
Pesawat yang ditumpangi nyonya Silvia dan tuan Jonathan, telah mendarat dikota J, Sergio sudah menunggu dibandara sejak pagi untuk menjemput orang tua Ryu, semalam mendengar kabar dari Eric dan langsung bersiap berangkat menuju kota J.
''Selamat pagi nyonya Silvia dan Tuan Jonathan'', sapa Sergio ramah.
''Pagi Sergio kita langsung kerumah sakit saja''.
''Baik tuan mari silakan'', Sergio segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya Orland dan kemudian melajukan kendaraannya menuju rumah sakit.
'Bagaimana keadaan Ryu sekarang Sergio??, tanya nyonya Silvia.
''Tuan Ryu sudah sadar dan pagi ini dipindahkan ke ruang perawatan''.
''Lalu bagaimana dengan putriku??. tanya nyonya Silvia lagi.
Sergio tahu kalau yang dimaksud putrinya bagi nyonya Silvia adalah nona Ara.
''Nona Ara masih belum sadar nyonya, dia masih dirawat diruang ICU''.
''Siapa yang berani melakukan hal seperti ini, dengan sengaja mencelakakan orang lain'', kata Jonathan.
''Semalam kami sudah menangkap orangnya tuan, sekarang masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Dia hanya orang suruhan dan belum mau mengaku siapa dalang di balik peristiwa ini''.
''Haaahhh, apa Ryu punya musuh disini, kau lihat berita online pagi ini, apa ada hubunganya dengan Khaterina'', tanya Silvia.
''Belum tahu nyonya, kemarin nona Khaterina datang bersama Eric, dia juga hampir jadi korban, namun masih selamat''.
''Tenanglah istriku, pihak berwajib masih menyelidiki kasus ini'', kata Jonathan menenangkan istrinya.
''Bagaimana bisa tenang, dia putra kita satu-satunya, beberapa kali menjadi percobaan pembunuhan, kenapa aku ingin mereka segera menikah, itu agar kita segera memiliki penerus keluarga kita'', kata nyonya Silvia.
''Aku tahu, aku juga ingin segera punya cucu, tapi kau lihat keadaan mereka sekarang''.
Sekitar 1,5 jam akhirnya mereka sampai di rumah sakit. mereka langsung menuju ruangan perawatan Ryu terlebih dahulu.
Saat ini Ryu sedang ditemani Dave Morgan dan Deigo berjaga diluar pintu. Saat melihat Nyonya dan Tuan Orland, Deigo segera memberi hormat.
__ADS_1
''Dimana putraku??, tanya nyonya Silvia.
''Didalam nyonya sedang bersama tuan Morgan'', Deigo segera membukakan pintu.
Silvia dan Jonathan segera masuk ke ruang perawatan Ryu.
Dave segera berdiri memberi hormat, ''Slamat datang nyonya Silvia dan tuan Orland''.
''Ryu bagaimana keadaanmu??, apa ada yang patah?, tanya nyonya Silvia mendekati putranya.
''Mom dad, kapan datangnya??. Jangan memeluknya mom punggungku sangat sakit'', kata Ryu.
''Kita baru sampai dan langsung kesini''.
''Bagaimana ini bisa terjadi Dave, siapa mereka yang melakukan ini??.
''Tuan Kevin dan pengacara Henry sedang di kantor polisi tuan, mereka sedang menyelidiki orang yang kami tangkap semalam'', jawab Dave Morgan
''Apa kau tidak mengenalinya??, tanya Jonathan lagi.
''Jangan lepaskan dia'', kata Jhonatan.
''Dave dimana ruangan putriku di rawat''.
''Nona Ara masih di rawat di ruang ICU nyonya. Apa anda ingin melihatnya??, tanya Dave. Apa nyonya tidak istirahat dulu''.
''Tidak perlu aku akan melihatnya dengan suamiku sekarang'', kau temani saja Ryu.
''Daddy tinggal dulu ke bawah'', kata Jonathan.
''Kenapa dengannya Dave??, tanya Ryu
Dave diam, tidak berani berkata.
''Dave apa yang terjadi padanya??, tanya Ryu lagi dengan sorot mata tajam. Tentu saja Ryu tidak tahu, pasalnya setelah kejatuhan lampu, dia roboh dan pingsan menindih Ara yang tidak mampu menopang tubuh Ryu, sehingga membuatnya jatuh dan kepalanya terbentur lantai.
__ADS_1
''Katakan padaku Dave'', bentak Ryu.
