatkanya'', kata Bisma yang bijaksana.
''Betul Ken, seberapun kau mencintainya tapi kalau bukan Jodoh, kita bisa apa. Mintalah pada Tuhan agar segera dikirimi perempuan istimewa untukmu dan bisa mengobati hatimu yang patah'', kata Lanlan.
''Ciihhh, mentang-mentang sudah punya suami, bicaramu seperti ibu-ibu Lan'', ketus Ken.
''Aku memang calon ibu'', kata Lanlan spontan.
''Apa sekarang kau sedang hamil??, tanya Joy.
''Kenapa kalau dia hamil, dia sudah bersuami'', kata Clara.
__ADS_1
Joy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dua sahabat perempuannya yang paling dekat dengannya yang satu sudah menikah dengan seorang dokter direktur rumah sakit dan satu lagi bertaaruf dengan pengusaha dan pembisnis muda. Dalam hati Joy bersyukur untuk mereka berdua, meski Joy tidak bisa memilikinya dan akan tetap menjadi sahabat selamanya.