
Waktu sudah menunjukan pukul 17.00, gadis cantik itu masih tertidur, mungkin dia begitu lelah hari ini, tidak ada tanda-tanda akan bangun. Beberapa kali Ryu melihatnya namun mata gadis itu masih terpejam.
Hari sudah mulai petang. Setelah hampir 1 jam menunggu akhirnya gadis itu pun membuka matanya. Ara nampak bingung saat terbangun disana dia berada di sebuah kamar yang sangat elegan, dia berusaha mengingat-ingat bagaimana bisa dia berada di sini. Beberapa saat kemudian terdengar seseorang membuka pintu dengan perlahan.
Ceklek
Pintu terbuka dan menampakkan sosok Ryu yang tersenyum begitu menawan membuatnya terkesima. Dia sudah bersiap dengan setelan jas yang di desain olehnya.
''Kau sudah bangun??, syukurlah kau tidur cukup lama hampir empat jam'', kata Ryu.
''Benarkah??, Ara hampir tidak percaya.
''Kita sampai disini tadi jam dua siang, dan kau langsung tidur, lihatlah sekarang jam berapa. Sepertinya kau sangat lelah, bahkan kau tidur dengan pakaian seperti itu''.
Ara melihat pakaian yang dia kenakan, dia masih memakai baju yang di gunakan untuk wisuda tadi, kebaya berwarna fusia dengan ikat di pinggang dan kain yang dililitkan, Jam berapa sekarang?, tanya Ara.
''Sekarang sudah hampir jam 6 petang, bangun dan bersihkan dirimu di kantong itu baju gantimu, aku tunggu diluar sejam lagi jumpa persnya akan dimulai,'' ucap Ryu segera meninggalkan kamarnya
''Ara buru-buru bangun, tapi kemudian, tunggu bagaimana aku bisa tidur di kamarmu??.
''Kau tadi tidur di sofa, aku memindahkanmu ke kamar, kenapa''?
''Ara membelalakkan matanya, kenapa tidak membangunkanku saja'', protes Ara.
''Kau terlihat sangat lelah princess sampai tidak mendengar bell berbunyi, aku tidak tega membangunkanmu''.
''Kau tidak macam-macam padaku kan''? tanya Ara penuh selidik.
Ryu mengernyitkan dahinya, ''aku hanya satu macam princess'', jawab Ryu sambil menyunggingkan senyumnya, dia segera meninggalkan Ara, kalau dia sampai tahu tadi dirinya mengecup keningnya pasti akan marah lagi dan Ryu tidak mau itu terjadi, karena sebentar lagi akan jumpa pers, dia tidak ingin merusak suasana.
Tepat jam 7 di lobi gedung perusahaan Orland Group sudah banyak wartawan yang duduk di kursi yang di sediakan. Mereka bersiap meliput pernyataan Ryu tadi siang.
Morgan, Kevin, Henry, Sergio dan Deigo serta beberapa bodyguard sudah bersiap di bawah. Terlihat Rei dan Kai juga datang untuk mendampingi adik perempuannya, mereka nampak mengobrol di bawah.
Ara keluar dari kamar Ryu dengan menggunakan dress berwarna merah muda, rambutnya dibiarkan terurai. Ara juga tidak menggunakan riasan yang berlebihan terlihat natural, sangat sederhana namun tetap anggun, dia menengok kesana kemari dari pintu kamar seperti mencari sesuatu.
Ryu tertegun melihat gadisnya muncul dari pintu kamar, dia benar-benar cantik, ''apa yang kau cari'' ?
''Apa tidak ada orang selain dirimu, maksudku perempuan'' ucapnya.
__ADS_1
''Kenapa??, tidak pernah ada perempuan yang aku bawa masuk kesini, kamulah satu-satunya perempuan yang aku bawa kesini'', ada apa?
''Eeeee..., aku... aku tidak bisa menarik resletingnya'', Ara terdiam, ekspresinya begitu lucu dan mengemaskan.
''Mau aku bantu'', tanya Ryu.
Ara terdiam sesaat lalu menyibakan rambutnya ke samping dan membelakangi Ryu
Sesaat Ryu menelan salivanya melihat kulit kuning langsat punggung calon istrinya yang bersih dan halus. Pikiranya melayang entah memikirkan apa.
''Apa sudah selesai El??, tanya Ara yang mengagetkannya keterdiaman Ryu.
