
Hari pernikahan Rei dan Lanlan telah tiba, Lanlan dan Rei menggunakan gaun pengantin yang di desain oleh Ara, dan Rei juga menggunakan setelan jas yang didesain khusus oleh adik sepersusuanya itu, sebagai hadiah untuk pernikahan mereka berdua.
Dengan bantuan manajer Eric, gaun dan jas desain Ara tampak terlihat mewah. Lanlan begitu tampak cantik dan agun saat memasuki Altar dengan di dampingi kedua orang tuanya, dan Rei tampak begitu tampan meskipun terlihat tegang. Setelah tadi pagi mereka mengucapkan akad nikah, dan dilanjutkan dengan pesta pernikahan mereka. Begitu banyak tamu undangan yang hadir baik dari keluarga Lanlan dan Rei. Semua rekan kerja dan sahabat Rei dan Lanlan datang untuk memberikan ucapan selamat untuk mereka berdua.
Rasa bahagia yang sama-sama dirasakan oleh kedua keluarga mempelai. Ara sendiri terlihat seperti peri kecil dengan gaun yang didesain manager Eric, sederhana namun begitu anggun dikenakan. Eric memang selalu bisa membuat Ara tampil cantik, hingga membuat Ryu, Dave dan Henry tidak berhenti mengawasinya. Sedari tadi ke tiga pria mapan dan jomblo itu melihat Ara yang sedang mengobrol dengan Clara, Kai, Ken, Joy dan Bisma. Bahkan saat Ara berfoto bersama sahabatnya tidak luput dari tatapan mereka.
Semua tampak bahagia, satu persatu dari mereka memberikan ucapan kepada mempelai berdua.
Berbeda dengan Kevin yang sejak datang dia melihat dokter Hanaya sebagai keluarga tamu mempelai wanita. Saat mata mereka bertemu, dokter Hanaya tersenyum padanya, mencoba bersikap biasa saja. Kevin telah jatuh cinta pada dokter Hanaya sejak bertemu disebuah klinik pinggir desa saat mencari keberadaan Ryu. Namun dokter Hanaya menolaknya, karena menyukai pria lain. Siapakah pria itu selalu menjadi pertanyaan di benak Kevin, karena Kevin tidak pernah tahu pria yang disukainya.
Tiba-tiba Henry maju ke atas pentas dan menyita perhatian para tamu.
''Apa yang akan dia lakukan'', tanya Kevin.
''Kita lihat saja'', jawab Ryu.
__ADS_1
Mohon perhatian sebentar untuk para tamu, dan sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat untuk sahabatku Rei yang telah menemukan wanita idamanya, selamat untuk pernikahan kalian berdua semoga langgeng selamanya, jujur saja aku sangat iri padamu'', kata Henry.
Semua tamu tertawa mendengar kata-kata Henry. Dihari bahagia sahabatku tiba-tiba saja aku ingin menyanyikan satu lagu " Akhirnya ku menemukanmu" dan lagu ini saya khusukan untuk seorang gadis yang hari ini terlihat seperti peri yang duduk di sebelah sana, ''nona Ara aku menyukaimu dan mengagumimu''. Kata Henry yang membuat semua melihat ke arah Ara. Ara tampak malu dan bersembunyi di punggung Kai.
Henry mulai menyanyikan lagu dari Naff. Tepuk tangan dari para tamu undangan begitu meriah. Ara tidak menyangka di hari bahagia kakaknya dia akan mendapat kejutan dari sahabat kakaknya yang menyatakan perasaannya padanya.
Berbeda dengan Ryu yang tiba-tiba menjadi tegang dengan situasi ini. Jantungnya benar-benar berdetak begitu kencang tatkala Henry mendekat ke meja Ara dan mengulurkan tangan, mengajak Ara bernyanyi bersamanya.
Ara tidak bisa menolak dia mengikuti saja agar suasana semakin meriah. Setelah Henry selesai menyanyikan lagu, tiba-tiba dia mengambil setangkai bunga mawar merah yang ada di ruang aula itu dan berlutut di depan Ara, kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak yang berisi gelang.
