Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 83


__ADS_3

Hari terus berganti, sejak kepergian El Ryu ke London, sama sekali tidak ada kabar berita, siaran televisi masih sama belum ada tanda-tanda ditemukannya dan masih dalam pencarian.


Pagi ini Ara mengunjungi makam keluarganya di temani bibi An dan Rei.


''Assamualaikum eang, ayah dan ibu apa kabaramu, aku datang mengunjungimu. Ayah ibu aku sudah lulus kuliah dan besok akan diwisuda, aku juga mendapatkan beasiswa ke Dubai, Aku senang akhirnya bisa belajar kesana seperti ayah dan bunda, aku ingin mengunjungi tempat-tempat yang kalian kunjungi dulu. Aku ingin tahu tentangmu, bagaimana dulu ayah dan bunda bisa disana.'' sejenak Ara menjeda kalimatnya.


''Ayah ibu tolong maafkan aku, aku sudah bertemu dengan El, tapi aku belum bisa memaafkannya, dia juga mengajakku menikah, tapi aku ragu padanya. Apa El benar-benar orang yang baik seperti yang ayah dan ibu katakan. Beberapa tahun ini dia telah membuat hidupku merasa tidak aman dan takut, dan sekarang El pergi belum kembali, tidak ada kabar tentangnya, aku berharap dia akan selamat''. Ara berbicara di pusara keluarganya, seolah mereka masih hidup, dengan mata berkaca-kaca, bibi An membersihkan pusara mereka.


Rei merangkul adiknya, ''eang paman dan bibi lihatlah putrimu dia tumbuh dengan baik dan cantik, banyak pria yang ingin menikahinya. Kalau El memang pria yang baik untuknya, maka biarkan dia kembali bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dia lakukan pada putrimu yang cantik ini dan menikahinya. Aku akan mengantarkannya ke altar bersama Kai'', kata Rei


''Eang, kak Rania dan kak Ar'rasi, putrimu gadis yang cantik dan kuat, dia akan melanjutkan studinya ke Dubai. Aku pasti akan merindukanya. Aku berharap dia hidup dengan baik disana dan bisa menggapai cita-citanya'',ucap bibi An. Mereka bertiga kemudian berdoa bersama. Setelah beberapa saat akhirnya mereka pamit dan pergi meninggalkan pemakaman itu.


Dalam perjalanan pulang, Ara berkali-kali melihat ponselnya, membaca pesan yang dikirimkan pria yang sedang bertaaruf dengannya dan berjanji akan bertanggung jawab, pesan yang di kirimkanpun tidak ada balasan. Ara berusaha tetap tenang dan berfikir positif, meski dalam hatinya sangat kuatir dan pikirannya tidak bisa berhenti memikirkanya.


***


Tiga minggu berlalu, hari yang di tunggu Ara bersama teman-temanyapun tiba. Saat ini Ara berada diaula kampus untuk wisuda bersama teman dan sahabatnya, Joy, Clara dan juga Ken. Sejak pagi tadi Kai sudah berangkat mengantar saudara sepersusuanya itu ke gedung tempat mereka di wisuda, sekaligus menjadi fotografer, sudah banyak mengambil foto bersama, baik dari kamera maupun dari ponsel, bahkan Kai sudah mengunggahnya di sosial media dengan foto berdua dan latar depan kampus, ''Happy Graduation Day my lovely sister'' begitu captionnya.


Keluarga Firman tampak datang bersama serta mengajak bibi An, dan bergabung dengan Keluarga yang lain di luar gedung aula. Mereka berbaur jadi satu melihat acara wisuda putra putri mereka dari layar yang disediakan pihak kampus dan menunggunya keluar aula, Lanlan ikut duduk bersama mereka, karena sedang mengalami masa ngidam, Lanlan tidak diijinkan terlalu lelah, usia kehamilanya baru dua bulan, perutnya juga masih belum begitu terlihat membuncit, namun hampir tiap hari dia mengalami morning sickness sehingga dia terlihat lemas dan pucat.


Kevin nampak berbincang dengan Rei.