''Sudah'', jawab Ryu dan dia buru-buru pergi meninggalkan Ara menuju ruang kerjanya, untuk menenangkan debaran di dadanya, Ryu membuka laci meja kerjanya mengambil sebuah kotak berwarna merah, lalu segera keluar dari sana kembali menghampiri calon istrinya. ''Kau sudah selesai bersiap''?
''Ya'' jawab Ara telah selesai menggunakan sepatu flat yang ada di kantong belanja pemberian Ryu tadi.
''Apa sepatunya cukup di kakimu??, tanya Ryu.
''Iya, bagaimana kau tahu ukuranku'' ucap Ara.
''Tentu saja aku harus tahu apa saja tentang istriku'', jawab Ryu santai. ''Tutup matamu sebentar'' .
''Sebentar saja princess'', kata Ryu dengan sedikit gemas, dia tidak tahu kenapa calon istrinya selalu saja berprasangka buruk padanya, namun kemudian dia segera menyadari bahwa semua itu karena kesalahanya. Sejak pertemuan pertama mereka tidaklah baik-baik saja. Ryu telah banyak melakukan hal buruk padanya dan dia berusaha melindungi diri, namun sekarang mereka berdua terlihat lebih baik. meskipun setiap kali mengajaknya harus dengan seijin keluarganya, setidaknya Ryu bersyukur karena sekarang tidak lagi harus menjauhinya dan dia juga mau membuka hatinya untuk memaafkanya.
''Ada yang kurang!!, kata Ryu kemudian.
Seketika Ara langsung membuka matanya dan di depan matanya tampak sebuah set perhiasan dengan batu permata yang indah dan berkilau, Ara terdiam melihatnya, dia seperti mengingat sesuatu yaitu tentang desain perhiasan itu yang di jual olehnya secara online dan di beli oleh seseorang di websitenya dengan harga yang tinggi.
''Ini untukmu, kenapa expresimu seperti itu??, apa kau tidak suka??, tanya Ryu.
''Sebentar dari mana kau mendapatkan ini??, tanya Ara penasaran.
''Ini aku dapat dari mommy, mom punya bisnis perhiasan dan batu permata. Dia memberikan padaku, katanya untuk istriku. Jadi sekarang aku ingin memberikannya padamu. Apa boleh sekarang aku memakaikanya padamu??.
''Apa nyonya silvia pernah bilang tentang desain perhiasan itu, itu seperti desain milikku''.
''Kau yakin ini desainmu, memangnya apa saja yang kau desain??, tanya Ryu tidak percaya.
''Aku memang mendesain pakaian, sepatu, tas dan perhiasan. ini seperti desain pertamaku yang aku jual saat masih SMA''.
__ADS_1
''Benarkah??, sebelum bertemu denganku??, aahh sudahlah nanti tanyakan pada mom apa dia membeli desainmu beberapa tahun silam, dan kenapa kau masih memanggil mommy dengan panggilan nyonya Silvia, bukankah dia memintamu memanggilnya mommy''.
Wajah Ara bersemu merah, ''maaf aku... aku belum'', Ara menjeda kalimatnya.
''Ah sekarang waktunya harus turun''. Ryu segera memakaikan kalung itu di leher Ara. ''Kau sangat cocok memakainya, kalau memang benar ini desainmu berarti ini jodoh. Desain yang sudah kamu jual sekarang sudah menjadi bentuk yang indah bertemu dengan tuanya, ayo turun'' Ryu mengandeng tangan Ara dan kemudian segera keluar dari apartemenya dan memasuki lift khusus turun ke lobi untuk jumpa pers.
Ting..
Lift telah sampai di lantai lobi perusahaan Orland, semua mata melihat ke arah mereka dan kamera wartawan yang tidak henti-hentinya mengambil gambar dua pasangan itu. Setelah berbincang sebentar dengan Rei, Kai, Kevin, Henry dan Morgan yang memang menunggu di depan lift mereka langsung menuju ke tempat yang disediakan.
Suara bisik-bisik mulai terdengar. ''Slamat malam semua, harap tenang rekan- rekan media, Direktur Orland akan segera membuka jumpa persnya, anda di persilakan tanya nanti'', ucap Henry dan segera mempersilakan Ryu.