''Maaf tuan nona Ara belum sadarkan diri''.
''Apa, kenapa dia belum sadar??.
''Saat lampu menimpa anda, Nona Ara tidak mampu menopang badan tuan sehingga nona jatuh tertindih badan tuan dan kepalanya membentur lain dan berdarah, sampai sekarang belum sadarkan diri, dia koma''. jelas Dave sedih.
''Tidak, dia tidak boleh mati, dia tidak boleh mati Dave, apa yang aku lakukan'', Ryu berteriak dan sangat emosional, ''Aku ingin melihatnya Dave, bawa aku kesan''.
''Tuan anda belum boleh turun, anda harus istirahat dulu, dan pulih baru bisa menemuhinya''.
''Bawa aku kesana sekarang!!!, bentak Ryu, suara Ryu sampai terdengar keluar oleh Deigo, dia segera menghubungi perawat yang jaga disana.
''Tuan tenanglah, Nona juga sedang dirawat dan dijaga keluarganya tidak ada yang boleh masuk kesana''. Dave berusaha menenangkan Ryu.
Beberapa saat perawat masuk ke ruang Ryu.
''Ada apa tuan??, tanya perawat itu.
''Antar aku ke ruang ICU, aku ingin melihat istriku. Dia tidak boleh mati. Aku belum membahagiakannya'', teriak Ryu.
Perawat itu bingung, tidak mengerti, pasalnya di data pasien jelas status pasien Orland belum menikah. " Tuan tenanglah, istri anda baik-baik saja, dia sedang mendapatkan perawatan, dan itu hanya pengaruh obat, sehingga membuatnya tertidur lebih lama, setelah itu dia pasti akan bangun." Tuan harus sehat dulu baru boleh menemuhinya''.
''Jangan bohong suster, Dia tidak tidur, dia sedang koma'', teriak Ryu.
''Maaf tuan nona tidak bisa di temui sekarang, dokter Firman tidak mengizinkan siapapun masuk ke ruang perawatan putrinya''. jelas perawat itu.
Ryu terdiam, badannya kaku dan sulit bergerak, dia tidak bisa bangun sendiri. Dia tertunduk dan menutup matanya dengan telapak tangannya dan menangis, ''apa yang kulakukan, kenapa aku hanya bisa menyakitimu, aku ingin membahagiakanmu, aku ingin melakukan banyak hal denganmu''. Ryu menangis sampai punggungnya berguncang.
''Tuan tenanglah, nona pasti akan segera sadar, dia gadis yang kuat''. Dave tahu bagaimana keadaan Ara, Rei telah memberitahunya tadi pagi saat mereka bertemu di depan ruang ICU, tapi saat bertemu Ryu dia hanya membahas masalah insiden yang menimpanya, dan memintanya untuk mencari pelakunya.
Ryu tidak mengira kalau justru Ara kondisinya sedang kritis, dan koma hingga sekarang. Sesaat sebelum Ryu pingsan dia melihat Rei yang ingin meraih tangan Ara, dia pikir Ara selamat, tapi kenyataan tidak sesuai yang diharapkan.
Suasana menjadi hening, Morgan menyadari kalau tuanya itu benar-benar mencintai dengan dalam nona Ara yang telah membuat dirinya jatuh cinta juga. Mungkin cintanya Ryu tidak sebesar cintanya, tentu akan berbeda cerita jika Ryu tahu bahwa nona Ara adalah gadis yang dia tunggu kehadirannya di dunia dan sangat ingin dia nikah, tapi setelah 21 tahun bertemu banyak hal yang terjadi, dan justru saling menyakiti jiwa dan raga mereka berdua.
__ADS_1
Ryu terdiam melihat ke langit-langit kamar itu, Pikirannya menerawang jauh, "kenapa harus seperti ini Tuhan", apa aku sangat tidak pantas untuknya. Ryu menyesali semua yang dia lakukan, apa yang dimiliki rasanya tidak ada gunanya, harta yang dia punya tidak bisa membangunkan gadisnya, usahanya memperbaiki hubungan dengannya terasa sangat sia-sia. Dia sadar kesalahannya, seribu maaf tidak akan bisa menghapus luka. Penculikan yang dia lakukan telah membuatnya trauma hingga saat ini dia masih harus menghindarinya, dan sekarang dia malah membuat gadisnya menjadi koma. Batin Ryu menjerit, dia benar-benar merasa tidak berguna dan hanya bisa menyesalinya apa yang telah terjadi. Ryu kalah dan merasa hancur berkeping-keping.