
Saat Ara, Eric dan Khaterina, berfoto bersama, lampu yang tergantung itu tiba-tiba saja jatuh, lampu itu berada tepat di atas mereka, semua mata berteriak histeris
Ryu melihat ke atas dan sebentar lagi lampu itu akan jatuh mengenai mereka, secepat kilat Ryu membuka jasnya mendorong Eric dan Khaterina, dan segera memeluk Ara dengan jasnya di taruh di kepala Ara, namun dalam sekejap lampu itu telah jatuh menimpa badan Ryu dengan posisi condong memeluk Ara, Ara yang kaget dan tidak mampu menahan beban berat badan Ryu akhirnya jatuh tertindih Ryu, dan kepalanya terbentur lantai.
Rei yang saat itu juga ingin menolong adiknya terlambat meraih tanganya dan berteriak memanggil namanya. Sesaat mata Ara masih melihat Rei yang ingin meraih tanganya dan kemudian mata gadis cantik itu tertutup rapat.
''Ara.... Ara... bangun dek kau harus kuat''. Rei mendekap tubuh Ara, Kai berlari dan ikut memeluknya.
''Panggil ambulan'' teriak Rei
''Kai telefon ayah suruh segera ke rumah sakit''.
''Baik'', jawab Kai.
Darah segar mengalir dari kepala Ara, Jas milik Ryu digunakan untuk menutup kepala Ara agar darah tidak banyak keluar.
Ara kau harus bertahan, kamu kuat, Rei membopong Ara berlari ke luar menuju lobi dan segera memasukan Ara ke dalam mobil ambulan dengan sigap Rei melakukan pertolongan pertama pada adiknya. Tidak peduli baju yang ia kenakan penuh dengan darah. Lanlan mengejar Rei, dan Kai.
''Kai kau tidak boleh menyetir sendiri'', Joy menarik tangan Kai.
''Joy tunggu'' panggil Lanlan aku ikut''.
''Aku juga'', Clara ikut berlari mengejar Joy dan Kai.
Mereka segera masuk ke mobil Joy.
''Sementara itu, Kevin, Morgan dan Henry serta dokter Hanaya membantu menolong Ryu.
Ambulan kedua telah siap di lobi Aula. Ryu di bawa dengan tandu oleh mereka dan memasukan ke ambulan dan segera menuju ke rumah sakit, dan dokter Hanaya ikut dalam ambulan
Suara kedua ambulan itu terasa memekakkan telinga, menerobos jalanan kota J yang padat di sabtu malam.
Sudah jam 9 malam pasangan dokter itu masih menunggu putra dan putrinya pulang, sambil berbincang tentang putra putrinya.
Dreetttt... Dreettt
Dokter Firman melihat ponselnya yang bergetar, dengan dokter Aisyah disampingnya.
''Halo Ayah......'',
''Ada apa, kenapa suaramu gugup begitu'', tanya dokter Firman di telfon
''Ayah segeralah ke rumah sakit, ada insiden yang menimpa Ara, kakak sudah membawa ke rumah sakit sekarang''.
__ADS_1
''Apa maksudmu Kai???,
''Cepatlah yah selamatkan dia'', kata Kai menangis dalam telefon.
''Ada apa??, tanya dokter Aisyah.
''Kita ke rumah sakit sekarang, ada insiden yang menimpa putri kita''.
''Apa!!! dia kenapa??, dokter Aisyah seketika kaget dan matanya berkaca-kaca.
''Tenanglah, jangan menangis kita harus ke rumah sakit sekarang''. Dokter Firman segera mengambil kunci mobilnya mengandeng istrinya memasuki mobil dan menuju rumah sakit.
Perjalanan terasa sangat lambat, jalanan malam ini sangat padat, terlebih ini adalah sabtu malam, banyak orang keluar, membuat dokter Firman tidak sabar ingin segera sampai rumah sakit.
Sementara itu ambulan yang membawa Ara telah sampai di rumah sakit disusul dengan ambulan yang membawa Ryu.
Mereka berdua segera di bawa ke ruang Instalasi gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan.
Tak berapa lama, mobil yang di kendarai Joy telah sampai di rumah sakit, mereka segera turun, menuju ruang IGD. Mereka menunggu di depan ruang IGD.
Dokter Firman beserta istrinya telah sampai disana.