''Slamat malam rekan media semua, sesuai janji saya tadi, kami akan mengadakan jumpa pers malam ini dan terimakasih untuk kehadirannya''. Kata Ryu membuka jumpa persnya.
''Langsung saja saya ingin memperkenalkan gadis cantik di samping saya, dialah satu-satunya calon istri saya yang bernama 'Mutiara Cinta', dan saya mohon doa restu dari rekan-rekan semua kami akan menikah dalam waktu dekat. Tentang berita mengenai hubungan saya dengan nona Khaterine yang sejak beberapa bulan lalu hingga sekarang menjadi perbincangan, saya ingin menegaskan bahwa saya dan nona Khaterine tidak pernah punya hubungan apapun, dia hanya junior saya ketika kami masih sama-sama studi di London, tapi kemudian nona Khaterine memilih pindah ke New York dan berkarir disana''.
''Tentang insiden yang terjadi di gedung aula Orland, memang ada pihak yang sengaja melakukannya, saat itu saya memang mendorong nona Khaterine agar tidak kejatuhan lampu hias, namun sayang justru saya dan calon istri saya yang menjadi korban hingga menyebabkan nona Ara koma selama hampir satu minggu, dan itu sangat membuat saya hampir gila. Kami tidak tinggal diam dan terus menyelidiki siapa di balik insiden itu, dan akhirnya kami bekerjasama dengan nona Khaterine dan pihak keamanan pelakunya sudah di tangkap''.
''Sedang untuk kecelakaan pesawat, sebelumnya saya memang menumpang pesawat itu saat berangkat dari kota J, namun kemudian pesawat itu mundur dari jadwal penerbangan cukup lama saat transit, untuk memburu waktu saya berganti pesawat, saya berharap pesawat itu segera ditemukan dan semua penumpang dalam keadaan selamat. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, trimakasih''.
Direktur Orland, kenapa anda terkesan buru-buru ingin segera menikahi nona Ara, tanya seorang wartawan.
''Saya tidak buru-buru saya sudah menunggu selama hampir 22 tahun, sejak sebelum dia lahir, Kami terpisah selama ini, dan baru bertemu, keluarga kami sudah saling mengenal dan sebenarnya saya yang memaksanya dan memintanya untuk segera menikahi saya'' Jawab Ryu dengan kesungguhan dan membuat Wajah Ara bersemu merah, bahkan Rei dan lainnya tertawa mendengar jawaban Ryu.
''Nona Ara, bukankah direktur Orland yang menyebabkan anda koma karena insiden di gedung aula Orland, atau anda memang sengaja agar dinikahi oleh direktur Orland karena harta kekayaannya, apa pendapat anda yang terkesan hanya menginginkan kekayaan keluarga Orland'', tanya seorang lagi.
Suasana jadi hening, tidak terpikir olehnya, dia akan mendapat pertanyaan juga. Semua mata tertuju melihat ke arahnya. Ryu memegang tangan Ara untuk memberikan dukungan.
Sampai beberapa saat kemudian
''Saya memang meragukanya, bahkan sampai sekarang saya belum bisa memaafkannya, tiga bulan ini kami telah menjalani taaruf, melihat kesungguhan dan ketulusanya, bukankah setiap orang berhak untuk di maafkan, saya sedang belajar untuk memaafkan, dan terlepas dari siapa saya dan siapa calon suami saya dan masalah yang kami hadapi, saya ingin menjalankan amanat kedua orang tua kandung saya, dan bagi saya harta yang paling berharga adalah keluarga saya yang banyak memberikan kasih sayang, mengorbankan segalanya untuk saya. Tentunya saya sangat berterima kasih pada Tuhan karena diberi keluarga yang banyak memberikan dukungan dan selalu ada untuk saya, bukan sekedar harta dan benda ataupun kekayaan, tapi benar-benar cinta yang tulus''. Jawab Ara dan membungkam mereka.
Ryu tersenyum menoleh ke Ara'' I love you princess''.
Tiba-tiba Henry bertepuk tangan dan diikuti yang lainnya.
''Saya rasa cukup sekian klarifikasi kami, saya harap kedepanya rekan media semua akan membuat berita yang baik'', ucap Henry.
''Direktur kapan pernikahannya??, tanya seorang lagi
__ADS_1
''Doakan kami disegerakan dalam waktu dekat ini. terimakasih semua'', Ryu dan Ara berdiri lalu membungkuk memberi hormat. Dan segera undur diri.