Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 41


__ADS_3

Kai dan Ken segera membawa Ara pergi dari mall milik Orland Group.


''Kita mau kemana??, pertanyaan Ken memecah keterdiaman Ara dan Kai.


''Pulang, kau masih ingat jalah ke rumah Ara bukan, aku tinggal di sana sekarang''. jawab Kai.


''Apa kau tinggal berdua dengan bibi An''. Ken pura-pura kaget


''Kenapa, kau cemburu??, kata Kai asal


Ken sudah tahu kalau Kai tinggal di rumah Ara selama dia magang.


''Aku cemburu karena kau Kaijun, selalu mengganggu kencanku dengan Ara''.


Ara masih diam memandang kosong ke jalan, Kai duduk disampingnya meraih kepala Ara dan menyandarkan pada punggungnya. ''Jangan dipikirkan, kakak akan menyelesaikannya''.


''Apa kak Rei akan baik-baik saja??, lirih Ara.


''Tentu saja, kakak mengenal mereka''.


Ara kembali diam entah memikirkan apa.


''Hei apa kalian berdua tidak keterlaluan, lihatlah aku duduk sendiri didepan seperti sopir, dan kalian berdua seperti pasangan yang habis bertengkar'', kata Ken.


''Kau memang pantas Ken'', kata Kai.


''Mana ada sopir setampan aku'', Ken pura-pura kesal.


Ara, tersenyum mendengar bualan Ken.


''Nanti aku akan membayarmu dua kali lipat Ken'', kata Ara.


''Aku tidak mau di bayar dengan uang. Aku sudah punya uang meskipun tidak sebanyak punya direktur Orland''.


''Lalu mau di bayar pakai apa??,tanya Ara.


''Pakai cintamu saja''. jawab Ken santai.


''Hahaha, masih aja ngarep'', ejek Kai ''Memangnya tidak ada perempuan yang mau sama kamu''.


''Yang mau banyak, tapi aku mau yang seperti Ara''.


Ara membulatkan matanya, sudah lama tidak mendengar gombalan Ken.


''C, apa dia tipemu???, tanya Kai.


''Eeeemmm sepertinya bukan, aku tidak pernah memikirkanya'', kata Ara sambil tersenyum mengejek Ken.


Ken membelalak mendengar jawaban spontan Ara. ''Kaijun kau tidak mau jadi iparku??.


''Tidak...., siapa juga yang mau punya ipar sepertimu'', jawab Kai santai.


''Kau menyebalkan''. Kesal Ken yang ditolak kedua sahabatnya.


''Hei... ayolah aku tidak terlalu buruk baby''.


''Kenapa kau tidak ikut magang Ken??. Kai mengalihkan topik pembicaraan mereka.

__ADS_1


''Tidak apa-apa, aku magang di kantorku sendiri mengurus cafe dan resto''.


''Benar juga kau bosnya''.


''Bukan begitu, sebenarnya aku bekerja di perusahaan ayahku di Swiss, tapi bisa aku kerjakan dari sini sambil mengurus cafe dan resto, sayangkan kalau harus ku tinggalkan, hanya untuk magang, lagi pula itu cuma sebagai syarat kelulusan kita nanti''.


''Heemmm, kau benar Ken kau keren'', sanjung Ara sambil mengacungkan jempol pada Ken.


''Baby apa sekarang kau berubah pikiran, kau jatuh cinta padaku sekarang''.


''Jangan konyol Ken''. jawab Ara


Peeefffffhhh, Kai tidak bisa menahan tawanya


''Kau menjatuhkan harga diriku''.


''Harga diri yang mana??, sarkas Kai.


Mereka terus mengobrol dan bercanda untuk mencairkan suasana yang tadi tegang.


Meskipun kata-kata mereka terkadang sangat menusuk perasaan tapi mereka hanya bercanda.


Dan disinilah Rei dan Ryu serta rekannya berada, sebuah bar yang berada di lantai 5 pusat perbelanjaan Orland.