''Pengacara Henry apa yang anda lakukan''.
''Aku berjanji setelah kau sadar dan sembuh aku akan mengatakan isi hatiku, aku tidak ingin menyimpannya sendiri. Hari ini aku ingin mengatakan padamu bahwa aku menyukaimu sejak 8 tahun lalu saat itu aku masih di London bersama Rei, aku langsung menyukaimu saat kau menelfon Rei. Aku mencuri kontakmu dari ponsel Rei, akan tetapi setelah aku kembali ke kota J, nomormu tidak bisa dihubungi. Nona Ara aku sangat serius padamu meskipun aku tidak pernah menunjukkan secara langsung padamu. Aku benar-benar tulus''.
''Nona Ara ada dua pilihan di tanganku kau boleh mengambil salah satu, jika kau memilih bunga ini artinya kau menerima cintaku, dan jika kau memilih gelang ini aku mau kau menganggapku sebagai kakakmu seperti Rei. Jadi pilih salah satu, aku berharap kau memilih bunganya''', kata Henry sambil tertawa dan semua tamu di sana tertawa menyemangati Henry.
__ADS_1
Ara tertegun mendengar kata-kata Henry. Dia mengingat waktu itu pernah menelfon Rei dan Henry yang mengangkatnya, bagaimana bisa dia menyukai dirinya hanya karena waktu itu sempat bicara sebentar dengannya. Ara masih diam tertegun di depan Henry.
''Pilih salah satu'', kata Henry mengagetkan lamunan Ara.
Ryu tampak melihat dengan tatapan tajam ke arah Ara dan Henry yang berlutut di depan gadisnya. Ryu tidak menyangka Henry akan mengunkapkan perasaannya di depan para tamu di hari pernikahan Rei sahabatnya.
Ara melangkah dia tampak melihat dan menimbang untuk menentukan pilihannya, dia tidak ingin menyakiti sahabat kakaknya. Tapi hatinya tidak bisa di paksa tiba-tiba saja Ara melihat ke arah Ryu, mata mereka bertemu, mereka saling memandang sesaat. Kemudian Ara mengambil gelang yang ada di tangan kanan Henry. ''Maaf pengacara Henry'', kata Ara lirih.
Henry berdiri dari posisinya, ''kau tidak perlu meminta maaf nona, mulai sekarang anggaplah aku seperti kakakmu Rei, dan tidak perlu sungkan. Panggil aku kakak seperti kau memanggil Rei, aku sangat iri padanya, dia bisa memiliki adik secantik nona Ara. Terimakasih sudah mau menerimaku sebagai kakak. Aku akan memakainkanya''.
Tepuk tangan begitu meriah setelah Henry memakaikan gelang di tangan kanan Ara, Henry sangat berani, dia tersenyum, walaupun tidak bisa mendapatkan cinta Ara akan tetapi masih bisa menjadi kakak baginya.
''Terimakasih'', kata Henry ''apa adikku tidak ingin menyanyikan lagu untuk mempelai berdua, aku pernah melihatmu berduet dengan sahabatmu di sebuah cafe'', kata Henry.
Ara membelikan matanya sambil tertawa nyengir. ''Baiklah satu lagu untuk kak Rei dan sahabatku Lanlan selamat menempuh hidup baru semoga langgeng dan ayah bunda cepet dapat cucu. Satu lagu ''From this moment on''
__ADS_1
Musik pengiring mulai memainkan nadanya dan Ara mulai bernyanyi dan memukau tamu yang hadir, suara bisik-bisik dari para tamu menyanjung princess keluarga Firman yang multitalenta.
Dokter Firman dan dokter Aisyah tersenyum melihat putrinya, mereka sangat bersyukur putrinya ternyata sudah tidak takut lagi tampil di depan orang banyak, sepertinya traumanya sudah sembuh, dan dia tidak menyangka princess keluarganya bisa bernyanyi begitu bagus dan sangat menghibur. Mereka berharap tidak ada lagi penderitaan dan hanya ada kebahagiaan saja.