
Hari terus berlalu, sebulan terakhir mereka magang tinggal hitungan hari saja.
''Halo'', sapa Clara saat datang menyapa kedua sahabatnya Joy dan Ara.
"Hei apa kalian berdua sudah tahu, kalau perusahaan Orland akan mengadakan pesta berdirinya perusahaan Orland group kota J', seru Clara.
''Oh ya kapan??, tanya Joy.
''Katanya bulan ini''.
''Kita kan hanya karyawan magang, dan tinggal satu minggu kita selesai'', kata Ara.
''Kata kak Kevin waktunya minggu ini dan semua harus hadir, tidak peduli kita karyawan magang, kontrak ataupun tetap'', Jelas Clara.
''Aku ingin tahu seperti apa pesta yang diadakan perusahaan Orland, Ara desainkan baju untuku, biar sahabat tampanmu terlihat keren'', mohon Joy.
''Aku juga mau'', kata Clara.
''Beli di mall kan banyak'', jawab Ara.
''Ayolah itung-itung mengenalkan hasil karyamu'', bujuk Clara.
''Betul itu, kalau hasil karyamu bisa dikenal dengan cepat, kemudian bisa langsung produksi, bisa di jual wah kau pasti akan jadi pengusaha. Kita bisa bekerjasama mendirikan perusahaan bersama, kau desainernya, dan kau cantik jadi modelnya, sebagai brand ambassador, bagaimana keren kan ideku, sapa tahu mampu menyaingi departement fashion Orland group''.
''Wah kau benar - benar pembisnis Joy, sebenarnya aku sudah memikirkan itu dengan Kaijun dan kak Rei, ayah dan bunda juga sudah tahu. Mereka juga siap membantu. Masalahnya aku belum mendapatkan tempat yang strategis dan kami sibuk akhir-akhir ini. Selain itu harus banyak persiapan karyawan yang bisa jahit dengan bagus dan cepat''.
''Jangan kuatir Joy selalu siap membantu. Mau kemanapun aku siap mengantarmu. Kenapa kau bingung cari penjahit bibi An bagus juga hasil jahitanya, kamu tahu mama sama papaku kemarin habis pesenin sragam buat karyawan tokonya pada bibi An''.
''Aku juga mau, kalau kita bisa bekerja sama kenapa tidak, ini kesempatan bagus''. Clara sangat antusias dan bersemangat.
''Ken menawari lokasi dekat Ken'z cafe dan resto'', kata Ara
''Kenapa harus dekat Ken'z cafe, dia sengaja biar dekat terus sama kamu''. Joy sedikit kesal
''Bukan itu Joy, lokasi dekat Ken itu sangat strategis dan berbagai kalangan banyak yang datang ke kafe Ken'z, selain itu juga dekat dengan kampus untuk menarik minat mahasiswa yang menggemari fashion'', jelas Ara, ''masalahnya aku tidak hanya mendesain pakaian aku juga punya lukisan Joy, jadi pinginya galeri bukan butik saja''.
''Joy mangut....mangut mengerti, kau memang cerdik, selain berbakat, kau cerdas dalam melihat peluang, salut Ra sudah cantik, gemesin, pinter dan kreatif. Aku ingin membatalkan perjanjian kita, agar bisa menikahimu Ra'', kata Joy.
''Joy'', Ara membelalakkan matanya, selamanya kita sahabat'', tegas Ara.
''Kita batalkan saja perjanjian masa kecil kita, aku janji akan setia padamu, bagaimana??, mohon Joy.
''Apa kau ingin mengingkarinya??, tanya Ara.
''Kalau bisa'', jawab Joy santai
''Tapi aku tidak mau''.
''Kenapa?
''Karena aku tidak ingin kehilangan semua sahabatku, kau, Bisma dan Lanlan, adalah sahabatku, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Aku selalu berpikir hal terburuk jika kita bukan lagi sahabat lalu kita adalah pasangan, ketika ada ketidak cocokan ataupun ada masalah lain, itu akan menimbulkan pertengkaran, dan kita akan saling membenci, dan kemudian memilih untuk saling meninggalkan. Aku tidak mau seperti itu'', jelas Ara.
Joy terdiam sesaat, ''jadi itu alasanmu juga Lanlan''.
''Kalian ini punya perjanjian aneh, sudahlah pikirkan rencana kita Joy, pagi-pagi sudah ngomongin nikah, kita kembali ke tujuan awal kita, bagaimana setelah selesai magang mari kita wujudkan impian kita bersama setuju''.
''Setuju'', jawab Ara.
