
Malam telah berganti pagi, seperti biasa dokter Aisyah selalu menyiapkan sarapan untuk keluarganya, tapi pagi ini dia ditemani putra sulungnya Rei.
''Apa adikmu belum bangun kak??, tanya bunda.
''Sepertinya begitu, dia sangat kelelahan, semalam sampai tertidur di mobil''.
''Kasihan sekali dia, baru magang sudah harus mengerjakan proyek terlebih itu desainnya''.
''Itu namanya rezeki bunda, kesempatan tidak akan datang dua kali''.
''Bunda tahu tidak, temanku yang menawariku bekerja di rumah sakit, ternyata satu perusahaan dengannya, tapi tidak satu departemen, mungkin Ara juga tidak mengenalnya''.
''Benarkan??, coba bangunkan adikmu nanti dia terlambat''.
Rei segera naik ke lantai atas, dia mengetuk pintu kamar Ara
tok.... tok.. tok tidak ada jawaban.
''Dik, kakak masuk ya!!!, suara Rei dari luar kamar Ara masih tidak ada jawaban.
Rei membuka pintu kamar perlahan, terlihat Ara masih tidur seperti peri bersembunyi di bawah selimutnya. Rei mematikan pendingin ruangan dan membuka korden dan jendela.
Rei mendekati Ara yang tidak terganggu olehnya, membelai rambut adiknya, memandangi wajahnya.
''Bangun peri tidur, sudah pagi nanti terlambat ke kantor'', sambil terus menbelai rambutnya, lama memandangi wajah gadis yang sangat dia dembakan, pikiran Rei melayang entah kemana, dia tidak menyadari kalau Ara telah membuka matanya dan tiba-tiba 'cup... Ara mencium pipi Rei kemudian memeluknya ''pagi kak'', sapanya.
Rei diam, tidak membalas, dia malah bengong. Ara melepas pelukanya, ''kakak kenapa??, melamunkan siapa??, pacar kakak ya??, apa dia akan marah kalau aku mencium kakak?? tanya Ara.
Mereka saling menatap, netra hitam mereka bertemu. Rei menangkup wajah Ara, ''jangan pernah lakukan ini, ayah dan bunda bisa marah''.
''Kenapa tidak boleh???
''Karena kita sudah dewasa, bukan anak-anak lagi seperti dulu. Mandilah dan bersiap, setelah sarapan kakak antar kamu''. Rei segera keluar dari kamar Ara. Menutup pintu kamarnya, dia mencoba untuk tetap berakal sehat.
Rei mengelus dadanya, ''lama-lama bisa kena serangan jantung, sangat tidak lucu seorang dokter spesialis jantung, kena serangan jantung karena cinta yang tidak terungkapkan'', guman Rei.
Sekitar 30 menit Ara turun, dia terlihat segar dan cantik pagi ini.
''Pagi ayah bunda'' sapa Ara, dia duduk di samping Rei, di depan ayah dan bundanya.
''Pagi sayang, bagaimana tidurmu?
''Lumayan nyenyak''.
''Dia ratu tidur, semalam saja tidak tahu di pindahkan dari mobil ke kamar'', kata Rei
__ADS_1
''Kenapa kakak tidak membangunkan aku'', kata Ara
''Kakak mana tega kamu tidur mendengkur, ileran lagi'', jawab Rei
''Serius kak, iiiihhh memalukan'', Ara menutup mukanya.
Kedua orang tua mereka tertawa.
''Tidak sayang kakakmu bohong, kau tetap cantik saat tidur'', kata ayah
Ara mencubit pinggang Rei, melototkan mata ke arah Rei
''Aduh sakit'', teriak Rei.
Ara meminum susu yang disiapkan dokter Aisyah dan memakan sarapanya.
''Ayah...., tumben masih di rumah, biasanya habis subuh sudah berangkat??, kata Ara
''Ayah ingin sarapan bersama kalian, yah meskipun kurang satu personilnya''.
''Kaijun bilang sangat sibuk karena rumah sakitnya akan segera diresmikan, katanya akan ada penyambutan direktur rumah sakit, dia belum bisa pulang'', jelas Ara.
''Rencananya aku akan mengunjungi besok saat Ara libur, sekalian mengunjungi bibi An, tapi sepertinya Ara juga sibuk''.