Ryu meminta bodyguarnya menutup bar dan melarang pengunjung datang untuk sementara. Bodyguard Ryu berjaga di luar bar.


Rei, Ryu, Morgan, Kevin, dan Henry berada dalam satu meja, mereka saling bersitatap. tidak ada yang memulai pembicaraan.


''Direktur Orland, aku sangat menghormati anda sebagai pimpinan rumah sakit, tapi ada yang ingin aku tanyakan dan harus diluruskan disini'', Rei mengawali pembicaraan mereka.


Ryu dan lainnya diam mendengarkan.


Mereka semua diam tidak ada yang menjawab.


''Direktur Orland yang terhormat kenapa anda melakukan penculikan terhadap adik perempuanku''.


Ryu terdiam, dia sudah mengira akan seperti ini jika Rei tahu.


''Tuan Kevin anda mencari informasi tentang keluargaku, apa maumu??.


''Dave Morgan kau memata-matai kedua adikku, membuat mereka berdua tidak nyaman''.


''Dan anda pengacara Henry kau mendukung mereka senior''.


''Kalian semua bersekongkol, dan sekarang anda memilihku menjadi direktur rumah sakit Orland''.


''Beri aku jawaban apa sebenarnya tujuan kalian semua. Kalian sudah merencanakan semua ini''.


Rei bicara begitu tegas, tidak ada rasa takut sedikitpun menghadapi direktur Orland dan rekan-rekanya.


''Tidak salah aku memilihnya menjadi direktur rumah sakit'', batin Ryu.


''Dokter Reino sebelumnya aku minta maaf atas kasus penculikan terhadap adik perempuan anda, memang benar saya yang melakukannya. Anda pasti sudah dengar alasannya, itu terjadi sudah beberapa tahun lalu. Sekali lagi saya atas nama pribadi mohon maaf atas apa yang saya lakukan terhadap adik perempuan anda. Dan apakah ini ada hubungannya, menurutku ini suatu kebetulan''.


''Saya juga minta maaf dokter Rei, benar saya memang mencari informasi tentang keluarga anda tapi bukan untuk penculikan adik anda, melainkan kami ingin tahu pemilik lahan yang ada di dekat rumah sakit yang kami ketahui milik keluarga nona Ara. Kami ingin membelinya waktu itu tapi keluarga anda sampai sekarang tidak mau menjualnya pada kami, tentang penculik nona Ara itu tidak ada hubungannya denganku'', jelas Kevin.


''Brother aku hanya menjalankan tugas, kau tahu keadaanku di London, saat aku menerima tawaran dari direktur Orland untuk menjaga seseorang aku langsung menerimanya. Selama aku bisa mengerjakan tugasku, saat itu aku hanya memikirkan ibu dan adikku bisa hidup dengan baik, dan yang terpenting ibuku bisa sembuh dan adiku bisa melanjutkan sekolah, tentang pengangkatanmu, aku akui aku yang merekomendasikanya, saat direktur memintaku mencari kandidat dokter untuk rumah sakit, aku langsung mengingatmu, jadi aku menawarimu untuk pulang dan bergabung dengan Orland Group. Aku tidak tahu sama sekali tentang penculikan, percayalah padaku'', kata Morgan meyakinkan Rei.

__ADS_1


Sekarang mata Rei beralih ke Henry, seniornya.


''Aku juga tidak ada hubunganya Rei, sungguh!!.


''Sebagai pengacara perusahaan Orland aku diminta tuan Orland mengurus hibah saham yang akan diberikan kepada kedua adikmu sebagai permintaan maaf dan ucapan terimakasih telah menyelamatkannya dari kecelakaan''.


''Aku tidak tahu tentang penculikan terhadap adikmu''.