''Bagaimana perkembangannya'', tanya Rei


''Belum ada kabar, kami sudah menghubungi semua tidak ada yang membalas. Pencarian masih terus dilakukan'', jawab Kevin


''Bagaimana dengan nona Ara???, apa dia baik-baik saja??.


''Tentu saja tidak, aku tahu dia sangat kuatir, tapi dia berusaha untuk tenang dan kuat. Kau tahu dia telah banyak mengalami kesulitan, terlebih sejak mengenal direktur Orland. Dia menjalani masa remajanya dengan rasa tidak aman dan takut, dan dia hampir pergi meninggalkan kami, sekarang setelah mereka menjalani taaruf, dia malah menghilang tanpa ada kabar. Keempat orang itu yang membuat hidup adikku berantakan, rasanya aku tidak rela dia menanggung semua. Terkadang aku merasa mereka hanya mempermainkan adikku, aku tahu dia berusaha bangkit dan iklas menerima semua yang terjadi padanya. Bagaimanapun semua harus tetap berjalan,'' Rei bicara dengan berkaca-kaca.


''Ku dengar dia dapat beasiswa, apa dia jadi melanjutkan studinya ke Dubai,'' tanya Kevin

__ADS_1


''Ya, setelah ini dia akan berangkat. Dia ingin napak tilas kedua orang tuanya. Kalau kau tahu cerita hidup dia sejak kecil, kau pasti tahu apa yang kami rasakan, benar-benar tidak rela''.


''Aku tahu dokter Rei, aku juga punya adik perempuan, aku juga tidak ingin semua itu terjadi pada adikku, kami disini hanya tinggal berdua, kedua orang tuaku tinggal diluar negeri. Mereka baru datang kemarin untuk wisuda Clara.''


''Apa Clara juga akan keluar negeri.''


''Aku memintanya untuk membantunya di perusahaan Orland terkadang aku sangat kerepotan.''


Tak lama Henry datang menemui mereka.


''Hai apa kabar??,, sapanya pada Rei dan Kevin


''Kenapa kau disini??, siapa yang wisuda??, tanya Rei


''Tentu saja adiku Ara, jawab Henry santai. Bukankah aku sudah menjadi kakaknya sekarang. Aku juga ingin mengucapkan selamat untuknya''.


''Bukan ingin melamarnya seperti waktu itu dan menjadi berita seorang pengacara Henry melamar seorang gadis namun sayang di tolak'' ejek Kevin.


Mereka bertiga tertawa dan melanjutkan obrolan.


''Sepertinya nona Ara akan memberikan sambutan, wah dia terlihat sangat cantik dan anggun, pantas saja banyak pria yang memperebutkanya, sayang sekali aku tidak ada di daftarnya,'' kata Kevin sembari tertawa.


''Dia selalu cantik meski tanpa berdandan'' sahut Henry.


''Dia memang sudah cantik dari lahir,'' jelas Rei, mereka menyaksikan dari layar.


Ara ke depan dan memberikan sambutan, dokter Aisyah dan bibi An menangis haru, begitu juga dengan dokter Firman nampak berkaca-kaca tatkala putrinya mengucapkan terimakasih padanya dan keluarganya, Ara mengucapkan dengan berkaca-kaca dan suara yang bergetar. Bahkan beberapa dosen wanita dan rekan wisudanya ikut menangis haru.


Saat bersamaan sebuah helly kopter mendarat di lapangan dekat kampus seorang pria tampan turun dan langsung memasuki mobil menuju gedung Aula, dan segera memasuki gedung.


Mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan kesempatan pertama untuk menerima penghargaan serta penyematan.

__ADS_1


Setelah selesai penyematan mereka segera akan kembali ke tempat duduknya untuk menyimak jalanya wisuda, namun tiba-tiba seorang pria tampan membawa sebuket mawar merah memasuki ruangan dan menyita perhatian semua yang ada di aula. Terutama Ara dia nampak melongo dan menutup mulutnya.


''Maaf semua, yang terhormat bapak rektor dan dewan senat serta guru besar, dan adik-adik semua, izinkan saya meminta waktu sebentar saja'', kata pria itu.


