
Pagi ini Ryu ingin mengunjungi Ara, Selama masa pemuluhan Ryu tinggal di appartemenya di temani kedua orang tuanya, selain itu ayahnya juga membantu mengurus perusahaan Ryu, dan tentunya masalah insiden perayaan perusahaan Orland yang banyak menyedot perhatian. Ryu sudah berbicara dengan keluarga Firman jika Ara tidak lekas sadar, keluarga Orland ingin membawanya berobat ke luar negeri, mereka sedang mencari pengobatan terbaik, agar Ara segera sadar dan pulih seperti sedia kala.
Meskipun tuan Jonathan sudah mendatangi dan melihat pelaku insiden yang melukai anak dan calon menantunya itu, orang itu belum mau mengaku. Keluarga Orland menyerahkan kasus ini pada pihak berwajib dan memintanya untuk mengurus tuntas kasus insiden ini. Dan tentu kasus ini membuat pengacara Henry semakin sibuk, hingga dia belum bisa membesuk Ara, adik sahabatnya yang membuatnya jatuh cinta. Selain sebagai pengacara, Henry juga menjadi dosen dan mengajar di kampus xxx kota J. Setiap hari harus pulang malam, tapi sabtu pagi ini dia sudah janji pada dirinya untuk meluangkan waktu membesuk Ara. Lain halnya dengan Kevin dan Morgan yang sibuk mengurus perusahaan disaat Ryu sedang dalam masa pemulihan.
Sejak datang ke kota J, bibi An terus mendampingi putrinya, keluarga Firmanpun meminta bibi An untuk tinggal lebih lama di kota J bersama putrinya, karena bibi Anlah yang sejak kecil hingga remaja merawatnya, mereka tentu punya ikatan batin yang kuat.
''Putriku sayang, kau sudah harum bibi sudah mengelap badanmu. Sayang bibi ingin menceritakan padamu, saat pertama kali kakek dan nenekmu membawa bibi pulang ke rumah dan melihatmu, bibi lansung menyukainmu, kau itu kalau menangis sangat kencang bisa membangunkan seisi rumah. Bibi sangat beruntung disaat bibi ditinggalkan mantan suami bibi dengan alasan bibi tidak bisa memiliki anak, bibi dipercaya untuk merawatmu hingga kamu besar, bibi sangat bersyukur memilikimu, dan ternyata putri bibi disini banyak yang menyayangi, pria mana yang beruntung mendapatkanmu nanti''.
''Dengar jika kau sudah menikah nanti berikan anak yang banyak pada suamimu, agar dia tidak berselingkuh karena sibuk mengurus anak-anakmu. Jangan takut, Kalau bibi diberi umur panjang bibi akan membantumu merawat putra putrimu''. Ucap bibi An sedih.
Henry telah sampai di rumah sakit, bersamaan dengan Ryu dan Sergio, tak berapa lama Dave Morgan dan Kevin juga datang.
''Apa yang kalian lakukan disini??, tanya Rei yang melihat kedatangan mereka bersama.
''Hai Rei, aku ingin melihat adikmu, maaf baru bisa membesuk sekarang, dia yang bikin aku sibuk akhir-akhir ini'', kata Henry sambil melihat ke arah Ryu.
''Bagaimana keadaannya??, tanya Henry.
__ADS_1
''Masih sama dia hanya sedikit merespon saat diajak bicara orang-orang yang di kenalnya''.
''Ku dengar dia akan di bawa keluar negeri, untuk berobat'', tanya Dave.
''Itu masih rencana, kami akan menunggu satu atau dua hari lagi, kami harus mengikuti prosedur'', jawab Rei.
Mereka hanya melihatnya dari luar ruangan melalui kaca, dan tidak berani mengganggu.
Mereka bicara sambil berdiri, pasalnya kursi disana dipakai Kai, Joy dan Bisma tidur. Sedang Ken sudah pulang pagi tadi karena harus mengurus kafe.
''Yah, sudah seminggu mereka menemani kami disini''.
''Bolehkah aku masuk??, aku ingin melihatnya'', tanya Henry.
''Silakan, kalau mau melihatnya harus gantian, tapi sebentar saja, biar aku minta bibi An keluar''.
Satu persatu mereka masuk melihat kondisi Ara lebih dekat.
__ADS_1
Henry masuk yang pertama, Dia melihat kondisi Ara yang terbaring pucat.