'Kalau kakak menelfonya, dia pasti akan pulang walaupun cuma sebentar, dia pasti juga kangen sama kakak'', jelas bunda.
Ara hanya menggelengkan kepala karena mulutnya sedang mengunyah.
Setelah selesai sarapan Ara pamit sama ayah dan bundanya, seperti biasa dia mencium tangan ayah dan bunda, dan dibalas ciuman pipi dari bunda dan ciuman di keningnya dari ayahnya.
''Sayang Joy sudah di kasih tahu kalau kamu diantar kak Rei'
''Sudah', jawab Ara, segera keluar diikuti Rei, dan kedua orang tuanya yang hendak berangkat kerja, mereka menuju kendaraannya masing-masing.
Pagi ini Ara berangkat diantar Rei, saat dalam perjalanan Ara diam mendengarkan lagu Harmoni dari padi, terkadang juga ikut bernyanyi.
''Dek ada teman kakak yang minta dikenalin sama kamu. Namanya Henry, dia senior kakak waktu sekolah dulu dan kami berteman saat di London''.
''Kakak mau jodohin aku sama teman kak Rei, kan aku sudah bilang mau taaruf saja''.
''Ya apa salahnya kenal, kalau tidak suka tidak masalah, taaruf juga harus kenalan dulu kan''.
''Malas ah, nanti kalau Ara gak suka hubungan persahabatan kakak sama teman kakak bisa tidak baik'', jawab Ara siapa tadi namanya
''Henry, dia seorang pengacara, dulu dia pernah bicara denganmu di telefon, terus dia lihat foto kontak kamu''.
__ADS_1
Ara melihat ke arah Rei. Henry... Henry, Ara mengingat-ingat nama itu, seorang pengacara, apa mungkin dia pengacara El Ryu, entah kenapa mendengar nama Henry dia jadi teringat El Ryu yang sudah entah dimana.
''Dek....'',panggil Rei lagi.
Ara menoleh ke arah Rei
''Apa.... kamu serius tidak ada hubungan apa-apa sama yang namanya Kenzo???, tanya Rei.
''Enggak kak, kan aku sudah bilang cuma teman''.
''Mau cari yang seperti apa??, dia tampan dan mapan pula??.
''Tahu dari mana kak Rei??, kakak kan tidak mengenal Ken''.
''Kemarin kakak ketemu sama teman kakak di Ken'z cafe dan resto dan pas bayar di kasir, kasirnya bilang wajah kakak mirip sama seseorang yang biasa jemput kamu, dia juga bilang kalau kamu pacar bosnya, sedekat itu ya kamu sama Ken sampai karyawan disana mengira kamu pacar bosnya''.
''Hahhhhh ceritanya panjang kak tapi aku gak bisa cerita sekarang. Kakak baru datang dan sebentar lagi aku sampai perusahaan''.
''Kenapa??, apa yang terjadi pada kalian??, penasaran Rei.
''Nanti kalau aku sudah tidak sibuk, aku pasti cerita semua ke kak Rei, tapi aku gak bisa cerita dirumah, takut ayah dan bunda dengar''.
''Kakak jadi penasaran kenapa ayah dan bunda gak boleh dengar??.
''Karena aku tidak mau ayah dan bunda sampai tahu mereka pasti kuatir padaku dan juga Kaijun, hanya teman-teman dekat yang tahu''.
''Jangan setengah-setengah gitu ceritanya, kakak tidak mengerti''.
''Pokoknya ceritanya panjang, untung aku bisa menyelamatkan diri, kalau tidak mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi, entah apa yang akan terjadi padaku, aku tidak bisa membayangkannya''.
''Maksudnya???, Rei semakin penasaran.
''Tapi sekarang aku senang kak Rei sudah pulang mereka pasti tidak akan macam-macam''.
''Mereka siapa? Rei terus bertanya tapi belum juga mendapatkan jawaban yang jelas
''Kak perusahaanya sudah di depan nanti saja ceritanya''.
Ara turun di depan lobi, ''terimakasih kak, hati-hati menyetir''.
''Nanti pulangnya kakak jemput. Hubungi kakak sebelum kamu pulang biar kamu tidak menunggu lama ok''.
''Siaaappp''.
Rei meninggalkan perusahaan tempat Ara magang, tapi dia kepikiran dengan yang di katakan Ara tadi.
__ADS_1
''Apa sebenarnya yang terjadi, hahhhh bikin penasaran saja??.