Mereka bertemu di depan ruang IGD
Kai menceritakan kejadian yang menimpa saudara perempuannya, dengan suara bergetar, dan Air matanya yang tidak bisa di tahan.
Dokter Firman dan dokter Aisyah segera menuju ke ruang IGD, untuk melihat keadaan putrinya, dilihatnya Rei dan dokter Hanaya yang ikut bersama ambulan yang membawa Ryu di dalam sana.
''Bagaimana??, tanya Dokter Firman.
''Dia tidak sadarkan diri, kepalanya mengalami benturan. Saat ini sedang dilakukan EEG (elektroensefalogram) untuk mengetahui dia koma atau tidak, selanjutnya akan dilakukan MRI dan CT scan, serta tindakan lain untuk menemukan kelaian yang terjadi pada jaringan otak''.
''Lalu bagaimana dengan direktur Orland, dia beruntung, dia memakai baju pelindung, jadi meskipun badanya tertimpa sebagian lampu, tidak ada yang terluka, dia berusaha menyelamatkan Ara, dan pasti punggungnya sakit tertimpa lampu''.
''Bersihkan dulu dirimu'', kata dokter Firman pada putranya.
Dokter Aisyah, tidak kuasa menahan air matanya, meskipun dia biasa bertugas di ruang IGD, tapi melihat putrinya tidak sadarkan diri dengan berbagai peralatan medis yang terpasang di tubuhnya, membuatnya sedih.
''Sayang ini bunda, tanganya membelai wajah Ara, cepatlah sadar ceritakan pada bunda apa yang terjadi''.
Rei keluar dari ruang IGD, untuk membersihkan diri di ruang kerja dokter Firman.
Dokter Hanaya juga ikut keluar setelah pamit pada dokter Aisyah dan dokter Firman.
__ADS_1
''Bagaimana keadaannya kak??, tanya Kai.
''Belum sadar'' jawab Rei dan bergegas ke lantai atas untuk membersihkan diri di ruang milik dokter Firman.
Sementara Henry dan Kevin serta Sergio menyusul ke rumah sakit, sedang Morgan dan Deigo masih berada di aula mengecek cctv, melihat kemungkinan insiden yang terjadi benar-benar murni kecelakaan atau memang ada yang sengaja melakukannya. Semua orang disana diperiksa saat keluar gedung, hanya satu pintu yang di buka, pintu lain di jaga dengan ketat oleh pihak keamanan dan bodyguard Ryu.
''Tak berapa lama Henry, Kevin dan Sergio datang''.
''Dokter Hanaya, bagaimana keadaan mereka???, tanya Kevin.
''Masih belum sadar, Direktur Orland tidak apa-apa karena dia memakai baju pelindung, tapi punggungnya pasti sakit tertimpa sebagian lampu, untuk nona Ara dia belum sadarkan diri, sekarang masih dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui pasien koma atau tidak'', Jelas dokter Hanaya.
Mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing.
''Dimana dokter Rei??, tanya Henry kemudian
''Dia sedang membersihkan diri'', jawab dokter Hanaya.
Kevin diam melihat dokter Hanaya, dia agak sedikit canggung dialah wanita yang sudah menolaknya.
''Kak Naya apa mau langsung pulang??, ini sudah malam sebaiknya pulang ke tempatku saja. Besok pagi baru balik''.
''Iya santai saja'', jawabnya.
Tak berapa lama Rei turun menemui mereka. Dia mengenakan baju milik ayahnya, yang memang disiapkan untuk ganti di rumah sakit.
''Kalian masih disini??, tanya Rei
''Sebaiknya kalian pulang''.
''Aku mau disini kak'', kata Kai.
''Aku juga, sahut Joy, besok libur kok''.
''Lalu Lanlan pulang dengan siapa??, dirumah dengan siapa??.
''Dokter Hanaya biar aku pesankan hotel disekitar sini, tidak baik malam hari berkendara sendiri'', kata Kevin.
''Kalau begitu biar Lanlan menemaniku istirahat di hotel, kendaraanku masih di parkiran aula''.
''Baiklah mari saya antar, Cla kau ikut ke hotel juga kakak akan menunggui direktur di rumah sakit'', Kevin pamit mengantar dokter Hanaya dan Lanlan serta Clara untuk istirahat di hotel.
Rei, Henry, Sergio, Kai dan Joy mencari tempat duduk di sekitar rumah sakit, malam ini mereka berjaga di sana menunggu Ara dan Ryu sadar.
__ADS_1