Suasana di dalam gedung aula nampak diam, suara bisik-bisik diantara mahasiswa. Begitu juga diluar gedung, keluarga mereka melihat kearah layar dimana terlihat seorang pria tampan dan berwibawa sedang berbicara dengan sebuket bunga mawar merah di tanganya.


''Sebelumnya saya minta maaf, karena harus memotong acara ini, ada hal yang ingin saya katakan pada gadis di depan saya, hari ini saya El Ryu Saviero Orland ngin mengucapkan selamat untuk semua yang di wisuda terutama untuknya, selamat atas wisudanya dan saya ingin meminang gadis yang bernama Mutiara Cinta, saya telah menunggu seumur hidupnya, bisa di bilang lebih, dia adalah penyelamat hidup saya, selama hampir 21 tahun saya menunggunya dan lebih dari itu, saya kehilangan keluarganya, saya telah banyak membuatnya menderita dan terluka karena kebodohan saya, bahkan terkesan mempermainkanya. Saya banyak melakukan kesalahan yang mungkin tidak termaafkan, Saya mencarinya tapi juga telah mengacaukan hidupnya, bahkan dia hampir mati karena saya, saya telah membuatnya koma selama beberapa hari dan itu membuat saya hampir gila. Saya mencintainya sejak dia masih dalam kandungan ibunya, namun karena kami terpisah begitu lama, dia meragukan saya, sekarang saya telah menemukannya saya berjanji akan membahagiakanya, membuatnya sebagai satu-satunya wanita yang akan mendampingi hidup saya, dan menua bersama''. Ryu berjalan ke arah Ara dan berlutut di depannya.


''Princess Ara, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku mau kau memaafkanku, menikahlah dengan. Aku akan menebus semua kesalahanku padamu, I love you''. ucap Ryu di akhir kata sambil menyodorkan buket bunganya pada Ara.


Ara tertegun tidak bergeming dari tempatnya, air matanya mengalir begitu saja.


Banyak Mahasiswa yang mengabadikan moment mereka, dari belakang suara mahasiswa menyemangati mereka.


''Maafkanlah baby, terima nikahnya'', membuat suasana jadi riuh, semua ikut menyemangati bersama, semua yang ada di aula dan di luar gedung bertepuk tangan.


Ara menatapnya begitu tajam, manik mata mereka bertemu, kemudian Ara mengambil bunga yang di bawa El Ryu. Ara tak bisa berkata-kata dia tertegun karena tidak percaya tiba-tiba pria ini ada di depanya.


Ryu tahu gadisnya itu kuatir, kemudian dia berdiri dan memeluknya erat, ''maaf membuatmu kuatir, I love you, terimakasih sudah menungguku'' kemudian Ryu melepas pelukan.


''Terimakasih atas waktunya'', Ryu membungkuk di depan rektor dan guru besar, kemudian membungkuk di depan peserta wisuda, lalu Ryu mengajak Ara keluar sampai depan pintu Ara terdiam, ''aku masih harus mengikuti acara wisuda'', katanya kemudian.


''Baiklah aku tunggu di luar'', Ara kembali ke tempat duduknya dan Ryu melangkah keluar aula.


''Bukankan dia direktur Orland, bagaimana bisa''?? kata Kevin yang kaget melihat ke layar.


Saat diluar ternyata sudah banyak wartawan yang menunggu, dan langsung mengerubungi Ryu, dan menyerbunya dengan pertanyaan.


Morgan, Sergio dan Deigo yang juga sampai disana segera menghalau wartawan itu.


Maaf tolong beri jalan, kami akan segera mengadakan jumpa pers, anda semua kami undang nanti malam untuk jumpa pers kami, sekarang kami harus pergi.

__ADS_1


''Direktur, apa yang terjadi??, bagaimana anda bisa disini'' bisik Kevin.


''Haaahh, ceritanya panjang, aku akan menemui keluarga dokter Firman dulu''. Ryu bergegas menemui keluarga dokter Firman dan menyapanya.


__ADS_2