''Haaahhh, andai waktu bisa diputar kembali, aku tidak ingin membuat perjanjian seperti itu, baiklah untuk persahabatan kita selamanya''. Joy mengacungkan jari kelingking dan disatukan jari kelingking Ara, kemudian diikuti jari jempol mereka berdua dan bersalaman.
__ADS_1
''Sahabat selamanya''. Ara merangkul pundak Joy, mereka segera melanjutkan aktivitasnya.
Siang ini akan ada meeting di lantai 24, Ara tidak tahu kalau Rei juga di undang untuk meeting ke kantor pusat perusahaan Orland group. Meeting yang membahas tentang rencana tahunan berdirinya Orland group di kota J, dan pemberian tanda jasa kehormatan untuk karyawan teladan, serta beasiswa kepada karyawan magang yang berminat melanjutkan belajar keluar negeri dan setelah lulus akan bekerja di Orland group sesuai kemampuan di bidangnya masing-masing. Perusahaan Orland setiap tahunya akan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa yang beruntung telah lolos seleksi awal magang disana dan selama magang mereka menunjukan kemampuan kerja dan loyalitas, serta disiplin kerja yang tinggi dan tentunya sesuai standar perusahaan Orland group.
Rei telah datang di kantor pusat perusahaan Orland Group, setelah melakukan tindakan operasi tadi pagi, Rei segera berangkat menuju kantor pusat Orland Group, dia ingin memberi kejutan pada adiknya perempuanya dan mengajakmya makan siang bersama. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari pinggir desa kota J, akhirnya Rei sampai, ia segera menuju bagian informasi di lobi depan.
''Selamat siang'', sapa seorang staf bagian informasi yang kaget dengan kedatangannya, dia adalah salah satu staf bagian informasi yang pernah terpesona dengan kedatangan Rei beberapa bulan sebelum Rei menjabat direktur rumah sakit. Rei pernah datang bertemu Morgan di kantor pusat Orland untuk membahas pekerjaan. Pelayan itu benar-benar terpaku melihat Rei yang semakin tampan dan berwibawa memakai setelan jas. Wajahnya bersih bersinar dan terlihat sangat sabar dan lembut. Seorang dokter yang terlihat religius.
''Slamat siang Mbak, saya ada undangan meeting di lantai 24''.
Staf itu terpaku mendengar suara Rei
''Halo.....mbk'', Rei mengibaskan tangannya di depan staf itu, karena dia tertegun melihatnya.
''Ahhh maaf iya, acara akan dimulai setelah istirahat makan siang''.
''Saya sudah tahu, saya ingin tanya cafetaria di lantai berapa ya''.
''Oh ada di lantai 12, maaf bukanya anda dokter Rei'', jawab staf itu sedikit terbata.
''Iya benar, kalau begitu terimakasih, permisi'' Rei segera menuju lift dan menekan angka 12. Dia juga mengirim pesan untuk adiknya agar menemuinya di cafetaria yang ada di dalam gedung kantor pusat Orland Group.
Staf itu tersenyum malu, karena bertemu sosok pria yang tanpa sengaja ia kagumi. Rei memang tampan,sabar dan berwibawa serta religius. Bahkan tak jarang keluarga pasien yang kebetulan bertemu dengannya berpura-pura sakit minta di priksa.
Ting... lift telah sampai di lantai 12 dimana, dia segera mencari tempat duduk yang enak untuk makan siang bersama adiknya. Rei juga menghubungi Dave Morgan untuk bergabung bersama.
Waktu sudah menunjukkan jam istirahat, Ara merentangkan tangannya kemudian mengecek ponselnya. Sebuah notifikasi pesan masuk dari Rei
Gemuk' aku di cafetaria lantai 12, kakak tunggu di sini, kita makan siang bareng''.
''Ara tersenyum senang''.
''Kak Rei kesini dia mengajak makan siang bersama''
Ara segera membalas pesan dari kakaknya
"Kak Rei disini, bolehkan aku ajak Joy dan Clara"
"Tentu, kakak yang traktir"
"Ok siap" balasnya.
Joy, Cla makan yuk di cafetaria, ada kak Rei menunggu di sana, kita di traktir makan siang''.
''Ayo mereka segera keluar menuju lantai 12, dengan senang hati''.
Sementara itu, Morgan yang mendapat chat dari Rei langsung menuju ke lantai 12, menemui sahabatnya.
''Hai brother apa kabar?? kau sudah sampai'', sapa Morgan.
''Baru saja, bagaimana kabarmu??.