''Hai gadis cantik, sudah lama ingin bertemu denganmu, tapi aku terlalu sibuk, jadi hari ini aku sempatkan. Bangunlah ada yang ingin aku katakan secara langsung padamu. Ini tentang perasaanku padamu, aku sudah menyimpanya begitu lama. Aku tidak ingin menyimpanya sendiri. Ku harap kau mau mendengarnya. Semangat!!!!, aku permisi dulu''. Setelah Henry keluar berganti Kevin, lalu morgan dan yang terakhir Ryu.
''Pagi calon istriku, apa kabarmu??, aku bawakan bunga krisan untukmu, semoga kau suka''. Ryu meletakan bunga itu di nakas, sejenak Ryu terdiam memandangi wajah Ara. kemudian duduk di kursi samping ranjang. ''Sudah berapa hari kau tidur, apa kau benar-benar tidak ingin melihatku lagi. Kau tahu aku sudah menunggu sejak dirimu masih dalam kandungan Aunty Rania. Apa sulit memaafkan aku, Aku tahu akulah penyebab semua ini, itu bukan kusengaja, tapi diluar dugaan aku malah membuatmu seperti sekarang. Bangunlah aku mohon, kau boleh marah ataupun benci bahkan memukulku, asal jangan diam seperti ini, jangan memintaku menjauhimu. Aku tidak bisa, Aku sudah berjanji pada aunty Rania jika kamu lahir aku yang akan menjagamu, membuatmu sebagai satu-satunya wanita yang aku cintai, Aku ingin menikahimu dan kita akan menua bersama dan bahagia bersama, kita bisa memiliki banyak anak untuk penerus keluarga kita nanti. Aku akan selalu mendengarkanmu dan membahagiakanmu. Sekali lagi aku mohon bangunlah dan maafkan aku, bisakah kita mulai dari awal lagi''. Apa kau ini seorang putri tidur, yang akan bangun setelah pangeran datang menciumu??. Maafkan aku telah membuatmu menderita dan terluka, aku janji setelah ini tidak akan lagi menyakitimu, untuk itu bangunlah tuan putri, permaisuriku''. Mata Ryu berkaca-kaca dia berusaha menahan air matanya untuk tidak jatuh. Jangan pernah membenciku, itu sangat menyakitiku''. Ryu mencium tangan Ara, ''sekali lagi dari lubuk hatiku yang paling dalam maafkan aku, Aku berjanji akan menjadi laki-laki terbaik untukmu''. Ryu berdiri dan mendekatkan wajahnya di wajah Ara dan kemudian cup, Ryu mencium bibir Ara dan ********** perlahan, tidak tahu kenapa rasanya seperti mendapat balasan dari Ara, sontak Ryu menarik diri, membelalakan matanya dan melihat bibir Ara yang basah karena perbuatanya, 'maaf kau membalas ciumanku tadi, apa kau suka, kalo begitu ayo kita menikah aku akan memberikan ciumanku hanya untukmu''. Ryu melihat jari Ara bergerak. Bangunlah, aku dulu pernah berjanji akan mengajakmu berkeliling dunia dan aku akan menepati janjiku padamu, Aku akan menunggumu. Aku permisi dulu ya''.
Ryu melangkah keluar, hari ini dia bicara begitu banyak dengan gadisnya. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan berhak untuk di maafkan.
''Apa dia meresponmu?? tanya Rei yang membuat Ryu kaget, dia ingat saat mencium bibir Ara tadi, seperti mendapat balasan hingga Ryu ******* bibir mungil itu.
''Ya, tanganya bergerak tadi''.
''Menurutku kita tunggu satu dua hari lagi untuk membawanya berobat keluar negeri, disini banyak orang-orang yang menyayanginya, dengan mengajaknya berbicara dia sudah mau merespon, itu perkembangan yang baik. Kalau di bawa keluar negeri disana tidak ada yang mengenalnya dan mengajaknya bicara''.
''Menurutmu begitu, apa tidak masalah, ini sudah satu minggu sejak insiden itu, kita tidak perlu menunda terlalu lama'', kata Ryu.
Mereka berbincang mencari solusi untuk pengobatan terbaik bagi Ara, Henry, Kevin, dan Morgan sudah berpamitan pulang lebih dulu, karena harus kembali ke perusahaan, meskipun hari sabtu, mereka tetap bekerja karena Ryu sebagai bos sedang dalam masa pemulihan.
__ADS_1