Tiba-tiba Henry berdiri ''itu juga salahmu Rei, dari delapan tahun lalu aku minta kau mengenalkanku pada adikmu kau tidak mau, berkali-kali aku meminta nomor kontaknya padamu kau juga tidak memberikanya, kalau saja aku tahu dari awal aku pasti akan melindungi cinta pertamaku. Kau tahu aku menyukainya, pantas saja aku merasa tidak asing saat melihat mereka waktu itu''. Henry menjadi emosi karena menyadari kebodohannya saat pertama kali bertemu Ara.


''Tidak bisa begitu pengacara Henry kita sudah sepakat bersaing secara sportif''.


''Dave Morgan aku memintamu menjaganya, kenapa kau malah jatuh cinta padanya. Kau mau aku mengambil semua fasilitas yang ku berikan untuk ibu dan adikmu'', tegas El Ryu.


Dave terdiam dia sampai tidak ingat ada El Ryu yang telah memberikan pekerjaan padanya untuk menjaga Ara, tapi dia malah tertarik padanya.


Peeffffffttt Kevin tidak bisa menahan tawanya.


''Hahaha....'',, Henry juga tertawa terbahak.


''Dokter Rei, kurasa ini adalah kesalahan pahaman dan kita sudah meluruskanya, sebaiknya tidak ada lagi kecurigaan diantara kita, memang semuanya berhubungan dan terlihat mustahil, kami berkata sejujurnya. Aku tahu kekacauan yang dibuat direktur Orland, bahkan adikku Clara juga menjadi sasaran kemarahan adikmu Kai, sampai sekarangpun dia masih mengabaikan adikku'', jelas Kevin menimpali mereka.


''Dokter Rei tentang pengangkatan anda menjadi direktur rumah sakit Orland itu sudah sesuai dengan standar perusahaan Orland Group dan kriteria yang ku inginkan.


Dewan direksi pusat telah mempertimbanganmu bukan karena kau keluarga nona Ara, melainkan itu karena diri anda layak menjabat sebagai direktur di rumah sakit Orland''. tegas Ryu memperjelas semuanya.


''Aku setuju dengan direktur, dokter Rei memang layak menduduki jabatan itu'', kata Henry.


''Aku juga setuju kau pantas menjadi direktur rumah sakit'', tidak salah Megan mengagumimu selama ini Brother. Kita bisa menjadi saudara ipar bukan. Kau yang menikahi Megan atau Aku yang menikahi adikmu'', ucapan Morgan membuat Ryu kesal.


''Hentikan bualanmu Dave'', tegas Ryu yang langsung membuat Dave Morgan diam.


''Sudahlah mari kita rayakan hari ini, Kevin pesan minuman''.


''Siaaap bos'', Kevin segera memesan minuman pada pelayan bar.


''Aku harus kembali ke rumah sakit sekarang''.


''Dokter Rei kita harus merayakannya bukan, hari ini aku memberikanmu kelonggaran''.


Tak berapa lama pelayan membawa pesanan mereka.


Mereka segera bersulang, ''untuk kerjasama dan persahabatan kita, mereka mengangkat gelasnya namun Rei tidak meminumnya.


''Dokter Rei anda tidak minum??, tanya Kevin


''Aku tidak minum alkohol, itu tidak baik untuk kesehatan''.


''Hanya sedikit Rei, tidak akan membuatmu mabuk, kau selalu mengomeliku saat aku minum di London'', keluh Henry.


''Hentikan kegilaan kalian, Ara tidak menyukai pria yang menyukai Alkohol dan sejenisnya. Aku akan memberitahu dia'', Rei mengambil ponselnya dan menyalakan kamera mengambil gambar mereka.


Mereka semua diam, menaruh gelasnya.


''Aku pamit pulang dulu, terimakasih atas kelonggaran waktunya direktur, permisi''.


''Haahhhh Kau tidak seru Rei'', kesal Henry.

__ADS_1


''Berhentilah minum alkohol kalau ingin menikahi adikku Ara''. bye


__ADS_2