''Seperti yang kau lihat, aku baik oh ya aku mau kasih kabar, aku mau mengundangmu bulan depan untuk menempati rumah baruku, mama dan adikku Megan juga akan datang, Megan sudah menyelesaikan kuliahnya dan aku memintanya untuk segera mengurus surat pindah ke sini. Aku meminta dia untuk melamar di rumah sakit Orland, aku mohon kau bersedia membimbingnya''.
''Benarkah??, tanya Rei akan aku pertimbangkan''.
''Ayolah, dia selalu menanyakanmu Rei''.
Rei tersenyum, ''aku senang akhirnya kalian bisa berkumpul, bagaimana kabar mamamu, apa dia baik-baik saja''.
__ADS_1
''Ya sejak operasi pemasangan ring, dia sudah tidak sakit-sakitan lagi. Terimakasih kau telah menyelamatkannya''.
''Jangan sungkan itu sudah kewajibanku sebagai dokter bukan aku yang menolongnya tapi Tuhan Allah''.
Tak lama kemudian, Ara dan Joy serta Clara datang.
Rei segera melambaikan tangan saat melihat adiknya.
Mereka bertiga segera menuju meja dimana Rei dan Morgan berada.
''Hai kak, sudah dari tadi'', Ara langsung memeluk kakaknya, Rei membalas dengan mencium keningnya, tangan Rei memeluk pinggang Ara, dan membelai rambutnya. Morgan mengamati interaksi sahabatnya dengan adik angkatnya itu.
''Halo nona Ara'', sapa Morgan, Ara tidak menjawab dan duduk disebalah Rei.
Sedang Joy tertegun melihat Dave Morgan, namun yang ditatapnya santai.
Dan Clara sangat kaget melihat Rei, yang wajahnya bisa dikatakan 11-12 dengan Kai, teman yang disukai sejak dulu.
''Kak kenalkan dia ini Clara dan ini Joy kakak sudah mengenalnya''.
''Halo Clara, hai Joy duduklah kenapa bengong''.
''Halo kak Rei, kakak mengenalnya??, kata Joy sembari duduk di samping Ara dan diikuti Clara
''Maksudmu Morgan, kenalkan dia sahabatku dari London dia juga bekerja disini''.
Joy nampak tidak suka, kemudian dia mengeluarkan ponselnya mencari foto Dave yang waktu itu dia ambil di depan rumah Ara.
"Anda orang yang sama dengan foto ini kan'', Joy menunjukkan fotonya pada Morgan, Rei ikut melihatnya.
''Iya benar itu aku'', jawab Morgan santai.
''Apa kak Rei yang menyuruh dia mematai-matai rumah Ara dan bibi An di kampung'', apa kak Rei yang memintanya??, Joy bertanya banyak.
''Tidak Joy seseorang menugaskan dia untuk menjaga adikku ini. Sudahlah dan sekarang masalahnya sudah jelas, tidak perlu mencurigainya. Ayo pesan makanan yang kalian mau makan, kakak traktir''.
Rei segera memanggil pelayan, untuk memesan makanan.
Clara duduk terpaku melihat Rei, benar-benar duplikat Kaijun batinya.
''Clara pesan makananmu'', kata Rei.
''Hei pesanlah jangan bengong, kenapa melihat kak Rei terus dia duplikat Kaijun'', kata Ara
''Rei menyentil hidung adiknya, jangan menjahili teman-temanmu lagi, cukup Lanlan saja yang kamu jahili''.
''Apa sih aku tidak menjahilinya, dia pasti kaget lihat kak Rei yang 11-12 sama Kaijun''.
''Benar kak Rei, dia ini penganggum Kaijun Joy menimpali, dia ini adiknya pak Kevin''. Mereka mengobrol sambil menunggu pesanan mereka
''Aku sudah tahu ceritanya, adikku sudah bercerita banyak, senang bertemu kamu Clara''.
Clara membalas senyum Rei dan tersipu malu, menyikut lengan Joy, ''apaan sih''.
''Kau sendiri Joy bagaimana? kau sudah punya pacar Joy??.
''Haaahhh.....kak Rei, aku menyukai adikmu dari dulu, tapi di tolak terus'', Jawab Joy. ''Dia hanya mau jadi sahabat selamanya''.
''Jangan mulai lagi Joy, kita sudah membahasnya, tadi kita juga baru membahasnya, ngomongin itu terus gak bosan apa'', ketus Ara.
__ADS_1
''Hahaha, Rei tersenyum mendengar pengakuan Joy, dan Morgan tertegun bagaimana bisa mereka bersahabat sedekat ini, bahkan Joy berani menyatakan perasaanya di depan Rei, seperti sebuah candaan saja.